Wartain Banten | Pemerintahan | 06 September 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperketat pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level III (Siaga). Erupsi yang masih berlangsung menyebabkan sebaran abu vulkanik terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah Banten dan Jawa Barat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan koordinasi dengan pos pengamatan gunung api dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus memantau arah dan sebaran abu vulkanik yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.
“Berdasarkan pantauan kami bersama PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), arah angin saat ini membawa abu vulkanik menuju wilayah Banten dan Jawa Barat. Kami terus memonitor perkembangannya,” ujar Gubernur Andra di Kota Serang, Sabtu (5/9/2026).
Andra meminta masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta menggunakan pelindung pernapasan ketika beraktivitas di luar rumah.
“Karena ada sebaran abu, kami mohon kepada masyarakat di daerah terdampak untuk memakai masker saat keluar rumah demi menjaga kesehatan,” katanya.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 5 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas erupsi disertai dengan lontaran material vulkanik, pancaran lava atau lava fountain, suara gemuruh, serta hujan abu.
Pemprov Banten mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan Badan Geologi. Warga, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan juga dilarang mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Selain masyarakat di wilayah Banten, warga di kawasan pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta mengikuti arahan BPBD dan pemerintah daerah setempat. Pemprov Banten juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan maupun mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Andra menegaskan, masyarakat sebaiknya memperoleh informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau hanya melalui sumber resmi pemerintah dan media yang kredibel.
“Diharapkan masyarakat hanya memercayai dan mencari informasi dari media atau sumber resmi pemerintah,” tegas Gubernur Andra.
Ia memastikan Pemprov Banten terus mengutamakan keselamatan masyarakat dengan melakukan pemantauan dan koordinasi bersama instansi terkait.
“Kita berdoa, semoga semua baik-baik saja,” pungkasnya.(WartainBanten)






























