31.2 C
Jakarta
Kamis, April 23, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

BEM IAKN KUPANG SOROTI OKNUM DOSEN YANG MENGHINA MAHASISWA

KUPANG 23 APRIL 2026_ Warta.in

Dalam peredaran vidio zoom pada 22 April 2026 di ruang kulia melalui kelas online Program studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Institut Agama Kristen Negeri Kupang , Sangat memicu keresahan public dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAKN KUPANG.

Dalam perjumpaan media Investigasi Bersama Ketua BEM IAKN KUPANG Beserta jajarannya, Pada Kamis 22 April 2026, Ada suatu keresahan yang tak terpikirkan .

Ketua BEM IAKN KUPANG Menyoroti kelakuan oknum Dosen (JS) yang dinilai merendahkan martabat Mahasiswa

Demikian disampaikan Ketua BEM IAKN KUPANG, Setelah beredarnya vidio dalam ruang kulia online, kami melihat bahwa hal ini sangat menampar wajah mahasiswa dan menjadi kegelisahan bersama. Kita melihat dalam sisi kemanusiaan dan konteks Teologi, tentu kita tau bersama bahwa “IMAGODEI” adalah Manusia hidup Segambar dan serupa dengan Allah./Ungkapnya

Maka siapapun dia dan apapun gelarnya seharusnya tidak boleh menganggap rendah dan menyepelekan martabat manusia karena tentunya hal ini kita sangat kehilangan wajah kemanusiaan . Apalagi kita sebagai kaum intelektual dan sebagai akademisi yang berbicara dalam kelas. /Ujarnya

Dalam peredaran vidio ini kami berpikir bahwa hal ini sangat menampar wajah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAKN KUPANG dan status mahasiswa. Dalam sisi kemanusiaan, kami tidak sepakat untuk baik oknum Dosen atau siapapun itu, seharusnya tidak boleh ada intimidasi, apalagi perkataan “binatang dan bodok” .sangat disayangkan kalau harus dikatakan demikian oleh orang yang pintar dan mengerti./Tegasnya

Suatu pernyataan sikap dari BEM IAKN Kupang, bahwa Hal ini kami tidak terima, jika mahasiswa dikatakan demikian . Apabila ada yang salah, seharusnya dirubah dalam ruang kelas apalagi ini hanya persoalan absensi. Hal ini seolah-olah mengabaikan hal yang penting ./Ungkapnya

Denga Demikian Maka kami Mandataris Badan Pengurus, melihat bahwa hal ini harus ada klarifikasi terbuka di ruang public, agar apa yang masyarakat sudah ketahui tentunya jangan menghujat lembaga IAKN Kupang bahwa orang-orang di IAKN Kupang tidak mencerminkan apa yang menjadi wajah IAKN KUPANG ./Ungkapnya

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai manusia yang punya harkat dan martabat yang harus patut dihormati. bukan diintimidasi dan dihina semau-maunya .

Dengan demikian BEM IAKN Kupang, meminta pimpinan IAKN Kupang ( Bapak Rektor ) Harus mengambil kebijakan yang pantas, dan harus ada evaluasi kepada dosen ini agar pertanggungjawaban di media menjadi pertangungjawaban moral sehingga ekosistem akademik tidak salah kaprah yang menyamakan manusia dengan binatang. Ia meminta agar pimpinan IAKN KUPANG Harus mendorong edukasi kepada semua Dosen agar kemudian hari tidak terjadi lagi intimidasi dan lain sebagainya, Sehingga kampus mempunyai Marwah positif di mata masyarakat dan mata public.

BEM IAKN KUPANG Menegaskan bahwa klarifikasi harus disampaikan dalam ruang public serta harus ada surat pernyataan agar jangan mengulangi lagi hal yang sama dan apabila terulang lagi maka ditindak lanjuti sesuai pernyataan itu ./Tegasnya

Adapun vidio klarifikasi yang disampaikan kepada akun Facebook IAKN Kupang, pada Kamis 23 April 2026, kami BEM IAKN Kupang Sangat mengapresiasi itu, karna hal itu dipertangungjawabkan secara moral. Namun kalau hanya sekedar minta maaf saja itu tidak cukup. Karna seolah-olah tidak ada efek jera terhadap persoalan ini./Ungkapnya

Kami BEM IAKN Kupang akan terus mengawal kasus ini dari setiap langkah kebijakan yang dilakukan oleh pimpinan lembaga, dalam menyelesaikan kasus ini.

Harapan kami bahwa kebijakan yang diambil bapak rektor IAKN Kupang, selaku pimpinan harus profesional.kareba kami BEM,BLM, DPM, Dan badan pengurus Demisioner, akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

Adapun disampaikan oleh Sekretaris Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) IAKN Kupang, ia menyampaikan bahwa, Sebagai ibu dari seluruh mahasiswa, kami meminta agar oknum Dosen tersebut harus menyampaikan klarifikasi melalui permintaan maaf di depan mahasiswa yang dikatakan binatang dan lain sebagainya. Agar masyarakat bisa melihat ./Ungkapnya

Ia juga menegaskan bahwa terlepas dari masalah ini tidak boleh lagi ada intimidasi-intimidasi baik melalui nilai dan lain sebagainya agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan jangan memicu rasa takut mahasiswa ./Tegasnya

Berita Terkait