28.3 C
Jakarta
Minggu, April 26, 2026
Beranda blog Halaman 398

Strategi Banten Tekan Kasus TBC Jadi Percontohan Nasional, Wamenkes Kunjungi Tangerang

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 November 2025  — Keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam menekan angka Tuberkulosis (TBC) menarik perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan kerja ke Banten untuk mempelajari strategi penanganan TBC yang dinilai paling efektif di Indonesia dan akan dijadikan panutan nasional dalam program eliminasi TBC tahun 2026.

Pertemuan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (11/11/2025), dan dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, pejabat pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader puskesmas, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta penyuluh kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes Benjamin memberikan apresiasi kepada Pemprov Banten atas capaian positif dalam penanganan TBC. Ia menyebut, strategi kolaboratif antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Banten dalam menemukan dan mengobati pasien TBC secara cepat dan tuntas.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Kemenkes terhadap upaya Banten menekan angka TBC. Ia menegaskan bahwa tingginya jumlah temuan kasus di Banten bukan tanda meningkatnya penyakit, melainkan bukti keberhasilan deteksi dini.

“Justru kita harus berbangga, karena semakin banyak pasien ditemukan dan diobati sampai sembuh,” ujar Andra Soni.

Gubernur menuturkan, keberhasilan yang diraih Banten tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Peluncuran program Temui, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan upaya eliminasi TBC yang berkesinambungan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Kalau Banten bisa, Indonesia pun bisa. Bersama-sama kita wujudkan Indonesia bebas TBC,” tegasnya optimistis.

Capaian Banten Lampaui Target Nasional

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi capaian Provinsi Banten sebagai daerah dengan pemberantasan TBC terbaik di Indonesia. Banten menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil melampaui target nasional dalam penemuan kasus dan terapi pencegahan TBC.

“Capaian Banten luar biasa dan menjadi yang tertinggi di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai contoh, Kota Tangerang mencatat angka terapi pencegahan TBC hingga 92 persen, melampaui target nasional 72 persen. Selain itu, 52 persen anggota keluarga pasien TBC di Banten juga telah mendapatkan terapi, jauh di atas rata-rata nasional yang masih di bawah 10 persen.

Capaian tersebut akan dijadikan acuan dalam program nasional pemberantasan TBC tahun 2026. Wamenkes menegaskan, keberhasilan Banten merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, dan upaya pemberantasan TBC ke depan akan melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Sosial, pemerintah desa, sektor perumahan, TNI, dan Polri.

Inovasi Jemput Bola Hingga ke Desa

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyampaikan bahwa tingkat deteksi kasus TBC di Banten telah melampaui target nasional, mencapai lebih dari 93 persen dari estimasi 50.298 kasus. Keberhasilan ini merupakan hasil komitmen kuat pemerintah daerah hingga tingkat desa, dukungan organisasi profesi, masyarakat, serta para kader TBC yang aktif melakukan penemuan kasus secara langsung di setiap desa dan kelurahan.

Setiap desa/kelurahan di Banten ditetapkan sebagai Desa/Kelurahan Siaga TBC dengan minimal lima kader aktif. Selain itu, seluruh kabupaten/kota di Banten diwajibkan memiliki inovasi layanan seperti Ngider TB, Grebek TBC, Ransel TBC, dan KAJEDAK, yang terbukti mempercepat eliminasi TBC.

“Hal ini yang berkontribusi besar terhadap percepatan eliminasi TBC,” pungkas Ati.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Kementerian Kesehatan akan memberikan penghargaan khusus pada peringatan Hari Kesehatan Nasional, serta menyalurkan 24 unit alat portable rontgen untuk mendukung deteksi dini TBC di Banten. Dukungan juga diberikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) guna memperkuat layanan dan pemeriksaan TCM di puskesmas.(WartainBanten)

Polres Pematangsiantar Ungkap Curat di Jalan Mawar, Tiga Diduga Pelaku Diamankan

0

Warta.in Pematang Siantar – Polda Sumut melalui Sat Reskrim Polres Pematangsiantar dipimpin Kanit Jatanras IPDA Ricardo Rajagukguk S.Sos berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi dirumah korban NM (54) di Jalan Mawar, Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar yang diketahui pada hari Minggu 12 Oktober 2025 siang sekira pukul 14.45 Wib.

Tiga orang diduga pelaku ditangkap pada hari Sabtu 8 November 2025 sore sekitar pukul 17.00 Wib yakni dua orang pelaku pencurian inisial AFC (17) warga jl. Mawar Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar dan KPS (22) warga jl. Teratai Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar serta satu pelaku lagi diduga sebagai penadah inisial Jul (53) warga jl. Padang sidimpuan, Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Riz Akbar S.Tr.K. S.I.K. M.H menjelaskan korban kembali kerumahnya di Jalan Mawar setelah bekerja sebagai Ojek Online (Ojol). Setiba dirumahnya tersebut korban melihat pintu besi samping rumahnya telah terbuka, sehingga korban merasa curiga.

Selanjutnya korban mengecek kembali pintu belakang rumah kemudian menemukan pintu sudah sudah terbuka karena hendle pintu dirusak. Korban memberitahu kepada tetangganya inisial N (61) bahwa korban mengalami pencurian. Lalu korban bersama tetangganya tersebut  mengecek barang-barang di dalam rumahnya kemudian diketahui bahwa emas didalam Kamar tidurnya sudah hilang, lalu kotak infak berisi uang yang tidak diketahui jumlahnya, 2 tabung Gas Elpiji 3 Kg serta uang sebesar Rp. 30.000 di atas meja juga tidak hilang. 

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditaksir Rp30 juta dan sore harinya sekira pukul 17:16 korban melaporkan kejadian ke Polsek Siantar Barat dengan Laporan Polisi No. No Laporan LP/B/33/X/2025/SPKT/POLSEK SIANTAR BARAT/POLRES PEMATANG SIANTAR/POLDA SUMATERA UTARA.

Mengetahui itu Kasat Reskrim AKP Sandi Riz Akbar S.Tr.K. S.I.K. M.H perintahkan Kanit Jatanras Sat Reskrim IPDA Ricardo Rajagukguk S.Sos melakukan penyelidikan dan pada hari Sabtu 8 November 2025 sore sekira pukul 17.00 Wib Kanit Jatanras bersama tim berhasil mengungkap tindak pidana curat tersebut dengan menangkap terduga pelaku AFC di jalan Sinar Ujung Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar.

Diduga Pelaku AFC mengakui perbuatannya mencuri di rumah korban melalui pintu belakang dengan cara mendorong paksa pintu hingga teruka lalu masuk kedalam kamar dan melihat cincin mas di atas meja, kemudian membuka Laci dan melihat sebuah kalung mas  serta mencuri kotak Infak yang berada di atas rak piring. Setelah keluar dari pintu belakang rumah korban tersebut AFC pergi ke tempat tongkrongan dan bertemu terduga pelaku KPS lalu menyuruh KPS menjualkan emas curian tersebut. 

Mendengar pengakuan itu Kanit Jatanras bersama tim langsung melakukan pengembangan dan sekira pukul 17.30 Wib KPS ditangkap sedang bermain internet di Warnet Sanum jl. Teratai Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

KPS mengaku telah menjual emas hasil curian tersebut kepada terduga pelaku Jul tukang perak di Jl. Rindam 1 Pasar Pagi Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar. Kanit Jatanras bersama tim kembali melakukan pengembangan dan malam harinya sekira pukul 18.30 Wib Jul ditangkap di jl. Padangsidimpuan Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

“Hingga saat ini ketiga terduga pelaku itu sudah diserahkan ke Polsek Siantar Barat karena laporan polisi (LP) nya di Polsek Siantar Barat untuk diproses sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHPidana,” Pungkas AKP Sandi. (RN)

Polsek Ngimbang Patroli Blue Light Guna Siskamtibmas Dan Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Patroli Blue Light Guna Siskamtibmas Dan Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi Pemuda di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light pada, Selasa (11/11/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Bripka Afis Soraya W. dan Bripol Elbiyun Farid H.

Dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, SPBU, Gudang R3 dan BRI Unit Ngimbang yan ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di untuk menciptakan Siskantibmas di wilayah Ngimbang, hal ini di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Jalan Alinda Tuntas Lebih Cepat dari Jadwal, Warga Apresiasi Kinerja Cepat Mas Tri

0

Warta.in Jabar ◊ Rabu, 12 November 2025

Perbaikan Jalan Alinda di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, telah rampung lebih cepat dari target yang semula dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2025. Informasi dibukanya kembali Jalan Alinda untuk lalu lintas disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui unggahan resmi di akun instagramnya, @mastriadhianto.

Dalam unggahannya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa Jalan Alinda merupakan akses penting warga untuk kembali beraktifitas.

“Alhamdulillah. Jalan Alinda kini kembali jadi jalan yang bikin nyaman untuk pengendara lewat,” disampaikan walikota melalui unggahannya.

Perubahan kondisi jalan pun langsung dirasakan warga. Beberapa warga turut mengapresiasi kinerj cepat walikota dalam pengerjaan jalan tersebut

“Alhamdulillah, makasih pak wali perut ora sakit lagi klo lewat situ,” ujar akun @mvickyh09 menanggapi postingan tersebut

“Kalau dulu harus pelan dan sering macet karena rusak, sekarang sudah mulus. Jauh lebih cepat kalau berangkat kerja, luar biasa kinerja pak wali saat kemarin sidak,” ujar Muhammad Rizki, pengendara ojek online yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Pelaku usaha kecil di sekitar jalan juga mendapatkan dampak positif.

“Sekarang orang lewat jadi sering mampir. Jalan bagus itu ngaruh langsung buat dagangan kami,” kata Siti Nurhayati, pedagang kelontong di Jalan Alinda.

Dengan selesainya perbaikan ini, diharapkan mobilitas warga meningkat, waktu tempuh lebih efisien, serta kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar kembali tumbuh.

(Jefry. Smk)

Refleksi Hari Jadi Sumenep, Arif Firmanto Ajak Semua ASN Untuk Semangat Ngopeni Songennep

0

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sekaligus Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN. Eng, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum hari jadi Kabupaten Sumenep ke-756 pada tahun 2025, sebagai sarana menguatkan kebersamaan untuk merawat daerah atau “Ngopeni Songennep”.

Tema peringatan hari jadi Sumenep tahun ini yaitu merawat Sumenep atau “Ngopeni Songennep”, menurut Arif Firmanto, bukan sekadar ungkapan belaka, melainkan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, gotong royong dalam rangka merawat dan membangun Kabupaten Sumenep tercinta.

“Ngopeni Songennep bukan sekadar jargon semata. Lebih dari itu, Ngopeni Songennep merupakan penguat dan pengingat kepada seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai, kearifan, dari spirit dan kebudayaan yang telah diwariskan oleh leluhur kepada kita,” ungkapnya.

Arif Firmanto menambahkan, sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang, Kabupaten Sumenep berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, kebudayaan, karya, dan spirit untuk membangun kabupaten ujung timur Pulau Madura.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendorong keterlibatan berbagai stakeholder dan elemen masyarakat dalam berbagai program pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Semua itu dilakukan dengan satu tekad dan semangat: memajukan program-program pembangunan di Kabupaten Sumenep. Keterlibatan berbagai elemen ini membuktikan komitmen kami untuk mendorong perencanaan pembangunan dalam bingkai pentahelix,” jelasnya.

Di ketahui bersama beberapa kegiatan yang terkait dengan peringatan Hari Jadi Sumenep ke-756 pada tahun 2025 telah dilaksanakan, antara lain:
Prosesi Arya Wiraraja yang diadakan di depan Labang Mesem Keraton Sumenep.
Peluncuran logo Hari Jadi Sumenep ke-757.
Berbagai acara dan festival budaya lainnya yang berlangsung sepanjang bulan Oktober yang digelar di kota paling ujung timur pulau Madura tersebut.(hrs)

Luar Biasa ,Bappeda Sumenep Sukses Tekan 0,76% Angka Kemiskinan

0

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) mencatat capaian positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Tahun 2025.

“Persentase penduduk miskin turun menjadi 17,02% atau sekitar 188,48 ribu jiwa, dibandingkan 17,78% atau sekitar 196,42 ribu jiwa pada tahun sebelumnya,” kata Dr. Ir. Arif Firmanto, Kepala BAPPEDA Kabupaten Sumenep, Senin (10/11/2025).

Ia menerangkan, bahwa Penurunan ini merupakan hasil dari pelaksanaan Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan yang dijalankan secara konsisten dan terintegrasi. Strategi tersebut meliputi:

1. Mengurangi Beban Pengeluaran Masyarakat

Pemerintah meringankan beban masyarakat miskin melalui:

Bantuan sosial seperti Program Sembako, PKH, beasiswa, dan asistensi lansia.

Jaminan kesehatan melalui UHC dan BPJS Ketenagakerjaan.

Program makanan tambahan untuk balita stunting dan Sekolah Orang Tua Hebat.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Subsidi transportasi untuk wilayah kepulauan.

Program sanitasi dan penyediaan air minum berbasis masyarakat.

 

2. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Langkah ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi melalui:

Pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Pelatihan keterampilan kerja dan wirausaha serta penyelenggaraan job fair.

Program padat karya infrastruktur yang menyerap tenaga kerja lokal.

Akses permodalan usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

3. Mengurangi Kantong-Kantong Kemiskinan

Strategi ini menyasar wilayah tertinggal melalui:

Optimalisasi dana desa untuk usaha produktif melalui BUMDes.

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan listrik.

Peningkatan akses air minum dan sanitasi.

Perbaikan layanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan.

Tidak hanya itu, Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 sebagai arah kebijakan terpadu.

“Upaya ini didukung oleh pengembangan sistem data terpadu melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), guna memastikan intervensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” paparnya.

“Pemerintah berharap, strategi terpadu tersebut tak hanya menekan angka kemiskinan secara statistik, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput agar tidak kembali jatuh ke garis kemiskinan,”tukasnya.(hrs)

Luar Biasa ,Bappeda Sumenep Sukses Tekan 0,76% Angka Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) mencatat capaian positif dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Tahun 2025.

“Persentase penduduk miskin turun menjadi 17,02% atau sekitar 188,48 ribu jiwa, dibandingkan 17,78% atau sekitar 196,42 ribu jiwa pada tahun sebelumnya,” kata Dr. Ir. Arif Firmanto, Kepala BAPPEDA Kabupaten Sumenep, Senin (10/11/2025).

Ia menerangkan, bahwa Penurunan ini merupakan hasil dari pelaksanaan Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan yang dijalankan secara konsisten dan terintegrasi. Strategi tersebut meliputi:

1. Mengurangi Beban Pengeluaran Masyarakat

Pemerintah meringankan beban masyarakat miskin melalui:

Bantuan sosial seperti Program Sembako, PKH, beasiswa, dan asistensi lansia

Jaminan kesehatan melalui UHC dan BPJS Ketenagakerjaan

Program makanan tambahan untuk balita stunting dan Sekolah Orang Tua Hebat

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Subsidi transportasi untuk wilayah kepulauan

Program sanitasi dan penyediaan air minum berbasis masyarakat

2. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Langkah ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi melalui:

Pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan

Pelatihan keterampilan kerja dan wirausaha serta penyelenggaraan job fair

Program padat karya infrastruktur yang menyerap tenaga kerja lokal

Akses permodalan usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR)

3. Mengurangi Kantong-Kantong Kemiskinan

Strategi ini menyasar wilayah tertinggal melalui:

Optimalisasi dana desa untuk usaha produktif melalui BUMDes

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan listrik

Peningkatan akses air minum dan sanitasi

Perbaikan layanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan

Tidak hanya itu, Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 sebagai arah kebijakan terpadu.

“Upaya ini didukung oleh pengembangan sistem data terpadu melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), guna memastikan intervensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” paparnya.

“Pemerintah berharap, strategi terpadu tersebut tak hanya menekan angka kemiskinan secara statistik, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput agar tidak kembali jatuh ke garis kemiskinan,”tukasnya.(hrs)

Luar Biasa Kabupaten PALI Ukir Prestasi Nasional: Kisah Di Balik Keberhasilan Menekan Stunting

0

Sumatra Selatan (Pali)

Warta.in

PALI- Di jantung Sumatera Selatan, tersembunyi sebuah kabupaten muda bernama Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Siapa sangka, di usianya yang relatif belia, PALI mampu menorehkan tinta emas di kancah nasional. Bukan tentang gemerlap infrastruktur atau hiruk pikuk industri, melainkan tentang sesuatu yang lebih mendasar: kesehatan dan masa depan generasi penerus.

Baru-baru ini, Pemkab PALI menerima Piagam Apresiasi dari Pemerintah Pusat atas keberhasilan mereka dalam menurunkan angka stunting. Sebuah pengakuan yang tak hanya membanggakan, tapi juga menjadi bukti nyata dari kepemimpinan visioner Bupati Asgianto, ST.

Penghargaan bergengsi ini diberikan langsung oleh Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia kepada kepala daerah yang berhasil menunjukkan kinerja nyata dalam upaya penurunan stunting secara berkelanjutan. Berdasarkan surat resmi Nomor T-35/SWP/D-2/KM.01.00/11/2025 tertanggal 7 November 2025, Pemkab PALI tercatat sebagai salah satu dari sedikit pemerintah daerah di Indonesia yang diundang khusus untuk menerima apresiasi tersebut.

Acara penyerahan piagam dijadwalkan berlangsung Rabu, 12 November 2025, di Ruang Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma lantai 2, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakomas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema: “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.”

Stunting, masalah gizi kronis yang menghantui anak-anak Indonesia, menjadi momok yang menantang. Namun, di PALI, tantangan ini dijawab dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi tanpa henti.

Dalam dokumen resmi Sekretariat Wakil Presiden disebutkan bahwa pemerintah pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,2% pada tahun 2029 dan 5% pada 2045. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil menurunkan prevalensi stunting nasional dari 30,8% pada 2018 menjadi 19,8% pada 2024—penurunan sebesar 11%, salah satu yang tercepat di Asia.

Kabupaten PALI berkontribusi nyata terhadap capaian tersebut. Dalam dua tahun terakhir, PALI mencatat penurunan signifikan kasus stunting di berbagai kecamatan, terutama melalui optimalisasi program Intervensi Terpadu Stunting (ITS) di desa-desa prioritas.

“Kita ingin memastikan generasi PALI tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Penurunan stunting bukan hanya urusan angka, tetapi masa depan anak-anak kita,” tegas Bupati Asgianto dalam berbagai kesempatan.

Kata-kata itu bukan sekadar retorika. Di bawah kepemimpinannya, PALI bergerak cepat dengan program-program lintas sektor yang menyentuh akar permasalahan stunting. Mulai dari peningkatan gizi balita, penyediaan air bersih dan sanitasi layak, hingga edukasi bagi ibu hamil dan keluarga muda.

Tak hanya itu, sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menjadi kunci keberhasilan. Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Sosial, dan Bappeda bahu-membahu menjalankan program sesuai arahan pusat.

Namun, di balik angka-angka statistik dan program-program unggulan, ada kisah-kisah inspiratif dari para pejuang di lapangan. Para kader posyandu yang tak kenal lelah mendatangi rumah-rumah warga, memberikan penyuluhan, dan memantau tumbuh kembang anak-anak. Para bidan desa yang sigap memberikan pelayanan kesehatan di pelosok-pelosok terpencil. Serta para camat dan kepala desa yang menjadi motor penggerak di wilayah masing-masing.

“Dukungan penuh dari Camat, Kepala Desa, BPD, hingga kader posyandu menjadi tulang punggung suksesnya implementasi program di lapangan,” ungkap seorang pejabat Pemkab PALI.

Hasilnya pun tak mengecewakan. Dalam dua tahun terakhir, PALI mencatat penurunan signifikan kasus stunting di berbagai kecamatan. Program Intervensi Terpadu Stunting (ITS) menjadi andalan, dengan fokus pada desa-desa prioritas.

Keberhasilan PALI ini tak lepas dari kepemimpinan Bupati Asgianto yang dikenal visioner dan solutif. Ia tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berkelanjutan. Program-programnya berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan sinergi lintas sektor.

“Kepemimpinan Bupati Asgianto, ST dikenal visioner dan solutif. Ia tak hanya menekankan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berkelanjutan,” puji seorang tokoh masyarakat PALI.

Kini, nama PALI sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia yang juga berhasil menekan angka stunting. Sebuah prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Kita jadikan penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk bekerja lebih keras lagi. Karena kesejahteraan dan masa depan anak-anak PALI adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Bupati Asgianto dengan penuh optimisme.

Di tengah persaingan antar daerah, PALI berhasil membuktikan diri sebagai kabupaten yang tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga unggul dalam membangun kualitas manusia. Sebuah kisah inspiratif dari sebuah kabupaten muda yang berani bermimpi besar.(Team/Red)

Jaga Jejak Sejarah Bangsa, PTBA Raih Penghargaan ANRI 2025*

0

Jakarta, muara enim.Warta In 11 November 2025 —* PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada BUMN yang aktif menjalankan kewajiban penyelamatan dokumen bernilai sejarah bagi negara.

Penghargaan diterima PTBA atas konsistensinya menyerahkan arsip statis sebanyak lima kali yakni pada 1998, 2010, 2016, 2019 dan 2025.

Public Relations and Corporate Administration Department Head, Bapak Sugandhi Syarief mengungkapkan, capaian ini juga menegaskan komitmen dan kepedulian PTBA dalam menjaga arsip sebagai memori kolektif bangsa yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah Indonesia.

“Arsip bukan hanya sekadar dokumen, tetapi merupakan rekaman perjalanan bangsa yang harus dijaga dan diwariskan. PT Bukit Asam berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan yang akuntabel, modern, dan berkelanjutan,” jelas Sugandhi saat penyerahan penghargaan di Ruang Noerhadi Magetsari, Gedung C, ANRI, Jakarta Kamis (6/11/2025).

Sugandhi menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi PTBA untuk terus berinovasi dan memperkuat sistem kearsipan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penghargaan ANRI 2025 menjadi bukti komitmen PTBA dalam pelestarian arsip sebagai warisan sejarah bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Kegiatan penghargaan ini dihadiri oleh 32 BUMN dari seluruh Indonesia, serta turut dihadiri oleh perwakilan dari BP BUMN dan BP Danantara. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol komitmen bersama BUMN dalam mendukung penerapan tata kelola kearsipan yang baik dan menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah nasional.

(zulkifli)

Imron Rosadi Pimpinan DPRD Banten, Wagub Dimyati Tekankan Sinergi Kelembagaan

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 11 November 2025  — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, berharap seluruh keputusan yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Banten. Menurutnya, keselarasan antara lembaga legislatif dan eksekutif merupakan kunci untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (11/11/2025). Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banten, Fahmi Hakim, dan turut dihadiri jajaran Forkopimda serta pejabat pemerintah provinsi.

“Maka koordinasi ini bagi kami Gubernur dan Wakil Gubernur, setiap keputusan yang diambil DPRD selaras dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Dimyati pada Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang.

Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten yang dipimpin oleh Ketua DPRD Fahmi Hakim menetapkan Imron Rosadi dari Fraksi PKS sebagai pimpinan DPRD menggantikan Budi Prayogo.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan bahwa tugas pimpinan dewan memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding anggota.

“Selamat kepada Pak Imron Rosadi yang sekarang menjadi pimpinan. Mudah-mudahan memberikan manfaat,” ungkap Dimyati.

Dimyati menegaskan dua tugas utama pimpinan DPRD, yaitu menjadi penghubung antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat agar komunikasi berjalan baik, serta memperkuat koordinasi kelembagaan dengan Forkopimda dan Pemerintah Provinsi.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi kelembagaan dalam menjalankan fungsi pemerintahan daerah.

“Sinergi yang bagus yang harus kita pegang semua,” paparnya.

Selain itu, Dimyati menyampaikan delapan prinsip kepemimpinan yang harus dipegang pimpinan DPRD: tanggung jawab kepada masyarakat, keadilan, keterampilan strategis, kemampuan komunikasi dan negosiasi, keteladanan, kesabaran dan keterbukaan, hati yang baik, serta ketakwaan.

Prinsip-prinsip tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan amanah demi kesejahteraan masyarakat Banten.(WartainBanten)

TP PKK Banten Salurkan Bantuan Peralatan Dapur untuk Korban Puting Beliung di Anyer

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 11 November 2025  — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menyalurkan bantuan peralatan dapur kepada 33 kepala keluarga (KK) korban bencana alam angin puting beliung yang terjadi pada tahun 2024 di Desa Bunihara, Banjar Sari, dan Sindang Mandi, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian TP PKK terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga melalui pemanfaatan sarana rumah tangga yang layak dan sehat.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan TP PKK terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga, terutama dalam mewujudkan rumah tangga yang tertata, bersih, dan produktif,” kata Tinawati Selasa (11/11/2025).

Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, berharap bantuan peralatan dapur yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima untuk mendukung penerapan rumah tangga yang efektif, efisien, dan sehat.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan edukasi bagi masyarakat agar mampu menata serta memanfaatkan sarana rumah tangga secara optimal guna menciptakan lingkungan keluarga yang bersih, nyaman, dan harmonis.

Bantuan yang diberikan meliputi kompor gas, kenceng, codet, regulator, panci, tempat penyimpanan, perlengkapan kebersihan, dan alat penunjang rumah tangga lainnya, yang diserahkan secara simbolis oleh Tinawati kepada perwakilan penerima manfaat.

Ketua TP PKK Provinsi Banten berharap, para penerima bantuan dapat menjadi keluarga mandiri dan sejahtera, sekaligus teladan dalam penerapan 10 Program Pokok PKK, terutama dalam aspek tatalaksana rumah tangga.(WartainBanten)