27.6 C
Jakarta
Kamis, Februari 12, 2026
Beranda blog Halaman 4

Hadiri Forum Renja 2027, Andra Soni Soroti Pentingnya Akurasi Data Bansos

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 11 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya penguatan pendataan dan validasi penerima bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Rencana Kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2027 di Dinas Sosial Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (11/2/2026).

Menurut Andra Soni, validasi dan pembaruan data harus dilakukan secara berkala dan akurat, mengingat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terus berubah.

“Validasi data itu harus tepat. Data harus terus diperbarui, karena ada masyarakat yang tadinya mapan atau bekerja kemudian tidak berkerja dan miskin, serta ada juga yang sebelumnya tidak berpenghasilan lalu sudah bekerja. Ini semua harus di-update,” ungkap Andra Soni.

Gubernur secara khusus meminta Dinas Sosial Provinsi Banten bersama Dinas Sosial kabupaten/kota untuk memberikan perhatian serius terhadap pembaruan data penerima manfaat. Hal tersebut penting guna memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.

Andra Soni menegaskan, forum renja tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program kesejahteraan sosial di Banten. Selain itu, forum ini juga bertujuan meningkatkan kualitas penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara berkelanjutan.

“Kesejahteraan sosial merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah,” katanya.

Gubernur menambahkan, forum tersebut juga menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap berbagai program kesejahteraan sosial yang telah berjalan. Dengan evaluasi yang komprehensif, diharapkan tidak ada lagi kesalahan data yang dapat merugikan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah daerah hadir melindungi masyarakat miskin dan kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan,” imbuhnya.

Selain menyoroti akurasi data, Andra Soni juga mendorong transformasi bantuan sosial agar tidak sekadar bersifat konsumtif, tetapi mampu mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.

“Bantuan sosial harus diimbangi dengan program pemberdayaan. Kita harus memastikan bantuan yang diberikan berdampak dan mendorong kemandirian penerima manfaat,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Lukman menyampaikan bahwa Forum Renja 2027 membahas berbagai isu strategis kesejahteraan sosial, mulai dari penanganan masyarakat desil 1 hingga desil 5 dalam DTSEN, kebencanaan, hingga pemberdayaan masyarakat miskin dan penyandang disabilitas.

Ia menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penyaluran bantuan sosial, dengan fokus pada penguatan akurasi data dan efektivitas program. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pelatihan keterampilan seperti menjahit dan tata boga bagi penyandang disabilitas.(WartainBanten)

Dominasi SDN Kiara III: Tradisi Juara yang Tak Pernah Absen di Lomba Akademik Cilamaya Kulon 2026

0

Dominasi SDN Kiara III: Tradisi Juara yang Tak Pernah Absen di Lomba Akademik Cilamaya Kulon 2026

​KARAWANG | Warta In Jabar – Gelaran Lomba Akademik Siswa SD Tingkat Kecamatan Cilamaya Kulon Tahun 2026 yang berlangsung di SDN Sukajaya II kembali menjadi panggung kejayaan bagi SD Negeri Kiara III. Sekolah yang dipimpin oleh Ayan Haryana, S.Pd. ini berhasil membawa pulang berbagai trofi bergengsi, mempertegas reputasi mereka sebagai sekolah yang tidak pernah absen meraih juara dalam setiap kompetisi.

 

​Para siswa SDN Kiara III menunjukkan dominasi mereka di berbagai kategori lomba:

​Juara 1 Lomba TKD Kelas I: Clarisha Keinarra.

​Juara 1 Lomba KSN Matematika: Sri Nadira Putri.

​Juara 3 Lomba TKD Kelas II: Egy Maulana Vikri.

​Juara 3 Lomba KSN IPA: Syfaa Qolbu Angguni.

​Juara 3 Lomba Siswa Berprestasi: Nakeisha Nur Aulia Azzahra.

​Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin Kepala Sekolah, Ayan Haryana, S.Pd. Dalam setiap ajang pertandingan, SDN Kiara III dikenal sebagai sekolah yang sangat siap dan kompetitif.

​”Alhamdulillah, anak-anak kembali menunjukkan dedikasinya. Kami selalu percaya pada proses dan latihan yang konsisten. Di SDN Kiara III, kami berkomitmen untuk tidak pernah absen dalam mencetak prestasi dan memberikan wadah terbaik bagi bakat-bakat siswa kami,” ungkap perwakilan sekolah.

