Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Diduga Cair 2 Kali PT Pos Indonesia. Sukatani Telusuri Kasus Bansos BLTS Ganda

BEKASI . SUKATANI — Kamis, 20 Agustus 2026 – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial atau BLTS Kesra dari Kementerian Sosial RI di Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, memunculkan masalah. Dana yang seharusnya diterima Widie Intan Wulandari justru cair ke nama Maryati.

Hasil klarifikasi dan mediasi antara pihak terkait menemukan adanya human error dalam sistem aplikasi penyaluran PT Pos Indonesia Unit Sukatani.

Data Tertukar Saat Pencairan:

Berdasarkan data, penerima manfaat yang benar adalah Widie Intan Wulandari, warga Kampung Gandu RT 002/005 Desa Sukadarma. Namun saat pencairan, uang justru diberikan kepada Maryati, warga Kampung Gandu RT 001/005 Desa Sukadarma.

Kaur Kesra Desa Sukadarma, Jaelani, mengatakan persoalan ini sudah diselesaikan melalui nota kesepakatan bersama.

“Uang BLTS Kesra atas nama Widie Intan Wulandari dikembalikan oleh Maryati. Selanjutnya Widie mengembalikan ke kas negara karena statusnya sebagai PPPK yang berdinas di Kominfosantik Kabupaten Bekasi,” ujar Jaelani.

Proses pengembalian disaksikan petugas PT Pos Unit Sukatani, Pendamping Sosial Masyarakat atau PSM Sukadarma, perangkat Desa Sukadarma, dan perwakilan Kecamatan Sukatani.

Jaelani menambahkan, pihaknya masih menelusuri lebih lanjut aliran dana BLTS Kesra atas nama Maryati di aplikasi penerima manfaat.

“Tinggal nanti kita telusuri bersama-sama terkait aliran uang BLTS Kesra atas nama Maryati itu sendiri sebagai penerima manfaat masuknya ke aplikasi penerima siapa. Ini belum kita ketahui, masih PR bersama,” imbuhnya.

PT Pos Akui Kelalaian:

Kepala Kantor PT Pos Indonesia Unit Sukatani, Deni, membenarkan adanya kesalahan dalam proses penyaluran.

“Ya saya akui adanya kelalaian dari pihak kita, kurang teliti memberikan uang bantuan tersebut sampai salah sasaran. Ini bagian dari evaluasi dan pembenahan internal ke depan supaya lebih hati-hati lagi, sehingga tidak terjadi hal serupa,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran, Maryati tercatat sudah menerima BLTS Kesra senilai Rp900.000 untuk periode Oktober–Desember 2025 atas nama dirinya sendiri.

Yang mengganjal, pencairan lain atas nama Widie Intan Wulandari juga terdeteksi cair ke rekening Maryati.

“Kemungkinan ini Maryati bisa jadi menerima dua kali pencairan, atas nama Widie dan atas nama dia sendiri. Tinggal nanti kita kroscek ulang apakah ada unsur kesengajaan atau hanya kebetulan semata akibat kesalahan input barcode penerima manfaat dengan aplikasi yang biasa kita pakai,” pungkas Deni.

Keluarga Minta Klarifikasi ke Kantor Pusat:

Pihak keluarga penerima yang seharusnya, juga ikut bersuara. Heru Budian Timor selaku kakak sepupu Widie Intan Wulandari menyatakan akan membawa kasus ini ke tingkat pusat.

“Insyaallah dalam waktu dekat saya ke Kantor PT Pos Indonesia Pusat agar kasus ini terang benderang,” singkatnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT Pos Unit Sukatani masih mendalami penyebab kelalaian tersebut dan melakukan audit internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait