25.9 C
Jakarta
Minggu, Februari 15, 2026
Beranda blog Halaman 41

Soal Tempat Babi Ilegal, Kadis dan Kabid Dinas Pangan Kota Pontianak Saling Lembar Bola

0

PONTIANAK, WARTA IN. – Keberadaan gudang pemotongan hewan jenis babi yang diduga ilegal di wilayah Jalan Kebangkitan Nasional Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, tuai sorotan publik, Jumat (30/01/26).

Berdasarkan keterangan warga sekitar, aktivitas pemotongan babi di lokasi tersebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum pernah terlihat adanya tindakan tegas dari instansi teknis maupun aparat penegak hukum.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap praktik usaha yang diduga melanggar hukum,” jelasnya.

“Gudang itu sudah lama beroperasi. Setahu kami, pemiliknya Ab dan Ag. Tapi anehnya tidak pernah ada penertiban,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga juga menyoroti prosedur pemotongan hewan yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan. Menurut mereka, pemotongan babi seharusnya dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi atau fasilitas yang berada di bawah pengawasan karantina dan dokter hewan.

“Pemotongan hewan itu seharusnya melalui karantina dan pengawasan. Tapi yang kami lihat, para pekerja langsung memotong di gudang itu tanpa prosedur resmi,” ungkap warga lainnya.

Selain dugaan pelanggaran hukum, aktivitas pemotongan babi di gudang tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan, mulai dari potensi penyebaran penyakit hewan menular, sanitasi yang buruk, hingga limbah pemotongan yang dapat mencemari permukiman warga.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kota Pontianak, khususnya Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan, serta aparat penegak hukum, untuk segera melakukan inspeksi lapangan, audit perizinan, serta penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami hanya ingin aturan ditegakkan. Jangan sampai masyarakat dikorbankan demi kepentingan usaha yang diduga ilegal,” tegas warga.

Saat dikonfirmasi Kabid Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Endang Sayekti, mengatakan mohon maaf bisa ke kadis langsung ya pak, saya tidak punya kewenangan untuk berbicara,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga sebagai pemilik gudang, maupun dari dinas terkait mengenai legalitas operasional dan perizinan usaha pemotongan babi tersebut.

Maming Surita, SE. Dampingi Anjar Lugiyana, M.Ip. Camat Ciparay Resmikan SPPG Sarimahi 002.er

0

Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jumat, 30 Januari 2026 Warta. In
Maming Surita, SE. Ketua Yayasan Bangsa Mitra Madani, mendampingi Anjar Lugiyana, S.Ip. M.Ip. Camat Ciparay, Kabupaten Bandung, meresmikan SPPG Sarimahi 002 di Kp. Stasiun, Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jumat, 30 Januari 2026.
Adanya Dapur SPPG ciptakan lapangan kerja, UMKM, pasar Ciparay, berdaya. SPPG Sarimahi 002, merupakan Dapur MBG ke-7 Yayasan Bangsa Mitra Madani, jelas Maming Surita , SE. Ketua Yayasan Bangsa Mitra Madani. Senin, 2 Februari 2026, SPPG Sarimahi akan beroperasi, pungkas Maming Surita, SE.
Yusup, S.Ip. Kades Sarimahi, mengucapkan terimakasih kepada Maming Surita, SE. Ketua Yayasan Bangsa Mitra Madani, atas tenaga kerja yang diserap SPPG Sarimahi 002. KDMP Sarimahi, juga akan diresmikan, Sabtu 31 Januari 2026. Harapan Yusup, S.Ip. Kades Sarimah, manfaatkan BUMDES dan KDMP Sarimahi, untuk suplai beras, sayuran. Selembar Surat HO setempat untuk lingkungan yang mengijinkan SPPG di wilayahnya.
SPPG masuk kategori Badan Usaha, untuk karyawan, karyawati sejahtera betah tumaninah, harapan Kades.
SPPG Sarimahi 002, merupakan SPPG ke-15 Dapur MBG yang operasional, target 31 Dapur MBG ke-3 terbesar setelah Bale Endah dan Rancaekek, program yang dinantikan oleh siswa SD, SMP, SMA di Kecamatan Ciparay, jelas Camat.
Kolaborasi untuk kawal program presiden Prabowo, kedepan tambah ODGJ, Lansia, anak jalanan, disamping Bumil, Ibu menyusui, , balita,batita, lanjut Camat. Kepada Kepala SPPG Sarimahi 002 Muhammad Dian, SH. Camat berpesan untuk laksanakan SOP supaya tidak terulang kejadian keracunan masal MBG.
KDMP Sarimahi yang akan diresmikan, Sabtu, 31 Januari 2026 kolaborasi KDMP bermitra dengan UMKM menyuplai bahan untuk SPPG Dapur MBG di Ciparay, jangka pendek untuk turunkan stunting, di Ciparay masuk 3 besar di Kabupaten Bandung, pungkas Camat Ciparay. Warta. In. Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.<img src="http://warta.in/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260130_145851-1-300×225.jpg" alt="" width="300" height="225″ class=”alignnone size-medium wp-image-159324″ />

Mengenal Primata Indonesia Paling Terancam di Dunia Dalam Peringatan Hari Primata Indonesia 2026

0

Menurut Mammal Diversity Database tahun 2025, Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman jenis primata tertinggi di dunia dengan memiliki 66 jenis atau setara dengan 12,8% dari primata yang ada di dunia. Jumlah jenis primata di Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brazil dan Madagaskar. Mereka tersebar di empat pulau besar yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi, sementara di Papua dan Kepulauan Maluku tidak ditemukan jenis satwa primata.

Menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Red List), dari 66 jenis primata Indonesia, terdapat 12 jenis berstatus Critically Endangered atau kritis, 25 jenis berstatus Endangered (terancam), 26 jenis berstatus Vulnerable (rentan), satu jenis berstatus Near Threatened (hampir terancam) dan dua jenis masih Data Deficient (informasi kurang). Selain itu, berdasarkan status perdagangan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), sebagian besar primata Indonesia masuk ke dalam kategori Appendix I dan Appendix II.

Appendix I merupakan daftar yang berisi nama-nama spesies satwa atau tumbuhan yang terancam punah yang haram untuk diperdagangkan, kecuali untuk keperluan terbatas (misalnya penelitian). Sementara itu, Appendix II memuat semua spesies yang tidak terancam punah, boleh diperdagangkan namun dengan pengaturan yang ketat agar tidak dieksploitasi berlebihan.

Berdasarkan status perlindungannya, di Indonesia terdapat 37 jenis primata masuk dalam daftar satwa yang dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018.

Selain itu, menurut Laporan Primates in Peril periode tahun 2023–2025 yang dipublikasikan oleh IUCN SSC Primate Specialist Group, International Primatological Society, dan Re:wild baru-baru ini, terdapat empat jenis primata Indonesia yang masuk dalam kategori kritis atau sangat terancam oleh kepunahan di dunia, yaitu orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis), owa simakobu (Simias concolor), lutung sentarum (Presbytis chrysomelas), dan tarsius sangihe (Tarsius sangirensis). Laporan yang memuat lebih dari 100 hasil penelitian pakar primata ini merupakan edisi ke-12 dari daftar yang dirilis setiap dua tahun yang mengidentifikasi spesies primata paling membutuhkan tindakan konservasi.

1 : Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)

Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) merupakan spesies kera besar yang telah dipisahkan dari orangutan sumatera (Pongo abelii) pada akhir tahun 2017 lalu. Menurut Daftar Merah IUCN, orangutan tapanuli berstatus Critically Endangered (kritis) karena habitatnya terbatas hanya di Hutan Batangtoru, Tapanuli Selatan di Sumatera Utara. Selain itu, berdasarkan CITES, orangutan tapanuli masuk ke dalam kategori Appendix I dan merupakan satwa dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Berdasarkan dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Pemerintah Indonesia 2019-2029, populasi orangutan tapanuli diperkirakan berjumlah hanya 577-760 individu. Orangutan tapanuli hanya dapat dijumpai di Hutan Batang Toru yang meliputi tiga kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Luasan Lanskap Batangtoru diperkirakan seluas 240–280 ribu hektar dan yang menjadi habitat orangutan tapanuli hanya sekitar 138.435 ha (49%) serta terpisah dalam tiga blok habitat.

2 : Simakobu (Simias concolor)

Simakobu (Simias concolor) adalah primata endemik Kepulauan Mentawai yang tersebar di empat pulau utama, yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Simakobu memiliki dua subjenis, yaitu Simias concolor concolor yang tersebar di Pulau Sipora, Pagai, dan pulau kecil sekitarnya, sedangkan Simias concolor siberu yang hanya ada di Pulau Siberut. Menurut IUCN, Simakobu masuk ke dalam kategori Critically Endangered (Kritis) dan masuk ke dalam kategori Appendix I berdasarkan CITES, serta termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Populasinya menurun drastis hingga 75% sejak 1980 dan kini hanya tersisa berkisar 6.700–17.300 individu. Penurunan populasi mereka akibat deforestasi, degradasi habitat dan perburuan.

3 : Lutung sentarum (Presbytis chrysomelas)

Lutung sentarum (Presbytis chrysomelas) merupakan primata dari kelompok monyet daun (Colobinae) yang dulunya tersebar luas di barat laut Borneo, namun kini hanya ditemukan di sekitar 5% dari sebaran historisnya. Habitat utamanya berada di dataran rendah, hutan rawa, gambut, dan mangrove. Lutung ini awalnya dianggap sebagai subjenis dari kokah (Presbytis femoralis) atau simpai (Presbytis melalophos), namun kini ditetapkan sebagai jenis tersendiri. Lutung sentarum terdiri dari dua subjenis, yaitu Presbytis chrysomelas chrysomelas dan Presbytis chrysomelas cruciger, yang dibedakan berdasarkan sebaran dan pola warna tubuh. Lutung ini hidup berkelompok kecil, bersifat diurnal, memakan dedaunan, dan lebih sering beraktivitas di pohon pada ketinggian 4–20 meter. Saat ini populasinya hanya sekitar 200–500 individu. Awalnya hanya diketahui di Sarawak, tetapi keberadaannya ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum pada 2019. Menurut IUCN, lutung sentarum masuk ke dalam status Critically Endangered (kritis), namun sayangnya belum masuk daftar satwa dilindungi Indonesia.

