25.1 C
Jakarta
Senin, Maret 30, 2026
Beranda blog Halaman 3

Kacap PSHT Bojonegoro Terima Penghargaan Dari PWI Atas Dedikasi Pencak Silat

0

Kacap PSHT Bojonegoro Terima Penghargaan Dari PWI Atas Dedikasi Pencak Silat

BOJONEGORO// Warta. In –Ketua Cabang (Kacab) Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Bojonegoro, Pusat Madiun, Kangmas Wahyu Subakdiono, menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro atas dedikasinya dalam mengembangkan organisasi pencak silat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Penghargaan itu diberikan dalam acara Resepsi dan Awarding Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar PWI Bojonegoro di Ruang Angling Dharmo, Pemkab Bojonegoro, Jumat malam (27/3/2026).

Kangmas Wahyu Subakdiono, juga dikenal sebagai Ketua Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), forum yang mewadahi seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro. Melalui forum tersebut, Kangmas Wahyu dinilai berhasil menjaga sinergi, mempererat kerukunan antarperguruan, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Kangmas Wahyu menyampaikan rasa terima kasih kepada PWI Bojonegoro. Sesepuh SH Terate Bojonegoro ini menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus melestarikan budaya dan kesenian, khususnya pencak silat.

“Budaya dan kesenian memiliki peran penting dalam menciptakan iklim Bojonegoro yang aman, tertib, dan kondusif. Semangat damai dan persaudaraan akan terus kami bangun melalui Bojonegoro Kampung Pesilat,” ujarnya kepada Tim Humas Plat S usai menerima penghargaan.

Kangmas Wahyu berharap PWI Bojonegoro dapat terus menjadi penyeimbang informasi serta memberikan edukasi positif kepada masyarakat melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang.

“Semoga ke depan PWI Bojonegoro semakin profesional dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui informasi yang berimbang,” imbuhnya.

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro menjelaskan, bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran Kangmas Wahyu dalam mengembangkan dan melestarikan budaya serta kesenian di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, kiprah Kangmas Wahyu sebagai Ketua BKP terbukti mampu menciptakan kerukunan dan keharmonisan antarperguruan pencak silat. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan dan event di Bojonegoro yang berlangsung lancar, aman, dan kondusif.

“Setiap kegiatan besar di Bojonegoro dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Ini tidak lepas dari peran beliau dalam membangun komunikasi dan persaudaraan antarperguruan,” pungkasnya. (Roy)

Personil Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

0

Personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Sujito Gelar Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Di Gereja GKJTU Dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam rangka kedekatan masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman saat masyarakan menjalankan ibadah kaum Nasrani di wilayah Ngimbang

Kali ini petugas personil Polsek Ngimbang melaksanakan kegiatan pengamanan giat masyarakat umat Kristiani diwilayah Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang, minggu (29/03/2026) pukul 07.30 wib sampai selesai

Pengamanan Ibadah Minggu Pagi Kaum Nasrani ini personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Sujito hadir dalam melaksanakan kegiatan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati.

Kegiatan pengamanan Ibadah umat Kristiani di Gereja GKJTU dan GJWI yang bertempat di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang dalam persembahyangan Minggu pagi umat Kristiani digereja GKJTU dan GJWI Desa Ngasemlemahbang

Sementara itu Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, melalui Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R saat dikonfirmasi oleh awak media, “Bahwa pengamanan ini guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang menjalankan Ibadah di Hari Minggu dan pastikan masyarakat sudah terlayani dengan sepenuh hati “Terangnya

Kami berharap dengan adanya Patroli pengamanan secara rutin di Hari Minggu ini masyarakat dalam menjalankan Ibadah bisa tenang dan nyaman sehingga wilayah Ngimbang tetapaman dan kondusif,pungkasnya ( roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

0

Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka Sujito Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme di Daerah Rawan 

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu siang (28/03/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Bripka sujito dengan sasaran di SPBU Ngimbang, Pabrik KTM, ATM BNI dan Gudang R3 Lamongrejo serta Masyarakat Desa Lamongrejo yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

SERUKAN KOMPAK MENJAGA NKRI.

0

Jumat,WARTA IN KALBAR–Masyarakat Indonesia, Pemerintah, TNI, Polri, Kejagung RI, KBN RI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat Seluruh Indonesia, SERUKAN KEKOMPAKAN Menjaga Kedaulatan Negara Republik Indonesia dari berbagai Ancaman dan Provokasi.

Seluruh Elemen Mengajak Mengedepankan Kekompakan dan Persaudaraan dalam menjaga Keutuhan NKRI dari ancaman serta provokasi.

Masyarakat Indonesia mendukung penuh seluruh Kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam cita-cita luhur Bangsa Indonesia.

Rakyat Indonesia juga meminta aparat Negara menindak tegas bagi pihak-pihak yang membocorkan rahasia Negara Indonesia pada Asing atau pihak yang Melakukan Provokasi di lingkungan publik dan menimbulkan keresahan di Masyarakat.

Rakyat Indonesia telah sangat bangga memiliki sosok Presiden Prabowo Subianto yang telah membawa Negara Indonesia di permukaan dunia internasional begitu harum dan di hargai, daripada itu Rakyat Indonesia telah alergi terhadap pihak-pihak yang memprovokasi dan membuat kegaduhan di lingkungan publik oleh pihak-pihak yang meresahkan masyarakat.

Rakyat Indonesia meminta pemerintah RI untuk dapat menghentikan dalam penggunaan medsos di luar batas etika, tidak lagi bebas menghujat, tidak bebas memprovokasi, tidak lagi fitnah sara dan mengadu domba, juga tidak ada lagi rahasia negara bocor lewat media apapun itu, demi kepentingan Keutuhan NKRI, Rakyat Indonesia meminta pemerintah wajib menindak tegas pihak-pihak mengganggu keselamatan dan keamanan Negara Indonesia demi terwujudnya Indonesia Sejahtera.

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

0

Guna Cegah Dan Daya Tangkal 4CAnggota jaga  Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Briptu Andika Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan di malam hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Sabtu (29/03/2026)pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dipimpin laksanakan oleh Aiptu Muji dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat, pos satpam Gudang Tembakau, SPBU Ngimbang dan Terminal Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau Security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkap Iptu IWayan Sumantra, S.H

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli Blue light di Obyek Vital di Wilayah Ngimbang  tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

*Hukum Rimba di Kantor Polisi,Ditonton Polisi;Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya*

0

*Hukum Rimba di Kantor Polisi, Ditonton Polisi; Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya*

Jakarta – Tragedi kemanusiaan dan penghinaan terhadap supremasi hukum pecah di jantung penegakan hukum Indonesia, di ruang penyidik Polda Metro Jaya. Seorang warga negara, bernama Faisal (50), yang sedang menghadiri proses konfrontir atas undangan polisi, tiba-tiba dikeroyok oleh lebih dari 20 orang preman kriminal berbadan gelap. Perilaku bar-bar di tempat yang semestinya steril dari tindak kriminal itu terjadi tepat di depan para polisi yang mengundangnya, pada Rabu siang, 25 Maret 2026.

Saksi mata menyebutkan bahwa pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan tubuh Faisal. Puluhan massa yang dipimpin oleh residivis kasus korupsi Alquran, Fadh Arafiq, bersama istrinya, Ranny Fadh Arafiq, bertindak seolah-olah mereka adalah penguasa hukum di negara ini. Di tengah teriakan dan bogem mentah yang melayang, kehadiran aparat polisi yang adalah penegak hukum dipertanyakan efektivitasnya karena gagal mencegah terjadinya kekerasan fisik yang berujung luka-luka pada korban.

Hingga hari ini, Sabtu, 28 Maret 2026, korban Faisal yang merupakan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kejadian naas yang menimpanya telah menyebabkan rasa pusing, mual, dan muntah, serta mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya.

*Wilson Lalengke: Polri Dikencingi Pelaku Korupsi Alquran Fadh Arafiq*

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, meledak dalam amarah saat mengetahui rincian kejadian ini. Baginya, pengeroyokan terhadap Faisal adalah bukti nyata bahwa premanisme telah mengencingi wibawa institusi Polri, melecehkan negara Indonesia.

“Saya mengutuk keras pengeroyokan biadab ini! Bagaimana mungkin di negara hukum, lebih dari 20 orang bisa memukuli satu orang hingga babak belur tepat di depan hidung polisi, di kantor polisi? Apakah seragam yang kalian pakai itu tidak lagi memiliki wibawa, atau kalian sengaja membiarkan darah warga menetes hanya untuk menyenangkan pihak yang punya uang?” tegas Wilson Lalengke dengan nada tinggi.

Alumnus Lemhannas ini menambahkan bahwa pembiaran oleh aparat adalah kejahatan yang sama beratnya dengan pengeroyokan itu sendiri. “Polisi dibayar oleh pajak rakyat untuk melindungi, bukan untuk menjadi penonton dalam sirkus kekerasan! Jika polisi hanya diam saat seseorang dikeroyok di depan matanya, maka kalian telah melanggar sumpah jabatan!” sebut tokoh HAM internasional itu.

Wilson Lalengke mendesak agar Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, turun tangan menangani kasus pembegalan yang terjadi di depan matanya itu. “Saya menuntut Kapolri segera menangkap seluruh pelaku, terutama aktor intelektual Fadh Arafiq dan istrinya yang anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Ranny Fadh Arafiq, yang terang-terangan menggerakkan massa ini. Jika dalam 2×24 jam setelah pemberitaan ini tidak ada tindakan tegas, maka rakyat berhak bertanya: Apakah polisi di negara ini sudah menjadi bagian dari kelompok preman kriminal bejat itu?” tambah tokoh pers nasional ini.

*Runtuhnya Kontrak Sosial*

Secara filosofis, apa yang terjadi di Polda Metro Jaya adalah runtuhnya “Kontrak Sosial” sebagaimana digagas oleh Thomas Hobbes. Dalam pandangan Hobbes, manusia menyerahkan hak kebebasannya kepada negara (Leviathan) agar terhindar dari bellum omnium contra omnes – perang semua lawan semua. Ketika negara (melalui polisi) hadir di lokasi namun gagal melindungi warga dari kekerasan massa, maka negara telah gagal dalam tugas primernya.

Filsuf John Locke juga menekankan bahwa tujuan hukum bukanlah untuk menghapus atau mengekang kebebasan, melainkan untuk menjaga dan memperluasnya. Pengeroyokan di depan aparat adalah bentuk statutory injustice, di mana hukum hanya menjadi teks mati di atas kertas, sementara di lapangan yang berlaku adalah hukum rimba: siapa yang kuat dan punya massa, dialah yang berkuasa.

“Jika memang negara Indonesia sudah tidak mampu mengemban amanah (kebebasan versi Thomas Hobbes) yang diserahkan oleh rakyat kepadanya, ya sebaiknya dibubarkan saja negara ini, dan kita mendirikan negara masing-masing sesuai kelompok kita masing-masing. Apa gunanya kita tetap menjunjung tinggi sebuah negara yang sudah tidak mampu melindungi rakyatnya, bisa dipersekusi brutal di depan mata negara?” tegas Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu geram.

*Oknum Anggota TNI dan Anggota Komisi IX DPR RI Terlibat*

Dari informasi yang dihimpun pewarta, peristiwa memalukan di kantor polisi pada Rabu siang lalu itu diduga kuat melibatkan seorang anggota TNI dari uni Polisi Militer berinisial WLY. Oknum TNI itu diketahui sebagai pengawal pribadi anggota DPR RI dari Komisi IX, Ranny Fadh Arafiq.

Pada saat kejadian, yang bersangkutan berada di lokasi dan terlihat sangat aktif dalam peristiwa pengeroyokan terhadap korban Faisal. Sementara itu, Ranny Fadh Arafiq terlihat sibuk memvideokan kejadian tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan Kapolri. Laporan telah dibuat, luka-luka telah divisum, dan saksi-saksi telah bicara. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sedang dipertaruhkan. Jika kasus ini dibiarkan menguap atau hanya menyentuh pelaku lapangan tanpa menyentuh dalangnya, maka preseden buruk ini akan terus berulang.

Rakyat menanti pembuktian jargon “Presisi” Polri. Jangan biarkan luka di wajah Faisal menjadi simbol kekalahan negara terhadap kelompok kriminal Fadh Arafiq dan istrinya Ranny Fadh Arafiq yang bersembunyi di balik ketiak massa bayaran. Hukum harus tegak, seadil-adilnya, tanpa pandang bulu. (TIM/Red)

*Hukum Rimba di Kantor Polisi,Ditonton Polisi;Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya*

0

*Hukum Rimba di Kantor Polisi, Ditonton Polisi; Wilson Lalengke Desak Kapolri Tangkap Fadh Arafiq dan Istrinya*

Jakarta – Tragedi kemanusiaan dan penghinaan terhadap supremasi hukum pecah di jantung penegakan hukum Indonesia, di ruang penyidik Polda Metro Jaya. Seorang warga negara, bernama Faisal (50), yang sedang menghadiri proses konfrontir atas undangan polisi, tiba-tiba dikeroyok oleh lebih dari 20 orang preman kriminal berbadan gelap. Perilaku bar-bar di tempat yang semestinya steril dari tindak kriminal itu terjadi tepat di depan para polisi yang mengundangnya, pada Rabu siang, 25 Maret 2026.

Saksi mata menyebutkan bahwa pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan tubuh Faisal. Puluhan massa yang dipimpin oleh residivis kasus korupsi Alquran, Fadh Arafiq, bersama istrinya, Ranny Fadh Arafiq, bertindak seolah-olah mereka adalah penguasa hukum di negara ini. Di tengah teriakan dan bogem mentah yang melayang, kehadiran aparat polisi yang adalah penegak hukum dipertanyakan efektivitasnya karena gagal mencegah terjadinya kekerasan fisik yang berujung luka-luka pada korban.

Hingga hari ini, Sabtu, 28 Maret 2026, korban Faisal yang merupakan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kejadian naas yang menimpanya telah menyebabkan rasa pusing, mual, dan muntah, serta mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya.

*Wilson Lalengke: Polri Dikencingi Pelaku Korupsi Alquran Fadh Arafiq*

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, meledak dalam amarah saat mengetahui rincian kejadian ini. Baginya, pengeroyokan terhadap Faisal adalah bukti nyata bahwa premanisme telah mengencingi wibawa institusi Polri, melecehkan negara Indonesia.

“Saya mengutuk keras pengeroyokan biadab ini! Bagaimana mungkin di negara hukum, lebih dari 20 orang bisa memukuli satu orang hingga babak belur tepat di depan hidung polisi, di kantor polisi? Apakah seragam yang kalian pakai itu tidak lagi memiliki wibawa, atau kalian sengaja membiarkan darah warga menetes hanya untuk menyenangkan pihak yang punya uang?” tegas Wilson Lalengke dengan nada tinggi.

Alumnus Lemhannas ini menambahkan bahwa pembiaran oleh aparat adalah kejahatan yang sama beratnya dengan pengeroyokan itu sendiri. “Polisi dibayar oleh pajak rakyat untuk melindungi, bukan untuk menjadi penonton dalam sirkus kekerasan! Jika polisi hanya diam saat seseorang dikeroyok di depan matanya, maka kalian telah melanggar sumpah jabatan!” sebut tokoh HAM internasional itu.

Wilson Lalengke mendesak agar Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, turun tangan menangani kasus pembegalan yang terjadi di depan matanya itu. “Saya menuntut Kapolri segera menangkap seluruh pelaku, terutama aktor intelektual Fadh Arafiq dan istrinya yang anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Ranny Fadh Arafiq, yang terang-terangan menggerakkan massa ini. Jika dalam 2×24 jam setelah pemberitaan ini tidak ada tindakan tegas, maka rakyat berhak bertanya: Apakah polisi di negara ini sudah menjadi bagian dari kelompok preman kriminal bejat itu?” tambah tokoh pers nasional ini.

*Runtuhnya Kontrak Sosial*

Secara filosofis, apa yang terjadi di Polda Metro Jaya adalah runtuhnya “Kontrak Sosial” sebagaimana digagas oleh Thomas Hobbes. Dalam pandangan Hobbes, manusia menyerahkan hak kebebasannya kepada negara (Leviathan) agar terhindar dari bellum omnium contra omnes – perang semua lawan semua. Ketika negara (melalui polisi) hadir di lokasi namun gagal melindungi warga dari kekerasan massa, maka negara telah gagal dalam tugas primernya.

Filsuf John Locke juga menekankan bahwa tujuan hukum bukanlah untuk menghapus atau mengekang kebebasan, melainkan untuk menjaga dan memperluasnya. Pengeroyokan di depan aparat adalah bentuk statutory injustice, di mana hukum hanya menjadi teks mati di atas kertas, sementara di lapangan yang berlaku adalah hukum rimba: siapa yang kuat dan punya massa, dialah yang berkuasa.

“Jika memang negara Indonesia sudah tidak mampu mengemban amanah (kebebasan versi Thomas Hobbes) yang diserahkan oleh rakyat kepadanya, ya sebaiknya dibubarkan saja negara ini, dan kita mendirikan negara masing-masing sesuai kelompok kita masing-masing. Apa gunanya kita tetap menjunjung tinggi sebuah negara yang sudah tidak mampu melindungi rakyatnya, bisa dipersekusi brutal di depan mata negara?” tegas Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu geram.

*Oknum Anggota TNI dan Anggota Komisi IX DPR RI Terlibat*

Dari informasi yang dihimpun pewarta, peristiwa memalukan di kantor polisi pada Rabu siang lalu itu diduga kuat melibatkan seorang anggota TNI dari uni Polisi Militer berinisial WLY. Oknum TNI itu diketahui sebagai pengawal pribadi anggota DPR RI dari Komisi IX, Ranny Fadh Arafiq.

Pada saat kejadian, yang bersangkutan berada di lokasi dan terlihat sangat aktif dalam peristiwa pengeroyokan terhadap korban Faisal. Sementara itu, Ranny Fadh Arafiq terlihat sibuk memvideokan kejadian tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan Kapolri. Laporan telah dibuat, luka-luka telah divisum, dan saksi-saksi telah bicara. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sedang dipertaruhkan. Jika kasus ini dibiarkan menguap atau hanya menyentuh pelaku lapangan tanpa menyentuh dalangnya, maka preseden buruk ini akan terus berulang.

Rakyat menanti pembuktian jargon “Presisi” Polri. Jangan biarkan luka di wajah Faisal menjadi simbol kekalahan negara terhadap kelompok kriminal Fadh Arafiq dan istrinya Ranny Fadh Arafiq yang bersembunyi di balik ketiak massa bayaran. Hukum harus tegak, seadil-adilnya, tanpa pandang bulu. (TIM/Red)

Dugaan Kejanggalan Pengelolaan Dana BOS di SMK Negeri 1 Penukal, Publik Soroti Transparansi

0

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024 hingga 2025 di SMK Negeri 1 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menuai sorotan publik. Sejumlah indikasi dugaan kejanggalan muncul, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang dinilai belum terbuka secara memadai.

