Alumni Balebat 83. Warta In. Selamat Ulang tahun kepada Guntur, semoga panjang umur, sehat selalu, murah rejekinya, kepada Uden, semoga cepat sembuh, dia kesembuhan, dari kami, menyertaimu, sehat selalu sahabat. Warta In. Biro Bandung, Ibnu S.

Selat Ulang Tahun, Kol. ( PNB. Purn) Drs. Guntur Suprianto, MM.
Anak dari Desa terpencil Lulus Murni Menjadi TNI AD, Bukti nyata dan Doa Kedua Orang Tua.
Warta.in-Lebong,Bengkulu
Sangat mengharukan dan menggembirakan datang dari Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Salah satu putra terbaik desa tersebut telah berhasil lulus menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD dengan lulus murni, tanpa adanya uang yang dikeluarkan seperti biaya sogokan yang sering menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, Senin (8/12/2025).
Kesuksesan dan Keberhasilan ini diraih oleh Ardi, putra dari Sugito (nama panggilan Gito, red) suami istri Yang merupakan dari keluarga yang hidup sederhana ditengah desa sungai lisai yang wilayahnya termasuk pelosok yang sangat jauh dari perkotaan, kedua orang tua yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani dan berkebun. Saat ini keduanya bisa membanggakan diri atas jerih payah yang dicapai oleh sang Putra Sulungnya.
Singkat cerita, pada saat lulus sekolah di SMK Negeri Lebong yang berlokasi di desa bentangur, Ardi sempat daftar dan masuk ke jenjang perguruan tinggi di salah satu kampus di kabupaten Rejang Lebong. Pada saat kuliah Ardi diwaktu luang menyempatkan untuk bekerja, tujuannya tidak lain untuk meringankan beban kedua orang tuanya.
Dengan semangat dan tekad yang Kuat Ardi dengan optimis untuk mendaftarkan diri menjadi calon anggota TNI AD yang saat ini pusatnya di Raden Inten Lampung.
Pada saat Awak media ini menghubungi lewat handphone aplikasi WhatsApp terkait apa saja tahapan tes yang dilalui Ardi saat seleksi mengungkapkan bahwa mulai dari tes kesegaran jasmani, materi tes psikologi yang juga harus dipelajari, dan juga Ardi harus menjaga kesehatan fisik yang selalu harus prima.
“ Atas keberhasilan saya ini om, semua berkat dukungan dan doa dari orang tua saya serta teman-teman saya,oy saya juga Terima kasih kepada om selama ini yang sudah baik sama keluarga kami. Alhamdulillah om, dengan tekad serta kerja keras melewati tes mulai dari kesegaran jasmani, psikolog,kesehatan fisik,dan pada akhirnya bisa mengantarkan saya meraih mimpi yang saya cita-citakan sejak kecil om,” kata Ardi lewat handphone aplikasi WhatsApp beberapa minggu yang lalu.
Sekali lagi saya katakan bahwa Kerja keras,jerih payah ,dan doa kepada kalian semua nya yang tidak bisa saya lupakan. Karena, Semua ini dicapai tidak mudah untuk menuju kesuksesan dan kelulusan yang membuat saya menjalankan dengan selalu optimis untuk menjadi abdi negara. Berbagai rintangan dan tahapan seleksi yang sangat ketat yang harus saya lewati.
Pada saat ini bahwa saya ingin membuktikan Kepada semua masyarakat ternyata jalur murni tanpa sogok atau suap itu memeng nyata itu semua dirasakan oleh saya sekarang ini yang akhirnya bisa mengantarkan saya mencapai mimpi serta mewujudkan cita-cita saya selama ini. (A)
GAWANGI SILATURRAHMI, TWO STROKE COMMUNITY MERANTI SATUKAN HATI”
Kepulauan Meranti – Telaga Air Merah Kec. Tebing Tinggi Barat menjadi pilihan tempat bertemunya komunitas motor 2 tak. Acara yang dibungkus dengan silaturrahmi tersebut dihadiri oleh perwakilan Two Stroke dari berbagai kecamatan diantaranya Two Stroke Community Rangsang, Two Stroke Meranti, Two Stroke Rangsang Barat, Two Stroke Rangsang Pesisir, dan Two Stroke Merbau. Sementara Two Stroke Community Meranti tuan rumah sempena kunjungan balasan dan silaturrahmi Two Stroke Community Rangsang.

Acara yang dimulai dengan riding bersama sesama penghobi Two Stroke dimulai dengan melakukan perjalanan melalui jalan rintis mengelilingi kota Selatpanjang dan meneruskan perjalanan sampai ke Telaga Air Merah.
Rudi Tanjung selaku Ketua Two Stroke Community Meranti memberikan arahan kepada anggota yang hadir dari berbagai kecamatan pada acara tersebut dengan mengajak kepada seluruh anggota untuk tertib berkendara, dan juga mematuhi aturan dalam bermotor.
Iya, saya mengajak kepada semua anggota komunitas motor Two stroke se-Kabupaten Meranti untuk senantiasa mematuhi aturan berkendara dan tentunya supaya memberikan rasa aman kepada pengendara lain yang melawati jalan yang sama.
Saya juga menghimbau kepada anggota Two stroke se-Merantj untuk menjaga nama baik komunitas di kecamatan masing-masing dengan turut aktif melakukan hal-hal yang berhubungan dengan bakti sosial dan merespon cepat terhadap masyarakat yang terkena musibah, hal itu dilakukan sebagai wujud ikatan persaudaraan sesama pecinta Two Stroke terhadap warga kabupaten Meranti.
Kedepan kita perlu merapikan kembali dengan memulainya dari internal, wacananya adalah mendorong kepada seluruh anggota Two stroke se-Meranti untuk memiliki Kartu Tanda Anggota Two Stroke agar tidak muncul klaim sepihak terhadap pemilik motor 2 tak yang tidak tergabung didalam komunitas yang melakukan kegiatan dan dapat mencoreng nama baik komunitas.
Dalam acara tersebut juga disepakati oleh peserta yang hadir untuk melakukan pertemuan akbar Ke-1 bulan Agustus Tahun 2026, bertempat di Kecamatan Rangsang dengan target peserta 500 unit motor.
Acara ditutup dengan penggalangan dana terhadap anggota untuk membantu korban banjir Sumatera yang akan disalurkan kepada saudara/i yang sedang mengalami musibah. Tutupnya.
Sesi foto-foto dan makan siang bersama menjadi penutup acara sebelum akhirnya komunitas ini bergerak bersama-sama menuju kota Selatpanjang dan mengantarkan kawan-kawan yang dari berbagai kecamatan.
Honorer Non database belum Jelas, Suara Tokoh Pemuda Tekan Bupati Ambil Langkah nyata.
Warta.in-Mukomuko, Bengkulu
Ketidakpastian yang melilit ratusan tenaga honorer non-database di Kabupaten Mukomuko kembali memantik kegelisahan yang mendalam di tengah masyarakat. Nasib mereka yang telah lama mengabdikan waktu dan tenaga untuk pelayanan publik masih menggantung di udara, karena keputusan akhir dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) belum disertai aturan atau petunjuk teknis yang jelas sebagai dasar penetapan status, Senin 8 Desember 2025
Situasi ini membuat para honorer tersebut merasa terjebak dalam ruang abu-abu yang tak berujung. Tanpa kepastian masa depan, mereka menjalani hari-hari dengan keraguan – meskipun tugas yang ditanggung tidak kurang berat dari rekan-rekan yang memiliki status tetap. Setiap hari, mereka muncul di kantor, melayani masyarakat, dan menyelesaikan pekerjaan, namun tanpa jaminan apakah kedepannya mereka akan terus menerima honorarium atau bahkan mendapatkan status yang lebih pasti.
Di tengah kegelisahan yang semakin membesar, dorongan agar pemerintah daerah mengambil langkah lebih tegas dan cepat semakin menguat. Suara terkuat datang dari kalangan pemuda, yang melihat masalah ini sebagai bentuk ketidakadilan yang harus segera diselesaikan. Tokoh Pemuda Mukomuko, Weri Trikusumaria, secara tegas menilai bahwa Bupati Mukomuko perlu mempertimbangkan penggunaan hak diskresi sebagai solusi sementara yang dapat mengurai persoalan yang terus berlarut-larut ini.
“Kami berharap bupati mampu menimbang opsi diskresi untuk menyelesaikan masalah tenaga honorer non-database. Mereka sudah terlalu lama mengabdi, tetapi statusnya belum jelas karena masih menunggu keputusan pusat,” ungkap Weri dengan nada tegas yang penuh perhatian.
Menurutnya, selama ini proses yang berjalan hanya sebatas pemantauan administratif yang tidak menghasilkan kemajuan. Tidak ada langkah langsung atau pendekatan intensif yang dapat mempercepat jawaban dari pemerintah pusat. Kondisi ini dinilai hanya membuat para honorer semakin terjebak dalam lingkaran ketidakpastian tanpa arah yang jelas. Mereka menunggu, dan menunggu lagi – sementara waktu terus berlalu, dan kebutuhan hidup mereka tidak pernah berhenti.
Weri juga menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya tidak hanya bergantung pada surat-menyurat yang berlarut-larut dan memakan waktu banyak. Menurutnya, cara semacam itu hanya memperlama proses dan tidak memberikan solusi nyata bagi para honorer yang sedang kesulitan.

“Ia menilai perlunya koordinasi langsung, semisal melakukan pertemuan tatap muka dengan KemenPAN-RB atau bahkan membawa perwakilan honorer non-database untuk menyampaikan kondisi di daerah. Kalau hanya bersurat, tentu kita menunggu balasan. Pertanyaannya, apakah tidak ada upaya untuk bertemu langsung? Atau pemerintah daerah membawa perwakilan tenaga honorer non-database ke kementerian agar masalah ini benar-benar didengar,” jelasnya.
Selain mendesak bupati, Weri juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukomuko ikut mengambil sikap yang tegas. Menurutnya, lembaga legislatif memiliki peran penting terutama terkait anggaran, termasuk kemungkinan penyediaan dana untuk membiayai honorarium para tenaga non-database jika keputusan diskresi diterapkan.
“DPRD harus terlibat mendorong bupati agar menggunakan diskresi. Mereka punya peran strategis, terutama terkait anggaran gaji honorer non-database. Jangan sampai DPRD hanya menonton dari kejauhan, sementara para honorer yang telah bekerja keras terus terpuruk dalam ketidakpastian,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Weri mengingatkan bahwa tenaga honorer non-database bukan sekadar barisan angka yang tercatat di laporan pemerintah. Mereka adalah manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan, dan harapan. Setiap hari, mereka menjalankan tugas demi kesejahteraan masyarakat, tanpa memandang status yang belum jelas.
“Ini tentang manusia, bukan sekadar data. Jangan biarkan mereka hidup dalam ketidakpastian yang terus-menerus. Kami hanya meminta pemerintah daerah hadir sepenuhnya untuk mereka – memberikan perlindungan, jaminan, dan rasa hormat yang pantas atas kontribusi mereka selama ini,” tutup Weri dengan nada yang penuh emosi dan harapan. (HD)
Buka Musrenbangkom, Gubernur NTB Ingatkan Kompetisi Melalui Kinerja, Bukan Politik
Buka Musrenbangkom, Gubernur NTB Ingatkan Kompetisi Melalui Kinerja, Bukan Politik
Warta.in
Mataram, NTB – Meritokrasi menjadi salah satu target dan hal yang ingin diwujudkan Nusa Tenggara Barat, menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat, dan sistem kepegawaian yang mendorong pegawai berkompetisi secara kinerja, bukan pendekatan politik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal saat membuka Musyawarah Rencana Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) dan Rakor Kepegawaian di Astoria Hotel, (8/12/2025).
Miq Iqbal, sapaan Gubernur, mengatakan NTB saat ini sedang berproses ke arah manajemen talenta, dan salah satu Kabupaten di NTB yang sudah masuk dalam manajemen talenta itu hanya Lombok Tengah.
“Mudah-mudahan tahun depan di Provinsi lain bisa menggunakan manajemen talenta,” harap Miq Iqbal.
Miq Iqbal menambahkan, setiap pegawai Nusa Tenggara Barat punya kesempatan, punya peluang untuk menentukan karirnya masing-masing. Menjadi kadis harus berdasarkan proses dan kinerja.
“Silakan bekerja dengan baik, bahwa pasti setiap pegawai punya peluang,” jelas pria kelahiran Lombok Tengah ini
Selain itu, mantan Dubes RI untuk Turki ini mengungkapkan dirinya merupakan orang yang beruntung karena saat ini memiliki sahabat dari Kepala BKN RI, yang selalu menjadi teman diskusi dan memberikan saran untuk kemajuan NTB.
“Beliau selalu terbuka untuk diajak berdiskusi, memberikan nasehat untuk NTB,” katanya.
Terakhir dirinya berharap agar seluruh kabupaten dan kota di NTB menggunakan manajemen talenta. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BKN, Wali Kota, Bupati dan Wakil Bupati se Nusa Tenggara Barat. (sr/dkisntb)
Pemprov Banten dan Kejati Tandatangani Kerja Sama Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial
Wartain Banten | Pemerintahan | 8 Desember 2025 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelaksanaan pidana kerja sosial, Senin (8/12/2025), di Aula Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, yang mulai berlaku pada 1 Januari 2026, dengan pendekatan hukum lebih modern dan humanis bagi pelaku tindak pidana ringan.

Penandatanganan PKS tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kejati Banten Bernadeta Maria Erna Elastiyani, Koordinator Direktorat B pada Jampidum Andri Ridwan, Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari, serta Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rahmat Nur Syahid. Selain itu, hadir pula para Bupati dan Wali Kota, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari), dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Banten.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan kesiapan daerah sebagai kunci keberhasilan penerapan KUHP baru, khususnya pidana kerja sosial. Pemprov Banten berkomitmen mendukung implementasi program ini dengan menyusun rencana aksi dan SOP bersama.
“Kita memasuki era pemidanaan yang lebih modern dan humanis. Pemprov Banten akan memastikan seluruh perangkat daerah siap mendukung implementasi pidana kerja sosial agar memberikan manfaat nyata bagi rehabilitasi dan kontribusi sosial,” tegas Andra.

Pelaksanaan teknis akan melibatkan kolaborasi UPTD Perlindungan Sosial, pemerintah Kabupaten/Kota, RSUD, lembaga sosial, dan Balai Pemasyarakatan, dengan pengawasan jaksa dan pendampingan Pembimbing Kemasyarakatan, untuk memastikan manfaat nyata bagi rehabilitasi dan kontribusi sosial pelaku tindak pidana ringan.
Koordinator Direktorat B Jampidum, Andri Ridwan, menjelaskan aspek teknis pidana kerja sosial sesuai KUHP baru, diterapkan untuk perkara dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun.
“Durasinya antara delapan hingga 240 jam. Pelaksanaannya maksimal delapan jam per hari dan dapat diselesaikan dalam waktu paling lama enam bulan,” terang Andri.
Pelaksanaan memerlukan persetujuan terdakwa, mempertimbangkan kemampuan fisik, riwayat sosial, serta tidak mengganggu mata pencaharian utama. Bentuk kerja sosial, seperti membersihkan fasilitas publik atau membantu kegiatan sosial, harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan tidak dikomersialkan.

Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, menekankan pentingnya aspek pemberdayaan dalam pidana kerja sosial, dengan fokus pada pelatihan keterampilan teknis, penguatan UMKM, dan kegiatan pemberdayaan agar peserta kembali produktif dan mandiri.
“Pidana kerja sosial bukan hanya soal menjalankan pekerjaan fisik, tetapi bagaimana peserta kembali mendapatkan kapasitas dan produktivitas. Karena itu, kami mendorong pelatihan keterampilan teknis (hard skill), penguatan UMKM, dan kegiatan pemberdayaan lain agar peserta kembali produktif dan mandiri,” ungkapnya.
Kerja sama ini mencakup koordinasi antara Kejaksaan dan pemerintah daerah, penyediaan lokasi kerja sosial, standar pengawasan, serta dukungan program pemberdayaan, memperkuat kesiapan Banten dalam mengimplementasikan KUHP baru secara efektif, proporsional, dan berorientasi kemanusiaan.(WartainBanten)
Polresta Sambut KPP Mataram, Sosialisasi Laporan SPT Tahunan Via Aplikasi CoreTax DJP
Polresta Sambut KPP Mataram, Sosialisasi Laporan SPT Tahunan Via Aplikasi CoreTax DJP
Warta.in
Mataram, NTB – Polresta Mataram menerima kunjungan resmi dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Mataram Barat dalam rangka sosialisasi pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun 2025 melalui aplikasi CoreTax DJP, Senin (08/12/2025). Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Polresta Mataram dan dihadiri oleh Wakapolresta Mataram AKBP Wayan Sudarmanta, SIK., serta seluruh Kasat, Kabag, Kasi dan perwira Polresta Mataram.
Dalam kesempatan itu, I Gede Putu Dharma Gunadi, Kepala Seksi Pelayanan KPP Mataram Barat sekaligus Ketua Tim Sosialisasi, memaparkan pentingnya aktivasi akun CoreTax DJP untuk mempermudah pelaporan SPT secara digital.
“Kami berharap Polresta Mataram segera mengaktifkan akun tersebut agar dapat melaporkan SPT Tahunan melalui CoreTax DJP. Jika ada kendala, silakan langsung berkoordinasi dengan Kantor Pajak Mataram Barat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaporan melalui sistem baru ini mensyaratkan setiap wajib pajak sudah memiliki akun DJP Online dan NPWP berbasis NIK 16 digit.
Wakapolresta Mataram dalam keterangannya menegaskan bahwa kepolisian berkewajiban menjadi contoh dalam ketaatan membayar dan melaporkan pajak.
“Komitmen kami adalah menjadi teladan bagi masyarakat terkait kepatuhan pajak. Sosialisasi ini sangat penting sebagai penyesuaian dengan sistem baru pemerintah,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan penyerahan Piagam Penghargaan dari KPP Mataram kepada Polresta Mataram atas kepatuhan dalam pelaporan SPT Tahunan serta sinergi dalam optimalisasi penerimaan pajak tahun 2025.
Penghargaan tersebut semakin menguatkan komitmen Polresta Mataram untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan administrasi perpajakan yang tertib, transparan, dan modern.
Dengan adanya sosialisasi ini, Polresta Mataram berharap seluruh personel dapat segera melakukan penyesuaian dan mendukung digitalisasi perpajakan sebagai langkah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.(sr/hpm)
Petugas Polsek Cikeusal gerak cepat mendatangi lokasi menyusul adanya warga yang tenggelam
Petugas Polsek Cikeusal gerak cepat mendatangi lokasi menyusul adanya warga yang tenggelam
SERANG,– WARTA.IN || Petugas Polsek Cikeusal gerak cepat mendatangi lokasi menyusul adanya warga yang tenggelam di aliran Sungai Irigasi Bendungan Baru, Kampung Patulisan, Desa Panyebrangan, pada Senin, 8 Desember 2025.
Korban diketahui MR (15), Kampung Pasir Jati, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal. Penyebab pelajar SMP itu tenggelam karena diduga tidak bisa berenang.
Kapolsek Cikeusal Iptu Hairus Saleh menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat korban sedang bermain di pinggir sungai bersama empat orang temannya.
Menurut keterangan saksi, kata Hairus, korban yang diketahui tidak bisa berenang secara tiba-tiba nekat menceburkan diri ke aliran irigasi sambil berpegangan pada batang pohon pisang. Namun upayanya bertahan tidak berlangsung lama karena kuatnya arus air.
“Korban sempat terseret bersama salah satu temannya. Melihat korban tenggelam, teman-temannya langsung berupaya menolong, namun tidak berhasil,” terang Kapolsek.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian secara manual sambil menghubungi pihak kepolisian dan perangkat desa. Pencarian juga dibantu personel Polsek Cikeusal yang langsung mendatangi lokasi.
“Proses pencarian berlangsung hampir dua jam. Setelah menyisir sepanjang aliran sungai, warga akhirnya menemukan korban sekitar pukul 16.00 WIB dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” kata Kapolsek.
Kapolsek memastikan bahwa insiden tersebut murni kecelakaan dan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana. Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah. Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan memilih langsung memakamkan korban di TPU setempat.
“Insiden ini murni kecelakaan dan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana. Pihak keluarga telah menerima sebagai musibah dan memilih langsung memakamkan korban,” jelasnya.
Kapolsek menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya. Sebagai bentuk belasungkawa, Kapolsek memberikan bantuan sembako kepada keluarga korban.
Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di area sungai maupun irigasi.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain di area berisiko seperti sungai irigasi, apalagi bagi yang tidak bisa berenang,” ungkapnya.
(*/Ressy)
Penuh Kekhusuan , Polda NTB Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam Sumatera Aceh
Penuh Kekhusuan , Polda NTB Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam Sumatera Aceh
Warta.in
Mataram,NTB – Tribun Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (8/12/2025) pagi, tampak lebih mengalirkan energi positif karena doa-doa khusyuk. Tepat pukul 08.00 Wita, jajaran Polda NTB menggelar Doa Bersama “Pray for Sumatera” yang dirangkai dengan syukuran Hari Ulang Tahun Bareskrim, Slog, dan Divkum Polri.
Acara penuh nuansa kebersamaan itu dihadiri Wakapolda NTB, Irwasda, para pejabat utama, Kapolres/ta se-Pulau Lombok beserta istri, serta Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTB bersama para pengurus. Personel Polda NTB pun ikut memenuhi area tribun, dengan suasana teduh dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa yang dipimpin Dr. TGH. Lalu Ahmad Zainuri, Lc., M.A., dosen Fakultas Dakwah UIN Mataram, yang sekaligus memberikan tausiyah. Dalam pesannya, Tuan Guru mengajak seluruh jajaran Polri, untuk terus memperkuat empati terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah, termasuk saudara-saudara di Sumatera.
“Doa adalah ikhtiar terbaik yang bisa kita lakukan, sekaligus pengingat agar kita tetap rendah hati dan saling peduli,” ujar TGH. Zainuri dalam tausiyahnya.
Ditemui usai acara, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulian Polri, terhadap masyarakat yang tengah mengalami bencana di Sumatera.
“Doa bersama ini adalah wujud kepedulian kami. Selain itu, momen ulang tahun bagi tiga satuan kerja di Polri ini, menjadi pengingat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kombes Kholid.
Ia menambahkan, keberadaan Wakapolda, Irwasda, PJU, Bhayangkari, hingga kapolres/ta beserta pasangan menunjukkan kuatnya solidaritas di tubuh Polri.
“Semoga kebersamaan ini menjadi energi positif bagi seluruh personel, dalam menjalankan tugas ke depan, terutama menjaga stabilitas keamanan di NTB,” ungkapnya.
Gelaran syukuran berlangsung hangat. Para pejabat dan personel menikmati momen sederhana namun bermakna, mulai dari pemotongan tumpeng hingga doa-doa yang dipanjatkan secara khusus, untuk keselamatan dan ketabahan masyarakat Sumatera.
Acara ditutup dengan foto bersama, mempertegas keharmonisan dan sinergi antar-satuan di jajaran Polda NTB.(sr/hpntb)
Tinawati Andra Soni Pastikan Layanan PAUD Melati Berjalan Optimal dan Terintegrasi
Wartain Banten | Pemerintahan | 8 Desember 2025 — Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, melakukan kunjungan ke PAUD Melati di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (8/12/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk pembinaan, pemantauan, dan memastikan layanan pendidikan anak usia dini berjalan secara optimal.

Tinawati menjelaskan bahwa kehadirannya ingin melihat secara langsung pelaksanaan proses belajar-mengajar di PAUD.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari PAUD Provinsi Banten menyambangi PAUD Melati di Kota Serang. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana PAUD berjalan dan seperti apa pelaksanaannya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan petugas kesehatan dan para kader dari Posyandu serta PKK sebagai bagian dari integrasi layanan dasar. Tinawati menekankan pentingnya kolaborasi antara PAUD, Posyandu, dan PKK, karena pendidikan dan layanan kesehatan dasar merupakan satu kesatuan yang saling mendukung tumbuh kembang anak.
“Ini bagian dari integrasi dan kolaborasi. Pendidikan itu satu kesatuan dan linier dengan layanan kesehatan dasar. Alhamdulillah, PAUD Melati sudah cukup baik dan sudah terintegrasi,” katanya.
Tinawati menekankan bahwa PAUD harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak, karena kebahagiaan menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter sejak usia dini.
“Pendidikan usia dini itu penting, terutama pada masa-masa awal kehidupan anak. Salah satunya adalah pendidikan karakter yang dimulai dari rasa bahagia, baik bagi ibu maupun anak. Kami di PKK dan Posyandu memahami peran besar ibu rumah tangga dalam mendidik anak, termasuk mengajarkan mental sehat sejak dini,” jelasnya.
Ia menyoroti peran ibu rumah tangga dalam mendidik anak, termasuk mengajarkan mental sehat, serta menekankan kebiasaan positif seperti tersenyum, sapaan hangat, dan pendekatan sederhana untuk menciptakan suasana belajar yang positif dan membahagiakan.
“Dari rumah tangga itu harus ditularkan agar anak-anak berangkat sekolah dengan rasa syukur dan bahagia. Itu yang paling penting,” jelasnya.

Bunda PAUD Kota Serang, Arfina Rustandi, menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini dengan pendekatan menyenangkan, di mana kebahagiaan anak, orang tua, dan tenaga pendidik menjadi kunci keberhasilan pembelajaran.
“Ajarkan dengan hati dan sepenuh hati, agar mereka bahagia dan ingin bersekolah,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati juga menyalurkan 50 paket makanan bergizi untuk keluarga berisiko stunting, sebagai upaya menurunkan angka stunting di Kota Serang.(WartainBanten)









