Pangururan, warna.in – Saya ingin membagikan kejadian yang sangat meresahkan sekaligus memohon bantuan seluruh warga Pangururan dan pihak berwenang. Kejadian ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat itu saya berada di Pasar Onan Baru Pangururan, baru saja membeli 10 kilogram ubi dan 5 kilogram jipang seharga Rp75.000. Saya keluar dari gang di samping bengkel motor Honda Sihotang, lalu menghentikan becak yang lewat untuk meminta bantuan mengangkut barang.
Saya bertanya kepada pengemudi becak itu: “Bisa ke Lumban Suhi-Suhi?” Dia menjawab sudah pernah ke sana. Saya pun menjelaskan bahwa saya tidak bisa membawa kandang ayam di sepeda motor, mau diangkut pakai beca, jadi kita akan mengambilnya dulu di Toko Pakan Ternak Marga Simbolon, seberang panglong Marga Manik.
Kami pun berangkat beriringan melewati BRI Cabang Onan Baru, Toko Mas Surabaya, lalu belok kiri melewati Sekolahan Bunda Mulia, Toko Roti Daddy yang baru buka di sebelah kiri, melewati area BRI di sebelah kanan. Sesampainya di took pakan ternak, tukang becak itu memuat kandang ayam berukuran 75 cm x 75 cm berbentuk kotak kayu ke belakang becaknya, lalu mengikatnya dengan tali karet hitam.
Saya pun masuk ke dalam toko untuk membayar kandang seharga Rp130.000 lewat m-banking bersama anak pemilik toko, sebelumnya saya sudah berpesan jelas kepada tukang beca “Kita nanti mampir dulu ke Toko Si Gepeng Sitanggang di Simpang Empat ambil gas dan beras, ya. Kita jumpa di sana.”
Namun begitu saya selesai membayar dan keluar toko, tukang becak itu sudah hilang tak berbekas. Saya tetap menuju Simpang Empat dan menunggu hampir 15 menit di Toko Sitanggang, namun tukang beca tak kunjung datang. Sampai hari ini pun tidak ada kabar sama sekali. Artinya, dia dengan sengaja membawa kabur kandang ayam beserta seluruh belanjaan saya: ubi dan jipang tadi.
Saya sangat terkejut dan kecewa. Selama 5 tahun tinggal di Pangururan, saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Biasanya saya tidak lagi menanyakan nama atau mencatat nomor plat becak, karena bisa dipercaya. Kebanyakan tukang becak di sini masih satu marga dengan saya, jadi saya pikir aman. Padahal kejadian ini terjadi saat hari masih terang benderang, di jalan utama yang ramai warga!
Ini sangat mengerikan. Di Pangururan yang luasnya tidak terlalu besar, kini sudah muncul penjahat yang menyamar sebagai tukang becak. Jika kasus ini dibiarkan, pasti akan ada warga lain yang menjadi korban berikutnya.
Saya sudah mengecek ke pedagang di seberang bengkel Sihotang, dan ternyata ada rekaman CCTV nya dan kemungkinanjuga ada CCTV di sepanjang rute perjalanan kami. Siang ini saya berencana melapor ke Polres Samosir agar didampingi petugas untuk melihat rekaman tersebut. Saya ingin mengetahui wajah orang tersebut dan nomor plat becaknya untuk membantu mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa menimpa warga lain, ujar Rotua Wendeilyna Simarmata. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengetahui keberadaan pengemudi becak maupun barang yang dibawanya. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini diminta untuk segera menghubungi pihak kepolisian. (red)
Wartawan Investigasi
Pencari Bukti Yang Tersembunyi
Pengalaman Mengerikan: Tukang Becak di Pangururan Bawa Kabur Kandang Ayam dan Belanjaan























![Selamat Ulang Tahun Marina br Sijabat [Ny Nikolas Sinar Naibaho] di Hutaparik Pangururan](https://warta.in/wp-content/uploads/2026/06/1782709723025-324x160.jpg)







