31.1 C
Jakarta
Kamis, Februari 26, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Sungai Cirarab Dinormalisasi, Andra Soni Tinjau Lokasi Banjir di Kabupaten dan Kota Tangerang

Wartain Banten | Pemerintahan | 26 Februari 2026  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mengintensifkan upaya normalisasi Sungai Cirarab guna mengurangi risiko banjir di wilayah Tangerang Raya. Pada Selasa (24/2/2026), Gubernur Banten Andra Soni melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik normalisasi sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, serta Periuk, Kota Tangerang.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC2), Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta Pemerintah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Banjir yang kerap terjadi diduga akibat pendangkalan Sungai Cirarab yang mengurangi daya tampung air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Sepanjang Sungai Cirarab ini harus dinormalisasi. Kalau tidak, daya tampung airnya sangat terbatas dan saat musim hujan tinggi masyarakat masih berpotensi terdampak banjir,” kata Andra Soni.

Ia menyampaikan bahwa progres normalisasi sudah mulai terlihat di beberapa titik. Meski demikian, pekerjaan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh di sepanjang aliran sungai agar hasilnya optimal dan mampu meminimalisasi potensi banjir di masa mendatang.

Menurut Andra Soni, upaya normalisasi ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat melalui BBWSC2 dan pemerintah daerah di Tangerang Raya. Sinergi lintas instansi diperlukan agar penanganan banjir dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, ia juga mengingatkan peran penting masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai, karena dapat memperparah pendangkalan dan penyumbatan aliran air.

“Saya minta kepada masyarakat, jangan membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, apalagi di sungai. Mari kita jaga sungai kita,” katanya.

Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyatakan pihaknya telah menurunkan satu unit alat berat untuk mendukung normalisasi Sungai Cirarab sebagai tindak lanjut rapat koordinasi penanganan banjir.

“Kami mulai tindak lanjut pada 3 Februari, segmen provinsi dengan panjang normalisasi yang ditangani sepanjang 700 meter dan saat ini segmen tersebut telah kami selesaikan. Kami juga membantu percepatan di segmen Kota Tangerang agar penanganannya lebih cepat,” ungkap Arlan.

Secara total, normalisasi Sungai Cirarab dilakukan sepanjang 4,85 kilometer, meliputi segmen Pemprov Banten 700 meter, Pemkot Tangerang 550 meter, Pemkab Tangerang 2,4 kilometer, dan BBWSC2 sepanjang 1,2 kilometer.

“Berdasarkan koordinasi dengan BBWSC2, kita targetkan normalisasi selesai di akhir Maret 2026, terlebih saat ini kondisi hujan mulai mereda jadi dapat lebih cepat. Normalisasinya dilakukan dari hulu hingga hilir,” katanya.

Plt Kepala BBWSC2 Ahmad Viktor menyampaikan pihaknya menurunkan satu unit alat berat jenis long arm untuk melakukan normalisasi Sungai Cirarab sepanjang 1,2 kilometer.

Meski kewenangan sungai berada pada BBWSC2, penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, termasuk dukungan dari Gubernur Banten Andra Soni.

“Memang kewenangan Sungai Cirarab berada pada BBWSC2, namun atas kepedulian beliau saat banjir beberapa waktu lalu, penanganan bisa dilakukan secara kolaboratif,” ujarnya.

Viktor mengapresiasi kepedulian gubernur sehingga normalisasi dapat segera dilakukan pascabanjir.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi proyek percontohan penanganan sungai lain di Indonesia, seperti Kali Angke dan sungai rawan banjir lainnya, serta menjadi bukti kepedulian pemerintah pusat dan daerah terhadap masyarakat terdampak dengan aksi cepat di lapangan.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum