Warta.in | – Sebanyak lima perwakilan kepala gampong (sebutan untuk desa di Provinsi Aceh) tengah mengikuti kegiatan penguatan kapasitas kepala desa yang diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat desa, sekaligus menyerap berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Salah satu peserta yang hadir, Zulham Nafiah, menyampaikan maksud dan tujuan keikutserta’an nya dalam program ini. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai program unggulan yang telah berjalan di wilayahnya, serta visi dan misi pembangunan yang diusungnya.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Zulham Nafiah, selaku kepala gampong. Tujuan utama kami hadir di sini adalah untuk memperdalam ilmu pemerintahan, memahami cara memimpin yang baik, serta menyerap berbagai masukan dan pengalaman yang nantinya dapat kami terapkan langsung di desa kami,” ujar Zulham sa’at memaparkan gagasan nya, Senin (13/7/2026).
✔️ Visi dan Misi: Tata Kelola Bersih dan Layanan Cepat
Zulham menjelaskan bahwa arah utama pembangunan di wilayahnya adalah mempermudah pelayanan masyarakat, khususnya dalam pengurusan dokumen dan administrasi kependudukan. Ia bertekad mewujudkan transformasi digital dalam seluruh proses kegiatan dan pelayanan di desa, agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan saat membutuhkan pelayanan pemerintahan.
Selain pelayanan administrasi, penanganan lingkungan juga menjadi prioritas utama. Sampah yang selama ini kerap menjadi permasalahan di setiap wilayah direncanakan dikelola secara terpadu dan berkelanjutan. “Kami telah membentuk Bank Sampah di setiap tingkatan wilayah, yang nantinya akan dikelola secara terpusat di tingkat desa. Harapannya, permasalahan sampah dapat tertangani dengan baik dan tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat,” jelasnya.
✔️ Berbagai Program Unggulan yang Telah Berjalan
Selama menjabat, Zulham bersama perangkat desa telah menjalankan berbagai program yang bersumber dari pengelolaan keuangan dan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes/BUMGampong). Berikut adalah program-program utama yang telah berjalan:
1. Penggemukan Ternak Sapi – Program ini telah berjalan sejak tahun 2024 hingga sa’at ini, dan menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan perekonomian warga serta nilai ekonomi potensi desa.
2. Pemberdaya’an Kelompok Wanita Tani – Mengembangkan usaha pertanian dan pengolahan hasil tani yang dikelola oleh kelompok perempuan, sehingga hasilnya dapat dipasarkan dan meningkatkan pendapatan keluarga serta kesejahtera’an masyarakat luas.
3. Pemberdayaan Masyarakat Secara Merata.- Mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan, menjamin manfa’at program dapat dirasakan oleh semua warga tanpa terkecuali, serta membangun semangat regenerasi pengurus dan pengelola kegiatan di desa.
✔️ Harapan Agar Program Berkelanjutan
Zulham menyampaikan bahwa angkatan kedua peserta ini berjumlah lima kepala gampong dari berbagai wilayah di Aceh, yang digabungkan bersama perwakilan dari Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe menjadi total sembilan peserta secara keseluruhan.
Selama kegiatan berlangsung selama tiga hari ke depan, para peserta akan mendapatkan materi dari tenaga pengajar dan ahli yang berkompeten di bidangnya. Ia berharap ilmu yang didapat tidak hanya sekadar diikuti, namun dapat dipahami dan diamalkan langsung di daerah masing-masing.
“Kami berharap program bermanfa’at seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, sehingga tidak hanya kepala desa tertentu saja yang mendapatkan kesempatan belajar, tetapi juga rekan-rekan kepala desa lainnya yang belum sempat mengikuti kegiatan serupa. Semoga apa yang kami pelajari di sini dapat membawa manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahtera’an masyarakat di Aceh,” tutup Zulham.