 

Upaya konfirmasi yang dilakukan tim media Warta.in melalui surat resmi hingga kini belum mendapat tanggapan dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Penukal terkesan memilih bungkam selama hampir satu bulan, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah tersebut menerima Dana BOS sebesar Rp725.305.000 per tahap pada tahun 2024 dan Rp700.350.000 per tahap pada tahun 2025. Secara keseluruhan, total anggaran yang dikelola mencapai Rp2.851.310.000, angka yang signifikan dan seharusnya diiringi dengan keterbukaan informasi publik.

Sorotan utama tertuju pada berbagai pos belanja, mulai dari PPDB, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran, asesmen, administrasi sekolah, hingga pembayaran honor.

 

Kejanggalan paling mencolok terjadi pada Tahun Anggaran 2024 tahap I, ketika anggaran untuk administrasi kegiatan sekolah melonjak drastis hingga Rp342.273.840. Nilai ini menyerap hampir separuh total dana tahap tersebut. Ironisnya, pada saat yang sama, sejumlah kegiatan inti pendidikan seperti pengembangan perpustakaan, pembelajaran dan ekstrakurikuler, pengembangan profesi guru, serta uji kompetensi keahlian justru tercatat nol rupiah.

 

Kondisi ini dinilai tidak wajar karena bertolak belakang dengan prioritas peningkatan mutu pendidikan yang seharusnya menjadi fokus utama penggunaan Dana BOS.

Selain itu, lonjakan anggaran pengembangan perpustakaan juga menjadi perhatian. Pada Tahun 2025 tahap I tercatat sebesar Rp30.100.000, namun meningkat tajam menjadi Rp110.186.200 pada tahap II. Kenaikan signifikan ini memerlukan penjelasan rinci, terutama terkait jenis pengadaan, spesifikasi, serta realisasi fisik di lapangan.

 

Anggaran untuk kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Bursa Kerja Khusus juga terus muncul dalam jumlah besar di setiap tahap, berkisar antara Rp75 juta hingga Rp108 juta. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait jumlah peserta, lokasi kegiatan, durasi, serta output nyata dari program tersebut.

 

Tak kalah mencolok, pengadaan alat multimedia pembelajaran juga berulang kali menyerap dana besar, mencapai puluhan juta rupiah di tiap tahap. Publik menilai perlu adanya transparansi mengenai spesifikasi barang, jumlah unit, serta keberadaan inventaris di sekolah.

 

Sementara itu, pos pembayaran honor yang konsisten berada pada kisaran Rp104 juta hingga Rp120 juta per tahap turut menjadi perhatian. Aspek yang dipertanyakan meliputi jumlah penerima, dasar pembayaran, serta kesesuaian dengan petunjuk teknis Dana BOS.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah. Sikap tidak responsif tersebut justru memperkuat desakan publik agar dilakukan audit menyeluruh oleh instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan, demi menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan dana benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Time)

*Pangdam XI/Tpr Ingatkan Prajurit Kodim Sambas: Jauhi Pelanggaran, Jadilah Solusi bagi Rakyat*

0

*Pangdam XI/Tpr Ingatkan Prajurit Kodim Sambas: Jauhi Pelanggaran, Jadilah Solusi bagi Rakyat*

SAMBAS, – Panglima Kodam XII/ Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya disiplin bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 1208/Sambas, Jalan Tabrani, Desa Lumbang, Sambas, Jumat kemarin (27/03/2026).

Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, M.A.P., beserta jajaran perwira dan seluruh personel.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan satuan untuk memastikan kesiapan operasional di wilayah perbatasan.

Dalam pengarahannya di Aula Kodim, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memberikan pesan mendalam mengenai integritas prajurit. la menegaskan bahwa setiap personel TNI harus menjadi cerminan nilai-nilai positif di mata masyarakat.

“Sebagai aparat teritorial, prajurit harus mampu menjaga sikap dan
perilaku. Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, karena hal tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga
mencoreng nama baik satuan dan institusi TNI,” tegas Pangdam.

