Wartain Banten | Pemerintahan | 06 September 2026 — Gubernur Banten Andra Soni memaparkan sejumlah capaian pembangunan Provinsi Banten kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari kontribusi Banten dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat memberikan sambutan dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).
Andra mengatakan, pembangunan di Banten terus dilakukan secara paralel dan berkesinambungan, mulai dari peningkatan perekonomian masyarakat, kesejahteraan petani, layanan kesehatan, hingga sektor pendidikan
“Program-program pembangunan di Banten dilaksanakan secara paralel dan berkesinambungan untuk mendukung pencapaian Asta Cita Bapak Presiden. Kami optimis, langkah ini akan mempercepat kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andra
Ekonomi Banten Tumbuh Positif
Menurut Andra, berbagai kebijakan pembangunan mulai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat mencapai 5,37 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 4,75 persen.
Tren positif tersebut, kata dia, juga berlanjut pada triwulan I 2025 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,64 persen.
Andra menilai peningkatan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Salah satu program yang memberikan dampak luas terhadap masyarakat adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di Banten, sekitar 3,5 juta anak sekolah telah menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Dampak MBG ini luar biasa. Selain meningkatkan semangat belajar anak-anak, secara ekonomi juga berhasil menggerakkan ekosistem ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
MBG Ikut Menggerakkan Sektor Pertanian
Andra menjelaskan, dampak ekonomi dari pelaksanaan MBG juga dirasakan oleh sektor pertanian. Salah satu indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Banten pada Agustus 2026 yang berada di kisaran 113,02.
Untuk memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, Pemerintah Provinsi Banten hingga 2026 telah membangun sekitar 81 kilometer saluran irigasi yang mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah.
Pembangunan infrastruktur pertanian tersebut turut mendorong peningkatan produktivitas. Masa tanam padi yang sebelumnya dua kali dalam setahun kini dapat ditingkatkan menjadi tiga kali.
“Dampaknya, masa tanam padi bertambah dari semula dua kali menjadi tiga kali setahun. Produksi padi pun meningkat menjadi 1,8 juta ton per tahun. Walaupun dekat dengan Jakarta, Banten kini mampu menjadi lumbung padi nasional peringkat kedelapan,” papar Gubernur Andra.
Koperasi dan Pendidikan Jadi Perhatian
Selain ekonomi dan pertanian, Andra juga menyampaikan capaian pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat. Pemprov Banten telah membentuk 1.551 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 700 koperasi di antaranya disebut telah beroperasi secara fisik.
Di bidang pendidikan, Pemprov Banten juga menjalankan program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta. Program tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 120 ribu siswa kelas X dan XI.
Menurut Andra, peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan ekonomi masyarakat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Hashim: Masa Depan Indonesia Cerah
Menanggapi pemaparan Gubernur Banten, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan Indonesia memiliki masa depan yang cerah karena didukung kekayaan alam serta pembangunan sumber daya manusia yang terus dilakukan.
Hashim juga menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
“MBG adalah salah satu upaya nyata dalam membangun kualitas SDM kita,” kata Hashim.
Sementara itu, Ketua Gempar Youth Leader Summit 2026 Yohanes Sirait mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 pemuda dari berbagai daerah.
Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan, tetapi juga berani mengambil peran kepemimpinan sejak saat ini.
“Kami bertekad anak muda tidak hanya bersiap menjadi pemimpin di masa depan, tetapi mulai memimpin dari saat ini,” pungkasnya.(WartainBanten)































