30.1 C
Jakarta
Sabtu, Februari 14, 2026
Beranda blog Halaman 34

Dinilai Tak Siap, Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

0

 

Medan ( Warta. In) — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.

Dinilai Tak Siap,Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

0

Medan ( Warta. In) — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.

Dinilai Tak Siap, Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 36;

Medan ( Warta.In )  — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.(su)

Perlombaan Pramuka MAN 2 Medan Berujung Ricuh, Peserta Terlantar hingga Larut Malam

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

Medan, ( Warta.In ) – Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan berujung ricuh dan menuai kecaman dari para pembina serta peserta. Sejumlah persoalan serius dinilai menunjukkan ketidaksiapan panitia dalam mengelola kegiatan berskala besar.(1/2/2026)

Kekisruhan bermula dari pelaksanaan lomba yang dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Selain itu, proses penilaian disebut kurang transparan sehingga memicu protes dari peserta.

 

Situasi semakin memburuk ketika panitia tidak kunjung membagikan trofi kepada para pemenang. Panitia berdalih bahwa vendor penyedia trofi melarikan diri. Namun hingga larut malam, tidak ada kejelasan solusi yang diberikan kepada peserta.

Pantauan di lokasi menunjukkan, hingga pukul 23.12 WIB, para peserta masih terus menunggu kepastian dari panitia terkait pembagian trofi dan penutupan lomba. Banyak peserta terlihat kelelahan, kelaparan, dan terlantar tanpa pendampingan yang memadai.

“Kami sangat menyesalkan sikap panitia yang tidak siap. Anak-anak menunggu berjam-jam tanpa kejelasan. Akibatnya kami dirugikan secara finansial dan mental peserta juga terdampak,” ujar salah satu pembina Pramuka yang berasal dari luar kota.

Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada biaya transportasi. “Kami dikenakan denda kendaraan karena waktu sewa melewati batas. Semua itu akibat kelalaian panitia,” tegasnya.

Kondisi di lapangan juga sempat mengkhawatirkan. Di tengah kerumunan peserta, terlihat seorang peserta harus ditandu keluar arena. Berdasarkan diagnosa sementara, peserta tersebut mengalami sesak napas akibat kelelahan dan himpitan massa.

Tak hanya panitia, pihak MAN 2 Medan juga dinilai melakukan pembiaran. Hingga malam hari, tidak terlihat langkah tegas dari pihak madrasah untuk mengendalikan situasi maupun memberikan kepastian kepada peserta dan pembina.

Atas insiden ini, para pembina Pramuka mendesak panitia untuk bertanggung jawab penuh dan memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami peserta, baik secara materiil maupun psikologis. Mereka menilai kejadian ini mencederai nilai-nilai kepramukaan yang menjunjung kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap peserta didik.

Diketahui, Ketua Panitia Perlombaan Pramuka MAN 2 Medan adalah M. Nasir. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia maupun MAN 2 Medan terkait insiden tersebut.(su)

Polres Binjai Amankan Pelaku Curat Laptop dan BPKB Motor

0

Warta.in Binjai – Polres Binjai kembali mencatatkan keberhasilan dengan mengamankan seorang tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan (curat).

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti keseriusan jajarannya dalam menindak tindak kriminalitas.

“Kami mengapresiasi kinerja tim yang tanggap atas informasi dari masyarakat, sehingga tersangka berinisial A dapat diamankan,” ujar Mirzal dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Kapolres Binjai menjelaskan, tersangka yang berusia 42 tahun itu diamankan pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 20.15 WIB di kawasan Jalan Gunung Sinabung, Binjai Selatan. Tersangka A diduga kuat sebagai pelaku pencurian yang terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025.

“Korban mengalami kerugian material berupa laptop dan dokumen kendaraan bermotor yang sangat vital,” tambah Mirzal.

Penjelasan teknis operasi pengamanan disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian. “Tim Cobra mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya bahwa diduga tersangka sedang berada di Jalan Gunung Sinabung. Setelah dilakukan penyelidikan dan konfirmasi di lokasi, tim kemudian bergerak melakukan pengamanan,” jelas Hizkia.

Kasat Reskrim merinci bahwa dari tangan tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa satu bilah besi, sepasang sendal, dan sebuah baju, yang diduga digunakan dalam aksinya.

Mengenai kronologi kejadian, Kasat Reskrim memaparkan, “Pelapor pulang dan mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan. Setelah dicek, hilang satu unit laptop merek Acer, celengan kaleng, dan dua buku BPKB untuk sepeda motor.”

Atas tindakannya, tersangka A dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. “Tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kasat Reskrim melalui Kasihumas AKP Junaidi. (RN)

(humasresbinjai)

Polres Binjai Tembak Pelaku Pencurian Motor yang Melawan Saat Diamankan

0

Warta.in Binjai – Polres Binjai mengamankan dua tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor. Kedua tersangka yang sempat melawan petugas dalam proses penangkapan akhirnya dapat diringkus setelah polisi memberikan tindakan tegas.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menegaskan bahwa perlawanan terhadap petugas tidak akan ditoleransi. “Kami mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas. Ketika ada perlawanan, petugas kami terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur,” tegas Mirzal dalam keterangannya, Sabtu (31/1).

Kapolres Binjai itu menjelaskan, dua tersangka berinisial DS dan YP (masing-masing 25 tahun) asal Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, diamankan pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 23.50 WIB. Penangkapan dilakukan setelah tim menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan mereka.

“Keberhasilan ini sekali lagi menunjukkan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat dalam memberantas kejahatan,” ujar Mirzal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian menjelaskan teknis mengenai proses pengamanan yang penuh tekanan dari pelaku. “Tim Cobra melakukan penyelidikan di lokasi yang diinformasikan. Saat akan diamankan, kedua tersangka mencoba melawan petugas. Dalam situasi itu, petugas terpaksa memberikan tembakan sebagai tindakan tegas terukur untuk mengamankan situasi,” jelas Hizkia.

Hizkia menambahkan bahwa pihaknya berhasil menyita barang bukti, yaitu satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku beraksi, sepasang sepatu, dan sehelai celana panjang.

Mengenai kronologi kejadian, Kanit Pidum Reskrim Polres Binjai Iptu Benjamin Silaban memaparkan, “Korban, seorang pekerja cafe, melaporkan kehilangan motornya yang terparkir di halaman cafe pada Jumat, 23 Januari 2026. Saat dicek, sepeda motor merek Honda Beat putih itu sudah tidak ada di lokasi.”

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. “Kedua tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kasat Reskrim melalui Kasihumas AKP Junaidi. (RN)

(humasresbinjai)

Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Terhanyut di Sungai Tamiang, Korban Berhasil Dievakuasi

0

Warta in ACEH TAMIANG — Seorang remaja berinisial DHP (15) berhasil diselamatkan setelah terhanyut di Sungai Tamiang, Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026) sore. Aksi penyelamatan dilakukan oleh sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang berada di lokasi untuk kegiatan sosial.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, para Taruna Akpol yang tengah menuju Masjid Al Ikhsan untuk kegiatan trauma healing dan bakti sosial mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan. Para taruna yang terlibat dalam penyelamatan tersebut yakni Brigadir Kepala Taruna Muhammad Fahir, Jason Moreno Nanggala Hutagalung, Davindra Nur Oktafansyah, Tribrata Putra Sambo, Raihan Aprilianto, Dino Surya Wijaya, dan Boni Arga Satyaka Rineksa Sihombing.

Muhammad Fahir dan Jason Moreno langsung mengevakuasi korban yang telah hanyut sekitar 20 meter ke daratan. Sementara itu, Davindra Nur Oktafansyah dan Dino Surya Wijaya memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan tubuh korban serta membantu mengeluarkan air sungai yang tertelan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk penanganan medis awal sebelum dirujuk ke RSUD Aceh Tamiang guna perawatan lanjutan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, mengapresiasi kesigapan para taruna dalam merespons situasi darurat tersebut.

“Kesigapan Taruna Akpol dalam menolong korban hanyut menunjukkan kesiapan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan sejak pendidikan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan, kehadiran taruna dalam kegiatan kemanusiaan tidak hanya memberikan dukungan sosial dan psikologis, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. “Taruna tidak hanya hadir untuk kegiatan sosial dan trauma healing, tetapi juga siap bertindak cepat dalam situasi darurat demi keselamatan warga,” katanya.

Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Terhanyut di Sungai Tamiang, Korban Berhasil Dievakuasi at

0

Warta.in ACEH TAMIANG — Seorang remaja berinisial DHP (15) berhasil diselamatkan setelah terhanyut di Sungai Tamiang, Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026) sore. Aksi penyelamatan dilakukan oleh sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang berada di lokasi untuk kegiatan sosial.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, para Taruna Akpol yang tengah menuju Masjid Al Ikhsan untuk kegiatan trauma healing dan bakti sosial mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan. Para taruna yang terlibat dalam penyelamatan tersebut yakni Brigadir Kepala Taruna Muhammad Fahir, Jason Moreno Nanggala Hutagalung, Davindra Nur Oktafansyah, Tribrata Putra Sambo, Raihan Aprilianto, Dino Surya Wijaya, dan Boni Arga Satyaka Rineksa Sihombing.

Muhammad Fahir dan Jason Moreno langsung mengevakuasi korban yang telah hanyut sekitar 20 meter ke daratan. Sementara itu, Davindra Nur Oktafansyah dan Dino Surya Wijaya memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan tubuh korban serta membantu mengeluarkan air sungai yang tertelan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk penanganan medis awal sebelum dirujuk ke RSUD Aceh Tamiang guna perawatan lanjutan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, mengapresiasi kesigapan para taruna dalam merespons situasi darurat tersebut.

“Kesigapan Taruna Akpol dalam menolong korban hanyut menunjukkan kesiapan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan sejak pendidikan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan, kehadiran taruna dalam kegiatan kemanusiaan tidak hanya memberikan dukungan sosial dan psikologis, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. “Taruna tidak hanya hadir untuk kegiatan sosial dan trauma healing, tetapi juga siap bertindak cepat dalam situasi darurat demi keselamatan warga,” katanya.

Peringati World Read Aloud Day, Bunda Literasi Banten Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Anak

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 Februari 2026  — Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak dalam kegiatan membaca sejak usia dini. Ajakan tersebut disampaikannya pada Festival Literasi 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Membacakan Nyaring Sedunia (World Read Aloud Day) di Mall of Serang, Minggu (1/2/2026).

Tinawati menegaskan bahwa membiasakan anak membaca sejak dini merupakan tanggung jawab bersama, khususnya di tengah pesatnya perkembangan era digital dan gempuran konten media sosial yang kerap mengalihkan perhatian anak.

“Membiasakan anak-anak sejak dini untuk membaca adalah tanggung jawab kita semua, tanggung jawab yang besar,” kata Tinawati

Bunda Literasi mengaku bahagia dan terharu dapat hadir di tengah anak-anak yang antusias membaca nyaring berbagai buku dengan suara lantang. Menurutnya, kegiatan membaca nyaring dapat menjadi pemantik tumbuhnya minat baca anak sekaligus mendorong orang tua lebih kreatif dan inovatif dalam membersamai anak di rumah.

“Itu juga salah satu menjadi trigger untuk minat baca anak kemudian bagaimana cara orang tua membersamai anak di rumah itu lebih ada inovasi dan variatif. Karena anak-anak muda mulai jenuh dan tergantikan dengan konten-konten di media sosial,” katanya.

Tinawati menilai kegiatan literasi seperti World Read Aloud Day perlu dilakukan secara berkala dan lebih masif. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua agar membiasakan membaca bersama anak di lingkungan keluarga.

Ketua Pelaksana Read Aloud Serang Arifiatul Hasanah menyampaikan bahwa World Read Aloud Day tahun ini mengusung tema Buku Sumber Imajinasiku Berkreasi untuk mendorong anak berimajinasi dan berkreasi melalui buku.

“Jadi dari kegiatan ini kami mengusung tema buku sumber imajinasiku berkreasi, karena dari buku ini anak-anak akan banyak berkreasi, akan banyak berimajinasi tentang apa yang ada di dalam buku dengan varian gambarnya,” ungkapnya

Ia menegaskan membaca nyaring efektif meningkatkan minat baca anak, seiring berkembangnya komunitas literasi di Banten seperti Read Aloud Serang yang fokus pada peningkatan minat baca anak usia dini.

“Komunitas ini adalah komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak,” paparnya.

Perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan literasi di Banten, termasuk melalui kemitraan dengan komunitas Read Aloud Serang.

“Yang perlu memang kita tingkatkan literasi di masyarakat, khususnya anak-anak. Kalau kita melihat indeks literasi khususnya di Provinsi Banten, masih banyak sekolah-sekolah, khususnya sekolah dasar, yang rapor pendidikan untuk indeks literasinya masih merah. Tentu ini perlu dukungan dari kita semua,” katanya.

Sebagai upaya, Kantor Bahasa menyediakan buku bermutu, termasuk cerita bergambar dan buku tiga bahasa (Sunda, Jawa, Melayu Betawi), yang dikirim ke ratusan sekolah untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengenalkan bahasa daerah dan kearifan lokal Banten.(WartainBanten)

Wagub Banten Dimyati Jaga Soliditas Sosial Lewat Lomba Mancing dan Catur Komunitas

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 Februari 2026  — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah memiliki cara tersendiri dalam menjaga soliditas sosial dengan masyarakat, salah satunya melalui kehadiran langsung pada kegiatan komunitas. Hal tersebut terlihat saat Dimyati menghadiri lomba mancing dan catur komunitas di Kolam Pemancingan Saung Hejo, Kampung Sindang Adipati, Kadomas, Kabupaten Pandeglang, Minggu (1/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati menilai kegiatan lomba mancing dan catur bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial, kebersamaan, dan kekeluargaan antaranggota masyarakat.

“Ini bukan hanya lomba, tetapi kebersamaan dan kekeluargaan. Ruang untuk saling bertemu, bersilaturahmi, dan menjaga kekompakan,” ujar Dimyati.

Menurutnya, aktivitas komunitas seperti mancing dan catur juga memiliki nilai filosofis yang relevan dengan pembentukan karakter. Kedua kegiatan itu mengajarkan pentingnya kesabaran, keteguhan, serta kemampuan berpikir dan mengambil keputusan secara matang.

“Mancing dan catur sama-sama melatih kesabaran dan keteguhan hati. Kesabaran dan semangat menjadi modal untuk meraih keberhasilan,” katanya.

Dimyati menambahkan, komunitas yang kuat akan terbangun dari rasa persaudaraan dan sikap saling merangkul antaranggota. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga komitmen bersama, tidak merugikan sesama, serta menghindari sikap iri, sombong, dan merasa paling unggul.

“Komunitas akan tumbuh baik jika merasa sebagai keluarga. Semua harus dirangkul. Jangan sombong karena jabatan, kekayaan, atau kedudukan. Kekuatan itu lahir dari kebersamaan,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Wawan menyampaikan bahwa lomba mancing dan catur digelar atas inisiatif komunitas sebagai kegiatan positif untuk melatih ketenangan berpikir dan mempererat kebersamaan lintas daerah, yang diikuti komunitas dari delapan kabupaten/kota.

“Kegiatan ini diikuti komunitas dari delapan kabupaten/kota. Tujuannya membangun aktivitas positif dan mempererat jejaring komunitas,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Wagub Banten Dimyati, termasuk bantuan ikan lomba dan sembako bagi masyarakat, serta menyatakan dukungan terhadap pembangunan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Banten.(WartainBanten)