Wartain Banten | Pemerintahan | 13 September 2025 — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD Banten, tidak hanya dari sisi profesionalisme, tetapi juga dari aspek empati, integritas, dan komitmen terhadap masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Deden dalam acara Forum Konsultasi Publik Review Standar Pelayanan RSUD Banten yang digelar di Gedung Auditorium RSUD Banten, Jumat (12/9). Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, manajemen RSUD, serta masyarakat untuk mengevaluasi mutu pelayanan dan membangun sistem layanan kesehatan yang lebih responsif dan manusiawi.
“RSUD Banten memiliki tanggung jawab besar memberikan pelayanan profesional sekaligus berorientasi pada kebutuhan dan harapan masyarakat. Kualitas layanan tidak cukup dengan fasilitas, tetapi juga kepekaan, keterbukaan dan kemauan untuk terus berbenah,” ujarnya.

Deden juga menekankan betapa pentingnya forum sebagai tempat untuk menerima keinginan orang dan mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat. Selain itu, forum tersebut dihadiri oleh banyak pihak, termasuk dinas kesehatan kabupaten dan kota, direktur rumah sakit wilayah, BPJS Kesehatan, akademisi, kelompok profesi, dan perwakilan pasien.
Selain itu, Deden berpendapat bahwa tantangan yang akan dihadapi sektor kesehatan di masa depan akan semakin kompleks. Karena itu, inovasi, partisipasi publik, dan kolaborasi lintas sektor dapat menjadi kunci untuk menyediakan layanan yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.
Ini mencakup karyawan dan staf medis di RSUD Banten dan fasilitas kesehatan lainnya. Mereka harus menerapkan standar pelayanan kesehatan yang berempati, profesional, dan baik.
“Harapannya, peningkatan pelayanan tidak hanya terjadi di RSUD Banten, tetapi juga di seluruh fasilitas kesehatan di Provinsi Banten,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Danang Hamsah Nugroho, Direktur RSUD Banten, menyatakan bahwa organisasi akan terus melakukan evaluasi pelayanan secara berkelanjutan, salah satunya dengan membuka pintu untuk masukan dari masyarakat.
“RSUD Banten menerima masukan melalui berbagai cara, baik langsung di bagian informasi atau humas promkes, maupun lewat kanal online, media sosial, hingga whistleblower system. Semua keluhan dan saran merupakan modal berharga untuk mengetahui kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, RSUD Banten merilis inovasi baru yang disebut Gercep Sidumas, yang berarti Gerakan Cepat Mengatasi Pengaduan Masyarakat. Tujuan dari inovasi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap pasien akan menerima perawatan ramah, penjelasan tentang alur layanan, dan solusi cepat untuk keluhan mereka.
“Pasien yang disambut dengan baik akan merasa dihargai dan terbantu. Bahkan sambutan ramah bisa memberi rasa tenang sebelum mereka mendapatkan perawatan,” kata Danang.
Forum konsultasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk memastikan bahwa RSUD Banten terus berkembang sebagai rumah sakit yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menjadi tempat pelayanan yang ramah, terbuka, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.(WartainBanten)































