Beranda blog Halaman 146

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aioda Zeni Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Jum’at (07/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Zeni dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BRI Ngimbang dan R3 Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

0

Personil Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN// Warta. In Dal rangka kelancaran tugas dan menjaga kebersihan,Anggota Polsek Ngimbang melaksanakan pengecekan Inventaris dan pembersihan Mapolsek Ngimbang, Pada Hari Sabtu (08/08/2026)pukul 08.00 wib

Kegiagan ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang
Aiptu Suhadi, Aipda Novan, Aipda Afis dan Briptu Andika

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K.S.I.K, bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengecek perlengkapan
Mapolsek Ngimbang antara lain ruang penjagaan, ruang pelayanan, kendaraan dinas dan cek senpi

Sasaran untu kesiap – siagaan tugas penjagaan, bersih – bersih mako, kendaran dan cek senpi ungkapnya.

Kami berharap dengan kesiap siagaan tugas penjagaan Polsek Ngimbang dapat dapat memperlancar pelayanan kepada Masyaralat dan wilayah Ngimbang tetap Aman dan Kondusif ( roy)

Polda Banten Distribusikan Air Bersih ke Enam Kecamatan, Wagub Dimyati: Bentuk Kehadiran Negara

0

Wartain Banten | POLRI | 8 Agustus 2026  — Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di enam kecamatan di Kabupaten Serang. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan sejumlah kendaraan operasional, mulai dari mobil tangki hingga kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC).

Pendistribusian bantuan air bersih diberangkatkan dari Lapangan Mapolres Serang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah yang menilai langkah Polda Banten sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten beserta seluruh jajaran. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang luar biasa kepada masyarakat,” kata Dimyati.

Menurut Dimyati, langkah Polda Banten memanfaatkan fasilitas operasional kepolisian untuk membantu masyarakat merupakan inovasi dalam pelayanan publik. Salah satunya penggunaan kendaraan AWC yang selama ini lebih dikenal digunakan dalam pengamanan unjuk rasa.

“Biasanya water cannon digunakan untuk penanganan demonstrasi, tetapi hari ini dimanfaatkan untuk mengirim air bersih kepada masyarakat bahkan menyiram tanaman. Ini menunjukkan bahwa seluruh fasilitas negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya

Dimyati mengatakan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Kabupaten Serang, tetapi telah melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Beberapa daerah yang turut menghadapi dampak kekeringan antara lain Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Cilegon hingga Kabupaten Tangerang.

Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten maupun kepolisian.

“Saya berharap apa yang dilakukan Polda Banten ini dapat diikuti oleh seluruh institusi pemerintah. Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di enam kecamatan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Serang.

Menurut Hengki, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi musim kemarau.

“Kegiatan ini adalah wujud kehadiran negara untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ujar Hengki.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, Polda Banten juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah potensi kebakaran yang dapat semakin meningkat selama musim kemarau.

Hengki mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun kondisi darurat melalui Call Center Polri 110.

Di sisi lain, Polda Banten mengajak dunia usaha turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan. Perusahaan dapat berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam penyediaan dan penyaluran air bersih.

Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dunia usaha dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.(WartainBanten)

Roxendra Band Bikin Panggung Rembang Expo 2026 Bergemuruh, Gitaris Muda Badra Jadi Perhatian

0

REMBANG/ WARTA.IN/ Roxendra Band tampil energik di Rembang Expo 2026 di Balai Kartini Rembang, Jumat (7/8/2026) malam, dan berhasil memukau penonton.

Band pelajar binaan SAPS Music Studio ini membawakan sejumlah lagu dengan penuh semangat. Sorotan utama tertuju pada gitaris muda Badrav Zaidan Santoso (16) atau Badra.

Penampilan mereka menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 dengan tema “Sinergi Inovasi Potensi Lokal untuk Rembang Maju”.

Roxendra Band mulai tampil sekitar pukul 20.00 WIB dan disambut hangat oleh para pengunjung.

Sudah Dua Tahun Tampil di Rembang Expo Badra mengaku telah dua tahun bersama Roxendra Band tampil di ajang tersebut.

“Kesannya sangat mantap. Semoga Rembang Expo terus memberi ruang bagi generasi muda,” ujarnya.

Siswa SMA Negeri 1 Rembang itu menilai pengalaman ini penting untuk menambah jam terbang sekaligus membangun kepercayaan diri.

SAPS Music Studio Dukung Bakat Pelajar

Pendiri SAPS Music Studio, Yasrul Ananda, menyampaikan bahwa Rembang Expo menjadi wadah bagi pelajar untuk berkarya.

SAPS membina siswa berusia 4–20 tahun di berbagai bidang musik seperti vokal, gitar, piano, dan drum. Roxendra Band sendiri beranggotakan pelajar tingkat SMP dan SMA.

“Kami berharap semakin banyak event yang memberi ruang bagi anak muda,” kata Yasrul.

Dukungan Keluarga

Ibu Badra, Vera, mengaku bangga melihat anaknya tampil di panggung utama.

“Semoga bakatnya terus berkembang,” ujarnya.

Talenta Muda Rembang

Penampilan Roxendra Band menunjukkan besarnya potensi generasi muda Rembang di bidang musik. Rembang Expo menjadi ruang penting dalam mengasah bakat sekaligus membangun kepercayaan diri mereka.

( Wik )

Ibu Pelapor Akui Tak Melihat Langsung Dugaan Intimidasi, Informasi Diperoleh dari Cerita Anaknya

0

Warta.in, Jember – Perkembangan baru muncul dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang kini ditangani Polres Jember. Ibu dari pelapor, BB, memberikan keterangan kepada awak media terkait isu dugaan penodongan dan intimidasi yang sebelumnya sempat menjadi sorotan.

Dalam keterangannya pada, Jumat 7 Agustus 2026 saat ditemui oleh awak media di kediamannya, ibu BB mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa yang dialami anaknya. Seluruh informasi yang ia sampaikan, menurutnya, berasal dari cerita BB setelah kejadian berlangsung.

“Terkait pemberitaan penodongan dan intimidasi saya tidak tahu secara langsung. Saya hanya mendengar cerita dari anak saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan cerita yang diterimanya, kejadian tersebut bukan merupakan aksi penodongan. Menurutnya, anaknya hanya diberi tahu atau diperlihatkan suatu benda yang hingga kini belum dapat dipastikan merupakan senjata api atau benda lainnya.

“Kalau menurut cerita anak saya itu bukan ditodong, hanya dikasih tahu atau diperlihatkan saja dari tas. Saya juga tidak tahu pasti apakah itu senjata api atau benda lain di dalam tas. Kita orang awam juga tidak mengerti benda seperti itu untuk apa,” ujar ibu BB.

Saat ditanya mengenai keberadaan saksi mata, ibu BB menyatakan bahwa ketika peristiwa itu terjadi, anaknya berada seorang diri. Dengan demikian, tidak ada saksi yang melihat secara langsung selain BB sendiri sebagai pihak yang mengaku mengalami kejadian tersebut.

“Anak saya sendirian saat itu. Setelah kejadian baru dia bercerita kepada saya,” katanya.

Awak media kemudian menanyakan apakah ibu BB pernah mengonfirmasi langsung kebenaran cerita tersebut kepada pihak yang disebut dalam dugaan tersebut, yakni BS. Namun, ia mengaku tidak pernah menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan.

“Tidak, saya tidak bertanya kepada BS,” ujarnya.

Sebaliknya, ibu BB mengaku sempat menyampaikan cerita tersebut kepada seseorang yang dianggap tokoh masyarakat setempat melalui sambungan telepon berinisial FR.

“Saya bertanya kepada istilahnya tokoh masyarakatlah di sini yang lebih tau kayak ini, Saya pernah telpon namanya FR. Saya bercerita kalau anak saya diperlihatkan kayak itu apa ?,” tuturnya.

Keterangan ibu BB tersebut menjadi salah satu informasi yang muncul di tengah bergulirnya proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan di Polres Jember.

Sengketa Sewa Lahan 10 Tahun Diputus Sepihak, Pengelola “Cafe Bambu 7 Bidadari” Tuntut Ganti Rugi

0

Warta.in, Jember. Sabtu, 8 Agustus 2026 – Sebuah sengketa perdata terkait perjanjian sewa-menyewa tanah berujung ke Pengadilan Negeri Jember. Seorang pengusaha kafe menggugat pemilik tanah yang dianggap membatalkan perjanjian sepihak dan mengusirnya secara tiba-tiba saat usahanya sedang berkembang pesat. Penggugat menuntut pengakuan hak atas pengelolaan usaha selama sisa masa kontrak serta pembayaran ganti rugi materiil dan immateriil yang nilainya menembus ratusan juta rupiah.

Berdasarkan gugatan yang diajukan melalui Kuasa Hukum Haryono, S.H. & Agus Cahya A.A, S.H. dari Kantor Hukum Peradi Haryono, S.H. & Rekan, peristiwa bermula pada 23 Juni 2024. Pada tanggal tersebut, Ayu Lisabiani selaku penggugat dan Yuliatin selaku tergugat sepakat menandatangani Surat Pernyataan Kontrak Lahan (Tanah) di hadapan dua orang saksi. Dalam perjanjian itu, tergugat selaku pemilik tanah menyewakan sebidang tanah yang terletak di Dusun Krajan, RT.004/005, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember kepada penggugat untuk jangka waktu 10 tahun.

Tujuan utama penggugat menyewa lahan tersebut adalah untuk membangun dan menjalankan usaha tempat makan dan minuman yang diberi nama “Café Bambu 7 Bidadari”. Sebagai imbalan sewa, penggugat wajib membayar sebesar Rp2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) per tahun.

Pembayaran dilakukan secara bertahap sebanyak enam kali pembayaran setelah usaha yang dikelola berjalan. Penggugat juga diberikan hak untuk membangun bangunan di atas lahan tersebut, dan apabila kontrak berakhir dalam 10 tahun, bangunan yang sudah berdiri akan menjadi milik pemilik tanah dengan ganti rugi yang disepakati bersama.

Setelah perjanjian ditandatangani, penggugat segera membangun bangunan dan menata lokasi. Penggugat juga telah mengurus perizinan usaha dan tercatat dengan Surat Keterangan Usaha Nomor: 517/13/35.09.30.2023/2026 tertanggal 25 Mei 2026. Usaha yang dikelola penggugat berjalan sangat baik dan lancar sejak pembukaan hingga bulan Mei 2026, dengan perolehan omzet yang awalnya mencapai Rp1.000.000 (satu juta rupiah) per hari.

Penggugat telah melaksanakan kewajibannya membayar sewa tepat waktu. Pada 20 Juni 2025, penggugat membayar tahap kedua sebesar Rp2.500.000 melalui transfer BCA ke rekening BRI atas nama Yuliatin. Kemudian pada 24 Mei 2026, penggugat kembali membayar sewa tahap ketiga sebesar Rp5.000.000 melalui transfer aplikasi Livin Bank Mandiri ke rekening BRI atas nama tergugat.

Namun tak lama setelah pembayaran ketiga diterima, pada 9 Juni 2026, tergugat tiba-tiba mengembalikan uang sewa sebesar Rp5.000.000 kepada penggugat tanpa alasan yang jelas dan sah. Terlebih lagi, tergugat secara sepihak menolak melanjutkan perjanjian yang telah dibuat, mengusir penggugat dari lokasi usaha, serta melakukan pengusiran di hadapan konsumen yang sedang berkunjung ke kafe. Tindakan itu membuat penggugat kehilangan hak pengelolaan lahan sekaligus tempat usahanya secara tiba-tiba.

Akibat perbuatan sepihak tersebut, penggugat menderita kerugian yang sangat besar. Omzet harian yang sempat mencapai Rp1.000.000 merosot tajam hingga hanya sekitar Rp65.000 per hari, bahkan tidak cukup untuk membayar gaji karyawan. Kerugian yang diperhitungkan selama enam bulan ke depan mencapai Rp162.000.000 (seratus enam puluh dua juta rupiah). Selain kerugian materiil, penggugat juga menderita kerugian immateriil berupa tekanan batin, gangguan kesehatan, rasa malu di hadapan konsumen, serta biaya pengobatan dan terapi psikologis yang diperkirakan mencapai Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Penggugat menilai tindakan tergugat telah melanggar ketentuan hukum. Perjanjian yang dibuat secara sah wajib dipatuhi dan dilaksanakan dengan itikad baik. Gugatan didasarkan pada Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum, Pasal 1233 KUHPerdata tentang lahirnya perikatan, serta Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata yang menyatakan bahwa semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Juga merujuk pada Pasal 118 ayat (1) HIR / Pasal 142 ayat (1) RBg serta Pasal 180 ayat (1) HIR / Pasal 191 ayat (1) RBg.

Oleh karena itu, melalui gugatan terdaftar dengan nomor 116/Pdt.G/2026/PN Jmr, penggugat memohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Jember melalui Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menetapkan:

• Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya;
• Menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum;
• Menyatakan sah dan berhukum Surat Pernyataan Kontrak Lahan tanggal 23 Juni 2024 yang ditandatangani kedua belah pihak;
• Menyatakan penggugat berhak mengelola usaha “Café Bambu 7 Bidadari” selama 10 tahun sesuai perjanjian;
• Menghukum tergugat membayar ganti rugi materiil sebesar Rp162.000.000 secara tunai dan sekaligus;
• Menghukum tergugat membayar ganti rugi immateriil sebesar Rp50.000.000 secara tunai dan sekaligus;
• Menyatakan putusan dapat dilaksanakan lebih dahulu meskipun ada bantahan, banding, maupun kasasi;
• Membebankan seluruh biaya perkara kepada tergugat.

Penggugat melampirkan sejumlah bukti berupa fotokopi perjanjian, bukti transfer pembayaran, surat keterangan usaha, serta foto saat penandatanganan perjanjian di kediaman tergugat guna membuktikan kebenaran dalil-dalil yang disampaikan.

Kapolsek Lingsar Kunjungi UMKM Saribaye, Dorong Kamtibmas dan Dukung Usaha Warga

0

Kapolsek Lingsar Kunjungi UMKM Saribaye, Dorong Kamtibmas dan Dukung Usaha Warga

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polsek Lingsar meningkatkan kegiatan sambang dan silaturahmi di desa binaan. Langkah ini diisi penyampaian pesan kamtibmas, patroli dialogis, serta dukungan kepada pelaku usaha mikro agar suasana tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan lancar.

Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti bersama Bhabinkamtibmas Desa Saribaye Aipda Dewa Katyayana, Jumat (7/8/2026), menyambangi pelaku UMKM madu trigona dan pengrajin anyaman ketak di Dusun Nirbaye, Desa Saribaye. Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Lungsar berdialog dengan pelaku usaha sekaligus menyosialisasikan layanan Call Center 110, serta mengajak warga aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga mendukung masyarakat yang terus mengembangkan usaha. Sinergi seperti ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan produktif,” ujar AKP Wiwin.

Di waktu yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Duman Aiptu I Wayan Adnyana menghadiri rapat persiapan HUT ke-81 RI, di Aula Kantor Desa Duman. Pertemuan diikuti panitia, mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), mahasiswa STIA-AMM, serta warga setempat. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan kamtibmas dan mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi 3C.

“Kami mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga kekompakan selama rangkaian peringatan HUT RI. Keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, p seluruh kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar,” tutup AKP Wiwin.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Dialog antara kepolisian, pemerintah desa, pelaku UMKM, mahasiswa, serta masyarakat ikut memperkuat sinergi menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Lingsar.(sr/hpntb)

geqep

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81 , Pemprop NTB Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat

0

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81 , Pemprop NTB Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat

Warta.in
Mataram, NTB – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram menggelar Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8) tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menyampaikan rasa syukur karena bangsa Indonesia kembali diberikan kesempatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Menurutnya, perjalanan bangsa selama delapan puluh satu tahun mencerminkan kematangan sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pendahulu bangsa.

Momentum peringatan kemerdekaan, lanjutnya, harus menjadi penguat semangat kebangsaan bagi seluruh masyarakat, khususnya di NTB, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dan bersama-sama membangun Indonesia.

“Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang kita miliki adalah kekuatan bangsa. Karena itu, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta terus berkarya demi Indonesia yang semakin maju dan NTB yang semakin makmur dan mendunia.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, bahwa peringatan Hari Kemerdekaan merupakan refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang selama 81 tahun telah melewati berbagai ancaman, tantangan, dan ujian.

Menurutnya, keberhasilan bangsa mempertahankan eksistensi hingga saat ini tidak terlepas dari semangat patriotisme, persatuan, dan kerja keras seluruh anak bangsa.

“Peringatan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun simbolik sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Lebih dari itu, ini merupakan manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta komitmen kita untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Mohan optimistis selama nilai-nilai kebangsaan tetap tertanam dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata, Indonesia akan terus menjadi bangsa yang kokoh, maju, dan berjaya.

Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui pembagian bendera kepada masyarakat, pemerintah berharap semangat nasionalisme semakin tumbuh, masyarakat terdorong mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan masing-masing, serta nilai-nilai persatuan terus terpelihara di tengah keberagaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa, negara, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan menuju Indonesia Maju dan NTB yang Makmur Mendunia.

“Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. Merdeka,” seru Walikota Mataram. (sr/dkisntb)

Sempat Dianulir Wasit, Yura FC Tetap Perkasa Bungkam PERSIPU 3-0 di PSJ CUP 2026

0

REMBANG// warta.in// Yura FC asal Sedan kembali menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan meyakinkan atas PERSIPU Punjulharjo dengan skor 3-0 pada lanjutan Turnamen Sepak Bola PSJ CUP 2026, Jumat (7/8/2026). Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dan sempat diwarnai kontroversi akibat gol yang dianulir wasit.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Yura FC lebih banyak menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali mengancam pertahanan PERSIPU.

Pada babak pertama, Yura FC sebenarnya sempat unggul melalui gol Koko Hartanto yang mengenakan nomor punggung 14. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai telah terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Keputusan itu sempat memicu protes dari para pemain Yura FC, tetapi pertandingan tetap dilanjutkan.

Tak ingin kehilangan momentum, Yura FC terus meningkatkan intensitas serangan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui aksi individu Candra Waskito (6) yang sukses menaklukkan penjaga gawang PERSIPU dengan penyelesaian akhir yang tenang. Gol tersebut membawa Yura FC unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, dominasi Yura FC semakin terlihat. Tekanan yang terus dilancarkan membuat lini pertahanan PERSIPU kesulitan mengantisipasi serangan. Gol kedua pun lahir dari situasi yang melibatkan Koko Hartanto. Bola yang mengarah ke depan gawang membentur pemain PERSIPU dan berubah arah sehingga berujung gol bunuh diri. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Keunggulan Yura FC semakin sempurna setelah Septian yang mengenakan nomor punggung 27 mencetak gol ketiga melalui sundulan kepala yang akurat, memanfaatkan umpan matang dari rekannya. Gol tersebut memastikan Yura FC menutup pertandingan dengan kemenangan telak 3-0.

Hingga wasit meniup peluit panjang, PERSIPU tidak mampu memperkecil ketertinggalan. Berkat kemenangan ini, Yura FC semakin percaya diri menatap pertandingan berikutnya di PSJ CUP 2026.

Turnamen Sepak Bola PSJ CUP sendiri merupakan ajang tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan edisi ketiga. Selain menjadi wadah pembinaan pemain dan kompetisi antarklub, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarpesepak bola di Kabupaten Rembang.

Atmosfer pertandingan berlangsung meriah. Ratusan suporter memadati lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya. Semangat sportivitas yang ditunjukkan para pemain maupun penonton turut menciptakan jalannya pertandingan yang aman, tertib, dan penuh antusiasme.

( wik )

Tebar Kebaikan Tanpa Henti, Gereh 777 Sambangi Panti Jompo dan Masjid Bogoharjo

0

Rembang// Warta.in// Bogoharjo, Kaliori , Jumat (7/8/2026) Di balik hingar-bingar akhir pekan, hadir sekelompok insan yang memilih mengisi hari dengan makna. Rombongan Gereh 777 kembali meneguhkan tradisi kebaikan melalui agenda rutin Jumat Berkah — sebuah gerakan sosial yang lahir dari kepedulian tulus terhadap sesama.

Mengusung semangat solidaritas lintas kalangan, Gereh 777 membagikan paket kebahagiaan berupa roti, nasi, buah-buahan segar, dan pakaian baru kepada seluruh penghuni Panti Jompo Pandean, Rembang. Bukan sekadar bingkisan, setiap lembar pakaian dan setiap suapan nasi adalah simbol penghormatan kepada mereka yang pernah menjadi pilar kehidupan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu berjalan dengan khidmat dan penuh hangat. Wajah-wajah para lansia berseri-seri saat menerima kunjungan langsung dari Haja Sudarti Romadhan, pemilik sekaligus penggagas Gudang Gereh 777, yang turun langsung membagikan bingkisan dengan senyum dan sapaan penuh keakraban. Kehadiran beliau dan jajaran karyawan bukan saja membawa materi, melainkan membawa kembali cahaya kebersamaan yang mungkin lama terasa sunyi di panti.

“Hari ini kami hadir untuk menyapa, bukan sekadar memberi. Karena bagi kami, sepenggal senyum dari mereka adalah balasan paling berharga,” ujar Haja Sudarti Romadhan dengan mata berkaca-kaca.

Usai menyapa para sesepuh di Panti Jompo, rombongan melanjutkan perjalanan keberkahan menuju Masjid Bogoharjo. Di sana, mereka kembali berbagi rezeki kepada jamaah dan warga sekitar, sebagai ungkapan syukur serta pengikat tali persaudaraan lintas generasi dan lintas latar belakang.

Dalam sambutannya, koordinator kegiatan menegaskan bahwa Jumat Berkah adalah wujud komitmen berkelanjutan Gereh 777 dalam menebar manfaat. Beliau menyampaikan:

“Kami meyakini bahwa berbagi bukanlah tindakan merendahkan, melainkan meninggikan derajat kemanusiaan. Hari ini kami memilih hadir, sebab kebahagiaan sejati tidak terukur dari apa yang kami beri, melainkan dari perubahan yang kami cipta di hati mereka.”

Dengan semangat yang sama, Gereh 777 berharap kegiatan ini menjadi percik inspirasi bagi banyak pihak untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan — sekecil apa pun bentuknya. Karena di balik setiap paket nasi, setiap helai pakaian, dan setiap doa yang terpanjat, tersimpan pesan agung:

Kita semua adalah satu keluarga besar Indonesia. Dan keluarga sejati adalah mereka yang saling menjaga, saling mengangkat, dan saling mengasihi.

( Wik / red )