Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pesilat Banten Berprestasi di Kancah Dunia, Wagub Dimyati Dorong Pencak Silat Wajib di Sekolah

Wartain Banten | Olahraga | 29 Agustus 2026  — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi sederet prestasi yang ditorehkan atlet pencak silat asal Provinsi Banten di tingkat nasional hingga internasional. Melihat besarnya manfaat olahraga bela diri tersebut, Dimyati mendorong agar pencak silat menjadi ekstrakurikuler wajib di seluruh jenjang pendidikan sekolah.

Hal itu disampaikan Wagub Dimyati saat membuka secara resmi ajang Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 di Gelanggang Remaja, Ciceri, Kota Serang, Jumat (28/8/2026).

“Saya meminta agar pencak silat ini menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan,” katanya.

Menurutnya, pencak silat bukan hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Olahraga tersebut dapat menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kekuatan mental, sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Dimyati menilai pencak silat dapat menjadi modal dasar yang penting bagi para pelajar. Dalam setiap pertandingan, atlet juga dibiasakan untuk mengawali kegiatan dengan doa.

“Karena saat memulai pertandingan, kita selalu diingatkan untuk berdoa,” ujarnya.

Selain mendorong pencak silat masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, Dimyati menekankan pentingnya penguatan pembinaan atlet oleh induk organisasi cabang olahraga. Pembinaan secara intensif dan berkelanjutan diperlukan untuk mengasah kemampuan para pesilat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dorongan tersebut sejalan dengan rekam jejak atlet pencak silat Banten yang telah mengukir sejumlah prestasi membanggakan. Pada akhir 2024, atlet silat ganda putra asal Banten berhasil meraih juara pertama dalam 20th World Pencak Silat Championship dan 5th Junior World Pencak Silat Championship di Abu Dhabi.

Prestasi juga ditorehkan pesilat Banten pada ajang O2SN tahun ini. Kontingen Banten berhasil meraih peringkat ketiga nasional tingkat SD serta juara kedua tingkat SMP untuk kategori putra dan putri.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan pencak silat di Banten. Prestasi para atlet diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda sekaligus mendorong semakin banyak pelajar menekuni olahraga tradisional Indonesia tersebut.

Perjalanan pesilat Banten di kancah internasional juga masih berlanjut. Pada September 2026, atlet pencak silat asal Banten dijadwalkan memperkuat Indonesia dalam 5th Southeast Asia Pencak Silat Championship di Vietnam.

Pada bulan yang sama, lima pesilat terbaik Banten juga akan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) sebagai persiapan menuju 21st World Pencak Silat Championship (WPSC) dan 6th Junior World Pencak Silat Championship (JWPSC) 2026.

Kejuaraan dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20–30 November 2026 di Tashkent, Uzbekistan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan, pembinaan atlet di Banten dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pertandingan rutin untuk menguji kemampuan dan ketangkasan para pesilat.

Menurut Ajat, IPSI secara rutin menggelar pertandingan skala kecil sebanyak dua kali dalam sebulan. Rangkaian pembinaan tersebut menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan bibit atlet potensial.

“Termasuk puncaknya adalah melalui ajang ini,” kata Ajat.

Ajat juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pembinaan atlet semakin diperkuat, terutama bagi pesilat yang akan berlaga dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional.

Ia menilai dukungan pemerintah dan berbagai pihak sangat dibutuhkan karena pembinaan atlet tidak dapat sepenuhnya mengandalkan anggaran mandiri IPSI.

“Bibit-bibit atlet berprestasi kita itu cukup banyak, dan ini perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemprov Banten,” ujarnya.

Ajang Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 sendiri diikuti kontingen dari 15 provinsi di Indonesia. Total peserta dan ofisial mencapai 1.154 orang.

Para atlet bertanding dalam berbagai kelas berdasarkan rentang usia, mulai dari 5 hingga 35 tahun. Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026.

Melalui kompetisi dan pembinaan yang berkesinambungan, pencak silat di Banten diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, berani, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum