28.6 C
Jakarta
Jumat, Mei 22, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pemdes Purun Timur Gelar Rapat Cari Solusi Polemik Proyek Jalan Cor Beton

PALI – Pemerintah Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, menggelar forum rapat diskusi guna mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan cor beton di desa tersebut. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Purun Timur, Jumat (22/5/2026).

Rapat tersebut digelar menyusul sering terjadinya penyetopan pekerjaan proyek oleh sejumlah warga. Selain itu, mobilisasi angkutan semen yang disebut keluar dari jalur pengerjaan juga memicu konflik dan perselisihan di tengah masyarakat.

Warga menduga semen yang diangkut tersebut dijual sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi volume pekerjaan proyek jalan cor beton yang tengah berlangsung.

Kepala Desa Purun Timur, Alkat, S.H., mengatakan pertemuan yang melibatkan warga, pihak kontraktor, dan kepolisian itu dilakukan untuk mencari solusi agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif.

“Dalam hal ini tidak lain kami di sini meminta pihak kontraktor memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman terkait dugaan warga bahwa semen yang diangkut tersebut dijual. Kami meminta kejelasan karena warga menyebut kami terlibat, padahal saya tidak pernah mengambil keuntungan dari proyek tersebut,” ungkap Alkat.

Ia juga menegaskan dukungannya terhadap pembangunan di Desa Purun Timur karena dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi dan menunjang pertumbuhan ekonomi warga.

“Kami mendukung pembangunan tersebut, namun kami meminta agar pihak kontraktor dapat terus berkoordinasi dengan kami terkait berbagai permasalahan yang ada di lapangan agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman antara pemerintah desa, pihak kontraktor, dan masyarakat, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai harapan,” katanya.

Sementara itu, Eko selaku pengawas lapangan proyek menjelaskan bahwa angkutan semen yang disebut warga keluar dari jalur pengerjaan untuk dijual tidak benar. Menurutnya, mobilisasi tersebut dilakukan untuk membantu penanggulangan jalan provinsi yang amblas di Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

“Pihak pemerintah desa tidak terlibat karena tidak ada penjualan semen seperti yang dituduhkan. Mobilisasi tersebut dilakukan untuk membantu penanganan jalan provinsi yang amblas, sementara volume, mutu, dan kualitas pekerjaan tetap sesuai karena selalu dilakukan pengawasan dan pengecekan oleh kami,” jelasnya.

Eko juga mengungkapkan bahwa penyetopan proyek oleh warga cukup sering terjadi dan hal tersebut berdampak pada progres pekerjaan di lapangan.

“Mengenai penyetopan ini tentu dapat menghambat pekerjaan, karena apabila kegiatan tidak berjalan maka progres fisik otomatis tidak mengalami peningkatan. Sementara itu, proyek ini harus selesai pada Agustus mendatang. Kami memiliki target progres pekerjaan setiap hari, dan sebenarnya menargetkan pekerjaan dapat selesai pada Juli. Namun, dengan adanya hambatan seperti ini, progres pekerjaan kami menjadi menurun,” pungkasnya.

Berita Terkait