“Silsilah Halawa Kritik Sikap Bupati Nias Utara: Jangan Hanya Jadi Penonton di Balik Kasus Pembunuhan Siswi.
NIAS UTARA – Pegiat sosial, Silsilah K.P.A. Halawa, S.H., C.PP, melontarkan kritik tajam terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Nias Utara yang dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam merespons kasus dugaan pembunuhan terhadap siswi SMK berinisial AZ (17) di Kecamatan Alasa Talumuzoi. Ia menegaskan, meski bukan penyidik, Bupati memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda kegelisahan.
Kasus yang menyita perhatian publik ini saat ini tengah dalam tahap penyidikan intensif oleh Polres Nias, di mana puluhan saksi telah diperiksa untuk mengungkap fakta dan pelaku di balik kematian tragis tersebut. Namun hingga kini, pelaku belum terungkap, sementara keluarga korban masih hidup dalam ketakutan dan trauma mendalam.
Menurut Silsilah, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menilai seorang kepala daerah tidak boleh bersikap pasif seolah-olah kasus ini sepenuhnya urusan kepolisian semata.
“Memang benar Bupati bukan penyidik dan tidak memiliki kewenangan menangkap pelaku. Namun Bupati adalah pemimpin daerah yang memiliki tanggung jawab moral, politik, dan administratif untuk memastikan masyarakat merasa aman. Ketika seorang anak kehilangan nyawa secara tragis dan pelakunya belum terungkap, maka diam bukanlah pilihan yang pantas bagi seorang pemimpin,” tegas Silsilah.
Ia mempertanyakan langkah konkret apa saja yang telah diambil pemerintah daerah, baik dalam memberikan perlindungan dan pendampingan bagi keluarga korban maupun dalam mengoordinasikan upaya pemulihan rasa aman masyarakat.
“Publik berhak tahu: apakah sudah ada pendampingan psikologis bagi keluarga? Apakah sudah dilakukan koordinasi khusus dengan aparat penegak hukum? Jangan sampai muncul kesan bahwa pemerintah hanya hadir saat ada seremonial, namun menghilang saat rakyat sedang menderita,” ujarnya.
Silsilah menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan kehadiran nyata negara. Ia menambahkan, keresahan yang meluas di masyarakat menjadi bukti bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil sikap tegas.
“Masyarakat tidak butuh pernyataan normatif semata, melainkan tindakan nyata yang menunjukkan keberpihakan terhadap korban dan komitmen menegakkan keadilan. Saya meminta Bupati keluar dari sikap pasif, jangan menunggu tekanan membesar baru bertindak,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab moral seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah.
“Jika pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat, tunjukkan dengan tindakan. Masyarakat Nias Utara menunggu keberanian pemimpinnya berdiri bersama keluarga korban sampai pelaku diungkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Silsilah.
Ia berharap kasus ini menjadi perhatian bersama, dan tidak ada pihak yang membiarkan tragedi ini berlalu begitu saja tanpa solusi yang jelas dan rasa keadilan yang terpenuhi.
(TIM/Redaksi)






























