26.3 C
Jakarta
Selasa, April 14, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

PKK Mengajar di SMKN 2 Pandeglang Dorong Lingkungan Ramah Anak Anti-Bullying di Sekolah

Wartain Banten | Pemerintahan | 14 April 2026 — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan (bullying). Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan PKK Mengajar di SMKN 2 Pandeglang, Senin (13/4/2026).

Tinawati mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan kondisi tertentu pada teman sebagai bahan perundungan. Ia berharap tidak ada lagi sekolah yang terindikasi kekerasan terhadap anak.

“Kita berharap tidak ada lagi sekolah yang terindikasi kekerasan anak-anak kita. Sekolah harus bisa merepresentasikan lingkungan yang ramah anak,” kata Tinawati

Dalam kegiatan PKK Mengajar tersebut, materi yang disampaikan meliputi cara berkomunikasi yang baik dengan orang tua, etika dalam pergaulan, serta pengenalan kewirausahaan. Program ini merupakan bentuk kepedulian TP PKK dalam mendukung pendidikan generasi muda melalui jalur non-formal.

Menurut Tinawati, TP PKK Provinsi Banten ingin berkontribusi dalam membekali para siswa sebagai calon ibu dan bapak di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus wadah pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga.

“Kalian adalah kader-kader PKK di masa mendatang. Kami juga dulunya bersekolah dan punya cita-cita,” katanya.

Tinawati turut berpesan agar para siswa tekun belajar karena pendidikan merupakan salah satu jalan untuk keluar dari kemiskinan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga harapan, mengontrol pergaulan, serta bijak dalam menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif.

Ia juga menyebut SMKN 2 Pandeglang sebagai salah satu sekolah yang siap mendukung pengembangan pendidikan generasi muda, sehingga menjadi sasaran program PKK Mengajar.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Pandeglang, Ade Firdaus, menyampaikan bahwa saat ini jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 1.800 orang dengan delapan program keahlian. Sekolah juga menjadi salah satu model SMK di Provinsi Banten dalam penerapan Kurikulum Pembelajaran Mendalam (deep learning).

“SMKN 2 Pandeglang juga telah memanfaatkan energi hijau atau berkelanjutan dengan memanfaatkan panel sinar matahari (solar cell) dengan kapasitas maksimal 25 kWh,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Tinawati juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari laboratorium teknik komputer dan jaringan, perpustakaan, ruang pengolahan hasil pertanian, otomotif, agribisnis hortikultura, listrik, hingga aula utama sekolah.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum