Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Tanjung Priok Makin Rawan: Truk Jadi Sasaran di Jalan, Pengusaha Bertanya — Di Mana Polisi?

JAKARTA UTARA, warta.in — Kawasan strategis Tanjung Priok kembali bergejolak. Kali ini bukan sekadar kemacetan, melainkan ancaman yang membayangi setiap kendaraan logistik yang melintas. Pencurian aki dan pemotongan kabel tembaga pada truk kontainer kini terjadi saat kendaraan sedang melintas atau terjebak macet — modus yang berani, berbahaya, dan terus berulang.

 

Pengusaha angkutan barang tak lagi sekadar merasa tidak aman. Mereka mulai bertanya dengan nada mendesak: Di mana kehadiran kepolisian?

 

Kasus Terungkap, Ancaman Tetap Ada

Pada Mei 2026, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok sempat mengungkap sindikat pencurian aki truk yang beraksi di tengah kemacetan. Dua tersangka ditangkap, dan polisi memperingatkan: tindakan ini sangat berbahaya karena dapat mematikan sistem kelistrikan truk di jalan. Namun bagi pengusaha, pengungkapan satu kasus belum berarti keamanan terjamin.

 

Faktanya, keresahan belum sirna. Laporan terus masuk: aki hilang, kabel dipotong — terutama pada truk pendingin yang kabel tembaganya bernilai tinggi. Kerugiannya bukan hanya materi. Jika sistem kelistrikan rusak saat truk melintas, keselamatan pengemudi, muatan, dan pengguna jalan lain ikut terancam. Distribusi barang pun terganggu.

“Jangan Hadir Setelah Korban Jatuh”

Pengamat transportasi Tongam Frisdon Nainggolan menegaskan: Tanjung Priok adalah jalur nadi logistik nasional. Kejahatan di sini bukan sekadar pencurian biasa — ini ancaman terhadap kelancaran perekonomian.

 

“Kalau truk yang sedang menjalankan tugas negara mengangkut barang bisa dirampok di jalan, itu harus jadi alarm keras bagi kepolisian. Jangan hadir hanya setelah laporan masuk. Hadirlah sebelum korban ada.”

 

Ia meminta Polres Jakarta Utara beserta jajaran Polsek mengevaluasi total pola pengamanan. Bukan sekadar menghitung kasus yang terungkap, melainkan memetakan titik rawan, memahami modus, melacak pergerakan pelaku, hingga membongkar jaringan penadah barang curian.

 

Tangkap Pelaku Lapangan Saja Tidak Cukup

Pengusaha mempertanyakan: jika polisi sudah tahu modusnya sejak Mei, mengapa hingga Agustus ancaman masih sama?

Menangkap pelaku lapangan tanpa memutus rantai penadahan ibarat memotong rumput tanpa mencabut akar. Ke mana aki dan kabel curian dijual? Siapa yang membelinya? Apakah ada jaringan yang membiayai aksi tersebut? Hingga rantai itu diputus, pencurian akan terus berulang.

 

Muncul pula informasi yang perlu dibuktikan secara resmi: dugaan keterkaitan pelaku dengan penyalahgunaan obat keras seperti tramadol. Jika terbukti, ini bukan sekadar pencurian — melainkan gabungan dua kejahatan yang saling menguatkan. Kepolisian wajib menyelidikinya secara menyeluruh.

 

Masyarakat Sudah Menunaikan Kewajiban, Negara Wajib Memberi Perlindungan

Pengusaha membayar pajak, mematuhi aturan, dan menjaga roda distribusi tetap berputar. Mereka tidak meminta perlakuan istimewa — hanya meminta perlindungan dasar yang menjadi hak setiap warga negara.

 

“Kami sudah menunaikan kewajiban. Saatnya negara hadir memberikan perlindungan yang setimpal. Truk kami berjalan demi rakyat — jangan biarkan mereka menjadi sasaran empuk kejahatan,” tegas Tongam.

 

Kinerja Pimpinan Harus Dievaluasi

Kritik ini bukan berarti menuduh seluruh anggota polisi lalai. Namun pimpinan wilayah — Kapolres maupun Kapolsek — tetap bertanggung jawab atas kondisi keamanan di bawah kendalinya. Jika keluhan terus mengalir dan kejahatan berulang tanpa perbaikan berarti, maka evaluasi kinerja pimpinan adalah langkah yang wajar dan mendesak.

 

“Jika masyarakat semakin resah dan kejahatan tak kunjung surut, evaluasi terhadap pimpinan adalah keharusan. Bukan untuk menyalahkan, melainkan demi perbaikan yang nyata.”

 

Tanjung Priok Menantang: Buktikan Kehadiranmu, Polisi!

Saatnya kepolisian membuktikan kehadirannya. Bukan dengan pernyataan bahwa “kondisi terkendali”, melainkan dengan langkah nyata:

✅ Patroli rutin di titik rawan saat jam sibuk

✅ Pemetaan jalur lintasan truk dan titik gelap

✅ Penguatan pengawasan barang bekas dan penadahan

✅ Pembongkaran jaringan hingga ke akar-akarnya

✅ Koordinasi lintas satuan untuk pengamanan menyeluruh

 

 

Berita Terkait