​Kelancaran acara ini juga didukung oleh kerja keras panitia yang diketuai oleh Euis Nurseha, M.Pd. dan diawasi oleh tim juri profesional, termasuk Hj. Tri Handayani, M.Pd. di bidang Matematika serta tim juri lainnya untuk memastikan kompetisi berjalan objektif.

​Dengan pencapaian gemilang ini, para pemenang dari SDN Kiara III kini bersiap untuk membawa semangat yang sama menuju kompetisi tingkat Kabupaten Karawang.

Pemprov NTB dan Pemkab Lotim Gelar Bazar UMKM Makmur Mendunia di Pasar Rakyat Pringgabaya

0

Warta.in
Lombok Timur, NTB – Mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok (Bapok) menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Event Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Makmur Mendunia Center (MMC) NTB di Kantor Camat Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (11/2/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan, bahwa intervensi pemerintah diperlukan menyusul tren kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir.

“Menjelang puasa, permintaan bahan pokok meningkat drastis. Saya turun langsung ke pasar dan memang ada kecenderungan harga naik. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak punya pilihan selain melakukan intervensi, salah satunya melalui pasar murah,” tegas Gubernur.

Meski demikian, Gubernur memastikan ketersediaan stok bahan pokok di NTB dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan harga di pasar.

“Kami sudah cek, stok bahan pokok di NTB aman dan tersedia. Tidak perlu panik. Jangan sampai karena khawatir, belanja berlebihan. Pemerintah memastikan pasokan terpenuhi,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Makmur Mendunia Center (MMC) NTB yang berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pasar rakyat dan bazar UMKM menjadi langkah konkret menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Selain intervensi jangka pendek melalui pasar murah, Pemprov NTB juga menyiapkan program penguatan ketahanan pangan desa secara bertahap. Tahun ini, hampir 300 paket program akan disalurkan ke 300 desa, dan jumlah yang sama disiapkan untuk tahun kedua. Hingga 2029, sebanyak 1.166 desa dan kelurahan ditargetkan terjangkau program ketahanan pangan dan desa berdaya.

“Kami ingin memastikan penguatan ekonomi tidak hanya bersifat insidentil, tapi berkelanjutan sampai seluruh desa terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyampaikan bahwa Pemkab telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp20 miliar pada akhir 2025 untuk bantuan modal gratis kepada kurang lebih 23 ribu pelaku UMKM di Lombok Timur.

“Yang sudah terverifikasi tetap menerima bantuan. Kalau ada kendala teknis di salah satu bank, itu akan kami selesaikan. Tidak ada yang tidak dapat selama sudah terverifikasi,” tegas Bupati.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pasar murah dan bazar UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kegiatan serupa, lanjutnya, juga akan digelar di Labuhan Haji pada akhir pekan ini.

Event Pasar Rakyat dan Bazar UMKM MMC NTB di Pringgabaya ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat UMKM, serta memastikan masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan tenang dan kebutuhan pokok yang tetap terjangkau. (sr/dkintb)

Bancar bergejolak,sorotan media dianggap ancaman,ada apa dibalik tambang?

0

Pemerintah,Tuban||warta.in — Di Bancar, suara mesin pencucian pasir tak pernah benar-benar berhenti. Ia meraung siang dan malam, seperti tak mengenal hukum waktu.(11/2/26)

Namun yang lebih menggetarkan dari deru itu adalah kabar bahwa sorotan publik dianggap ancaman.

Jika sebuah usaha berdiri di atas izin yang sah, mengapa cahaya pemberitaan terasa menyilaukan?

Nama Santoso dan Aseng beredar dalam percakapan warga sebagai pihak yang dikaitkan dengan aktivitas tersebut. Tidak ada penjelasan terbuka yang benar-benar meredakan tanya. Yang ada justru ruang hening—dan dalam keheningan itulah kecurigaan tumbuh liar.

Isu paling keras yang mengemuka adalah adanya resistensi terhadap peliputan. Jika benar ada upaya membatasi informasi, ini bukan lagi soal tambang. Ini soal keberanian menghadapi transparansi.

Tambang bukan aktivitas samar.

Ia berisik.

Ia meninggalkan jejak.

Ia mengubah bentang alam.

Maka ketika media datang dengan pertanyaan, respons yang seharusnya muncul adalah data dan dokumen—bukan alergi terhadap sorotan.

Publik kini menembakkan pertanyaan yang tak lagi halus:
Apakah seluruh izin operasional telah dipenuhi?

Apakah analisis dampak lingkungan berjalan sesuai ketentuan?

Apakah kewajiban pajak dan retribusi dipenuhi?

Mengapa klarifikasi resmi belum menjawab keresahan warga?

Dalam negara hukum, usaha yang bersih tak pernah takut diperiksa. Justru pemeriksaan adalah cara paling cepat membungkam fitnah.

Namun ketika klarifikasi tak kunjung tegas, ketika transparansi tak segera dibuka, publik menilai ada yang sedang dipertahankan—entah reputasi, entah kepentingan.

Yang pasti, satu pelajaran keras tak bisa dihindari:
di era keterbukaan, membungkam informasi tidak pernah menyelesaikan persoalan. Ia hanya mengubah bisik-bisik menjadi ledakan pertanyaan.

Bancar hari ini bukan sekadar tentang pasir yang dicuci.
Ia tentang seberapa kuat hukum berdiri ketika diuji sorotan.

Karena semakin lama publik dibiarkan tanpa jawaban, semakin tajam kecurigaan mengeras. Dan ketika kepercayaan retak, yang runtuh bukan hanya nama—tetapi wibawa.(bersambung)

Bayi Perempuan yang Diduga Sengaja Dibuang Beserta Surat Wasiat, Polisi Cari Pelaku dan Motifnya

0

Warta.in, Jember – Warga Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan di teras rumah warga pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026, sekitar pukul 01.55 WIB.

Kronologi ditemukannya bayi itu bermula setelah Budi dibangunkan oleh tetangganya bernama Slamet yang mendengar suara tangisan bayi, setelah dicek slamet melihat suara itu berasal kardus didepan rumah Budi, Slamet langsung memanggil warga sekitar untuk memeriksa isinya.

Setelah diperiksa, betapa terkejutnya warga karena ternyata isinya adalah bayi, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru saja dilahirkan karena masih dengan kondisi warna kulit kemerahan dan tali pusar yang telah dipotong serta dilapisi kain kasa serta bersih dan terawat, sehingga diduga sempat mendapat perawatan awal meski identitas orang tua belum diketahui.

Di dalam kardus juga ditemukan sepucuk surat wasiat, yang kini menjadi barang bukti penting dalam penyelidikan kepolisian untuk mengungkap motif dan latar belakang pembuangan bayi tersebut.

Ket foto : Surat wasiat yang berada dalam kardus bersama bayi yang ditulis oleh kedua pasutri atau orang tua bayi.

Dari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi menunjukkan sepasang pria dan wanita yang datang menggunakan sepeda motor matic dari arah timur, wanita yang dibonceng kemudian meletakkan kardus berisi bayi itu di teras rumah sebelum keduanya melarikan diri.

Sayangnya, nomor polisi kendaraan tidak dapat diidentifikasi karena pantulan lampu motor menutupi rekaman. Meski begitu, polisi tetap menelusuri jalur pergerakan kedua pelaku melalui CCTV di area sekitar lokasi kejadian.

Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan FS. Darma, menyatakan bayi telah dievakuasi ke Puskesmas Kaliwates untuk mendapatkan perawatan medis dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan bayi dinyatakan dalam kondisi sehat saat ditemukan.

Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari warga dan saksi untuk memperkuat penyelidikan, sekaligus mencari tahu apakah bayi tersebut sempat ditangani oleh bidan atau tenaga kesehatan sebelum dibuang.

“Pihak kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini secara serius, termasuk menelusuri identitas dan keberadaan kedua orang tua bayi, serta motif di balik pembuangan yang diduga sudah direncanakan sebelumnya,” pungkasnya.

36 Cabor Solid Dukung Kang Boeng Pimpin KONI Subang

0

36 Cabor Solid Dukung Kang Boeng Pimpin KONI Subang

SUBANG | Warta In – Dukungan terhadap Kang Boeng untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang kian menguat. Sebanyak 36 cabang olahraga (cabor) secara tegas menyatakan dukungan penuh atas pencalonannya sebagai Ketua KONI Kabupaten Subang, Rabu (11/2/2026).

Dukungan mayoritas ini dinilai menjadi sinyal kuat bagi soliditas dan masa depan pembinaan olahraga di Kabupaten Subang. Konsolidasi lintas cabor tersebut menunjukkan adanya kesamaan visi untuk membawa olahraga Subang lebih maju dan berprestasi.

Komitmen dukungan juga disampaikan oleh PSSI melalui Sekretaris Umum Askab PSSI Kabupaten Subang, Nugraha Wibawa, SP., MM. Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung Kang Boeng maju sebagai Ketua KONI Kabupaten Subang.

“Pada prinsipnya kami dari PSSI Kabupaten Subang sangat mendukung Kang Boeng menjadi Ketua KONI. Apalagi beliau didukung oleh 36 cabor. Ini menunjukkan adanya kekompakan dan keinginan bersama untuk memajukan olahraga di Subang,” ujar Nugraha Wibawa.

Menurutnya, dukungan mayoritas cabor menjadi modal penting dalam membangun sinergitas serta meningkatkan prestasi atlet Subang ke depan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Dengan dukungan solid dari 36 cabor, pencalonan Kang Boeng dinilai semakin menguat. Banyak pihak berharap kepemimpinan baru nantinya mampu membawa perubahan signifikan, memperkuat pembinaan atlet usia dini, serta meningkatkan capaian prestasi olahraga Kabupaten Subang di berbagai ajang kompetisi.

Momentum ini menjadi langkah awal menuju konsolidasi besar olahraga Subang demi mewujudkan prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang.

@ Bobby Cengos

Kapolres Jakpus Terima Brevet Kehormatan ‘Setia Waspada’ dari Paspampres

0

Warta.in Jakarta Pusat – Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr Reynold E.P Hutagalung menerima penganugerahan penyematan Brevet Kehormatan “Setia Waspada” dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kegiatan berlangsung di Ruang Bhuana Agung, Mako Paspampres, Rabu (11/2/2026) pukul 09.00 WIB.

Brevet kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha kepada sejumlah pejabat TNI/Polri serta instansi pemerintahan yang terpilih, yang salah satunya adalah Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung menyampaikan apresiasi atas penganugerahan tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
“Penganugerahan Brevet Kehormatan ‘Setia Waspada’ ini merupakan kehormatan bagi saya pribadi dan institusi. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan kesiapsiagaan dalam mendukung tugas-tugas negara,” kata Kombes Reynold dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Kombes Reynold menambahkan, momentum tersebut juga memperkuat sinergitas antarinstansi, khususnya dalam mendukung stabilitas keamanan.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas instansi, terutama dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan penyematan brevet kehormatan berlangsung khidmat dan tertib di lingkungan Mako Paspampres.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Lagi-Lagi Korban Miras di Subang, Dua Orang Meninggal Dunia

0

Lagi-Lagi Korban Miras di Subang, Dua Orang Meninggal Dunia

SUBANG | Warta In – Peredaran minuman keras (miras) kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Subang. Tiga warga dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut, dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Subang. Rabu (11/2/2026).

Dua korban meninggal dunia masing-masing bernama Anton, warga Desa Belendung, dan Taupik, warga Kelurahan Cigadung. Sementara satu korban lainnya, Geboy, warga Cigadung, saat ini masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Subang akibat dampak konsumsi miras tersebut.

Peristiwa ini memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk Ketua Viking Subang, Memet. Ia dengan tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan memberantas peredaran miras di wilayah Subang.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Sudah berulang kali miras menelan korban. Kami meminta pihak pemerintah dan APH segera bertindak tegas, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegas Memet.

Memet juga secara khusus menyoroti tempat hiburan yang diduga menjadi lokasi penjualan miras, yakni di kawasan atelir depan Pemda Subang. Ia meminta agar tempat tersebut tidak hanya ditindak, tetapi juga ditutup apabila terbukti melanggar aturan.

“Kalau perlu tindak tegas sekaligus tutup tempat hiburannya. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Memet menegaskan apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah dan aparat, pihaknya bersama Viking Nanas Subang akan mengambil tindakan dengan melakukan sweeping ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi penjualan miras di Subang.

“Kalau tidak segera ditindak, kami Viking Nanas Subang akan melakukan sweeping ke tempat-tempat penjualan miras yang ada di Subang,” tegasnya.

Sementara itu, Pian, Ketua RW Blok Jagal, juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Ia berharap para pedagang miras ilegal segera ditindak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami serahkan kepada APH agar segera ditindak pedagang miras tersebut. Jangan sampai ada korban lagi,” ujar Pian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penelusuran terkait asal-usul miras yang dikonsumsi para korban. Masyarakat berharap ada langkahu nyata dan tegas dari pemerintah daerah serta aparat hukum untuk menghentikan peredaran miras ilegal di Kabupaten Subang.

@bobby cengos

Siswa dan Guru Hebat Beradu Prestasi di Lomba Akademik Cilamaya Kulon 2026

0
0-0x0-0-0#

Siswa dan Guru Hebat Beradu Prestasi di Lomba Akademik Cilamaya Kulon 2026

​KARAWANG | Warta In Jabar – Ratusan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) memenuhi lingkungan SDN Sukajaya II, Dusun Lobang, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, pada Rabu (11/02/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti gelaran prestisius Lomba Akademik Siswa Tingkat Kecamatan Cilamaya Kulon Tahun 2026.

​Acara yang berlangsung selama dua hari (11-12 Februari) ini menjadi ajang pembuktian hasil belajar bagi siswa kelas 1,2,3,4, 5, dan 6. Tidak hanya siswa, para tenaga pendidik pun turut berkompetisi dalam pemilihan Guru Berprestasi (Gurpres).

​Ketua Pelaksana, Euis Nurseha, M.Pd, bersama jajaran panitia di bawah penanggung jawab Samson Kusuma Miharja, S.Pd., M.Pd, telah menyiapkan tujuh bidang lomba utama. Bidang tersebut meliputi:

​Tes Kompetensi Dasar (TKD): TKD kelas I, II, dan kelas III.

​Olimpiade Sains (KSN): IPA, IPS, dan Matematika kelas 4,5 dan kelas 6.

​Siswa Berprestasi (Sispres): Pencarian bibit unggul secara komprehensif.

​Guru Berprestasi (Gurpres): Ajang apresiasi inovasi bagi para pengajar.

​Dalam sela-sela kegiatan, Ketua Pelaksana, Euis Nurseha, M.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta.

​”Kami sangat mengapresiasi semangat para siswa dan guru. Kegiatan di SDN Sukajaya II ini bukan sekadar mengejar juara, tapi tentang bagaimana kita menghargai proses latihan dan kepercayaan diri sesuai tema kita tahun ini. Harapannya, mereka yang lolos ke tingkat Kabupaten Karawang adalah putra-putri terbaik yang mampu membawa nama baik Cilamaya Kulon,” ujarnya.

​Sesuai dengan semboyan yang terpampang pada banner utama, “Aku percaya pada proses, pada latihan, dan pada diriku sendiri. OSN, aku siap!”, suasana perlombaan tampak penuh semangat namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

​Kordinator Bidang Lomba, Udin Syamsudin, S.Pd, memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri yang kompeten. Pengawasan ketat dilakukan untuk menjamin kualitas pemenang yang nantinya akan mewakili kecamatan di tingkat yang lebih tinggi.

​Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi seluruh warga sekolah di wilayah Cilamaya Kulon untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi emas yang kompetitif di masa depan.

Kapolres Bondowoso Hadiri Gerakan Sedekah Oksigen dan Bakti Sosial HPN 2026, Tanam 1.000 Pohon

0

Warta.in, Bondowoso – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. bersama jajaran Forkopimda menghadiri kegiatan Gerakan Sedekah Oksigen yang digelar di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman 1.000 pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Bondowoso.

Selain gerakan tanam pohon, rangkaian peringatan HPN 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial di Rest Area Kampung Kopi Kluncing, Kecamatan Sumberwringin, di antaranya bakti sosial, santunan anak yatim dan duafa, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran Kapolres Bondowoso bersama Forkopimda dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan insan pers. Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Bondowoso dalam mendukung kebebasan pers yang profesional, berintegritas, serta berperan aktif dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menyampaikan apresiasi atas peran insan pers yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.

“Pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Melalui kegiatan sosial dan gerakan peduli lingkungan ini, kita ingin memperkuat kolaborasi serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan penanaman pohon bukan hanya simbolis, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.

“Menanam pohon berarti menanam harapan bagi masa depan. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan tetap asri, sehat, dan lestari,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung penuh kebersamaan, diikuti oleh unsur Forkopimda, insan pers, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Momentum peringatan HPN 2026 ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara Polri dan insan pers dalam membangun Bondowoso yang aman, sejuk, dan berdaya saing.