Wartain Banten | Pemerintahan | 10 April 2026 — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik.

Ajakan tersebut disampaikan Tinawati saat menerima kunjungan Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana di Kota Serang, Kamis (9/4/2026).
“Memang kita membutuhkan database untuk mengambil kebijakan dan langkah dalam upaya pembangunan di Provinsi Banten,” ungkap Tinawati.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari peran rumah tangga, termasuk kontribusi perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam sensus ekonomi menjadi sangat penting sebagai tolok ukur keberhasilan pemberdayaan ekonomi.
“Ini adalah salah satu tolok ukur bagaimana pemberdayaan perempuan dari segi ekonomi keluarga bisa diukur tingkat keberhasilannya di Provinsi Banten, dengan cara ikut berpartisipasi dalam pendataan sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh BPS,” katanya.

Tinawati juga menegaskan bahwa sensus ekonomi tidak berkaitan dengan pajak atau penghasilan masyarakat. Ia meminta masyarakat tidak ragu untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh petugas sensus.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk memberikan informasi yang akurat,” imbuhnya.
Sebagai Ketua TP PKK, Tinawati turut mengimbau seluruh kader PKK di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk aktif berkolaborasi dengan BPS dalam menyosialisasikan pentingnya sensus ekonomi kepada masyarakat.
“Mari kita berkolaborasi bersama-sama memberikan informasi yang akurat, sehingga data ini dapat diakses oleh pemerintah pusat dan daerah untuk melihat bagaimana perkembangan ekonomi di Banten,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menyampaikan bahwa sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi ekonomi masyarakat.
“Sensus ekonomi ini dapat memberikan gambaran, termasuk terkait pendidikan dan berbagai aspek lainnya, sehingga kita bisa melihat bagaimana kualitas penduduk di Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia menambahkan, data yang dihasilkan dari sensus ekonomi sangat penting sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pemerintah. Namun, keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
“Sensus ekonomi ini sangat powerful untuk digunakan, namun sensus ini juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam turut serta menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” katanya.

Yusniar juga mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng TP PKK karena memiliki jaringan luas hingga tingkat rumah tangga, sehingga dinilai efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat.
“Kami yakin Ibu-ibu PKK memiliki banyak komunitas dan mengelola massa yang besar, sehingga dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026,” jelasnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga Agustus 2026. Masyarakat diimbau untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan daerah.(WartainBanten)































