30.8 C
Jakarta
Minggu, April 26, 2026
Beranda blog Halaman 394

Kami Menunggu MBG Pak Prabowo Salam .urid SDN 1 Tawangheman Solokanjeruk Kabupaten Bandung

0

Tawangheman Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Kamis 13 November 2025 Warta In. Ada yang  erbeda di sela jam istirahat murid SDN 1 Tawangheman Solokanjeruk Kabupaten Bandung, saat aku bertanya, sudah dapat MBG, jawab serentak anak-anak, belum pak, kapan kami dapat MBG pak, mereka menyangka aku Petugas MBG. Di balik sikap polos dan cerianya mereka, .murid di halaman sekolah bermain egrang bambu, lain murid ada yang menyapu ruang kelas, lain murid ada yang mengepel ruang kelas.

Sementara murid yang di teras sekolah, tampak bersenda gurau diantara mereka, sambil menikmati jajanan siang. Kapan, ya pak sekolah kami dapat MBG, jawabku membesarkan hati mereka, tinggal menunggu waktu, MBG akan segera ada di sekolahmu, ya Warta.In. Biro Bandung.

Tinawati Andra Soni: Setahun Awal Pendidikan Jadi Fondasi Pembentukan Karakter Anak

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 November 2025  — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten sekaligus Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menghadiri Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Acara yang juga dihadiri oleh Selvi Gibran Rakabuming Raka, Bunda PAUD Nasional, menjadi ajang penghargaan bagi para Bunda PAUD di seluruh Indonesia atas dedikasi dan kerja nyata mereka dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Tinawati Andra Soni menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum ini penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

“Alhamdulillah, hari ini kami menghadiri Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 yang merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras semua Bunda PAUD di Indonesia. Tema tahun ini, Setahun Awal Bekal Sepanjang Masa menegaskan bahwa satu tahun pertama dalam pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kemanusiaan anak,” ujar Tinawati.

Ia menambahkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya soal pembelajaran akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, moral, dan nilai kemanusiaan sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pendidik, dan orang tua agar ekosistem PAUD dapat tumbuh kuat dan berkelanjutan.

“Pendidikan usia dini adalah tanggung jawab bersama. Banten akan terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan PAUD,” tambahnya.

Tinawati mengimbau orang tua agar mulai mengenalkan tujuh kebiasaan baik anak Indonesia sejak dini di lingkungan keluarga. Ia menilai, pembentukan karakter anak sebaiknya dimulai dari rumah karena keluarga merupakan madrasah pertama sebelum anak mengenal dunia pendidikan formal.

“Mari kita biasakan anak-anak untuk bangun pagi, berdoa, tersenyum dan menyapa, budaya antri, makan bergizi, gemar belajar, dan tidur tepat waktu. Tujuh kebiasaan ini membentuk karakter anak yang disiplin, sehat, dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kegiatan Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran keluarga dan Bunda PAUD dalam membangun generasi emas Indonesia.

“Pendidikan anak usia dini adalah tahapan yang sangat menentukan masa depan bangsa. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan PAUD memiliki rasa percaya diri dan kesiapan belajar yang lebih baik,” katanya.

Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa dukungan keluarga, terutama peran ibu, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan anak. Pemerintah terus memperkuat program nasional seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas sejak dini.

“Pendidikan bisa dimulai bahkan sejak dalam kandungan. Karena itu, program gizi bagi ibu hamil dan menyusui menjadi bagian penting membangun bangsa yang kuat dimulai dari ibu-ibu yang hebat,” ujarnya.

Acara yang digelar oleh Kemendikdasmen bekerja sama dengan TP PKK Pusat dan Bunda PAUD Nasional ini juga diisi dengan pemberian penghargaan, penampilan drama musikal pendidikan, serta penguatan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat..(WartainBanten)

Andra Soni Tegaskan Komitmen Perkuat Link and Match SMK dengan Dunia Usaha

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu bersaing di era industri modern.

Komitmen tersebut disampaikan Andra Soni saat melakukan kunjungan bersama jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Banten ke SMK Mitra Industri MM2100, yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (12/11/2025).

“Alhamdulillah, hari ini atas inisiasi Apindo Banten, kami dapat meninjau langsung dan mengunjungi SMK Mitra Industri MM2100,” ujar Andra Soni.

SMK Mitra Industri MM2100 yang telah berdiri selama 14 tahun menjadi salah satu sekolah percontohan dalam penerapan model link and match antara pendidikan dan dunia industri. Sekolah ini unik karena didirikan dan dikelola langsung oleh pelaku industri di Kawasan Industri MM2100.

Dalam kunjungannya, Gubernur Banten Andra Soni meninjau berbagai fasilitas pembelajaran, laboratorium, dan ruang praktik, serta menyaksikan kemampuan bahasa asing siswa yang meliputi Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, dan Jerman.

“Saya memahami bahwa Apindo mengajak saya agar kita dapat melanjutkan diskusi mengenai bagaimana Provinsi Banten bisa memiliki dan mengembangkan sekolah kejuruan yang bermitra erat dengan para pelaku industri,” ungkap Andra Soni

Kepala SMK Mitra Industri MM2100, Lispiyatmini, menjelaskan bahwa sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Mitra Industri Mandiri dan telah berdiri sejak 16 Februari 2011. Berlokasi di lahan seluas dua hektar, sekolah ini dikelola bersama oleh Kawasan Industri MM2100 dan Forum Komunikasi Kerja Sama Sekolah dengan Industri (FKKSM) MM2100, dengan dukungan dari berbagai perusahaan di kawasan tersebut.

Awalnya hanya memiliki satu program keahlian, kini SMK Mitra Industri MM2100 telah mengembangkan delapan program keahlian yang mencakup bidang teknik, akuntansi, perhotelan, dan kimia industri. Sekolah dengan 2.169 siswa dan 100 tenaga pengajar ini juga menanamkan lima nilai utama kepada seluruh warga sekolah, yaitu kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian.

“Untuk tes masuk siswa baru dilakukan oleh pihak eksternal,” jelas Lispiyatmini.

Menutup kunjungan, Gubernur Banten Andra Soni berharap dukungan penuh dari Apindo Banten agar kualitas pendidikan vokasi seperti di SMK Mitra Industri MM2100 juga dapat dirasakan oleh para pelajar di Provinsi Banten.(WartainBanten)

Pemerintah Pekon Sukamaju Kecamatan Lombok Seminung Salurkan BLT DD Tahap Akhir Tahun 2025  

0

Lampung Barat,,Warta.in– Pemerintah Pekon sukamaju merealisasikan bantuan langsung tunai dana desa tahap akhir selama 4 bulan periode bulan September – Oktober – November – Desember. kepada 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar di balai pekon setempat. Kamis (13/11/2025)

Penyaluran bantuan BLT ini disaksikan langsung oleh berbagai pihak terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinsa, perwakilan dari Kecamatan Lombok Seminung, Ketua LHP, pendamping desa, pendamping lokal desa (PLD), Juga masyarakat penerima BLT.

Dalam kesempatan tersebut, Peratin Pekon Sukamaju Priaan menyampaikan bahwa alokasi BLT-DD tahun anggaran 2025 telah disalurkan sesuai ketentuan kepada masyarakat yang berhak menerima. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi warga dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti sembako dan lain nya.

“Semoga bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kami juga berkomitmen agar penyaluran dana desa selalu dilakukan secara transparan dan tepat sasaran,” ujar Prian dalam sambutannya.

Salah satu penerima BLT-DD menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pekon Sukamaju atas perhatian dan kepeduliannya. “Kami sangat berterima kasih dan merasa terbantu dengan adanya BLT-DD ini, apalagi di saat harga kebutuhan pokok terus meningkat dan sulit dijangkau oleh masyarakat kecil,” ungkapnya.

Dengan terealisasinya penyaluran BLT-DD ini, Pemerintah Pekon Sukamaju berharap dapat terus memperkuat komitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayahnya.(Asih)

Makan Siang Gratis di Mesjid Pemuda Al-Hamra Desa Bojong, Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung

0

Kamis, 13 November 2025, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, ada yang berbeda setelah Shalat Dzuhur di Mesjid Pemuda Al-Hamra Desa Bojong Kecamatan Majalaya kabupaten Bandung. .akan Siang Gratis di Mesjid Pemuda Al-Hamra, dilaksanakan sejak 1 Oktober 2025, telah 38 hari, kami laksanakan, jelas Ahmad, salah seorang pengurus, pengasuh Mesjid Pemuda Al-Hamra. Tujuan kami melaksanakan makan Siang Gratis setelah Shalat Dzuhur, untuk membangun Cnta Mesjid, menjalin silaturahmi, diantara umat, jelas Ahmad, selain itu, kami sediakan  juga kopi, teh gratis.

Pelaksanaan.akan siang Gratis setelah Shalat Dzuhur di Mesjid Pemuda Al-Hamra, setiap hari Senin sampai Sabtu, sementara hari Minggu, kami pergunakan untuk persiapan makan Siang Gratis Minggu berikutnya, jelas Ahmad. Ditanya media, dana makan siang Gratis, kami dapatkan dari Donatur Dermawan yang menyisihkan hartanya untuk makan Siang Gratis setelah Shalat Dzuhur di Mesjid Pemuda Al-Hamra, jela Ahmad. Selain itu dilaksanakan juga program Tahfidz Al-Qur’an. Untuk Mesjid Pemuda Al-Hamra, kami mendapat Hibah dari Pemerintah Bahrain.

Harapan Ahmad ke Kades Bojong,  Camat Majalaya, Bupati Bandung, dan KDM Program makan Siang Gratis di laksanakan di mesjid lain. Sementara ditanya media kepada Pemerintah Bahrain dan Duta Besar Bahrain di Jakarta, Ahmad berharap untuk meningkatkan bantuannya, pintah Ahmad seraya menutup wawancara dengan media. Ibnu S. Warta In Biro Bandung.

 

Hari Pahlawan Nasional,Erliyati Himbau Nakes Teladani Semangat Juang dan Pantang Menyerah

0

Tema Nasional Hari Pahlawan pada tahun ini adalah “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”.
Dimana tema ini menggarisbawahi pentingnya tindakan nyata dan keberlanjutan perjuangan para Pahlawan kita.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr Erliyati M.Kes.,memaknai tema tahun ini dengan cara melanjutkan perjuangan yang diwujudkan melalui dedikasi dan pengabdian tanpa henti dalam melayani pasien dan menjaga kesehatan masyarakat, terutama terlihat selama masa pandemi.

“Peringatan ini merupakan momentum bagi kami untuk meneladani semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami di bidang kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,”ujar Erliyati,Rabu (12/11/25).

Menurut Erliy,tenaga kesehatan (nakes) sering dianggap sebagai pahlawan masa kini, yang perjuangannya diwujudkan dengan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan menjaga kesehatan masyarakat.

“Jadi saya tekankan pada para Nakes kami untuk terus lanjutkan semangat dalam meningkatkan mutu dan perkuat layanan kesehatan khususnya di Kabupaten Sumenep tercinta ini,”ujarnya.

“Saya harapkan,semua Nakes RSUDMA dapat mewarisi semangat pantang menyerah, rela berkorban, dan rasa cinta tanah air dari para pahlawan untuk diaplikasikan dalam melaksanan tugas dalam melayani pasien,”pungkasnya.(hrs)

Tembok SMP Mika Bakti Tergerus Banjir di Respon DPU Kabupaten Bandung dan Kades Mekarsari, Kamto

0

Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kamis, 13 November 2025. Warta.In. Respon Cepat DPU Kabupaten Bandung dengan mengurus 2 surveyor ke lokasi tergerusnya tembok pagar SMP Mika Bakti, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Untuk menjaga kenyamanan proses belajar-mengajar, kami akan segera membangun tembok pagar yang tergerus Banjir, sepa jang 5 M. jelas Surveyor DPU Kabupaten Bandung. Terhadap bencana alam, kami akan cepat merespon, jelas Kades Mekarlaksana, Kamto, saat ditemui media di lokasi. Bukti Pemerintah hadir, tambah Kades Mekarsari, Kamto. Setiap hari saya lewat lokasi untuk menuju Kantor Desa Mekarsari, tambah Kamto, sehingga saya langsung lapor ke Bupati Bandung Dr.H. Dadang Supriatna, S.Io. M.Si. ujarnya dengan berapi-api. Tembusan kepada Camat Ciparay, tambahnya.

Hal tersebut direspon Bupati dengan mengurus 2 surveyor DPU Kabupaten Bandung ke Lokasi. Kami akan bangun Kokoh, tembok pagar SMP Mika Bakti sepanjang 5 M. Tegas petugas surveyor. Sehingga menghadirkan rasa aman bagi proses belajar mengajar di SMP Mika Bakti, tambahnya. Rasa haru bahagia, ditunjukan ibu guru, atas respon cepat yang ditunjukan Bupati Bandung dan Kades Mekarsari, saat ditemui media di lokasi. Ibnu S. Warta.In Biro Bandung.

Telkomsel di Lubuk Gedang Diduga Kembali Menunggak Pajak Desa

0

Warta.in-Mukomuko,Bengkulu

Warga Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, kembali menyoroti dugaan ketidaktaatan pajak dari menara (tower) Telkomsel yang berada di wilayah mereka. Menurut pengakuan beberapa warga yang enggan disebutkan namanya, menara tersebut diduga belum membayar pajak desa selama tiga tahun terakhir, yakni sejak 2023 hingga 2025.Kamis. 13 November 2025.

“Pada tahun 2022, kami pernah melakukan pemortalan terhadap menara Telkomsel tersebut, dan barulah mereka membayar,” ungkap seorang warga. Ia menambahkan, masyarakat merasa heran mengapa perusahaan sekelas Telkomsel bisa lalai dan tidak disiplin dalam memenuhi tanggung jawab pembayaran pajaknya.

Warga tersebut juga menceritakan bahwa pada tahun 2022, masyarakat sempat melakukan aksi demonstrasi dan pemortalan karena menara Telkomsel tersebut sudah tiga tahun tidak membayar pajak. “Permasalahan dan keresahan terkait menara Telkomsel ini kembali berulang, sudah tiga tahun tidak bayar pajak lagi, dan sudah mencuat ke publik,” ujarnya.

Untuk mengkonfirmasi informasi ini, awak media mencoba menghubungi pihak kecamatan dan pemerintah desa (Pemdes) Lubuk Gedang. Camat Lubuk Pinang, Evi Busmanja, dan Kepala Desa Lubuk Gedang, Yunna Aswardi, membenarkan adanya tunggakan pajak tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Camat Evi Busmanja menunjukkan lembaran bukti pembayaran pajak dan menjelaskan bahwa menara Telkomsel di Lubuk Gedang memang sudah tiga tahun ini tidak membayar pajak. “Kejadian ini terulang lagi,” timpal Kades Yunna, menyambung penjelasan Camat Evi Busmanja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel terkait dugaan tunggakan pajak ini. Masyarakat berharap agar permasalahan ini segera diselesaikan dan pihak Telkomsel dapat memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. (HD)

Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Raih Apresiasi dari Kemendikdasmen

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 November 2025  — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi kepada para Bunda PAUD Provinsi se-Indonesia atas peran aktif mereka dalam mendukung kebijakan pemerintah memperluas layanan pendidikan anak usia dini. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Tinawati dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini di Banten. Tinawati menerima penghargaan kategori Apresiasi Bunda PAUD Provinsi Peduli PAUD, yang menegaskan kepeduliannya terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menyatakan bahwa Bunda PAUD berperan strategis sebagai mitra pemerintah untuk memperkuat sinergi kebijakan, sekaligus dorongan agar mereka terus berinovasi, menginspirasi, dan memastikan hak anak terpenuhi.

“Bunda PAUD adalah sosok yang hadir langsung di tengah masyarakat, menjadi penggerak dalam mendukung program prioritas Kementerian Pendidikan, khususnya dalam memperluas akses layanan PAUD berkualitas bagi semua anak Indonesia,” ujar Gogot pada Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025 di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Tinawati bersyukur atas apresiasi yang diterima dan berkomitmen memperkuat layanan PAUD di Banten, khususnya di wilayah pedesaan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menjadi bagian dari 19 provinsi yang mendapatkan apresiasi ini. Tentu ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan PAUD, terutama di desa-desa,” ujarnya.

Ditambahkannya, Pemprov Banten meningkatkan layanan PAUD dengan memperbaiki kualitas pendidik, menyediakan ruang ramah anak, dan memberikan edukasi kepada orang tua serta masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa membentuk karakter anak sejak dini itu sangat penting baik di rumah maupun di satuan PAUD. Ini menjadi dasar bagi pembentukan manusia unggul di masa depan,” ungkapnya.

 

Tinawati menegaskan komitmen untuk memastikan layanan PAUD menjangkau daerah terpencil dan belum tersentuh, serta mendorong semakin banyak program di masa depan.(WartainBanten)

Inilah Hasil Audensi Aliansi Alam Bersatu Semakin Jelas Dugaan Korupsi Desa Wudi 

0

Inilah Hasil Audensi Aliansi Alam Bersatu Semakin Jelas Dugaan Korupsi Desa Wudi 

LAMONGAN// Warta. In –Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Media yang tergabung dalam Aliansi Alam Bersatu Jaya melakukan audiensi dengan Kepala Desa Wudi bertempat di Balai Desa Wudi Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Rabu (12/11/2025)

Audensi dan konfirmasi ini untuk menindaklanjuti hasil temuan sebelumnya terkait pembangunan fisik yang diduga bermasalah sejak kepala Desa Wudi Menjabat.

Audiensi tersebut dihadiri sejumlah perwakilan LSM, termasuk LSM DPD KPK Tipikor dan LSM HJM dan beberapa Media Namun, dalam pertemuan itu, Kepala Desa Wudi datang sendiri tanpa menghadirkan perwakilan pokmas atau timlak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek desa tersebut

Ketua LSM DPD KPK Tipikor, Suliono, S.H., seusai audiensi menyatakan kekecewaannya atas sikap Kepala Desa Wudi yang dinilai tidak kooperatif.

“Pak kades tadi itu ngomong kalau mendatangkan pokmas atau timlak itu haknya dia dan dia tidak berkenan melakukan itu,” ujar Suliono seusai audiensi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak LSM juga menanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan hasil investigasi lapangan sebelumnya.

“Untuk JUT dikatakan pak kades jika itu anggarannya dari DD 2025 sebesar 200 juta. Untuk lokasinya yang berada di Desa Kedungbanjar, itu dibenarkan pak kades. dia beralasan jika pembangunan JUT tersebut dilaksanakan karena akan dibangun tempat wisata yang diprakarsai oleh empat desa. Dan apa yang dilakukan tersebut merupakan hal yang sudah biasa, dikasih dan memberi bangunan bersama desa Kedungbanjar,” jelas Suliono.

Namun, Suliono menegaskan bahwa langkah tersebut menyalahi aturan yang berlaku.

“Perlu diketahui hal tersebut sudah jelas menyalahi aturan yang ada sesuai pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa juga sudah dijelaskan jika pengalihan anggaran ke desa lain merupakan penyalahgunaan kewenangan dan merugikan masyarakat desa. Apalagi nominalnya segitu besarnya meski melalui musdes,” tegasnya.

Menurut advokat yang juga memimpin DPD KPK Tipikor tersebut, hasil musyawarah desa (musdes) tidak dapat dilegalkan secara hukum apabila melanggar peraturan perundang-undangan.

Selain persoalan JUT, Suliono juga memaparkan hasil penjelasan Kepala Desa mengenai sejumlah pembangunan fisik lainnya.

Disebutkan bahwa proyek rabat beton dan TPT di dekat madrasah bukan milik Desa Wudi, melainkan milik Pokmas dan PL karena bersifat kontraktual.

Sedangkan pembangunan embung menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2024 sebesar Rp150 juta.

“Kata pak kades, dana 150 itu digunakan untuk pengerukan embung dan membuat plengsengan,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan rabat beton di depan kantor desa disebut memang proyek yang didanai DD 2025 dengan nilai Rp100 juta. Untuk Bumdes dan TPT di sebelahnya, kades menyebut dikerjakan tahun 2023 namun enggan menyebut nominal anggaran.

Menanggapi pembangunan tanpa papan proyek, Suliono menilai jawaban kades justru memperlihatkan pelanggaran terhadap ketentuan keterbukaan informasi publik.
“Itu tadi sudah kita tanyakan juga, pak kades menjawab kalau pemasangan itu terserah dia, hak dia mau dipasang atau tidak. Padahal sesuai undang-undang, pembangunan apapun yang didanai oleh negara harus dipasang papan informasi proyeknya. Kades juga menyalahi aturan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” kata Suliono.

Suliono menilai ketertutupan Kepala Desa Wudi memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana desa.

“Terkait dengan dugaan kita kemaren, kami menduga hal itu diduga memang benar adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh kades Wudi. Karena sebagai kontrol sosial kita berhak berasumsi dan menduga, tapi dengan tidak transparannya kades Wudi ini menguatkan dugaan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Suliono juga menyebut jika diberitahu oleh Kades wudi terkait keberadaan 39 ekor sapi yang dikelola pokter.

“Sayangnya di sini, bantuan sapi ini merupakan bantuan dari jaman Presiden Suharto yakni tahun 1997. Yang kami pertanyakan, kenapa bantuan yang ada di jaman pak kades lama masih dipertahankan? Sedangkan program infrastruktur yang dikelola sekaligus kades sebagai penanggung jawab, dia enggan memberikan informasi,” jelasnya.

Suliono menutup audiensi dengan menegaskan bahwa sikap tidak transparan Kepala Desa Wudi mencerminkan lemahnya tanggung jawab publik.

“Saat kami tanyai itu pak kades ngotot menjawab jika transparansi itu dari papan APBDes. Tapi papan APBDes yang dipasang itu rincian penggunaan anggarannya ditulis sangat kecil sekali, setan saja tidak bisa melihat ini. Harusnya kalau memang transparan ya dicetak yang besar agar masyarakat juga tahu,” pungkasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan aturan, kepala desa tidak berhak menolak memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran pemerintahan, kecuali yang berkaitan dengan data pribadi warga atau hal yang masih dalam proses hukum. [ roy ]