25.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 14, 2026
Beranda blog Halaman 29

Gubernur Banten Raih Anugerah Indoposco sebagai Gubernur Peduli Infrastruktur Desa

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 03 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menerima Anugerah Indoposco dengan kategori Gubernur Peduli Infrastruktur Desa atas komitmen dan konsistensinya dalam mendorong pembangunan infrastruktur perdesaan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Penghargaan tersebut diserahkan pada acara Anugerah Indoposco dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Indoposco yang digelar di Aston Kartika Grogol Hotel and Conference Center, Jakarta, Rabu (3/2/2026).

Andra Soni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indoposco atas penghargaan yang diberikan terhadap program Bangun Jalan Desa Sejahtera. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Banten terhadap kewenangan kabupaten dan desa dalam pembangunan infrastruktur perdesaan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Indoposco yang mengapresiasi program Bangun Jalan Desa Sejahtera, program ini sebenarnya adalah program intervensi kewenangan yang dimiliki oleh kabupaten dan desa terkait dengan pembangunan infrastruktur desa,” ungkap Andra Soni.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu tugas utama pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur desa sebagai upaya membangun dari bawah dan mempercepat pemerataan ekonomi.

“Selama ini sering kali pembangunan jalan desa dianggap hanya menjadi kewenangan desa atau kabupaten. Namun pada tahun ini, bersama Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, kami menetapkan bahwa membangun infrastruktur desa juga menjadi kewajiban gubernur dan wakil gubernur,” katanya.

Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera, Pemprov Banten melakukan intervensi pembangunan pada ruas-ruas poros desa, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan anggaran dana desa. Program ini diharapkan dapat menjadi landasan ke depan agar pembangunan jalan desa menjadi perhatian bersama.

“Program ini memang belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi menjadi landasan ke depan sekaligus acuan bahwa jalan desa harus menjadi perhatian bersama agar ekonomi desa tumbuh sesuai dengan Asta Cita ke-6, membangun dari bawah dan membangun dari desa,” imbuhnya.

Andra Soni juga menjelaskan bahwa anggaran program Bangun Jalan Desa Sejahtera bersumber dari hasil efisiensi anggaran pemerintah daerah. Efisiensi dilakukan dengan melakukan relokasi belanja seremonial, kunjungan kerja, serta kegiatan sejenisnya ke pembangunan jalan desa.

Pada tahun 2025, Pemprov Banten telah membangun 62 ruas infrastruktur desa yang terdiri dari 61 ruas jalan desa dan satu jembatan. Ke depan, anggaran program tersebut akan ditingkatkan dengan sasaran yang lebih luas, seiring dengan pembangunan infrastruktur yang juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

“Harapannya, jalan-jalan desa ini ke depan dapat menyambungkan potensi ekonomi yang ada di sekitar desa serta mengurangi disparitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Insya Allah perlahan tapi terus kita kerjakan,” jelasnya.

Komisaris Utama PT Indonesia Digital Posco Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa Anugerah Indoposco diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada individu, lembaga, dan pihak yang berdedikasi bagi masyarakat dan lingkungan dengan dampak nyata.

Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi, apresiasi, sekaligus penyemangat untuk terus memberikan kontribusi yang lebih bermakna ke depan.(WartainBanten)

Persiapan Tuan Rumah PON, Gubernur Andra Soni Dorong KONI Banten Penguatan Pembinaan Atlet

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 03 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan atlet sebagai bagian dari persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia menekankan pentingnya terobosan dalam sistem pembinaan agar mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat melantik Pengurus KONI Provinsi Banten periode 2025–2029 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Selasa (3/2/2026).

“Saya merasakan betul tadi bagaimana suasana pelantikannya sangat khidmat dan yang dilantik juga terlihat antusiasnya, terlihat semangatnya, dan ini meyakinkan diri saya bahwa Insya Allah prestasi olahraga di Provinsi Banten akan meningkat secara perlahan,” kata Andra Soni.

Menurutnya, harapan Provinsi Banten menjadi tuan rumah PON bukan sekadar simbol atau prestise, melainkan sebagai tolok ukur hasil kerja pembinaan olahraga yang telah dilakukan selama ini. Karena itu, KONI diharapkan dapat berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan serta program pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan.

“Harapan kita untuk menjadi tuan rumah PON bukan hanya sekadar gaya-gayaan, tapi sama seperti yang disampaikan oleh Bapak Ketua Umum KONI tadi itu sebagai parameter sebuah daerah hasil kerja selama ini terkait dengan pembinaan olahraga,” ujarnya.

Andra Soni menilai Provinsi Banten telah memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan event olahraga berskala nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa prestasi atlet Banten menunjukkan tren positif, salah satunya terlihat dari hasil Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025, di mana Provinsi Banten berhasil naik ke peringkat kelima peraih medali terbanyak.

“Ini menandakan bahwa Provinsi Banten punya potensi, punya kekuatan, punya tim yang kuat, tim yang solid melalui pembina-pembina olahraga pengurus-pengurus bidang olahraga yang ada.” paparnya.

Gubernur menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dengan pendekatan kolaboratif. Sinergi antara KONI dan Pemerintah Provinsi Banten dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang berorientasi pada kompetisi dan prestasi jangka panjang.

Selain itu, Andra Soni optimistis bahwa kondisi daerah yang stabil secara ekonomi dan fiskal menjadi modal kuat bagi pengembangan olahraga prestasi di Banten.

“Alhamdulillah, saya menyaksikan secara langsung waktu Rizki mendapatkan medali emas,” ungkapnya.

Dengan fasilitas yang tersedia saat ini, Provinsi Banten dinilai memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah PON ke-23 pada 2033.

“Fasilitas yang ada di Banten sangat memadai, banyak yang memenuhi standar untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional. Atlet-atlet Bantennya juga banyak atlet-atlet yang selalu menjadi andalan Indonesia pada saat keikutsertaannya di multi-event internasional mulai SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani menyampaikan bahwa pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Banten periode 2025–2029 menjadi awal pelaksanaan rencana kerja, khususnya untuk meningkatkan prestasi olahraga Banten di ajang PON dan kejuaraan lainnya.

Ia juga menyebutkan pencanangan Provinsi Banten bersama Lampung sebagai tuan rumah PON 2032.(WartainBanten)

Laga Seru Satria Sejati Tantang Bina Sakti FC

0

Warta.in || Jateng Rembang || Pertandingan perdana Satria Sejati FC menjadi momen yang tidak mungkin bisa terlupakan oleh seorang pemain sepakbola. Tidak terkecuali para pemain besutan TNI Angkatan Darat, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) 888 Satria Sejati ini.

Dengan melawan Bina Sakti FC, pertandingan itu menjadi motivasi tersendiri bagi mereka dalam mengejar mimpi sebagai pemain profesional. Bermain dilapangan Desa Kebonagung, Kecamatan Sulang, Rembang. Selasa (3/2/2026) sore

Manager Satria Sejati FC, Hardi Ramadan mengatakan, pertandingan perdana ini dalam rangka uji coba Tim sepak bola baru di Kabupaten Rembang dengan nama Satria Sejati FC dari Bataliyon baru. Sekaligus memperkenalkan Bataliyon baru ke masyarakat Rembang.

Usia para pemain Satria Sejati yang dibawah 20 tahun, kedepannya kita akan menghadirkan tim yang baru, wajah yang baru di Rembang. Walaupun ini tentara kita juga sportif, kita bermain sesuai kualitas,” jelasnya.

Hardi menambahkan rencananya Satria Sejati FC walaupun dari Bataliyon tetap akan kami daftarkan ke PSSI, kita akan ikut liga liga di Kabupaten Rembang. Semua tim yang ada di Kabupaten Rembang akan kita uji coba semua.

“Awal pertandingan perdana ini Satria Sejati FC melawan Club Bina Sakti FC dari Desa Kebonagung, Kecamatan Sulang, Rembang,” ungkapnya.

Ia berharap pertandingan perdana ini tetap

Fair play, pertandingan sepak bolanya. untuk sepak bola di Rembang. Menurutnya awal mula latihan Satria Sejati FC di Desa Pacing, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang dan ini kita uji coba untuk keluar bertanding.

Persiapan Satria Sejati FC diantaranya persiapan fisik, mental, jiwa dan raga untuk Indonesia. Para pemain Satria Sejati ada dari Indonesia bagian timur, Jawa Tengah, kita kumpulkan jadi satu,” jelasnya

Di tempat yang sama head coach Bina Sakti FC Toyya (Naruto) mengungkapkan setiap sore juga berlatih, sekitar tiga atau empat hari yang lalu dapat kabar dari pelatih Bataliyon 888 mengajak latihan bersama sama, kita siap.

Kita akan memainkan permainan permainan cantik saja, untuk menghibur masyarakat tidak mengurangi intensitas permainan juga,” terangnya.

Naruto berujar untuk target kemenangan bisa, namun kita fokus untuk menghibur, bermain cantik, supaya permainan enak ditonton masyarakat, menurutnya menang bisalah dengan skor 1- 0.

Ia berharap bisa terjalin para aparatur sehingga bisa dekat dengan masyarakat, positif seperti ini, makin banyak dilakukan untuk pembinaan anak anak. “Motifasi anak anak kedepannya untuk mencari bibit bibit Rembang juga, semua itu muaranya ke PSIR,” ungkapnya.

Salah seorang pemain dari Yonif YTP 888 Satria Sejati Restu Bima Alihandra (22) dari Kabupaten Demak mengungkapkan selama ini latihannya di Desa Pacing, Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang yang dekat dengan Bataliyon.

Persiapannya hanya beberapa hari saja tidak sama satu bulan, kita belajar sama sama, latihan, fokus dan harus kompak cari

chemistry,” ungkapnya.

Kedepannya semoga lebih banyak jam terbang, sering main di wilayah Rembang sini, Agar dapat kesempatan mungkin bisa melawan PSIR Rembang.

Pemain dengan posisi full back, Stoper mengaku untuk jadwal latihannya satu Minggu tiga kali, sedangkan untuk fisik latihannya satu Minggu full yang tiga kali materi materi, sedangkan untuk nutrisi hanya buah buahan saja dan tidur sebelum pukul 22.00 WIB” pungkasnya.

( wik )

Pemkab Rembang Inventarisasi Bendung Babadan, Siapkan Skema Pendanaan Dukung Pertanian

0

Warta.in || Jateng Rembang || Pemerintah Kabupaten Rembang menindaklanjuti usulan masyarakat terkait infrastruktur pengairan dengan melakukan inventarisasi kondisi bendung yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kaliori, Selasa (3/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyiapan perencanaan teknis dan skema pendanaan yang tepat sasaran.

Salah satu usulan prioritas yang dibahas dalam forum tersebut adalah peningkatan fungsi bendung di Desa Babadan, Kecamatan Kaliori. Bendung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung sistem irigasi pertanian di sejumlah wilayah.

Kepala Desa Babadan, Lastari, menyampaikan bahwa bendung dimanfaatkan oleh petani di Desa Babadan, Karangsekar, Sambiyan, dan Dresi Wetan, sehingga keberadaannya sangat penting bagi kelancaran distribusi air pertanian.

“Bendung ini menopang kebutuhan irigasi beberapa desa. Karena itu kami berharap penanganannya dapat masuk dalam prioritas pembangunan,” ujarnya.

Selain infrastruktur pengairan, usulan lain yang disampaikan desa berkaitan dengan peningkatan konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan penghubung antardesa untuk mendukung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang akan memulai penanganan dengan melakukan inventarisasi dan kajian teknis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU).

Menurutnya, pemetaan kondisi riil di lapangan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan dan sumber pendanaan yang paling tepat.

“Langkah awal kita lakukan kajian teknis untuk melihat kondisi di lapangan. Dari situ baru ditentukan skema penanganan, apakah melalui APBD atau dengan dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” jelasnya.

Wabup menambahkan, Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan pembangunan, khususnya untuk infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Karena bendung ini dimanfaatkan oleh beberapa desa sekaligus, tentu akan menjadi perhatian bersama dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.

Melalui inventarisasi dan perencanaan yang matang, Pemkab Rembang berharap peningkatan fungsi bendung dapat mendukung ketahanan pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Kaliori secara berkelanjutan.

( wik )

Residivis Jambret Kambuh, Tim Puma Jatanras Polda NTB Bekuk Pelaku di Loteng

0

Residivis Jambret Kambuh, Tim Puma Jatanras Polda NTB Bekuk Pelaku di Loteng

Warta.in
Mataram, NTB – Tak jera meski pernah berurusan dengan hukum, SR (36), seorang residivis asal Lombok Tengah, kembali harus berhadapan dengan proses hukum. Pria tersebut diamankan Tim Puma Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB atas dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret yang kerap meresahkan masyarakat.

