Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Sekolah Rakyat 1 Pandeglang Resmi Dibuka, Layani 474 Siswa, Wagub Tekankan Kualitas Pendidikan

Wartain Banten | Pemerintahan | 29 Agustus 2026  — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pandeglang resmi beroperasi dan kini melayani sebanyak 474 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadiran sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera ini diharapkan menjadi sarana untuk membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus mencetak generasi unggul di masa depan.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat harus diiringi dengan komitmen menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas guru dan proses pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 1 Kabupaten Pandeglang, Jumat (28/8/2026).

“Sekolah ini harus dirawat dan dijaga. Saya meminta kepada kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk para gurunya”, ujar Wagub Dimyati

Ia juga meminta jajaran instansi Pemerintah Provinsi Banten turut berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat. Kolaborasi lintas instansi dinilai penting agar para siswa memperoleh pembinaan yang optimal.

Saya juga meminta jajaran instansi Pemprov Banten agar turut berkontribusi, sehingga anak-anak kita dapat menjadi generasi hebat dan pemimpin bangsa pada masa depan,” katanya

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di SRT tidak cukup hanya mengandalkan sarana dan prasarana. Kualitas tenaga pendidik serta proses pembelajaran menjadi elemen penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi setiap siswa.

Usai membuka MPLS, Dimyati meninjau sejumlah fasilitas di kompleks SRT 1 Kabupaten Pandeglang. Ia melihat langsung ruang kelas serta berbagai fasilitas pendukung pendidikan, termasuk asrama guru.

SRT 1 Kabupaten Pandeglang dibangun di atas lahan seluas 11,3 hektare yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Pembangunan kompleks sekolah tersebut didukung anggaran pemerintah pusat.

Kompleks SRT 1 dilengkapi 36 ruang kelas serta fasilitas asrama terpadu. Fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang komprehensif, aman, dan nyaman bagi para siswa.

Selain memberikan akses pendidikan, keberadaan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga prasejahtera. Pendidikan yang diberikan secara gratis dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengejar cita-cita.

Hal itu dirasakan Ahmad Saruri (32), warga Kampung Pasir Kuntul, Kabupaten Pandeglang. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut menyekolahkan putrinya, Nur Hikmah, di jenjang SMP SRT 1 Kabupaten Pandeglang.

“Saya merasa senang. Di sini semua gratis, jadi saya tidak terlalu memikirkan biaya sehari-hari anak di sekolah,” ujar Saruri.

Ia berharap anak keduanya yang saat ini duduk di kelas 3 SD juga dapat memperoleh kesempatan bersekolah di SRT 1 Pandeglang.

Harapan serupa disampaikan seorang ibu asal Desa Kananga, Kecamatan Menes, Pandeglang, yang menyekolahkan putrinya, Kirania Iktiba, di jenjang SMP SRT 1.

Ia berharap anaknya dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

“Terima kasih, saya bersyukur. Mudah-mudahan anak saya betah, bisa dibimbing dan dibina menjadi anak yang mandiri dan berguna bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SRT 1 Kabupaten Pandeglang Siwi Astuti mengatakan, sebanyak 474 siswa yang saat ini belajar di sekolah tersebut berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Selatan.

Sekolah tersebut direncanakan memiliki enam rombongan belajar pada masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas keseluruhan mencapai 540 siswa.

Menurut Siwi, khusus jenjang SD masih tersedia kuota bagi calon siswa baru. Salah satu kendalanya adalah sebagian orang tua masih merasa berat melepas anak mereka untuk tinggal di asrama.

“Untuk SD masih ada kekurangan karena kadang anaknya belum mau atau orang tuanya belum tega melepas anak mereka (ke asrama),” jelas Siwi.

Siwi berharap operasional SRT 1 Pandeglang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pembinaan karakter dan kemandirian siswa juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.

Setelah mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026, para siswa akan mengikuti program matrikulasi selama tiga bulan. Program tersebut menjadi tahap persiapan mental dan akademik sebelum siswa menjalani proses pembelajaran secara penuh.

Dengan konsep pendidikan yang terintegrasi, SRT 1 Kabupaten Pandeglang diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar bagi anak-anak keluarga prasejahtera, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kemandirian, dan potensi generasi muda Banten agar mampu meraih masa depan yang lebih baik.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum