Disdikbud Subang Gaspol Atasi 2.000 Kelas Rusak, Optimalkan 20 Persen Dana BOS: Rp330 Miliar untuk Perbaikan Hingga 2029.
Subang Warta In, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan langkah strategis untuk menuntaskan lebih dari 2.000 ruang kelas rusak hingga 2029. Salah satu jurus utamanya adalah mengoptimalkan 20 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tiap tahun khusus untuk pemeliharaan infrastruktur.
Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, menyampaikan arahan tersebut dalam Rapat Kerja ke-7 Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru Sekolah Dasar di SDN Rawalele. Ia menekankan pentingnya kesamaan visi dan integritas kepala sekolah dalam mengawal roadmap pendidikan Subang.
Dalam paparannya, Heri membeberkan kondisi infrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan. Berdasarkan data Disdikbud, tercatat lebih dari 2.000 ruang kelas di Kabupaten Subang mengalami kerusakan dengan total kebutuhan anggaran penanganan mencapai Rp850 miliar hingga 2029.
“Angka itu terlalu besar jika hanya mengandalkan APBD. Karena itu, peran aktif sekolah lewat pengelolaan dana BOS menjadi krusial untuk mempercepat perbaikan secara bertahap,” tegas Heri, Rabu, 8 April 2026.
Ia menginstruksikan seluruh manajemen BOS di sekolah agar alokasi 20 persen untuk pemeliharaan benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan. Dengan total anggaran BOS Subang Rp233 miliar per tahun, alokasi tersebut dinilai signifikan.
“Saya instruksikan kepada manajemen BOS, pemeliharaan 20 persen harus betul-betul dilaksanakan sesuai ketentuan. Kita punya anggaran BOS Rp233 miliar per tahun,” ujarnya.
Heri menghitung, jika konsistensi 20 persen itu dijaga tiap tahun, maka dalam empat tahun ke depan akan terkumpul sekitar Rp330 miliar khusus untuk pemeliharaan. Angka itu diyakini mampu menambal kerusakan kelas secara bertahap dan mengurangi ketergantungan pada APBD.
“Jika 20 persennya konsisten digunakan untuk pemeliharaan, dalam empat tahun ke depan terkumpul sekitar Rp330 miliar. Ini akan sangat membantu menuntaskan kerusakan kelas secara bertahap,” tuturnya.
(Bobi Chengos)






























