26.6 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026
Beranda blog Halaman 352

Gubernur NTB Luncurkan 50 Kopdes  Percontohan Serta  Modal Awal Lima Puluh  Juta

0

Gubernur NTB Luncurkan 50 Kopdes  Percontohan Serta  Modal Awal Lima Puluh  Juta

Warta.in
Mataram, 9 Desember 2025 – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi kerakyatan Indonesia. Dalam arahannya, ia menguraikan bahwa sejak muda ia dibesarkan dalam pemikiran ekonomi yang menekankan kemandirian, sebuah prinsip yang selalu ia bawa ke mana pun ia pergi.

“Saya selalu mengingat satu kalimat, koperasi adalah jalan kita untuk menolong diri kita sendiri melalui usaha bersama”, ujar Gubernur Iqbal saat menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Musyawarah Wilayah (MUSWIL) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Provinsi NTB (DEKOPINWIL) di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12).

Menurut Gubernur, semangat koperasi adalah penolak ketergantungan dan penegasan bahwa pertolongan pertama dalam ekonomi harus lahir dari masyarakat sendiri. Dirinya menjelaskan, banyak pemikir sosial dan ekonom menegaskan bahwa kemajuan bukan hanya ditentukan faktor eksternal, melainkan dari kekuatan kolektif masyarakat. Bahkan ajaran-ajaran moral dan religius menekankan pentingnya memudahkan kesulitan dan mendekatkan yang terasa jauh, sebuah prinsip yang semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil dan tekanan inflasi yang tinggi.

Gubernur Iqbal menilai bahwa koperasi adalah inti dari ekonomi kerakyatan yang selama ini diperjuangkan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa bangkit bersama bukan sekadar slogan, tetapi prinsip kerja yang harus diterapkan.

“Bangkit itu bukan menunggu dibangkitkan, tetapi bergerak bersama,” tegasnya.

Meski koperasi Indonesia tumbuh sejak awal abad ke-20, kondisinya kini justru memprihatinkan. Banyak koperasi besar yang dahulu berjaya kini hilang satu per satu, sementara di negara-negara maju, koperasi justru tumbuh lebih kuat.

Dirinya mencontohkan beberapa koperasi raksasa dunia seperti Rabobank di Belanda serta jaringan Raiffeisen di Jerman, Austria dan Swiss. Koperasi-koperasi tersebut menguasai sektor pangan hingga perbankan, bahkan mampu mengambil alih bank besar dunia.

Sebaliknya, Indonesia dengan hampir 300 juta penduduk dan memiliki basis anggota koperasi terbesar di dunia, justru belum memiliki satu pun koperasi yang mampu menembus kelas global.

“Akar ekonomi bangsa ini adalah gotong royong dan solidaritas. Selama logika kapitalisme yang hanya menguntungkan yang kuat masih mendominasi, rakyat kecil akan selalu tertinggal,” ungkapnya.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Gubernur menginstruksikan bank NTB Syariah untuk mempercepat transformasi koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih. Ia menilai birokrasi selama ini terlalu lambat merespons kebutuhan pengembangan koperasi, sehingga ia meminta bank NTB Syariah bergerak cepat.

Gubernur Iqbal menetapkan proyek pembangunan 50 koperasi percontohan dan menyiapkan Rp50 juta per koperasi sebagai modal awal agar mereka dapat mulai menjalankan usaha, membangun portofolio bisnis dan mengukur kapasitas kredit dalam satu tahun.

“Kalau tidak kita kawal, tidak mungkin koperasi besar lahir. Pemerintah tidak boleh hanya mencari aman, kita harus memberi contoh,” tegasnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia bukan bangsa yang belajar dari buku semata, tetapi dari contoh nyata. Karena itu, lima koperasi percontohan ini akan menjadi model yang dapat direplikasi ke seluruh daerah.

Saat ini, sekitar 1.166 desa dan kelurahan di wilayah yang berpotensi menjadi basis koperasi desa. Jika setiap koperasi mampu memiliki kapitalisasi minimal Rp1 miliar, maka valuasi koperasi desa secara keseluruhan dapat mencapai lebih dari Rp1 triliun.

“Ini akan menciptakan jaringan distribusi logistik paling merata di Indonesia. Setiap desa bisa menjadi simpul ekonomi,” jelasnya.

Dengan jaringan koperasi desa, distribusi barang dapat menjadi lebih efisien daripada rantai distribusi perdagangan besar yang selama ini dikuasai swasta. Dalam skema itu, koperasi desa menjalankan distribusi lokal sementara koperasi pusat menangani distribusi antar kabupaten dan antar wilayah, membentuk ekosistem logistik rakyat yang lebih murah dan mandiri.

Gubernur Iqbal menekankan pula tiga hal penting yaitu, perlu dibangun kompetensi pusat yang melibatkan akademisi, universitas, pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas koperasi, harus ada eksperimen-eksperimen model bisnis koperasi, tidak hanya mengandalkan sistem simpan-pinjam yang kini lebih banyak dipakai untuk berutang daripada berproduksi dan partisipasi anggota harus menjadi ruh koperasi, agar tidak terjadi praktik di mana hanya sedikit orang yang menikmati manfaat koperasi.

Dirinya menekankan bahwa koperasi harus menjadi wadah yang inklusif, di mana setiap anggota memiliki peran. Mulai dari pengelola dapur umum dalam kegiatan desa, tim pemelihara jalan hingga pengelolaan usaha-usaha kecil masyarakat, semua harus menjadi bagian dari ekosistem koperasi.

“Kita harus memiliki kehormatan bahwa pendapatan saya berasal dari kerja, bukan keberuntungan,” ujarnya.

Gubernur Iqbal menutup pidatonya dengan ajakan kuat untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai roh ekonomi bangsa.

“Koperasi bukan sekadar lembaga. Koperasi adalah jalan, koperasi adalah gerakan, koperasi adalah roh ekonomi kerakyatan,” tutupnya.

Dirinya meminta dukungan semua pihak untuk mempercepat transformasi koperasi desa sehingga Indonesia mampu melahirkan koperasi berskala dunia dan kembali menempatkan ekonomi rakyat sebagai tiang utama kemandirian bangsa. (sr/dkisntb)

Ditpolairud Polda NTB Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat -PPGD

0

Ditpolairud Polda NTB Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat -PPGD

Warta.in
Mataram – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi melaksanakan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) untuk seluruh personelnya. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan penanganan kasus darurat di lingkup tugas Ditpolairud ini diikuti oleh personel, mulai dari anggota hingga pejabat struktural.

Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H. Dalam Arahannya, beliau menekankan bahwa PPGD bukan hanya kewajiban, melainkan investasi penting untuk melindungi nyawa baik personel sendiri maupun masyarakat yang dilayani.

“Kita sebagai personel Polairud sering menghadapi situasi yang tak terduga – mulai dari kecelakaan di laut, kecelakaan udara, hingga kasus darurat di wilayah yang sulit dijangkau. Tanpa kemampuan PPGD yang memadai, kita tidak akan bisa bertindak cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, pelatihan ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh,” tegas Kombes Boyke

Beliau juga menambahkan bahwa keahlian PPGD akan menjadi nilai tambah bagi personel Ditpolairud dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah air dan udara NTB. “Selain itu, kemampuan ini juga akan membuat kita lebih siap ketika ada bencana alam atau peristiwa darurat lainnya yang melibatkan masyarakat,” jelasnya.

Yang membuat pelatihan ini semakin bermakna adalah kehadiran dr. Putu Prida Purnama Sari sebagai instruktur utama. Dr. Putu Prida merupakan (PS) PAMIN 2 Subbidjangmedum Biddokkes Polda NTB yang memiliki keahlian dan pengalaman luas dalam bidang kedokteran dan pertolongan pertama.

Dalam pemaparan materi, dr. Putu Prida menjelaskan berbagai topik penting dalam PPGD, antara lain penilaian kondisi pasien/korban secara cepat, penanganan cedera parah, pernapasan terhambat, henti jantung, serta penanganan kecelakaan maupun Korban Tenggelam. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan karakteristik tugas personel Polairud, yang sering beroperasi di lingkungan yang ekstrem dan kurang memiliki akses ke fasilitas medis lengkap.

“Kita tidak hanya mengajarkan teori, tapi juga praktek langsung. Setiap peserta diwajibkan untuk melakukan simulasi penanganan kasus darurat agar mereka benar-benar memahami dan mampu menerapkannya di lapangan,” ungkap dr. Putu Prida

Kegiatan pelatihan PPGD ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel Ditpolairud Polda NTB dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih baik dan menyelamatkan lebih banyak nyawa di wilayah Nusa Tenggara Barat.(sr/hpntb)

Polsek Ngimbang Giat Commanderwish Pagi di Daerah Rawan Kemacetan

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Giat Commanderwish Pagi di Daerah Rawan Kemacetan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang,Selasa (09/12/2025) pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkat bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (Roy)

Polsek Ngimbang Giat Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung Dari Program P2B di Desa Ngasemlemahbang

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Giat Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung Dari Program P2B di Desa Ngasemlemahbang

LAMONGAN//Warta.in – Anggota Jaga Polsek Ngimbang bersama masyarakat melaksanakan monitoring dan pengecekan perkembangan tanaman jagung dari program Asta Cita pemanpaatan Pekarangan tanaman pangan bergizi (P2B)dengan proses perkembangan tanaman jagung di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang,Selasa (09/12/2025) pukul 11.00

Kegiatan yang di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu dan Briptu Deny untuk memonitor dan meninjau perkembangan tanaman jagung masyarakat yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan pemanpaatan Pekarangan pangan bergizi (P2B) dengan penanaman Melon di Desa Ngasemlemahbang Kecamatan Ngimbang

Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan lokal, langkah ini di harapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, “Dengan kehadiran Polri sebagai motivator dalam upaya meningkatkan produksi pangan serta kebutuhan lokal dan dapat mendukung program ketahanan pangan Asta Cita Presiden dan ikut serta membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.Ujarnya,

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi Polsek Ngimbang untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.

“Respon positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi Polsek Ngimbang, untuk terus aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi kemajuan wilayahnya

Dengan Adanya Program ini bisa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka secara optimal dan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat melalui ketersediaam pangan bergizi serta mendukung program Nasional dalam bidang pertanian demi meningkatkan ketahanan pangan secara Nasional, pungkasnya (roy)

Guna Cegah Dan DayaTangkal 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

0

Guna Cegah Dan DayaTangkal 4C Anggota jaga Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi Pemuda di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light siskamtibmas pada, Selasa (09/12/2025)

Patroli blue light siskamtibmas ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Brigadir Bayu dan Briptu Deny dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang fan Gudang tembakau di Ngimbang dan di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H,di kesempatan yang berbeda saat di hubungi oleh Awak media, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di untuk menciptakan Siskantibmas di wilayah Ngimbang, hal ini di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Dua tersangka korupsi Tunjangan Perum DPRD Kabupaten Bekasi ditahan Kejati Jabar

0

Kabupaten Bekasi.selasa 9/12/2025. Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) resmi menetapkan dan melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi untuk tahun anggaran 2022 hingga 2024.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Roy Rovalino, S.H., M.H., menyampaikan hasil perkembangan penyidikan tersebut pada Selasa, 9 Desember 2025.Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kejati Jabar, tim penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni:

R.A.S. (Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi tahun 2022-2024), yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi.

S. (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi tahun 2022-2024). Aspidsus menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2022 ketika anggota DPRD Kabupaten Bekasi meminta kenaikan tunjangan perumahan. Sekretaris DPRD saat itu, R.A.S., kemudian menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Antonius untuk melakukan perhitungan penilaian tunjangan perumahan.Perhitungan awal KJPP menghasilkan nilai tunjangan perumahan untuk Ketua sebesar Rp 42.800.000, Wakil Ketua Rp 30.350.000, dan Anggota Rp 19.806.000. Namun, hasil perhitungan ini ditolak oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

“Karena KJPP hanya menghitung untuk Ketua DPRD saja, perhitungan untuk wakil dan anggota DPRD selanjutnya ditentukan sendiri oleh anggota DPRD, yang dipimpin oleh tersangka S selaku Wakil Ketua DPRD, tanpa melalui mekanisme yang seharusnya atau tanpa melalui penilai publik,” jelas Roy Rosalino.Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.01/2014. Akibat perbuatan kedua tersangka, negara ditaksir mengalami kerugian keuangan kurang lebih sebesar Rp 20 miliar.

Tersangka R.A.S. kini dilakukan penahanan di Rutan Kelas 1 Kebon Waru selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 9 Desember hingga 28 Desember 2025. Sementara itu, tersangka S tidak dilakukan penahanan karena sedang menjalani pidana penjara di Lapas Sukamiskin dalam perkara lain.Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001, Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo pasal 56 KUHAP.

(/Red)

 

Reskrim Kep. Meranti Berhasil mengamankan Diduga pelaku Kasus Tindak pidana perdagangan orang TPPO

0

Meranti – Polres Kepulauan Meranti Melalui Sat Reskrim Berhasil Ungkapkan Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Berdasarkan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang Pasal 81 Jo Pasal 69 atau Pasal 83 Jo Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

” Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/48/XII/2025/SPKT/POLRES KEP. MERANTI/POLDA RIAU, tanggal 05 Desember 2025, Perkara Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jumat (06/12/2025)

sekira pukul 12.00 WIB,” kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Reskrim AKP Roemin Putra SH MH kepada Awak Media Ia menjelaskan
Korban bernama Surta Hafandi, Sapandi. Awaludin, Riyansyah, Fadli mereka sebagai saksi – saksi terlapor berInisia Ro Warga Selatpanjang.telah diamankan Beserta Barang Bukti dari terduga tersangka 1 (satu) Buah Paspor atas nama Surya Hafandi, 1 (satu) Buah Paspor atas nama Awaludin, 1 (satu) Buah Paspor atas nama Fadli, 1 (satu) Buah Paspor atas nama Riyansyah, ⁠1 (satu) Buah Buku catatan warna hijau merk Paperline.⁠1 (satu) Buah Buku catatan warna Hitam.dan ⁠1 (satu) unit Hp Merk Redmi 9 warna biru.

” Awal mula kejadiannya
pada kamis lalu, disebuah rumah yang terletak di Jalan Banglas Gang Antara RT.002 RW. 002 Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelapor dapat telepon dari terduga pelaku yang sedang berada di Malaysia untuk menawarkan pekerjaan untuk merenovasi 2 (dua) buah rumah yang bersebelahan ia berkata upah gaji senilai 110 RM (Ringgit Malaysia) perhari, kemudian pelapor tertarik dengan tawaran tersebut dan menerima tawaran tersebut,” ujar Kasat Reskrim AKP Roemin.

Selanjutnya Kata Kasat Reskrim, Lalu pelapor berangkat pada Senin lewat Pelabuhan Tanjung Harapan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, ternyata ia bertemu dengan 4 (empat) orang rekan kerjanya yang dia belum kenal sama sekali di ajak kerja ke Malaysia juga oleh terduga tersangka berinisial Ro Kemudian sesampainya di Malaysia Pelapor dan 4 (empat) rekan kerjanya bertemu dengan Saudara Ro dan salah satu pemilik rumah yang ingin di renovasi, lalu berbicara dan hasil kesepakatan selama bekerja.

” Sementara itu pelapor dan 4 (empat) rekannya disuruh tinggal di sebelah rumah yang ingin di renovasi tersebut dan mulai bekerja pada hari Selasa tanggal 21 Oktober 2025, Pada tanggal 24 Oktober 2025 pelapor melihat Saudara Ro ribut dengan salah satu pemilik rumah kemudian pelapor juga mulai curiga karena tidak ada kejelasan mengenai gaji perhari yang dijanjikan lalu menanyakan masalah gaji kepada pemilik rumah lalu pemilik rumah mengatakan bahwa gaji sudah diberikan semua langsung borongan kepada Saudara Ro sehingga pelapor dan 4 (empat) rekannya tidak digaji hanya diberi makan,” pappar AKP Roemin.

Dijelaskan Kasat Reskrim Pula lagi, pada saat itu, pelapor langsung bicara kepada Ro dengan marah dikarenakan Ro tidak memberitahu bahwa gaji mereka ternyata sudah diberikan borongan dan Ro hanya bisa terdiam, kemudian pada tanggal 30 Oktober 2025 pelapor beserta 2 (dua) rekan lainnya atas nama Awal dan Riyan kabur dikarena tidak tahan kerja lelah tetapi tidak di berikan gaji, kemudian pelapor kabur mencoba menghubungi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) lalu pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) merespons mereka dan dibiayai supaya naik transportasi online.

“Sesampainya di Kedutaan Besar Republik Indonesia pelapor dan 2 (dua) rekannya di mintai keterangan dan mereka bertiga di rehab selama 2 minggu di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kemudian pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengantar pulang pelapor dan 2 (dua) rekan lainnya sampai ke Pelabuhan Internasional Kukup, Malaysia,” tutur AKP Roemin.

Tambahnya lagi, Sesampainya di Indonesia pelapor dan 2 (dua) rekan kerja nya pulang kerumah masing-masing. Kemudian pada tanggal 18 November 2025 pelapor dan 2 (dua) rekan lainnya sepakat mendatangi rumah mertua saudara Ro untuk memberitahukan kejadian tersebut dan ingin mediasi akan tetapi mediasi tidak membuahkan hasil kemudian mereka langsung lanjut mendatangi Polres Kepulauan Meranti Kini Diduga tersangka Beserta Barang Bukti Sudah Diamankan. Tutup AKP Romin.

Terkait Kematian Pasien Asal Bluto,RSUDMA Sumenep Berikan Klarifikasi

0

Ramai pemberitaan di media ,tentang kematian Halifah, pasien perempuan asal Bluto, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, akhirnya berikan klarifikasi.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr Erliyati M.Kes, melalui Kasi Informasi, Erfin Sukayati, menjelaskan bahwa permintaan rujukan atas nama Halifah baru diterima pukul 10.54 WIB,

“Jadi kami tegaskan,bahwa permintaan rujukan kami terima pukul 10.54 WIB, berbeda dengan klaim keluarga yang menyebut proses rujukan sudah diinformasikan sejak pukul 08.00 WIB,”kata Erfin ,Senin (08/12/25).

Menurut Erfin ,berselang dua menit kemudian, pukul 10.56, Puskesmas Bluto mengirimkan hasil laboratorium.

“Pihak IGD meminta foto rekaman EKG karena terdapat indikasi gangguan jantung serius,dan EKG dikirim empat menit setelah permintaan,”ujarnya.

“Nah setelah EKG kami analisa, rujukan kami ACC pukul 11.00. Puskesmas menjawab “siap” pada 11.02 , tetapi setelah itu pasien tidak datang,” tegas Erfin.

Ketika disinggung terkait kabar bahwa penanganan Halifah terlambat karena ada pasien kritis lain yang lebih darurat,Erfin kembali memberi statemen bahwa RSUDMA Sumenep,bisa menerima 2 pasien kritis sekaligus meskipun dari satu Puskesmas.

“Kami tegaskan kembali ,bahwa Rumah Sakit kami bisa menerima lebih dari 2 pasien kritis dari puskesmas yang sama,jadi kabar mengenai ada pasien yang tidak tertangani karena ada pasien kritis lain itu sama sekali tidak benar, ” tutupnya.(hrs)

Keren, RSUDMA Sumenep Sukses Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, resmi meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima,yakni predikat tertinggi dalam standar mutu pelayanan kesehatan nasional.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati M.Kes menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil transformasi layanan yang dilakukan secara komprehensif, khususnya melalui digitalisasi sistem pelayanan rumah sakit.

“Akreditasi ini buah kerja keras seluruh tim dan bagian dari komitmen kami meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” ujar Erliyati ,Selasa (09/12/25).

Diketahui bersama, Rumah Sakit plat merah itu sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi yang meliputi administrasi, antrean, pelayanan medis, hingga pengelolaan data pasien.

Dimana sistem ini memungkinkan pasien untuk lebih mudah mengakses pelayanan dengan lebih cepat, dan data medis pasien bis tersimpan dengan aman.

Erliyati mengatakan, integrasi digital juga memperkuat koordinasi antar tenaga medis dalam menangani kasus-kasus kesehatan yang kompleks tanpa harus merujuk ke luar daerah.

“Sistem integrasi terhubung ini,memudahkan kami untuk lebih siap memberikan layanan terbaik bagi pasien rujukan,”ujarnya.

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) juga sudah terhubung dengan seluruh unit layanan, mulai pendaftaran, klinik, laboratorium hingga farmasi, sehingga mempermudah alur pemeriksaan.

“Disamping itu RSUDMA juga menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi Meditrack yang mempercepat akses data pasien bagi tenaga medis,”terang Erliyati.

“Dan kami berharap,dengan diterapkannya sistem terpadu ini,dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan terhadap pasien,”pungkasnya.(hrs)

Hadiri Pisah Sambut Danrem 064/MY, Wagub Banten Tegaskan Esensi Jabatan adalah Pengabdian

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 9 Desember 2025  — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus didedikasikan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara pisah sambut Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (9/12/2025).

Acara tersebut menandai serah terima jabatan dari Mayjen TNI Edi Saputra kepada Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto. Dimyati menyebut pergantian kepemimpinan merupakan hal yang lumrah demi keberlanjutan organisasi, namun yang terpenting dari setiap jabatan adalah pengabdian kepada masyarakat.

“Istilahnya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana pun kita berada, kita harus bisa bermanfaat untuk orang lain,” ujar Dimyati.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi dedikasi Mayjen TNI Edi Saputra selama bertugas, meski singkat, yang terbukti produktif dan membawa berkah, termasuk kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal serta penugasan baru sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhannas.

 

Sementara itu, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto kembali ke Banten sebagai Danrem 064/MY dengan pangkat baru Brigadir Jenderal. Sebelumnya, Daru pernah menjabat sebagai Komandan Yonif 320/Badak Putih (2015–2016).

“Pak Daru bukan orang baru di Banten. Siapa pun yang bertugas di Banten senantiasa mendapat keberkahan dan dukungan masyarakat yang terbuka. Mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semua,” tambah Dimyati.

Mayjen TNI Edi Saputra mengakui masa tugasnya selama tiga bulan sejak 11 September 2025 terasa singkat untuk menuntaskan seluruh kompleksitas tugas di Banten. Salah satu pencapaian penting adalah pelaksanaan latihan gabungan kesiapsiagaan bencana bersama negara sahabat, yakni Timor Leste, Australia, dan Amerika Serikat, di Kabupaten Lebak.

“Pelaksanaan tugas menjadi lebih mudah karena kuatnya sinergi Forkopimda di Banten. Berbagai program yang kami laksanakan selalu mendapat dukungan penuh. Saya rasa inilah kunci kesuksesan itu,” jelas Edi.

Danrem 064/MY yang baru, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, berharap sinergi yang telah terbangun di Banten dapat terus dipertahankan.

“Baik dari jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, sampai alim ulama di Provinsi Banten, sinergi tetap sangat kami perlukan,” pungkas Daru.

Pemerintah Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI/Polri, demi kesejahteraan masyarakat.(WartainBanten)