Beranda blog Halaman 102

Pelajaran dari Gempa M 7,7 SR NTT, Keputusan Cepat Gubernur NTB Menggerakkan Solidaritas

0

Pelajaran dari Gempa M 7,7 SR NTT, Keputusan Cepat Gubernur NTB Menggerakkan Solidaritas

Warta.in
NTT – Menjelang malam di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, suasana Posko utama Tim Solidaritas KR-BNN NTB perlahan berubah lebih tenang. Sejak pagi, orang-orang datang dan pergi. Tenaga medis berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Dapur umum terus bekerja. Logistik bergerak menuju warga terdampak. Relawan dan petugas penanganan bencana bergelut dengan waktu, jarak, jalan yang panjang, serta kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Di tempat itulah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal memilih berhenti malam itu.

Ia tidak kembali ke Labuan Bajo. Ia memilih menginap di posko bersama Tim Solidaritas NTB.

Beberapa jam sebelumnya, Miq Iqbal bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena masih berada di tengah masyarakat terdampak. Mereka bertemu warga, mendengar kebutuhan para pengungsi, dan melihat sendiri bagaimana gempa M7,7 telah mengubah kehidupan banyak keluarga dalam sekejap.

Setelah Gubernur NTT kembali ke Labuan Bajo untuk agenda penanganan lainnya, perjalanan Miq Iqbal belum berhenti. Ia melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian. Dari satu tempat ke tempat lain, ia menyapa warga, mendengar cerita mereka, menyerahkan bantuan, dan berusaha menguatkan mereka yang masih bertahan di bawah tenda-tenda pengungsian.

Di tempat lain, BPBD menyiapkan tim dan peralatan. Dinas Sosial mengonsolidasikan bantuan. Dinas Perhubungan membantu kesiapan mobilisasi. Dapur umum lapangan dari Kota dan Kabupaten Bima menyatakan kesiapannya untuk berangkat. Ambulans, kendaraan rescue, kendaraan operasional, truk, hingga alat berat mulai disiapkan.

Bantuan pun berdatangan.

Ada beras, bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, tenda, terpal, selimut, matras, kebutuhan bayi dan perempuan, hingga berbagai perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat dalam keadaan darurat.

Niat baik, seperti menemukan jalannya sendiri.

Sore hari, seluruh unsur kembali merapat di Pendopo Gubernur untuk memantapkan persiapan. Pada saat yang sama, Miq Iqbal melakukan pertemuan melalui sambungan virtual dengan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Bali juga menyatakan kesiapan untuk bergerak.

Di tengah bencana yang melanda NTT, hubungan tiga provinsi kembali menemukan maknanya. Bali, NTB, dan NTT bukan sekadar daerah yang bertetangga. Ketiganya memiliki sejarah, kedekatan, dan kini dipersatukan dalam Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT atau KR-BNN.

Namun Miq Iqbal kembali menegaskan satu hal: Tim NTB harus diberangkatkan paling lambat keesokan harinya.

Tidak lebih dari 24 jam.

Keesokan harinya, Ahad, 16 Agustus 2026, seluruh persiapan kembali diperiksa. Personel telah tersedia. Logistik telah terkumpul. Kendaraan telah disiapkan. Peralatan telah dimuat.

Laporan kesiapan akhirnya disampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Tim Solidaritas KR-BNN NTB untuk Gempa M7,7 NTT siap diberangkatkan.

Sore itu, halaman BPBD Provinsi NTB dipenuhi kendaraan dan orang-orang yang datang untuk mengantar. Unsur TNI dan Polri hadir. Perangkat daerah, industri jasa keuangan, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga kemanusiaan dan berbagai pihak lainnya ikut memberikan dukungan.

Pelepasan berlangsung tanpa kemewahan yang berlebihan.

Yang terasa justru haru.

Miq Iqbal mengingatkan satu hal yang menjadi dasar keberangkatan itu: NTB pernah berada dalam situasi yang sama.

Gempa Lombok tahun 2018 telah mengajarkan masyarakat NTB bagaimana rasanya kehilangan rumah, tinggal di pengungsian, menghadapi trauma dan ketidakpastian.

Ketika itu, bantuan datang dari banyak daerah.

Kini, NTB mendapat kesempatan untuk membalas kebaikan itu.

Bukan karena bantuan harus dibalas dengan bantuan.

Tetapi karena mereka yang pernah ditolong seharusnya memahami lebih baik bagaimana rasanya ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

Pesan Gubernur sederhana: Tim NTB datang ke NTT sebagai saudara yang tidak ingin melihat saudaranya memikul beban musibah seorang diri.

Satu per satu kendaraan kemudian meninggalkan Mataram.

Di dalamnya ada manusia, peralatan, obat-obatan, makanan dan berbagai kebutuhan untuk menghadapi keadaan darurat.

Tetapi sesungguhnya, yang ikut berangkat bersama rombongan itu adalah pengalaman NTB menghadapi bencana.

Dari Mataram, tim bergerak menuju Sape, Bima. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menyeberangi laut menuju Labuan Bajo. Setelah tiba, mereka tidak berhenti lama.

Koordinasi segera dilakukan bersama sistem penanganan bencana di NTT.

Posko transit dibangun. Tim dibagi. Tenaga kesehatan bergerak. Dapur umum menuju lokasi pelayanan. Logistik diturunkan dan disalurkan berdasarkan kebutuhan.

Kebijakan yang sebelumnya lahir di ruang kerja Gubernur kini telah berubah menjadi gerakan di lapangan.

Beberapa hari kemudian, Miq Iqbal memutuskan menyusul.

Ia menyeberangi laut menuju Bali untuk memenuhi komitmen bersama Gubernur Bali I Wayan Koster. Dari sana, bersama rombongan Gubernur Bali dan Pangdam IX/Udayana, ia terbang menuju Labuan Bajo.

Di Bandara Komodo, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena telah menunggu.

Tiga kepala daerah kemudian bertemu di Posko Utama Penanganan Gempa di Manggarai Barat.

Laporan kerusakan, kondisi pengungsi dan perkembangan penanganan dipaparkan. Bantuan terus bergerak. Namun kebutuhan masyarakat juga masih besar.

Di tengah pertemuan itu, tiga gubernur menyampaikan pesan yang sama dengan cara masing-masing: NTT tidak sendiri.

Bali, NTB, dan NTT hadir bukan sekadar dalam nama sebuah kerja sama regional.

KR-BNN menemukan bentuknya ketika salah satu saudara mengalami kesulitan dan dua saudara lainnya datang untuk membantu.

Dari Manggarai Barat, perjalanan Miq Iqbal dilanjutkan menuju Manggarai Timur bersama Gubernur NTT. Dengan helikopter TNI Angkatan Darat, keduanya terbang menuju wilayah yang menjadi salah satu pusat dampak gempa.

Sekitar 35 menit kemudian, mereka tiba.

Di sana, gempa tidak lagi hanya berupa angka magnitudo, peta kerusakan atau laporan situasi.

Gempa memiliki wajah.

Wajah ibu yang bertahan bersama anak-anaknya.

Wajah orang tua yang belum berani kembali ke rumah.

Wajah anak-anak yang harus tidur jauh dari kamar mereka sendiri.

Di Desa Satar Pudut, masyarakat menyampaikan kebutuhan yang mereka rasakan. Air bersih dan bahan makanan masih menjadi kebutuhan penting.

Miq Iqbal mendengarkan.

Ia kemudian berbicara dengan bahasa pengalaman.

NTB pernah merasakan hal yang sama. Karena itu, ia mengatakan kepada masyarakat agar tetap sabar, kuat dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit.

Kehadiran seorang gubernur memang tidak dapat membangun kembali seluruh rumah dalam satu hari.

Tetapi kehadiran dapat menyampaikan sesuatu yang kadang tidak bisa dikirim melalui logistik: bahwa masyarakat tidak dilupakan.

Setelah Gubernur NTT kembali ke Labuan Bajo, Miq Iqbal melanjutkan perjalanan ke berbagai titik pengungsian.

Di sana ia melihat sendiri kehidupan yang sedang berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

Ia menyapa. Mendengar. Membagikan bantuan.

Tidak ada jarak yang sengaja diciptakan antara seorang gubernur dan masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan.

Dari tenda ke tenda, ia bertemu orang-orang yang mungkin tidak meminta banyak.

Mereka hanya ingin kebutuhan dasarnya terpenuhi dan mengetahui bahwa ada yang memperhatikan keadaan mereka.

Malam itu, Miq Iqbal memilih menginap di Dampe.

Lewat tengah malam, setelah evaluasi bersama tim, ia beristirahat di posko. Pukul empat dini hari, ia telah kembali terbangun.

Perjalanan berikutnya menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, menunggu.

Lebih dari enam jam perjalanan darat ditempuh.

Di Posko Utama Penanganan Gempa Kabupaten Manggarai Timur, ia bertemu Sekretaris Daerah bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan Direktur RSUD Borong.

Di tempat itu, perjalanan kemanusiaan memasuki babak lain.

Bukan lagi sekadar bagaimana membawa bantuan secepat mungkin.

Tetapi bagaimana sebuah daerah yang pernah mengalami bencana dapat berbagi pengalaman untuk membantu daerah lain mempersiapkan masa pemulihan.

Miq Iqbal berbicara tentang pentingnya pendataan rumah yang rusak secara cepat dan akurat. Pemerintah daerah dapat menggandeng perguruan tinggi dengan kompetensi teknik sipil, konstruksi dan bidang terkait untuk melakukan asesmen kerusakan secara lebih terukur.

Setiap bangunan yang rusak perlu memiliki data, koordinat dan tingkat kerusakan yang jelas.

Data yang baik akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih cepat.

Keputusan yang tepat akan mempercepat rehabilitasi.

Dan rehabilitasi yang baik akan membuka jalan bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan.

Namun ada pesan lain yang ia titipkan.

Dalam bencana, jangan terlalu sibuk mencari siapa yang salah.

Masyarakat yang sedang kehilangan rumah membutuhkan orang-orang yang bersedia bekerja bersama.

Kebersamaan, kata Miq Iqbal, adalah salah satu kekuatan terpenting dalam penanganan bencana.

Setelah beberapa jam di Borong, perjalanan kembali menuju Labuan Bajo dimulai.

Sekali lagi, jalan panjang harus ditempuh.

Di beberapa tempat, rombongan berhenti untuk beristirahat. Dan di tempat-tempat itu, masyarakat datang menyapa.

Ada yang meminta foto bersama.

Ada yang mengatakan bahwa mereka mengenali Gubernur NTB.

Mereka tahu, sejak awal gempa terjadi, NTB telah menyampaikan duka, mengirimkan tim, bantuan dan tenaga medis.

Mereka juga mengingat peristiwa lain yang bagi masyarakat Manggarai memiliki arti tersendiri.

Pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Mataram, ketika NTT sedang menghadapi duka akibat gempa, Miq Iqbal mengenakan pakaian adat Manggarai.

Pilihan itu mungkin sederhana.

Namun bagi sebagian warga di Flores, itu adalah bahasa perhatian.

Bahwa saudara di Mataram mengingat mereka.

Dari seluruh perjalanan itu, NTB sesungguhnya membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman.

NTB membawa pelajaran.

Gempa Lombok 2018 telah membentuk banyak pengalaman dalam penanganan bencana. Tetapi pengalaman tidak boleh membuat sebuah daerah merasa sudah cukup siap.

Kesiapsiagaan harus terus diperkuat.

Data personel dan sumber daya harus selalu diperbarui. Mobilisasi tenaga medis harus memiliki mekanisme yang semakin cepat. Logistik harus memiliki jalur distribusi yang jelas. Rumah sakit, perangkat daerah, relawan, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat harus terus dipersatukan dalam sebuah sistem yang dapat segera bergerak ketika keadaan darurat datang.

Sebab dalam bencana, waktu sering kali menentukan seberapa jauh pertolongan dapat menyelamatkan kehidupan.

Namun dari masyarakat NTT, ada pelajaran yang lebih sunyi.

Ketabahan.

Di tengah rumah yang rusak, kehidupan yang terguncang dan ketakutan terhadap gempa susulan, masyarakat tetap menunjukkan kesabaran.

Mereka tidak selalu menuntut dengan suara keras.

Mereka tidak membutuhkan banyak janji.

Yang mereka perlukan adalah kepastian bahwa mereka diperhatikan.

Bahwa ada yang datang.

Bahwa ada yang mendengar.

Bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi masa sulit seorang diri.

Barangkali, itulah makna terdalam dari seluruh perjalanan ini.

Sebuah kebijakan dapat lahir dengan cepat di sebuah ruang kerja.

Tetapi kebijakan kemanusiaan baru menemukan jiwanya ketika keputusan itu menggerakkan manusia, membawa mereka menempuh perjalanan jauh, bekerja tanpa banyak menghitung lelah, lalu akhirnya hadir di hadapan masyarakat yang sedang kehilangan rasa aman.

Dari sebuah Sabtu pagi di Pendopo Gubernur NTB, sebuah keputusan diambil.

Kurang dari 24 jam kemudian, Tim Solidaritas bergerak.

Dari Mataram menuju Sape.

Dari Sape menuju Flores.

Dari sebuah keputusan menuju tindakan.

Dan dari tindakan menuju pelajaran.

Gempa M7,7 NTT mungkin telah merobohkan banyak bangunan, tetapi ia juga memperlihatkan bahwa ketika persaudaraan bergerak, jarak antarpulau dapat terasa begitu dekat.

Bagi NTB, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus diperkuat, kecepatan harus menjadi budaya, dan kebersamaan harus menjadi kekuatan.

Sementara bagi mereka yang berada di tenda-tenda pengungsian, mungkin yang paling penting bukan hanya bantuan yang datang, tetapi keyakinan yang menyertainya:

bahwa ketika mereka sedang berusaha bangkit, mereka tidak berjalan sendirian.

Dan dari situlah, barangkali, semangat untuk bangkit perlahan dimulai.(sr/dkisntb)

Teladani Rasulullah, Wujudkan NTB Makmur Mendunia

0

Teladani Rasulullah, Wujudkan NTB Makmur Mendunia

Warta.in
Mataram,NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah Menuju NTB Makmur Mendunia” di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Senin (24/8/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, perjuangan dan nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat keimanan dan pengendalian diri. Kekuatan dan keyakinan kepada Allah SWT harus menjadi landasan dalam menjalankan setiap langkah serta tanggung jawab.

“Kita hadir di sini karena kita cinta kepada Rasulullah SAW dan memperingati Maulid Nabi pada malam hari ini. Siapa yang beriman kepada Allah, maka ia mencintai Rasulullah SAW,” ujar Sekda Abul.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga emosi dan menahan amarah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita di Masjid bisa menahan amarah, lantas di luar masjid juga kita harus bisa menahan amarah,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustadz Dr. M. Anugrah Arifin mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, mulai dari nikmat Islam, kesehatan, hingga kesempatan untuk berkumpul dalam suasana penuh persaudaraan.

Ia menekankan, bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan meneladani perjuangan dan ajarannya.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah membawa perubahan besar dalam peradaban manusia melalui ajaran Islam yang menjunjung tinggi akhlak, ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan keadilan.

Dalam waktu yang relatif singkat, Rasulullah SAW berhasil membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan berakhlak mulia.

Ustadz Arifin juga mencontohkan perjuangan Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah. Salah satu langkah pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid sebagai pusat kehidupan umat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pembinaan masyarakat, serta penguatan persaudaraan.

“Nilai-nilai yang dibangun Rasulullah SAW harus kita hadirkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Bawa suasana masjid ini kembali ke lingkungan masing-masing dan jadikan kampung kita sebagai kampung yang beradab,” pesannya.

Dalam tausiah tersebut juga ditekankan pentingnya menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan masyarakat, seperti korupsi, kemaksiatan, serta tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan amanah.

Selain itu, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat serta mewujudkan masa depan daerah yang lebih maju, makmur, dan berdaya saing.

Sejak awal perkembangan Islam, pemuda selalu mengambil peran penting dalam berbagai peristiwa besar. Rasulullah SAW berhasil membentuk generasi muda yang memiliki akhlak baik, kecerdasan, keberanian, stabilitas emosi, serta kemampuan untuk memimpin dan memegang amanah.

Berbagai kisah perjuangan para sahabat muda, seperti Ali bin Abi Thalib RA dan Zaid bin Tsabit RA, menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat memberikan kontribusi besar bagi agama, masyarakat, dan peradaban.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, generasi muda NTB diajak untuk tidak hanya menjadi generasi yang kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kalau ingin daerah ini makmur, maka bangkitkan semangat para pemudanya. Jadilah pemuda yang berkarisma, penuh inovasi, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan dampak positif,” menjadi pesan kepada para pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.

Selain peran pemuda, keluarga juga memiliki posisi penting sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berkarakter.

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap pembentukan keluarga serta hubungan sosial. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar sebagai wujud nyata persatuan, saling menjaga, membantu, dan menolong satu sama lain.

Nilai persaudaraan tersebut dinilai sangat relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam memperkuat persatuan serta menghindari perpecahan akibat perbedaan kepentingan.

Perbaikan masyarakat, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Keluarga menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai moral, akhlak, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.

Dengan kekuatan persaudaraan, peran aktif generasi muda, serta keluarga yang kuat dan berakhlak, diharapkan NTB mampu melahirkan generasi emas yang memiliki daya juang, karakter mulia, dan kemampuan untuk menghadirkan perubahan positif menuju terwujudnya NTB Makmur Mendunia. (sr/dkisntb)

Kompetisi Sepak Bola Askot Akan Digelar Rebutkan Piala Ketua PSSI Kota Pontianak

0

Pontianak – Kalimantan Barat, Ketua Asosiasi Sepak bola (ASKOT) Pontianak AKBP Lely Suheri, SH., M.M akan menggelar kompetisi antar klub tanggal 29 Agustus 2026.

Kepada media, AKBP Lely Suheri, SH,. M.M pada saat dikonfirmasi, memang benar kita akan adakan Kompetisi antar Klub saat Ngopi bareng disalah satu cafe Paris Dua beberapa hari yang lalu.

Ia menerangkan disini ada tujuh belas (17) klub Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) dibawah naungan ASKOT Pontianak, harapan nya semoga klub – klub ini dapat ikut serta mendaftarkan, karena tujuan kedepannya untuk dipilih pemain Porprov (Antar Provinsi), juga untuk Persiapan Liga 4 Januari 2027.”ucap Lely Suheri.

Kompetisi rencananya dilaksanakan Lapangan Mentibu Pontianak Timur (Perum 3), sedangkan pembukaannya dilapangan Keboen Sayoek (PSP) oleh Walikota Pontianak Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM.,MT.

Para pemain dari klub yang terdaftar nanti harus berdomisili kota Pontianak, makanya kita mau bikin aturan waktu meeting dalam pertemuan nanti,”ucap Lely Suheri.

Selain itu juga segenap pengurus PSSI Asosiasi Kota (ASKOT) Kota Pontianak dan klub-klub menaruh perhatian besar atas terlaksanakan kompetisi ini.

Menurutnya, yang lalu – lalu ada kompetisi umur 13 dan 15 antar klub dibawah naungan ASKOT dan sekarang banyak faktor penyebabnya, terutama masalah anggaran, dan masalah lapangan.

Padahal lapangan kita punya sebanyak 6 lapangan sepak bola, lapangan PSP (Keboen Sayoek), lapangan Halmahera Jl Almahera, lapangan SMA 8 Jln Ampera, lapangan Ujung pandang, lapangan Mentibu Perum 3 Pontianak Timur, lapangan Selat panjang Pontianak Utara.

Terhadap regulasi kebijakan pemerintah Kota Pontianak persoalan, masalah lapangan menjadi polimek bagi kami, soalnya kami mau pakai harus Izin ke Disporapar dan harus bayar retribusi.

Harapan nya, “ya mohon dukungan dari Pemerintah setempat, ” ungkapnya.

Lain lagi dari pantauan media di lapangan sepak bola, saat ketemu salah satu pemain dari klub dibawah naungan ASKOT yang tidak mau disebutkan nama nya waktu konfirmasi dengan nya menjelaskan, mendukung kompetisi, kami ini dulu rajin latihan, karena jarang kompetisi malas jadi kami akan latihan, karena tak Ada tujuan. Dengan kental dialek melayunya. Sekarang saya main di Mini soccer.

Jadi dengan Ada nya kompetisi yang saya baca di media sosial, saya jadi semangat lagi.

Ini perlu juga saya sampaikan, bahwa lapangan harus dikelola dengan benar.

Soalnya ada saya dengar dugaan berbau bisnis, yang bukan terdaftar anggota Askot bisa latihan. Ini perlu ditertibkan, saya sangat senang dengan Adanya kompetisi ini mudah mudahan kedepannye berlanjut.”ungkapnya.

Dan Untuk pemakaian lapangan harus ijin Disporapar terlebih dahulu, dan tidak dipungut retribusi, namun jamnya, siang dari jam 14:00 wib sampai dengan jam 16:00 wib ,Jam 16:00 wib selebihnya sudah ada yang sewa lapangan.

Harapannya Asosiasi PSSI Kota Pontiank ingin diberi keleluasaan untuk kelola atau diberi 1 lapangan, sehingga tidak mengganggu PSSI untuk latihan maupun TC

Silahkan Ekspos!” Koordinator Pemeliharaan Diolok Warga Karena Dinilai Tak Paham Aturan Ganti Rugi

0

Nias Selatan,Warta.in —
Herman Waruwu: 6 Batang Pinang Ditebang. Imansius: Cuma 2 Ungkal. UU 30/2009: PLN Wajib Bayar!

-Berita Hangat dari Desa Lolowau, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan Sunatera Utara.

Perseteruan antara warga dan petugas PLN terkait ganti rugi penebangan pohon kian memanas. Herman Waruwu, warga setempat, mengaku geram karena haknya belum dipenuhi.