Menariknya, saat diamankan, SR secara terbuka mengakui telah melakukan aksi jambret di sedikitnya 11 tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah wilayah selama beberapa bulan terakhir. Ia juga mengaku beraksi seorang diri atau single fighter.

Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol. Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda NTB AKBP Catur Erwin Setiawan, S.I.K., membenarkan penangkapan terhadap residivis tersebut. Penangkapan dilakukan berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan intensif yang dilakukan Tim Puma Jatanras.

“Penangkapan terduga berawal dari dua laporan polisi terkait peristiwa jambret yang terjadi pada tanggal 21 dan 23 Januari 2025 di wilayah Babakan dan kawasan Terminal Bertais, Kecamatan Sandubaya,” jelas AKBP Catur kepada awak media, Senin (02/02/2026).

Dari laporan tersebut, petugas melakukan pendalaman dengan memeriksa keterangan para korban serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, identitas pelaku berhasil dikantongi.

“Setelah teridentifikasi, tim langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap terduga di wilayah Lombok Tengah,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan dalam menjalankan aksinya, di antaranya tas ransel, sepeda motor, helm, topi, jaket, masker, serta senjata tajam yang kerap dibawa pelaku saat beraksi.

Dari hasil pemeriksaan, SR mengaku sengaja menyasar kawasan pusat perbelanjaan grosir. Ia mengincar para calon pembeli yang datang dari berbagai daerah di Lombok dan biasanya membawa uang dalam jumlah besar. Dengan berpura-pura mengikuti korban, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan menjambret tas berisi uang.

“Hasil kejahatan tersebut diakui pelaku digunakan untuk foya-foya dan memenuhi kebutuhan pribadinya,” tambah AKBP Catur.

Meski pelaku mengaku telah beraksi di 11 TKP, hingga saat ini baru dua TKP yang memiliki laporan resmi. Polisi memastikan akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap seluruh rangkaian kejahatan yang dilakukan SR.

“Terduga kami jerat dengan Pasal 479 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya.

Polda NTB mengimbau masyarakat agar selalu waspada, khususnya saat membawa barang berharga di tempat umum, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kriminal.
(sr/hpntb)

Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan ke DPR RI

0

Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan ke DPR RI

Warta.in
Jakarta, NTB — Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan (BKSPK) menggelar High Level Meeting (HLM) guna mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Provinsi Kepulauan agar segera masuk ke Badan Legislasi DPR RI. Pertemuan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Hotel Sari Pacific.

HLM tersebut dihadiri para gubernur anggota BKSPK, yakni Gubernur Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Gubernur Papua Barat Daya. Masing-masing gubernur didampingi oleh kepala perangkat daerah terkait.

Pertemuan ini membahas strategi bersama untuk mempercepat pembahasan RUU Daerah Provinsi Kepulauan, yang telah diperjuangkan selama 14 tahun, agar provinsi-provinsi kepulauan memiliki rezim khusus yang diatur dalam regulasi tersendiri. RUU tersebut dipandang penting sebagai bentuk kontribusi daerah kepada negara sekaligus menghadirkan peran negara secara lebih adil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan, terlebih di tengah kuatnya political will pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum tersebut, Gubernur Miq Iqbal menyampaikan masukan agar seluruh provinsi yang memenuhi kriteria sebagai daerah kepulauan dalam draf RUU diundang dan dilibatkan secara menyeluruh, sehingga terbentuk kemauan kolektif dalam memperjuangkan pengesahan undang-undang tersebut.

Lebih lanjut, Miq Iqbal menegaskan bahwa perjuangan RUU Daerah Kepulauan bukan untuk meminta penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) kepada pemerintah pusat. “Yang kita butuhkan adalah pengakuan atas karakteristik daerah kepulauan, sehingga kita diberikan kewenangan, sumber daya, dan peralatan yang memadai untuk mengelola potensi kelautan dan kemaritiman demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan perspektif pertahanan negara masuk dalam draf RUU Daerah Kepulauan, terkait dengan Daerah Kepulauan Provinsi yang berada di perbatasan. Menurutnya, posisi geografis daerah kepulauan memiliki nilai strategis sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, sehingga harus menjadi salah satu daya tawar utama dalam pembahasan regulasi tersebut.
Untuk memperkuat perjuangan tersebut, Gubernur NTB mendorong pembangunan kesadaran publik (public awareness) secara luas dengan melibatkan seluruh komponen daerah, mulai dari DPRD provinsi dan kabupaten/kota melalui jalur partai politik, para bupati dan wali kota, hingga elemen masyarakat lainnya. “Dengan dukungan bersama, perjuangan panjang menghadirkan Undang-Undang Daerah Provinsi Kepulauan akan memiliki kekuatan politik dan sosial yang lebih solid,” pungkasnya. (sr/dkintb)

PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi, Siap Gelar HPN 2026 Banten

0

warta.in Bekasi ◊ Selasa, 03 Febuari 2026

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat pengurus bersama Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sebagai bagian dari konsolidasi untuk menyukseskan rangkaian dan puncak peringatan HPN yang akan berlangsung pada 9 Februari 2026 di Serang, Banten.

Rapat dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, dilaksanakan secara hybrid, luring dan daring melalui Zoom Meeting, pada Senin (2/2/26) di Sekretariat PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, guna mengakomodasi keikutsertaan pengurus dan panitia dari berbagai daerah.

Forum ini menjadi momentum penting untuk mematangkan persiapan teknis dan substansi kegiatan HPN 2026, mengingat pelaksanaan puncak acara telah memasuki H-7. Seluruh pengurus dan panitia diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal PWI Pusat sekaligus Ketua HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, meminta setiap bidang dan kepanitiaan menyusun dua hingga tiga program kerja untuk dibahas dan dikompilasi sebagai rekomendasi pada Konferensi Kerja Nasional (Konkernas). Program-program itu ditargetkan sudah diserahkan paling lambat 5 Februari 2026.

“Program kerja ini akan kita kompilasi sebagai bahan kesepakatan bersama di Konkernas. Bentuknya dapat berupa konferensi wartawan nasional, kunjungan kerja, hingga kerja sama internasional,” ujar Zulmansyah.

Selain membahas program kerja, rapat juga menitikberatkan pada kesiapan pelaksanaan puncak HPN 2026. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan bahwa undangan resmi kepada Presiden telah disampaikan melalui Sekretariat Kabinet serta dikoordinasikan dengan Badan Komunikasi Pemerintah.

Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kehadiran Presiden, panitia diminta tetap bersiap dengan asumsi kehadiran kepala negara. Oleh karena itu, pengaturan protokoler, susunan acara, penempatan undangan, serta alur teknis keluar-masuk tamu menjadi fokus utama pembahasan.

Panitia juga diminta menjaga stabilitas rundown acara agar tidak terjadi perubahan mendadak yang berisiko mengganggu jalannya kegiatan.

Terkait akomodasi, panitia dan pengurus direncanakan menginap di Hotel Aston, sementara sebagian peserta lainnya ditempatkan di Hotel Le Dian. Untuk peserta yang menggunakan transportasi bus, keberangkatan dijadwalkan dari Sekretariat PWI Pusat pada pukul 08.00 WIB.

Panitia HPN 2026 diharapkan sudah berada di Serang mulai 6 Februari 2026 untuk memastikan kelancaran rangkaian kegiatan pada 6–8 Februari. Pembagian tugas, penempatan hotel, dan koordinasi teknis akan diatur langsung oleh Ketua HPN 2026.

Selain itu, panitia juga diminta segera memberikan masukan kepada tim penyempurnaan PDPRT sebagai bagian dari agenda kongres dan penguatan organisasi.

“Diharapkan seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan HPN 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi insan pers dan masyarakat luas,” pungkas Akhmad Munir.

(Alpin A.S)

Tenun Tuan Dari Warisan Keluarga Menuju Asa Pelestarian Budaya Palembang

0

Warta In

*Palembang, 3 Februari 2026  Di sebuah kawasan bernama Tuan Kentang, Palembang, bunyi hentakan alat tenun manual berpadu dengan benang-benang berwarna yang dirangkai penuh ketelatenan. Di sanalah Tenun Tuan tumbuh, bukan sekadar sebagai usaha, tetapi juga perpanjangan napas budaya yang diwariskan lintas generasi.Pemilik Tenun Tuan, Sarifudin mengaku, dirinya tidak serta-merta membangun usaha ini dari nol. Jauh sebelum nama Tenun Tuan dikenal, orang tuanya telah lebih dulu berbisnis kain tenun sejak tahun 1970-an. Tapi waktu itu orang tua saya hanya mengerjakan kain untuk pesanan saja, jadi memang sangat terbatas,” jelasnya.

