“Miliaran Rupiah Terancam Sia-sia: Fasilitas Gudang Bawang dan Unit Chiller di Mukomuko Mangkrak Sejak Tahun 2024.
MUKOMUKO – Dua unit kompleks Gudang Bawang lengkap dengan sarana pendingin (chiller) yang dibangun pada tahun 2024 menggunakan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bernilai miliaran rupiah, hingga kini belum beroperasi sama sekali. Padahal seluruh fasilitas fisik utama maupun penunjang telah terpasang di lokasi, namun belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Pembangunan dua titik gudang penyimpanan hasil panen bawang di wilayah Kabupaten Mukomuko yang bersumber dari anggaran DAK tersebut kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Pasalnya, hingga pertengahan Juli 2026, bangunan yang telah rampung dibangun tersebut masih berdiri diam tanpa ada aktivitas operasional. Demikian pula dengan perangkat pendingin udara (chiller) yang dipasang khusus untuk menjaga kualitas hasil tani di dalamnya, hingga saat ini belum pernah dinyalakan dan tidak berfungsi sesuai tujuan pengadaannya.
“Secara fisik gudang sudah tegak berdiri, alat pendingin juga sudah terpasang di dalamnya. Namun sayang sekali, hingga hari ini fasilitas tersebut tidak bisa digunakan oleh kami para petani. Ini adalah uang rakyat yang nilainya mencapai miliaran rupiah, sangat disayangkan jika hanya dibiarkan terbengkalai tanpa guna,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/7/2026).
Masyarakat secara tegas meminta perhatian khusus dari Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PHO) untuk bekerja lebih teliti, cermat, dan objektif dalam melakukan pemeriksaan, verifikasi, serta penilaian kelayakan terhadap setiap pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa. Mereka menegaskan bahwa setiap proyek yang menggunakan anggaran negara adalah amanah publik, sehingga wajib dipastikan berfungsi optimal dan memberikan manfaat nyata, terutama bagi kelompok petani bawang yang menjadi sasaran utama program ini.
“Kami meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko agar segera mengambil langkah nyata untuk mengaktifkan kembali fasilitas yang sudah dibangun ini. Jangan sampai anggaran sebesar itu terbuang percuma tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tegas warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas teknis terkait maupun pelaksana kegiatan belum dapat memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp belum mendapatkan tanggapan, sedangkan kunjungan langsung ke kantor dinas mendapati Kepala Dinas sedang melaksanakan tugas dinas luar daerah. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, maupun sanggahan atas isi laporan ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat berharap instansi berwenang segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menetapkan langkah tindak lanjut yang tegas, agar fasilitas strategis ini dapat segera dioperasikan sesuai dengan tujuan awal pembangunannya: mendukung ketahanan pangan daerah, meningkatkan daya simpan hasil panen petani, serta menstabilkan harga bawang di pasaran lokal maupun regional.
(HD/ZUL)