“Sudah beberapa kali dijanjikan ada ganti rugi. Nyatanya sampai sekarang nihil,” ketus Herman kepada *Warta.in, Selasa (25/08/2026).

Ia menegaskan, ada 6 batang pohon pinang miliknya yang ditebang untuk kepentingan jaringan listrik. Tawaran ganti rugi sebesar Rp200 ribu pun ia tolak mentah-mentah.
“Pinang itu dari bibit, digali, ditanam, dirawat bertahun-tahun. Masa 6 batang dihargai Rp200 ribu,” ujarnya dengan nada kecewa.

UCAPAN KOORDINATOR TUAI SOROTAN

Alih-alih memberi solusi, pernyataan Imansius Telaumbanua selaku Koordinator Pemeliharaan Jaringan Listrik justru memicu amarah warga.

“Saya kasih Rp200 ribu. Tidak diterima. Itu bukan 6 batang, hanya 2 ungkal. Silahkan kalau mau diekspos,” ucap Imansius saat dikonfirmasi.

Nada “tantangan” tersebut dinilai warga sebagai bentuk meremehkan. Sejumlah warga menilai, seorang koordinator seharusnya paham aturan, bukan malah menantang warga untuk mengekspos persoalan ke publik.

“Ini koordinator tapi kok bahasanya seperti tidak paham aturan. UU sudah jelas bilang wajib ganti rugi,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

UU 30/2009: WAJIB GANTI RUGI, TITIK

Benturan ini jelas bertentangan dengan UU No. 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan.

Pasal 30 Ayat 1 menegaskan:
“Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik wajib memberikan ganti rugi” atas kerusakan yang ditimbulkan.

Ditambah PP No. 14 Tahun 2012 Pasal 47 yang mewajibkan musyawarah dan pendataan sebelum penebangan dilakukan.

Diduga PLN UP3 NIAS GUNUNGSITOLI BUNGKAM

Bahkan Diduga Maneger PT.UP.3.Jias Gungsitoli Blokir No wartawan Saat konformasi
Hingga berita ini diturunkan, PT. PLN UP3 Nias Gunungsitoli belum memberikan klarifikasi resmi.

Warga kini hanya menunggu itikad baik perusahaan. Jangan sampai persoalan kecil ini merusak citra PLN di mata masyarakat Nias Selatan.

Warta.in akan terus mengawal dan menagih tanggung jawab PLN.
*Redaksi Membuka Seluas-Luasnya Hak Jawab Dan Klarifikasi Kepada Pihak Terkait.

Pesan Mendalam Firdaus Hasbullah., SH.,MH., di Hari Maulid, Jaga PALI Tetap Aman dengan Saling Menghormati!

0

PALI, Warta.in – 25 Agustus 2026, Menyambut peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat. Melalui ucapan resminya, tokoh pemuda dan politisi senior ini mengajak umat Muslim, khususnya di Bumi Serepat Serasan, untuk tidak sekadar terjebak dalam euforia seremonial, melainkan menjadikan momentum spiritual ini sebagai sarana memperkuat iman, menjaga persatuan, dan memperbaiki akhlak di kehidupan sehari-hari.

Dalam keterangannya kepada awak media, Firdaus Hasbullah menekankan bahwa esensi utama dari peringatan Maulid Nabi adalah melakukan kontekstualisasi keteladanan Rasulullah dalam kehidupan modern dan bernegara. Momen bersejarah ini harus dimanfaatkan secara nyata untuk mencontoh empat sifat mulia yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW, yaitu Shiddiq (kejujuran), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebaikan), dan Fathanah (kebijaksanaan).

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H ini adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua untuk melakukan introspeksi diri secara kolektif. Kita harus melihat kembali sejauh mana kita telah menerapkan nilai-nilai luhur Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Mari kita teladani bagaimana Rasulullah memimpin dengan kasih sayang, keadilan yang tidak tebang pilih, serta selalu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan,” ujar Firdaus Hasbullah dengan penuh penegasan.

Lebih lanjut, legislator dari Kabupaten PALI ini menambahkan bahwa nilai-nilai toleransi dan persaudaraan (ukhuwah) yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ratusan tahun lalu tetap sangat relevan untuk diimplementasikan dalam dinamika sosial politik saat ini. Menurutnya, keharmonisan dan kondusifitas antar-elemen masyarakat merupakan fondasi utama sekaligus modal sosial terbesar dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah yang sedang berjalan di Kabupaten PALI.

Firdaus kemudian merefleksikan bagaimana sejarah mencatat keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam menyatukan berbagai suku, ras, dan agama di masa awal Islam melalui sebuah konsensus sosial yang monumental.”Kabupaten PALI yang aman, damai, dan sejahtera hanya bisa kita wujudkan jika kita saling menghormati, menjaga toleransi, dan merawat persatuan, sebagaimana yang dicontohkan secara agung oleh Rasulullah dalam Piagam Madinah. Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persaudaraan adalah kewajiban yang harus kita jaga demi masa depan daerah kita,” lanjut politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini.

Menutup penyampaiannya, Keluarga Besar DPRD Kabupaten PALI turut mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H kepada seluruh umat Islam di pelosok kabupaten. Firdaus berharap, semaraknya lantunan selawat dan pengkajian sejarah nabi (sirah nabawiyah) yang digelar di berbagai masjid, musala, dan langgar di Bumi Serepat Serasan dapat mengetuk hati setiap umat untuk semakin meningkatkan kecintaan kepada Sang Pencipta dan Rasul-Nya, sekaligus membawa keberkahan serta ketenteraman bagi kemajuan Kabupaten PALI.

 

(Randi)

Ulama Bekasi dan Ketum JMPN kecam keras pengusaha THM yang beroperasi dimalam hari maulid Nabi Muhammad SAW

0

Bekasi – Menjadi salah satu tradisi yang istimewa di kalangan umat Islam Indonesia. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini biasanya diisi dengan pembacaan selawat, sirah Nabawiyah, pengajian, hingga kegiatan berbagi makanan dan sedekah.

Belum lama ini Kabupaten Bekasi menyambut hari jadi yang ke-76 tahun yang bertema “Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua.”

Namun kemajuan pesat Kabupaten Bekasi tidak pula berarti harus memundurkan ahlak dan norma agama dari masyakarat Bekasi itu sendiri. Nama besar Alm KH. Noer Ali sebagai ulama besar tidak dapat dipisahkan dari Bekasi.

Sayangnya di malam yang seharusnya menjadi hari istimewa bagi umat Islam, hal ini sering diciderai oleh maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang buka secara leluasa seperti di New California (Kawasan Jababeka) dan Cibatu pinggiran Kalimalang.

Sungguh di luar dugaan saat tim investigasi melakukan penelusuran di tempat hiburan malam tepatnya di wilayah Cibatu pinggiran kalimalang, terjadi kericuhan yang mengakibatkan handphone salah satu tim investigasi Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN) di sita dan adanya pemukulan oleh orang yang tidak di kenal.

Kejadian ini menjadi sorotan tajam oleh Ulama Bekasi, KH. Soleh Jaelani, mengatakan, Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi, seharusnya pemerintah daerah bisa menertibkan Tempat Hiburan Malam yang sudah jelas melanggar perda no 3 tahun 2016, ketentuan hiburan malam. Berdasarkan Pasal 47 ayat (1) dalam naskah asli perda ini, terdapat larangan tegas terhadap operasional sejumlah tempat hiburan seperti diskotek, bar, kelab malam, pub, karaoke, dan panti pijat yang tidak sesuai norma agama, ungkapnya.

“Saya mengecam kepada pengusaha Tempat Hiburan Malam yang berani buka di malam Maulid Nabi Muhammad SAW, para pengusaha sudah tidak bisa menghargai hari istimewa umat Islam, hal ini sudah tidak bisa di toleransi, saya berharap kepada pemerintah daerah segera bertindak untuk menutup tempat hiburan malam yang penuh maksiat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang lain ketua umum Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN), Raja Simatupang, mengatakan, kami yang cinta kepada Kabupaten Bekasi ini sangat kecewa hal ini sering terjadi, dan saya meminta PLT Bupati Bekasi menginstruksikan pihak yang berwenang satpol pp Kabupaten Bekasi untuk segera bertindak menutup secara permanen semua tempat hiburan malam yang sudah jelas melanggar perda perda no 3 tahun 2016, dan jangan sampai daerah kabupaten bekasi ini menjadi sarang maksiat apalagi sudah sampai terjadi insiden kekerasan dan perampasan alat kerja (Handphone) terhadap wartawan yang sedang bekerja melakukan investigasi.Harus di ingat bahwa setiap wartawan (Jurnalis) itu di lindungi oleh undang – undang pers no 40 tahun 1999 pasal 8 didalam melakukan pekerjaannya, jadi setiap tindakan kekerasan apapun kepada wartawan yang sedang melakukan pekerjaannya adalah sebuah pelanggaran terhadap undang – undang yang sah di NKRI ini ungkapnya kesal.

Sumber : DPP Jurnalis Merah Putih Nusantara (JMPN)

Kondisi Desa Kian Gersang KH Aman Rohman S.Q, S.ag. Imbau Warga Hadiri Sholat Istisqa di Ponpes Nurul Qur’an!

0

PALI, Warta.in – 25 Agustus 2026, Fenomena musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian memprihatinkan. Kondisi lingkungan yang gersang, krisis air bersih, kepungan kabut asap, hingga meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memicu kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.

Merespons krisis hidrometeorologi ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an mengambil langkah spiritual dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengetuk pintu langit. Pihak pesantren secara resmi mengeluarkan undangan umum untuk melaksanakan Sholat Istisqa (sholat meminta hujan), dzikir, serta doa bersama demi keselamatan bumi dan masyarakat PALI.

Kondisi PALI Kian Memprihatinkan Pimpinan Ponpes Nurul Qur’an, KH. Aman Rohman, S.Q., S.Ag., menyampaikan gambaran nyata mengenai situasi kritis yang sedang terjadi di pedesaan saat ini. Menurutnya, dampak kemarau tahun ini sudah masuk dalam tahap yang sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sehari-hari.”Di desa kita saat ini tengah musim kemarau, debu berterbangan, tanah dan tanaman gersang, air di sumur mulai mengering,” ujar KH. Aman Rohman. Beliau juga menambahkan harapan besar agar aksi religius ini membawa berkah, “Semoga Allah memudahkan urusan kita, Amiin.”

Selain kekeringan, maraknya titik api di berbagai wilayah memicu kabut asap tebal yang mulai mengancam kesehatan anak-anak dan orang dewasa melalui ISPA. Kondisi gersang ini menuntut adanya penanganan cepat, baik secara teknis dari pemerintah maupun secara spiritual oleh masyarakat.

Detail Pelaksanaan Acara Acara keagamaan dan doa bersama ini akan dipusatkan di area pesantren dan terbuka untuk seluruh umat Muslim yang ingin berkontribusi memohon keselamatan daerah. Selain Sholat Istisqa, rangkaian acara juga akan diintegrasikan dengan peringatan hari besar Islam.

Berikut adalah detail lengkap jadwal pelaksanaan kegiatan:Hari / Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026Waktu: Pukul 12:00 WIB (Dimulai dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah)Lokasi: Masjid Pon-Pes Nurul Qur’an, Betung Selatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.

Agenda Kegiatan:Sholat Dzuhur Berjamaah Pelaksanaan Sholat Istisqa Dzikir dan Doa Bersama Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ajakan bagi Seluruh Masyarakat Pihak penyelenggara mengimbau kepada seluruh warga di Kecamatan Abab dan sekitarnya untuk meluangkan waktu, berbondong-bondong meramaikan masjid, dan menjaga kekhusyukan selama prosesi ibadah.

Melalui momentum peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dalam acara ini, masyarakat juga diajak untuk memperbanyak istighfar, bertobat, serta meneladani sifat Nabi dalam menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan alam semesta.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pemersatu umat di tengah ujian bencana kekeringan, sekaligus memantik kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap.

 

(Randi)

Dari Tugas Sekolah, Renata boru Simarmata Belajar Nilai Pancasila di Lumban Suhi-Suhi Toruan

0

Lumban Suhi Suhi Toruan, warta.in — Wajah cerah dan penuh semangat tampak dari seorang anak perempuan bernama Renata Boru Simarmata. Siswi berusia 11 tahun yang kini duduk di kelas VI SDN 22 Lumban Suhi-Suhi Toruan itu menunjukkan keberanian dan rasa ingin tahu melalui tugas sekolah yang membawanya langsung berinteraksi dengan warga desa.
Renata merupakan putri dari Lindung Simarmata dan, menurut silsilah keluarganya, termasuk keturunan garis pertama Opung Pultak Simarmata, yang dikenal sebagai tungga ni huta Lumban Sait ni Huta Alngit, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.
Semangat belajar Renata terlihat ketika ia bersama teman-teman satu kelompoknya mendapat tugas untuk mewawancarai warga mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, Renata berkesempatan melakukan wawancara dengan namborunya, Dr. drh. Rotua Wendeilyna Simarmata, MSi, CMed, CPP, CIJ, CPW, yang dikenal aktif di bidang paralegal dan mediasi.
Dalam wawancara tersebut, Renata mencoba menggali bagaimana lima sila Pancasila tidak hanya dihafalkan di ruang kelas, tetapi benar-benar hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.
Sila Pertama: Kehidupan Beragama yang Kuat
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keagamaan. Rumah ibadah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial warga, sementara kegiatan keagamaan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Dalam berbagai kegiatan adat maupun kegiatan gotong royong, doa juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Hal tersebut mencerminkan keyakinan masyarakat bahwa setiap aktivitas manusia senantiasa berada di bawah penyertaan dan lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Sila Kedua: Saling Menghargai dan Peduli Sesama
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terlihat dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan membantu.
Ketika ada warga yang sakit, mengalami kedukaan maupun melaksanakan pesta adat, masyarakat umumnya hadir memberikan dukungan. Semangat kebersamaan dan kepedulian tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Setiap orang diperlakukan dengan hormat dan kasih sayang tanpa membedakan latar belakang, karena hubungan antarwarga dibangun atas dasar persaudaraan dan rasa kemanusiaan.
Sila Ketiga: Persatuan dan Gotong Royong
Nilai Persatuan Indonesia juga tampak kuat dalam kehidupan masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Semangat kekeluargaan dan gotong royong menjadi salah satu ciri kehidupan warga.
Dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan bersama, masyarakat saling membantu dan bekerja sama. Perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan persaudaraan.
Kebersamaan menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan dan menjaga hubungan sosial antarwarga.
Sila Keempat: Mengutamakan Musyawarah
Penerapan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dapat dilihat dalam kebiasaan masyarakat mengedepankan pembicaraan dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan bersama.
Hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dibicarakan bersama, dengan memberikan ruang bagi pendapat dan masukan dari berbagai pihak.
Semangat musyawarah juga menjadi bagian penting dalam mencari jalan keluar ketika muncul perbedaan maupun persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sila Kelima: Kepedulian untuk Keadilan Sosial
Sementara itu, nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia tercermin melalui kepedulian dan semangat saling membantu antarwarga.
Masyarakat yang memiliki kemampuan lebih diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan. Semangat berbagi dan kepedulian sosial menjadi bagian penting agar kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih luas dalam kehidupan bersama.
Bagi Renata, wawancara tersebut bukan sekadar menyelesaikan tugas sekolah. Di usianya yang masih 11 tahun, ia telah berani tampil, bertanya, mendengarkan, dan menggali bagaimana nilai-nilai luhur bangsa benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Pengalaman itu sekaligus menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya tulisan yang dihafalkan di buku pelajaran, melainkan nilai yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari: dalam doa, kepedulian, gotong royong, musyawarah, dan semangat saling membantu.
Keberanian dan keceriaan Renata Boru Simarmata menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Semangat belajar dan rasa ingin tahunya diharapkan terus tumbuh, membawanya meraih cita-cita sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya.
Hebat, Renata! Teruslah belajar, berani bertanya, dan tumbuh menjadi generasi cerdas yang mencintai bangsa, tanah air, serta nilai-nilai luhur Pancasila (red)

Camat Tanah Abang Melarang Total Bakar Lahan: Merusak Alam, Mengancam Kesehatan!

