Wartain Banten | Pemerintahan | 29 Agustus 2026 — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan akses perumahan yang sehat, layak, dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).
“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya menyediakan perumahan yang sehat dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Andra Soni
Menurutnya, penyediaan hunian yang layak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penguatan ekosistem perumahan yang mampu menyediakan hunian berkualitas dengan harga terjangkau perlu terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni meninjau langsung area Danantara Housing Expo 2026. Ia melihat beragam pilihan hunian yang ditawarkan pengembang dari sektor BUMN maupun swasta, termasuk rumah contoh dan fasilitas pembiayaan yang disiapkan bagi calon pembeli.
Danantara Housing Expo 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026. Pameran ini menghadirkan lebih dari 130 developer dengan pilihan hunian untuk berbagai segmen masyarakat, mulai dari MBR, keluarga, hingga segmen premium.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan penyelenggaraan expo tersebut merupakan bentuk dukungan Danantara bersama ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Expo ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap Program 3 Juta Rumah,” ujar Rosan.
Ia menjelaskan, Danantara Housing Expo dirancang untuk mempertemukan pasokan hunian, pembiayaan, dan masyarakat dalam satu ekosistem. Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh beragam pilihan rumah, tetapi juga mendapatkan akses terhadap skema pembiayaan yang lebih kompetitif.
“Kebutuhan rumah menjadi hal yang sangat prioritas,” ujarnya.
Rosan menambahkan, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berkomitmen mendorong percepatan pembangunan rumah yang memenuhi standar kelayakan sekaligus dapat dijangkau oleh masyarakat.
Pilihan hunian yang tersedia dalam expo memiliki rentang harga cukup luas, mulai sekitar Rp120 juta hingga Rp2–3 miliar. Para pengembang dibagi ke dalam tiga zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, sehingga pengunjung dapat memilih hunian sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Dari ekosistem BUMN, sebanyak 12 developer membawa sekitar 16.559 unit rumah dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Total nilai inventori mencapai sekitar Rp9,79 triliun, yang terdiri atas 6.611 unit untuk MBR dan 9.948 unit non-MBR.
Selain ketersediaan hunian, aspek pembiayaan menjadi perhatian dalam pameran tersebut. Bank-bank Himbara dan lembaga keuangan dalam ekosistem BUMN menawarkan sejumlah skema yang ditujukan untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah.
Sejumlah fasilitas yang ditawarkan antara lain uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen per tahun dengan skema sesuai ketentuan bank, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun.
Rosan berharap berbagai kemudahan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala dari sisi kemampuan pembiayaan.
“Yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan pameran properti dan fasilitas pembiayaan, Danantara Housing Expo 2026 juga menawarkan berbagai program serta hadiah bagi pengunjung. Hadiah yang disiapkan antara lain apartemen, rumah, mobil dan motor listrik, kepingan emas, hingga tiket perjalanan.
Penyelenggara menargetkan lebih dari 50 ribu pengunjung selama empat hari pelaksanaan expo. Pemerintah berharap tercipta konektivitas yang semakin kuat antara masyarakat, pengembang, perbankan, BUMN, dan pelaku industri perumahan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang sehat, layak, dan terjangkau.(WartainBanten)






