Jenderal bintang dua ini juga memberikan apresiasi tinggi atas
dedikasi personel Kodim 1208/Sambas. Menurutnya, Kodim Sambas telah menunjukkan performa yang solid dalam membantu program pemerintah daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. (HD)

Sumber: Pendim 1208 Sambas

Kadinsos PALI. Edi Irwan, SE. M.Si’ Turun Lapangan, Kawal Langsung Penerima Bantuan PKH

0

Sumatera Selatan, Warta.in, PALI — Sabtu, 28 Maret 2026 yang sejatinya menjadi hari libur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih masih dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri 8 Syawal 1447 Hijriah, tidak menyurutkan semangat pengabdian jajaran Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Di tengah momentum kebersamaan dan silaturahmi, Kepala Dinas Sosial PALI, Edy Irwan, SE, M.Si, justru memilih turun langsung ke lapangan.

Didampingi staf Dinas Sosial, Edy Irwan melakukan monitoring intensif terhadap proses pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah kecamatan, yakni Tanah Abang, Penukal, dan Abab, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bantuan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang dikeluarkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Prabumulih, Nomor 155/Pbm/PDKP/0326 tertanggal 26 Maret 2026, terkait pelaksanaan pembayaran bantuan sosial sembako dan PKH Triwulan I Tahun 2026.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilaksanakan di lima kecamatan di wilayah Kabupaten PALI. PT Pos Indonesia bertindak sebagai juru bayar melalui Kantor Pos Cabang Pembantu Pendopo dan Kantor Pos Cabang Pembantu Tanah Abang, sesuai dengan wilayah kerja masing-masing.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses distribusi, para camat diminta berperan aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan. Hal ini mencakup pemantauan alur penyaluran, ketertiban administrasi, hingga memastikan tidak terjadi penyimpangan selama kegiatan berlangsung.

Adapun persyaratan bagi masyarakat penerima bantuan telah ditetapkan secara ketat. Penerima wajib membawa surat undangan resmi dari PT Pos Indonesia serta KTP asli. Dalam kondisi tertentu, pengambilan bantuan dapat diwakilkan oleh anggota dalam satu Kartu Keluarga, dengan syarat membawa dokumen asli yang diperlukan.

Namun, bagi penerima dengan status Kartu Keluarga tunggal, bantuan tidak dapat diwakilkan.

Selain itu, apabila terdapat perbedaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) antara undangan dan KTP, penerima diwajibkan melampirkan surat keterangan resmi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Ketentuan ini diberlakukan guna menjaga validitas data dan mencegah potensi penyalahgunaan bantuan.

Distribusi undangan kepada masyarakat dilakukan secara langsung oleh PT Pos Indonesia melalui peran aktif kepala desa dan lurah di masing-masing wilayah. Sementara itu, kuota penerima bantuan serta jadwal penyaluran telah disusun dan disesuaikan dengan kondisi tiap desa dan kelurahan.

Di sela kegiatan monitoring, Edy Irwan menyampaikan bahwa kehadirannya bersama tim di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam memastikan program pemerintah berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan sosial ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, tepat waktu, tepat sasaran, dan tanpa kendala berarti. Ini adalah amanah yang harus kami jaga, terlebih di momen pasca lebaran seperti sekarang,” ujarnya kepada media.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, PT Pos Indonesia, serta perangkat kecamatan hingga desa menjadi kunci utama keberhasilan penyaluran bantuan sosial.

Edy Irwan juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus menjaga komitmen dan integritas dalam menjalankan tugas, sehingga program perlindungan sosial dari pemerintah pusat dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan transparan. Yang terpenting, masyarakat penerima bisa merasakan manfaat bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan,” tambahnya

Dengan semangat kerja yang tidak mengenal hari libur, langkah Dinas Sosial PALI ini menjadi cerminan nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat—memberikan pelayanan, memastikan keadilan sosial, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata di lapangan.

 

(Tim/red)