*Perubahan Nama Rumah Tanjung Antik ke Tenun Tuan*

“Tonggak perubahan dimulai sekitar tahun 2010, ketika Sarifudin memutuskan ikut terjun langsung dalam bisnis tenun keluarganya. Kala itu, dirinya melihat potensi besar yang selama ini tersembunyi: keterampilan, keunikan motif, dan nilai budaya yang belum tergarap maksimal. Usaha ini sempat dikenal sebagai,Rumah Tanjung Antik,” sebuah fase pengembangan awal sebelum resmi menjadi Tenun Tuan. Ketiadaan izin usaha kala itu membuat pengembangan dilakukan perlahan, sembari membenahi sistem kerja dan penjualan.

“Saat izin terbit, akhirnya usaha saya berubah nama menjadi Tenun Tuan, kenapa namanya itu? Karena produk yang saya jual inikan tenun dan lokasinya di Tuan Kentang, makanya saya mengubah namanya menjadi Tenun Tuan,” urainya.

Bertahan di Tengah Gelombang Perubahan

Sarifudin bercerita, pasar Tenun bisnisnya ini sempat menjangkau luar daerah seperti Bali melalui penjualan online. Namun saat pandemi covid-19 melanda, penjualan pun mengalami penurunan drastis.Periode 2018 hingga 2022 itu menjadi masa yang paling menantang dengan penurunan permintaan yang sangat signifikan. Akhirnya kami belajar membaca daya beli, dari situlah kami sadar bahwa kami harus beradaptasi,” kenangnya.

Perubahan strategi pun dilakukan, termasuk rebranding nama dan penguatan kerja sama dengan galeri seperti Raja Tenun, yang kini menjadi kanal utama penjualan. Mayoritas produk Tenun Tuan pun dipasarkan melalui galeri. Makanya kami berubah nama menjadi Tenun Tuan pada 2024 lalu,dan benar saja, omset kami di tahun itu mencapai Rp500 juta,” jelasnya.

*Produksi Mandiri dari Nol Jadi Keunikan Tenun Tuan*

Sarifudin menjelaskan, keunikan Tenun Tuan terletak pada kemampuannya memproduksi kain sesuai permintaan masing-masing pembeli. Mulai dari motif, bahan baku hingga intensitas warna, seluruh prosesnya juga dikerjakan secara mandiri karena memiliki alat produksi sendiri yaitu ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).Kalau merek lain itukan bukan miliknya sendiri, karena pembuatan motifnya masih mengupah yang lain. Tapi kalau kami semua produksi dari nol sendiri,” imbuhnya.

Tidak banyak yang tahu bahwa pembuatan satu kain tenun melalui proses panjang. Benang terbagi menjadi dua jenis yaitu untuk kain dasar dan untuk motif. Proses finishing kain sendiri melalui lima tahapan, sementara pembuatan motif membutuhkan tujuh hingga delapan tahapan.

“Dari awal hingga akhir, proses finishing memakan waktu sekitar tiga minggu, sementara penyelesaian kain membutuhkan tambahan waktu sekitar dua hari. Dengan demikian, satu helai kain tenun membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan hingga siap digunakan,” tuturnya.

Tenun Tuan Menggerakan Ekonomi Warga Lokal

“Dalam menjalankan bisnis Tenun Tuan, Sarifudin dibantu rekan-rekannya sekitar 30 orang yang berasal dari lingkungan sekitar Tuan Kentang. Dimana 20 orang diantaranya merupakan penenun tetap, sementara lainnya terlibat dalam penggulungan benang, pemintalan, dan pembuatan motif.

“Yang bukan penenun itu hampir semuanya warga lokal. Dari benang sampai motif, semua melibatkan masyarakat sekitar,” lanjutnya.Model kerja ini bukan hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga memastikan transfer pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan.

Dukungan PTBA dan Rumah BUMN

“Dukungan besar juga datang dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang membantu pemasaran ke luar kota, seperti Jakarta dan Mandalika, bahkan hingga ke pameran internasional Tong-Tong Fair di Belanda.

Tak hanya dalam hal pemasaran, Sarifudin mengakui bahwa bimbingan dari PTBA ini sangat krusial bagi perkembangan bisnisnya, mulai dari pelatihan di Rumah BUMN Banyuasin, pemberian nama usaha, hingga desain kemasan (packaging) yang lebih modern dan berkelas.Saya berterimakasih sekali karena PTBA memberikan kami banyak ilmu, termasuk memahami karakteristik pasar dan juga produk yang saya jual,” katanya.

