Mahyani dan Gerobak Produktif Mendorong Pemberdayaan Masyarakat tuk Entaskan Kemiskinan
Warta.in
Mataram,NTB – Keberadaan rumah yang layak huni memiliki arti sangat penting bagi masyarakat kurang mampu. Tempat tinggal sehat dan aman diharapkan dapat mendukung keberlangsungan hidup suatu keluarga bahkan bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi penghuninya.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi NTB Bidang Pengumpulan Zakat, Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, kepada wartawan ditemui diruang kerjanya Senin,26 /10
Menurutnya BAZNAZ memiliki Program yang disebut Mahyani (Rumah Layak Huni) ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
” Rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting artinya bagi kehidupan keluarga yang kurang mampu,” jelasnya.
Dalam program ini, BAZNAS NTB mengalokasikan anggaran miliaran rupiah agar program Mahyani bisa membangun unit – unit rumah yang tersebar di sejumlah kabupaten /kota di NTB.
Wilayah penyalurannya, lanjut tuan guru, mencakup sejumlah kabupaten Kota seperti Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, hingga sampai Kabupaten Bima.
Dalam pelaksanaannya, tutur Abdul Muhyi, BAZNAS Provinsi NTB bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten/kota untuk melakukan survei dan peninjauan langsung terhadap kondisi rumah calon penerima bantuan.
” Langkah ini dimaksudkan untuk menilai tingkat kelayakan rumah sekaligus memastikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat memang memenuhi kriteria,” ulasnya.
Selain Mahyani, BAZNAS NTB juga mendongkrak perekonomian masyarakat lewat program Gerobak Produktif dan bantuan UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis zakat sebagai landasan.
Diarahkan membantu penerima zakat agar memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Para penerima manfaat, harapnya, dapat tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri dan pada akhirnya mampu berdikari dari penerima zakat menjadi orang yang mampu memberi zakat.
Sebab Zakat, sambungnya, tidak hanya membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, tetapi bisa menjadi jalan untuk membangun kemandirian. ” Melalui pemberdayaan usaha, kami berharap penerima bantuan mampu meningkatkan penghasilannya dan suatu saat nanti bisa menjadi muzaki,” harapnya.(sr)































