Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Aset Strategis Banten Dilirik Investor, BIS dan Industri Tepung Ikan Dibidik PT Sasmaya

Wartain Banten | Pemerintahan | 10 September 2026  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Upaya tersebut mulai mendapat respons positif dengan adanya minat investasi dari PT Sasmaya Media Integrasi terhadap dua aset strategis di Provinsi Banten.

Dua aset yang menjadi fokus penjajakan investasi tersebut yakni kawasan sports center Provinsi Banten, termasuk Banten International Stadium (BIS), serta industri tepung ikan. Nilai investasi untuk pengembangan kedua aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp985 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, Pemprov Banten secara aktif menawarkan berbagai potensi dan aset daerah kepada investor untuk dikembangkan melalui skema kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun daerah.

“Alhamdulillah, ada beberapa potensi yang kami ajukan, disetujui untuk dikelola investor,” kata Deden seusai pertemuan dengan PT Sasmaya Media Integrasi di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, KP3B, Selasa (8/9/2026).

Deden mengungkapkan, dari empat aset yang sebelumnya ditawarkan, saat ini terdapat dua aset yang mengerucut dan mendapat minat serius dari PT Sasmaya Media Integrasi.

“Dari empat yang kami ajukan, sekarang mengerucut ke dua lokasi yang insya Allah telah menarik minat dari PT Sasmaya,” ujarnya.

Menurut Deden, Pemprov Banten berharap proses penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret. Investasi tersebut tidak hanya diharapkan mampu mengoptimalkan aset milik daerah, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Banten.

“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” katanya.

Buka Peluang Investasi dan Lapangan Kerja

Deden menambahkan, Provinsi Banten masih memiliki berbagai potensi yang terbuka untuk dikembangkan melalui investasi. Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang memberikan manfaat nyata bagi daerah.

Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, masuknya investasi juga diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Banten.

“Selain berdampak secara ekonomi, kehadiran investor ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Banten,” tutur Deden.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi mengatakan, ketertarikan terhadap dua aset tersebut merupakan hasil dari sejumlah pertemuan dan pembahasan bersama DPMPTSP Provinsi Banten.

“Dua di antaranya akhirnya masuk dalam kriteria core bisnis kami, yaitu Banten International Stadium dan juga industri tepung ikan,” ungkap Faruq

Ia menjelaskan, kedua potensi tersebut dinilai sesuai dengan bidang usaha PT Sasmaya Media Integrasi, khususnya di sektor konstruksi. Pengembangan kawasan sports center juga memiliki peluang besar untuk mendukung Banten yang tengah dipersiapkan menjadi salah satu daerah calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

“Ini juga turut mendukung untuk bisa menyukseskan Banten untuk menjadi tuan rumah di kegiatan PON tahun 2032 nanti,” ujarnya.

BIS Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Sport dan Hiburan

Faruq menjelaskan, pengembangan kawasan sports center diarahkan menjadi kawasan yang terintegrasi antara olahraga dan hiburan. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan kawasan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport,” paparnya.

Berdasarkan kajian sementara, rencana investasi untuk pengembangan Banten International Stadium diperkirakan lebih dari Rp850 miliar. Investasi tersebut mencakup pengembangan kawasan sehingga tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga memiliki aktivitas pendukung yang dapat meningkatkan nilai ekonomi kawasan.

Sementara itu, investasi untuk pengembangan industri tepung ikan diperkirakan sekitar Rp135 miliar. Dengan demikian, total rencana investasi pada dua aset strategis tersebut mencapai sekitar Rp985 miliar.

Menurut Faruq, industri tepung ikan juga memiliki prospek untuk dikembangkan karena didukung target produksi yang besar dan berpotensi memberikan kontribusi terhadap program ketahanan pangan.

“Mungkin itu yang menjadi melatarbelakangi kenapa dari PT Sasmaya ini juga berani untuk bisa mendukung atau mengambil penawaran tersebut,” katanya.

Penjajakan Aset Lain

Selain dua aset tersebut, PT Sasmaya Media Integrasi masih melakukan penjajakan terhadap sejumlah potensi lain yang dimiliki Provinsi Banten.

“Masih ada penjajakan lagi potensi-potensi yang ada di Provinsi Banten, dan ini masih kita godok lagi,” kata Faruq.

Pemprov Banten sendiri terus membuka peluang kerja sama dengan investor dalam rangka mengoptimalkan aset daerah. Skema kerja sama tersebut diharapkan mampu mengubah aset yang belum termanfaatkan secara maksimal menjadi sumber aktivitas ekonomi baru.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti, Asisten Daerah II Budi Santoso, Kepala Bappeda Babar Soeharso, Kepala BPKAD Mahdani, Kepala DPUPR Arlan Marzan, Kepala DLHK Wawan Gunawan, serta Kepala DPMPTSP Kota Serang Arif Rahman Hakim.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum