Warta.in, Purwakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur irigasi.
Salah satunya diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang saat ini tengah dilaksanakan di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.
Program yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Citarum, tersebut difokuskan pada pekerjaan peningkatan jaringan irigasi guna mendukung kelancaran distribusi air ke lahan pertanian masyarakat.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp195 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Saluyu Desa Citalang. Dalam sistem ini, masyarakat melalui kelompok P3A terlibat langsung dalam seluruh proses pelaksanaan pekerjaan, mulai dari penyediaan tenaga kerja, pengadaan material dan bahan baku, hingga pengawasan di lapangan.
Model swakelola tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan perputaran ekonomi di tingkat desa karena tenaga kerja yang digunakan berasal dari warga setempat.
Ketua P3A Saluyu Desa Citalang, Abdul Jalil, saat ditemui awak media di lokasi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan pemerintah yang telah memberikan program tersebut kepada kelompok tani di desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PUPR melalui BBWS Citarum, atas bantuan Program P3-TGAI ini. Program ini sangat bermanfaat bagi para petani di Desa Citalang,” kata Jalil, Kamis (16/07).
“Bersama seluruh anggota P3A akan melaksanakan pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan memperlancar aliran air menuju areal persawahan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih merata, terutama saat musim kemarau.
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian, program P3-TGAI juga memiliki manfaat yang luas bagi lingkungan. Saluran irigasi yang tertata dan berfungsi optimal dapat mengurangi kebocoran air, meminimalkan genangan yang berpotensi merusak lahan, serta membantu menjaga kelestarian sumber daya air melalui pemanfaatan yang lebih efisien.
Bagi para petani, manfaat program ini sangat dirasakan karena distribusi air menjadi lebih lancar, biaya pemeliharaan saluran dapat ditekan, risiko gagal panen akibat kekurangan air berkurang, serta produktivitas pertanian diharapkan meningkat.
Pada akhirnya, peningkatan hasil panen tersebut akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah Desa Citalang.
Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi yang menempatkan petani sebagai pelaku utama pembangunan.
Melalui keterlibatan langsung masyarakat, pemerintah berharap tumbuh rasa memiliki sehingga hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan peningkatan jaringan irigasi melalui Program P3-TGAI di Desa Citalang masih berlangsung sesuai tahapan pelaksanaan yang telah ditetapkan dan diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi para petani serta masyarakat sekitar.































