25.8 C
Jakarta
Sabtu, Februari 14, 2026
Beranda blog Halaman 30

Mediator Non Hakim Tak Hadir, Mediasi Perkara No 21/PdtG/2025/PN Mdl Tak Terlaksana

0

Samosir, Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed yang biasa disapa Wendy menyampaikan alasan ketidak hadirannya pada agenda mediasi hari ini di Pengadilan Negeri Mandailing Natal pada perkara nomor 21/Pdt.G/2025/PN Mdl melalui surat ke Ketua Pengadilan Negeri Mandailing Natal

Pada tanggal 22 Desember 2025 telah dilaksanakan mediasi ke 1 perkara nomor 21/Pdt.G/2025/PN Mdl berdasarkan kesepakatan para pihak yang telah menunjuk saya sebagai Mediator Non Hakim

Namun sampai sekarang saya belum menerima : (1) Surat Penetapan dari Majelis Hakim pada perkara tersebut yang menunjuk saya sebagai Mediator Non Hakim (2) Surat Pernyataan para pihak yang menyatakan kesediaannya menanggung biaya mediasi

Dampak dari bencana alam yang terjadi, menyebabkan perjalanan Samosir Panyabungan harus ditempuh selama 10 jam. Jika menggunakan angkutan umum, biaya perjalanan pulang pergi sebesar Rp 700.000,- dan saya harus meninggalkan rumah selama 2 malam. Jika menggunakan mobil sewa, biaya perjalanan pulang pergi yaitu sewa mobil dan upah supir: Rp 800.000,- + BBM 50 liter, tetapi saya bisa langsung pulang kerumah, sehingga waktu sewa mobil selama 24 jam terpakai

Saya sudah memberitahukan hal tersebut melalui pesan whatsapp pada 23 Desember 2025 kepada Kuasa Penggugat, Sdr Mahfud Rosyadi Lubis SH, karena pada tanggal 22 Desember 2025 itu, yang bersangkutan memberikan uang sebesar Rp 500.000,- kepada saya yang artinya uang itu untuk honor sedang penggantian biaya transportasi belum diberikan. Tanggapannya hanya bisa memberikan sebesar Rp 500.000,- saja dan akan mencari Mediator laen yang probono. Atas pesannya tersebut, saya menyimpulkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi menunjuk saya sebagai Mediator Non Hakim pada perkara tersebut
Pada tanggal 20 Januari 2026, Kuasa Tergugat 1 Sdr Boni mengirimkan uang sebesar Rp 2.000.000, yang peruntukkannya biaya transportasi dan honor mediator non hakim untuk mediasi Senin 26 Januari 2026

Mediasi ke 2 dilaksanakan pada Senin 26 Januari 2026, dan saya melakukan pertemuan terpisah untuk mendapatkan keterangan langsung dari para pihak atas perkara tersebut

Kuasa Tergugat 2 hadir melalui aplikasi zoom. Diperoleh informasi bahwa Dirjen EBTKE (T 2) akan mengundang Pimpinan PT SMGP (T1) pada Selasa 27 Januari 2026 membahas perkara ini

Atas kesepakatan para pihak yang hadir, mediasi lanjutan diadakan pada hari ini Selasa 3 Februari 2026, karena sudah ada itikad baik melalui pertemuan dari T 1 dan T 2 di Jakarta dan diharapkan ada hasil yang mengarah ke perdamaian

Para pihak pun sepakat akan memberikan biaya transportasi & honor saya untuk mediasi hari ini sebesar Rp 2.000.000,- dan mengganti biaya transportasi saya pada mediasi 22 Desember 2025

Ternyata sampai hari ini, para pihak tidak mengirimkan biaya transportasi sehingga saya tidak bisa melakukan pemesanan mobil sewa untuk berangkat jam 1 dini hari ini dari sini menuju Panyabungan. Jika mau berangkat jam 1 dini hari maka supir harus beristirahat dari siang hari sebelumnya yang artinya saya sudah melakukan pemesanan mobil dan memberikan uang panjar sewa mobil. Namun karena tidak ada biaya dari para pihak sehingga saya pun tidak bisa melakukan pemesanan mobil sewa

Saya tidak hadir pada hari ini karena tidak ada biaya transportasi dari para pihak dan biaya transportasi pada mediasi 22 Desember 2025 yang lalu pun belum diganti . Surat itu juga telah saya tembuskan kepada : 1. Pimpinan PT Sorik Marapi Geothermal Power selaku Tergugat 1. (2) Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM selaku Tergugat 2, (3) Bupati Mandailing Natal selaku Tergugat 3 dan Solahuddin SHI & Rekan Kuasa dari Penggugat Rosiah Tanjung

Sebagai Mediator Non Hakim Bersertifikat yang Terdaftar di Pengadilan Negeri Mandailing Natal, saya akan berusaha melaksanakan tugas dengan baik, walaupun harus menempuh perjalanan darat selama 10 jam dengan honor yang telah ditetapkan aturan, namun untuk biaya transportasi, seharusnya para pihaklah yang menanggung, papar Wendy (red)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Guna Cegah Kriminalitas Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Obvit Guna Cegah Kriminalitas Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin sianv (02/00/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Bripka Sujito dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Jomnang – Babat, di SPBU Ngimbang, Bank Jatim dan Pasar Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan

0

Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Selasa Pagi (03/02/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Erwan untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue light Guna Antisipasi 4C Dan Hitam -Hitam Di Malam Hari

0

Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue light Guna Antisipasi 4C Dan Hitam -Hitam Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin (02/02/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aipda Erwan dan Briptu Andika dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat, di SPBU Ngimbang, Bank BRI dan masyarakat  Ngimbang yang ada di Wilayah Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli Blue Light di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Sekda Deden Apriandhi Minta Pencegahan Korupsi Jadi Budaya Kerja di Seluruh OPD Pemprov Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 03 Februari 2026  — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi menegaskan pentingnya penguatan pencegahan korupsi yang dijalankan secara konsisten di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pencegahan korupsi tersebut harus diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan dan menjadi budaya kerja bagi seluruh pegawai, mulai dari pimpinan hingga staf.

“Persepsi kita bukan hanya keluar dari zona merah, tetapi bagaimana pencegahan korupsi ini betul-betul dijalankan dan menjadi budaya kerja di OPD,” kata Deden saat menggelar Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Provinsi Banten Tahun 2026 di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (2/2/2026).

Dalam arahannya, Deden menyampaikan bahwa Pemprov Banten telah menerima surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 23 Januari 2026 terkait hasil reviu dan evaluasi sejumlah area pencegahan korupsi. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Banten untuk menyusun tindak lanjut serta rencana aksi yang harus dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Ia menegaskan, Gubernur Banten berharap agar seluruh OPD tidak berpuas diri dengan capaian nilai yang telah diraih saat ini. Menurutnya, masih terdapat beberapa indikator yang nilainya berada di bawah angka 80 dan perlu menjadi fokus pembenahan ke depan.

“Harapan Bapak Gubernur jelas, kita jangan terlena dengan nilai yang sudah dicapai. Kalau masih bisa dimaksimalkan, maka harus kita maksimalkan. Masih ada beberapa indikator yang nilainya di bawah 80 dan itu menjadi fokus kita ke depan,” ungkapnya.

Deden juga mengungkapkan sejumlah area yang masih menjadi perhatian bersama, antara lain pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset daerah, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), penguatan pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI), serta optimalisasi pendapatan daerah.

Terkait pengelolaan aset, Deden menilai proses administrasi membutuhkan kehati-hatian ekstra karena melibatkan verifikasi dan klarifikasi yang cukup panjang. Ia mencontohkan masih adanya OPD yang memiliki ratusan aset, namun baru sebagian kecil yang tersertifikasi.

“Progres selalu ada setiap tahun. Tapi memang proses verifikasi dan klarifikasinya sangat rigid. Kita harus hati-hati agar tidak menimbulkan gugatan dari masyarakat. Prinsipnya pemerintah memberikan pelayanan, bukan mengambil hak masyarakat,” jelasnya.

Inspektur Daerah Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina menyampaikan bahwa rapat koordinasi digelar untuk menyamakan persepsi seluruh OPD dalam menindaklanjuti rekomendasi KPK sekaligus menyusun rencana aksi pencegahan korupsi tahun 2026.

Berdasarkan penilaian MCSP KPK, Provinsi Banten meraih nilai 89 dan menempati peringkat ke-8 nasional, dengan lima area prioritas yang harus diperkuat pada 2026.

“Lima area prioritas tersebut meliputi manajemen ASN, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI), serta area optimalisasi pendapatan daerah,” ujarnya.

Nilai SPI juga meningkat dari 71 ke 73, meski masih perlu ditingkatkan hingga kategori hijau. OPD diminta segera melakukan tindak lanjut secara aktif tanpa menunda, termasuk penyiapan langkah teknis dan rencana aksi konkret.(WartainBanten)

Partai Gema Bangsa: Harapan Baru atau Sekadar Reinkarnasi Politik Lama

0

Medan ( Warta.In ) – Kepercayaan publik terhadap partai politik di Indonesia berada pada titik terendah. Politik transaksional, dominasi oligarki, serta krisis keteladanan elite telah menciptakan jarak lebar antara rakyat dan institusi politik. Dalam situasi inilah kemunculan Partai Gema Bangsa memantik perhatian publik: apakah ia benar-benar menawarkan harapan baru, atau sekadar mengulang pola lama dengan wajah berbeda.
Partai Gema Bangsa tampil dengan narasi kebangsaan, kedaulatan rakyat, dan keadilan sosial. Secara konseptual, gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia hari ini—negara yang membutuhkan pembaruan politik berbasis nilai, bukan sekadar kompetisi elektoral. Namun sejarah politik nasional mengajarkan, visi besar tidak otomatis menjelma menjadi praktik politik yang berpihak pada rakyat.
Pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah soal konsistensi ideologis. Banyak partai baru lahir dari semangat perubahan, tetapi perlahan kehilangan arah ketika berhadapan dengan realitas kekuasaan dan kepentingan modal. Di sinilah Partai Gema Bangsa diuji: apakah mampu menjaga idealisme di tengah sistem politik yang kian pragmatis, atau justru larut dalam kompromi yang meniadakan jati diri.
Jika Gema Bangsa ingin menjadi kekuatan politik yang relevan bagi visi Indonesia ke depan, maka politik gagasan harus ditempatkan di atas politik pencitraan. Program konkret di bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan yang berkeadilan, kemandirian ekonomi nasional, serta penguatan demokrasi substantif harus menjadi prioritas. Tanpa itu, jargon kebangsaan hanya akan menjadi retorika kosong.
Dalam konteks demokrasi, kehadiran Partai Gema Bangsa sejatinya memiliki potensi strategis sebagai penyeimbang. Ia dapat menjadi kanal aspirasi rakyat kecil, pemuda, dan masyarakat sipil yang selama ini hanya hadir sebagai objek elektoral. Namun potensi tersebut hanya akan bermakna jika ditopang oleh tata kelola partai yang transparan, kaderisasi ideologis yang berkelanjutan, serta penolakan tegas terhadap praktik politik uang.
Sejarah mencatat, partai politik tidak dinilai dari seberapa lantang mengusung nasionalisme, melainkan dari keberpihakan nyatanya ketika berhadapan dengan kekuasaan dan modal. Pancasila sebagai dasar negara tidak cukup dikutip dalam pidato, tetapi harus dihidupkan dalam sikap politik dan kebijakan yang konsisten.
Pada akhirnya, Partai Gema Bangsa akan ditentukan oleh pilihannya sendiri. Ia bisa menjadi harapan baru bagi pembaruan politik Indonesia, atau sekadar menjadi reinkarnasi dari politik lama yang gagal menjawab persoalan rakyat. Publik menunggu, sekaligus menguji, dengan sikap kritis dan rasional.(Sus)

Penulis: Selamet Untung Suropati, S.Pd.I

CBS Jalasenastri STTAL Berikan Pengetahuan Kenakalan Remaja Kepada Murid SMK KAL-1 Surabaya

0

CBS Jalasenastri STTAL Berikan Pengetahuan Kenakalan Remaja Kepada Murid SMK KAL-1 Surabaya

Surabaya,(02/02/26)

Ketua CBS Jalasenastri STTAL Ny. Emilya Mukhlis beserta jajarannya Senin,(02/02/26) mengadakan kunjungan ke SMK KAL-1 Surabaya sekaligus memberikan Pengenalan Kenakalan Remaja kepada murid SMK KAL-1.

Kehadiran rombongan Jalasenastri tersebut di sambut oleh Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd di ruang Teaching Factory (TEFA) . Didepan murid SMK KAL-1 Ketua CBS Jajasebastri STTAL Ny, Emilya Mukhlis menyampaikan bahwa kehadirannya di SMK KAL-1 merupakan program Kerja CBS Jalastnasrti dalam rangka memberikan kontribusi mencerdaskan anak bangsa khususnya kepada murid SMK KAL-1 dalam menyongsong Indonesia Emas 2025.

Dalam pertemuannya rombongan CBS Jalasenastri STTAL kali ini akan memberikan Pengenalan Kenakalan Remaja yang akan di sampaikan oleh Wakil Ketua Ny. Fitri Handayani Ardiansyah. Harapan Ibu Ketua , seluruh murid SMK KAL-1 yang telah hadir di kegiatan ini akan dapat menyerap ilmu pengetahuan dengan baik dan membawa manfaat di kemudian hari.

Pemateri Pengenalan Kenakalan Remaja kali ini di sampaikan oleh Ny. Dr. dr. Fitri Handayani, M.Kes, beliau kesehariannya sebagai Wakil Ketua CBS Jalasenastti STTAL.

Secara garis besar uraian yang di sampaikan dapat di simpulkan bahwa, kenakalan remaja merupakan masalah krusial yg dihadapi masyarakat. Kenakalan remaja merupakan Tindakan remaja yang melanggar etika/ norma/ hukum. Apabila kenakalan tersebut melanggar hukum maka akan mengakibatkan sangsi sesuai tindakan. Salah satu kenakalan remaja adalah merokok. Merokok dapat menimbulkan berbagai masalah baik kesehatan, lingkungan dan sosial. Kandungan rokok dapat memicu terjadi adiksi, gangguan pada pembuluh darah, jantung, otak. Bahkan hampir semua orang dapat terganggu akibat rokok, serta terjadinya penyakit keganasan/kanker.

Kenakalan remaja yang lain seperti penggunaan Narkoba, sex bebas dapat dijerat secara hukum, serta dapat menimbulkan masalah kesehatan berupa penularan penyakit seperti HIV, hepatitis B dan sebagainya.

Untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja kita harus mendukung remaja untuk melakukan aktivitas yang positif sesuai hobby dan kegemaran. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta meningkatkan rasa percaya diri pada remaja untuk berani mengatakan : “Tidak pada kenakalan remaja “.

Sementara itu Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M Pd mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Ketua CBS Jalasenastri Ny. Emilya Mukhlis beserta jajarannya yang telah turut berperan aktif dalam pembangunan karakter murid SMK KAL-1, memberikan bekal pengetahuan tentang kenakalan remaja, stop
bullying dan narkoba.

Pada sesi akhir penyampaian materi, banyak murid SMK KAL-1 menyampaikan beberapa pertanyaan , sehingga komunikasi dua arah sangat baik dan tentunya hal ini sangat positif , para murid dapat menyerap permasalahan yang di sampaikan oleh narasumber .

Sebagai penutup, penyerahan cinderamata dari Ketua CBS Jalasenastri STTAL Ny. Emilya Mukhlis kepada Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd serta foto bersama ( yht/dar).

Tebing Setinggi 10 Meter Longsor di Narmada, Polisi Minta Warga Waspada

0

Tebing Setinggi 10 Meter Longsor di Narmada, Polisi Minta Warga Waspada

Warta.in
Lombok Barat,NTB – Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, memicu tanah longsor di Dusun Selat Barat, Desa Selat, Kecamatan Narmada. Peristiwa terjadi tepat di belakang rumah milik Nurasi, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Longsoran berasal dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter, yang berfungsi sebagai penyangga bangunan. Material tanah turun dan menggerus sebagian pondasi rumah. Situasi tersebut sempat membuat warga sekitar waswas, meski tidak ada korban jiwa maupun luka.

Begitu menerima laporan, Bhabinkamtibmas Desa Selat bersama piket fungsi bergerak cepat menuju lokasi. Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. pun memimpin pengecekan lapangan sekaligus koordinasi dengan Kepala Desa Selat.

Petugas memberikan sejumlah imbauan kepada warga sekitar, terutama agar lebih berhati-hati saat hujan lebat disertai angin kencang. Pemilik rumah juga disarankan tidak menempati bangunan untuk sementara waktu demi keselamatan.

Selain itu, koordinasi dilakukan bersama pemerintah desa guna mencari langkah penanganan, termasuk perbaikan talud penahan tebing agar warga sekitar merasa lebih aman.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, mengingatkan pentingnya kewaspadaan di musim hujan.

“Kami minta warga meningkatkan kehati-hatian, terutama yang tinggal dekat tebing atau lereng. Keselamatan tetap jadi prioritas,” ujarnya.

Hingga sore hari, kondisi lokasi terpantau aman dengan pengawasan berkelanjutan dari aparat desa serta kepolisian.(sr/hpm)

Hadiri Rakornas 2026 Bersama Forkopimda, Andra Soni Dapat Arahan Langsung Presiden Prabowo

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 02 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia. Seluruh peserta mendapatkan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pemimpin memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Ia juga mengingatkan agar setiap pemimpin memegang teguh nilai kejujuran, pengabdian, serta memiliki semangat melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan.

“Rakyat kita rakyat yang baik. Ingin punya pemimpin yang baik, yang jujur, memimpin untuk semua bukan untuk golongan,” kata Presiden Prabowo di Rakornas dengan tema Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Emas 2045.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia masih diragukan oleh sejumlah pihak, sehingga para pemimpin bangsa harus waspada, memahami situasi global, serta menguasai sejarah, kondisi Nusantara, dan daerah. Ia menegaskan pentingnya belajar dari sejarah penjajahan agar bangsa tidak mengulang kesalahan masa lalu.

“Harus paham bahwa kita ratusan tahun diganggu bahkan dijajah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan di masa lalu. Hari ini kita dapat kesempatan bagaimana dunia sebenarnya,” ungkap Prabowo.

Presiden menekankan bahwa Indonesia dibangun dari pengorbanan besar rakyat, sehingga pemimpin wajib berbakti dan mengabdi kepada rakyat, tidak hanya dalam ucapan tetapi melalui tindakan nyata. Dalam konteks global, Prabowo menegaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok, mengingat Indonesia berada di tengah pertarungan ideologi dunia dan harus mengandalkan kekuatan sendiri.

“Indonesia berada di tengah perang ideologi dunia. Mari waspada dan mengerti tantangan-tantangan di dunia ini. Karena itu saya menjalankan mandataris politik bebas aktif nonblok, tidak mengikuti pakta militer manapun,” ungkapnya. “Kalau diserang tidak ada yang bantu kita. Kita harus berdiri di kaki kita sendiri, harus percaya pada kekuatan kita sendiri. Hari ini yang kuat berbuat yang dikehendaki, yang lemah akan merana,” tambah Prabowo.

Selain itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghapus kemiskinan dengan mengelola kekayaan alam secara optimal demi kesejahteraan rakyat.

“Mari kita membulatkan tekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat kita,” tambah Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa swasembada pangan, swasembada energi, dan program makan bergizi menjadi fondasi utama pembangunan nasional dan pilar strategi Indonesia ke depan.

“Swasembada pangan adalah syarat itu adalah pilar yang utama dari strategi dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang,” tegasnya.

Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian melaporkan bahwa Rakornas 2026 dihadiri 4.011 peserta, terdiri dari 525 orang dari tingkat pusat dan 3.486 orang dari tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Rakornas menghadirkan tiga sesi pemaparan program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Sesi pertama membahas kebijakan presiden di bidang ekonomi, investasi, dan energi; sesi kedua fokus pada koperasi desa/kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, kampung nelayan Merah Putih, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG); sementara sesi ketiga membahas penegakan hukum.(WartainBanten)

Razia Keselamatan Rinjani 2026 Dimulai, Polda NTB Fokus Ketertiban dan Keselamatan

0

Razia Keselamatan Rinjani 2026 Dimulai, Polda NTB Fokus Ketertiban dan Keselamatan

Warta.in
Mataram,NTB — Polda NTB resmi menggelar Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Apel gelar pasukan berlangsung, Senin (2/2/2026) di Lapangan Bharadaksa Polda NTB, dipimpin Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., yang membacakan amanat Kapolda.

Untuk diketahui, operasi digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 902 personel gabungan Polda NTB dan Polres jajaran diterjunkan. Langkah preemtif dan preventif dikedepankan, dibarengi penegakan aturan lalu lintas.

Kepada peserta apel, Wakapolda NTB menekankan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas. Disebutkan, data kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 menunjukkan angka insiden masih tinggi, sehingga kesadaran berlalu lintas perlu terus diperkuat.

“Operasi ini menyasar pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan fatalitas,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho saat membacakan amanat Kapolda NTB.

Sasaran operasi meliputi pengendara tanpa helm, kendaraan yang melebihi kapasitas atau ODOL, pengemudi di bawah umur, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol, serta melampaui batas kecepatan.

Polda NTB mengajak masyarakat mematuhi aturan lalu lintas. Tertib di jalan dinilai menjadi kunci menekan kecelakaan, sekaligus menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lain.(hpntb)