0

PALI, Warta.in – Mengantisipasi lonjakan titik api menyusul masuknya musim kemarau, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengambil langkah preventif yang sangat tegas. Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, secara resmi menerbitkan seruan komprehensif yang melarang total segala bentuk aktivitas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah hukum Kecamatan Tanah Abang pada Selasa (25/8/2026). Langkah ini diambil demi menyelamatkan ekosistem lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap yang mematikan.

Memasuki fase kering tahun ini, potensi kemunculan titik panas (hotspot) di area perkebunan dan hutan rawa gambut meningkat drastis. Pemerintah setempat menilai metode pembersihan lahan tradisional dengan cara membakar (slash-and-burn) sebagai ancaman nyata yang tidak bisa ditoleransi lagi. Dadang Afriandy menegaskan bahwa tindakan egois segelintir oknum yang membuka lahan menggunakan api secara instan merupakan pelanggaran hukum berat yang berdampak multidimensional.

“Membakar hutan dan lahan itu sama saja dengan merusak masa depan kita. Dampaknya sangat luas, mulai dari melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, mengganggu jalur transportasi, hingga memicu krisis kesehatan massal. Udara bersih adalah hak semua orang, terutama anak-anak kita yang sangat rentan terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kita harus bergerak bersama demi mewujudkan lingkungan yang sehat tanpa asap,” ujar Dadang Afriandy dengan nada penuh penegasan dalam rilis resminya.

Guna menggerakkan kepedulian kolektif, pihak kecamatan secara masif mengusung slogan aksi “Awasi Bersama, Cegah Bersama, dan Jika Terjadi Padamkan Segera”. Slogan ini dirancang sebagai pengingat agar setiap lapisan masyarakat tidak bersikap apatis dan aktif menjaga wilayahnya masing-masing dari potensi sabotase atau kelalaian yang memicu kebakaran.

Sanksi Hukum Pidana dan Denda Fantastis Menanti Pelaku Pemerintah Kecamatan Tanah Abang memastikan tidak ada kompromi bagi siapa pun, baik individu maupun korporasi atau pemilik konsesi lahan, yang terbukti melakukan pembakaran. Penegakan aturan ini bersandar kuat pada regulasi nasional yang sangat ketat, yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam himbauan tersebut, dipaparkan dua landasan hukum utama yang menjadi senjata penjerat para pelaku karhutla:Pasal 69 Ayat (1) Huruf h: Melarang keras setiap orang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar secara sengaja.

Pasal 108: Mengatur sanksi pidana yang sangat berat. Pelaku pembakaran hutan dan lahan diancam dengan hukuman penjara minimal 3 tahun hingga maksimal 10 tahun, serta dikenakan denda finansial mulai dari Rp3 Miliar hingga paling banyak Rp10 Miliar. Sosialisasi regulasi ini sengaja dilakukan secara agresif agar masyarakat paham bahwa keuntungan instan dari membakar lahan tidak sebanding dengan konsekuensi hukum dan finansial fatal yang harus ditanggung di balik jeruji besi.

Sinergi Total Menuju Tanah Abang Bebas Asap Menyadari keterbatasan personel di lapangan, Camat Tanah Abang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentuk benteng pertahanan bersama. Tokoh adat, perangkat desa, rukun tetangga (RT), hingga aparat keamanan dari TNI dan Polri diminta bersinergi melakukan patroli rutin secara berkala di area-area rawan rawan pangan dan semak belukar.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memantau wilayah sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan atau munculnya kepulan asap sekecil apa pun di area perkebunan. Dengan koordinasi yang cepat dan tanggap, penanganan dini dapat dilakukan sebelum api membesar dan lepas kendali.Melalui komitmen bersama yang solid dan pengawasan ketat ini, Pemerintah Kecamatan Tanah Abang optimis dapat menekan angka karhutla hingga titik terendah (zero hotspot) pada tahun ini. Langkah nyata ini diharapkan mampu mempertahankan kualitas udara bersih yang sehat serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang menjadi warisan generasi mendatang.

 

(Randi)

Permalindo Gelar Donor Darah di Jakarta, Wujud Kepedulian Sosial dan Semangat Berbagi

0

Warta.in | Jakarta — Persatuan Marga Lim Indonesia (Permalindo) menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Jakarta dengan dukungan sejumlah mitra, yakni Toko Mas Setia Jaya dan Dunia Seragam.

Kegiatan donor darah ini mendapat antusiasme dari masyarakat dan anggota Permalindo. Hingga pelaksanaan acara berlangsung, tercatat lebih dari 100 peserta telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi mendonorkan darahnya.

Ketua Panitia Donor Darah Permalindo, Hariyanto Salim, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah.

“Hari ini Permalindo mengadakan acara donor darah bekerja sama dengan berbagai pihak. Untuk peserta yang sudah terdata sementara lebih dari 100 orang. Mudah-mudahan jumlahnya bisa mencapai target sesuai harapan dan kebutuhan PMI,” ujar Hariyanto.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum pernah melakukan donor darah agar tidak ragu untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa. Menurutnya, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila ada kegiatan donor darah seperti ini, jangan sungkan untuk ikut. Setiap tetes darah yang diberikan sangat berarti bagi orang lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sosial Permalindo, Ana, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan donor darah tidak terlepas dari kerja sama panitia, para pendonor, mitra pendukung, serta masyarakat yang ikut ambil bagian.

Melalui kegiatan ini, Permalindo berharap semangat kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain membantu ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan, kegiatan donor darah juga menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antaranggota organisasi serta masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan sukses, lancar, dan para pendonor diberikan kesehatan serta keamanan selama mengikuti kegiatan,” ujar Hariyanto.

Kegiatan donor darah Permalindo menjadi salah satu bukti bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dengan dukungan berbagai pihak, aksi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.