Bukan Hanya Bisnis, Namun Juga Pelestarian Budaya

Bagi Sarifudin, Tenun Tuan bukan sekadar bisnis. Ada misi yang lebih besar: melestarikan budaya Palembang. Oleh karena itu, ia bercita-cita membuka tempat produksi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dari Masyarakat sekitar, khususnya yang belum memiliki pekerjaan.

“Karena sejujurnya, tidak semua pemilik bisnis menguasai seluruh Teknik pembuatannya, jadi saya ingin ada pengembangan usaha agar ilmu yang saya miliki bisa saya bagikan kepada yang lainnya,” pungkasnya.

(Zulkifli)

Sekda Banten Minta DPRKP Maksimalkan Perencanaan Perumahan Rakyat Sejak Awal Tahun

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 03 Februari 2026  — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten untuk memaksimalkan perencanaan pembangunan perumahan rakyat sejak awal tahun. Perencanaan yang matang diharapkan dapat mendorong pelaksanaan pembangunan fisik lebih cepat, yakni dimulai pada triwulan pertama.

“Jika tahun sebelumnya pembangunaan fisik dilakukan jelang triwulan akhir, untuk tahun ini dan selanjutnya agar bisa dilaksanakan lebih cepat di triwulan pertama. Tujuannya agar output yang dirasakan lebih maksimal,” kata Deden.

Hal tersebut disampaikan Deden saat memberikan arahan pada kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas PRKP Provinsi Banten yang digelar di Aula Surosowan, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (3/2/2026).

Deden menjelaskan, sektor perumahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah secara layak dan berkelanjutan. Oleh karena itu, perencanaan yang matang, termasuk pada tahap pelaksanaan, menjadi kunci agar program pembangunan perumahan dapat berjalan optimal dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Sekda juga menekankan agar pelaksanaan konstruksi perumahan memperhatikan aspek kelayakan hunian, sehingga rumah yang dibangun nyaman dan aman untuk ditinggali. Selain itu, kelengkapan sarana, prasarana, serta utilitas umum penunjang juga harus menjadi perhatian.

Menurutnya, persoalan kawasan kumuh, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Karena itu, forum OPD ini dinilai strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas permukiman dan penataan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan aman.

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi, berpartisipasi, dan mendukung terwujudnya permukiman yang layak huni, berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Ketua panitia Forum OPD yang juga Sekretaris Dinas PRKP Provinsi Banten Rinto Yuwono menyampaikan bahwa Forum OPD bertujuan menyelaraskan program kerja prioritas dengan usulan kabupaten dan kota, sekaligus mempertajam target kinerja guna mengoptimalkan capaian dan sasaran.

Kegiatan ini diikuti oleh 84 peserta yang berasal dari perwakilan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.(WartainBanten)

Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Ciptakan Budaya Tertib Lalin

0
Ket Foto : Kasatlantas Polres Jember AKP Bernasdus Bagas Simarta, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S bersama Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan.

Warta.in, Jember, – Polres Jember Polda Jatim resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

Wakapolres Jember, Kompol Ferry Darmawan menerangkan, operasi tersebut menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang kerap melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Sasaran operasi ini antara lain pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, hingga menerobos lampu merah,” ujarnya usia pimpin apel, Senin (2/2/2026).

Selain itu, lanjut Kompol Fery penggunaan handphone saat berkendara dan pengemudi kendaraan dalam pengaruh alkohol juga akan menjadi sasaran dalam operasi ini.

Bukan hanya itu, pengemudi roda 4 atau lebih yang tidak menggunakan sabuk pengaman, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga menjadi perhatian petugas selama operasi berlangsung.

Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini, petugas tetap mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum yang bersifat humanis.

“Langkah ini diambil agar masyarakat tidak merasa tertekan, namun tetap disiplin dalam berkendara,” terang Kompol Fery.

Ia mengatakan Operasi ini menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata mengungkapkan, melalui operasi ini diharapkan masyarakat memperhatikan keselamatan saat berkendara.

“Menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, sehingga keamanan dan keselamatan di jalan raya dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujar AKP Bagas.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini, Polres Jember Polda Jatim berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga budaya tertib berlalu lintas bisa terwujud dan keselamatan di jalan raya benar-benar menjadi prioritas bersama.