4 : Tarsius sangihe (Tarsius sangirensis)

Tarsius sangihe adalah primata kecil yang hanya hidup di Pulau Sangihe, yang merupakan satu dari 12 jenis tarsius yang ada di dunia. Sebagai primata nokturnal karnivora, primata unik ini memangsa serangga dan menunjukkan morfologi khas seperti mata besar, ekor panjang, dan kemampuan memutar kepala hampir 180°. Saat ini, populasinya diperkirakan hanya sekitar 464 individu. Mereka dikategorikan sebagai Endangered (terancam) oleh IUCN dan termasuk satwa dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna mengatakan bahwa primata memainkan peranan penting dalam sebuah ekosistem, sebagai agen penyebar biji (seed disperser) utama yang memastikan berlangsungnya regenerasi dan menjaga keragaman spesies di hutan hujan tropis, serta keberadaannya dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem. Melalui pola makan frugivora, mereka menanam kembali hutan secara alami, mengendalikan populasi serangga, dan menunjang siklus hara tanah.

Lebih lanjut, Dolly, menjelaskan saat ini keberadaan primata di Indonesia menghadapi ancaman serius yang mengarah pada kepunahan, terutama akibat deforestasi masif, konversi lahan, perburuan, dan perdagangan satwa liar ilegal. Fragmentasi hutan mengisolasi populasi, sementara konflik manusia-primata meningkat karena berkurangnya ruang hidup. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan pelestarian primata dan habitatnya di Indonesia, seperti patroli perlindungan habitat, pusat rehabilitasi dan pelepasliaran, serta penyadartahuan dan edukasi.

“Oleh karena itu, peringatan Hari Primata Indonesia dapat menjadi momentum penting guna mendorong kolaborasi multipihak dengan konsep pentahelix untuk mendukung program pelestarian dan perlindungan primata beserta habitatnya di Indonesia. Konsep tersebut menggabungkan peran akademisi, sektor bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Dengan melibatkan berbagai pihak, konsep pentahelix dapat digunakan untuk mencari pendekatan inovatif dan efektif guna meningkatkan pengembangan dan implementasi program pelestarian dan perlindungan primata beserta habitatnya di Indonesia. Tentu saja butuh koordinasi yang baik, juga komitmen tinggi, dari berbagai pihak sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing”, ujar Dolly.

Sebagai informasi, Hari Primata Indonesia yang diperingati setiap 30 Januari yang diinisiasi oleh PROFAUNA sebagai bentuk keprihatinan terhadap aktivitas perdagangan dan perburuan primata yang semakin tinggi. Peringatan Hari Primata dilakukan setiap tahun oleh berbagai lembaga dan komunitas pemerhati satwa yang bertujuan untuk memberikan penyadartahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga primata Indonesia di habitat alaminya. Hal ini juga menjadi upaya dalam menekan laju kepunahan terhadap primata Indonesia terhadap aktivitas perusakan habitat dan perburuan.

Tentang Belantara Foundation

Belantara Foundation adalah organisasi nirlaba independen berbasis di Indonesia yang didirikan pada tahun 2014. Belantara memainkan peran penting dalam konservasi lingkungan, restorasi hutan, konservasi satwa liar, dan pengembangan masyarakat berkelanjutan di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Misi Belantara adalah untuk mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan, mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi jangka panjang, meningkatkan penghidupan masyarakat lokal, dan melindungi lingkungan. Pada bulan November 2024, Belantara menjadi Anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN). Informasi lebih lengkap mengenai Belantara Foundation dapat dilihat di www.belantara.or.id.

Rilis : Belantara Foundation

” Zulfikar “

PWI Bekasi Raya Gelar Isra Mi’raj dan Santuni 50 Anak Yatim, Tegaskan Komitmen Moral Insan Pers

0

warta.in Bekasi ◊ Jum’at, 30 Januari 2026

*KOTA BEKASI* – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu, di Sekretariat PWI Bekasi Raya, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diwakili Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bekasi. Turut hadir Kasi Intel Kejari Kota Bekasi, Kasubgar 0507 Kota Bekasi, Ketua MUI Kota Bekasi, Ketua Umum Ormas Jajaka, perwakilan Kemenag Kota Bekasi, Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, Ketua MPC PP Kota Bekasi, perwakilan Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Dansub PM Kota Bekasi, Dandim 0507 Kota Bekasi, serta para pengurus organisasi dan Pokja Wartawan Kota dan Kabupaten Bekasi.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj harus menjadi refleksi bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Sebagai wartawan, kita memiliki tanggung jawab moral terhadap ruang publik dalam menyajikan informasi. Tanggung jawab itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” tegas Ade.

Menurutnya, peringatan keagamaan yang dirangkaikan dengan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen PWI Bekasi Raya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa PWI Bekasi Raya tidak hanya menjalankan fungsi profesi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi kemanfaatan yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Ade juga menyebut Sekretariat PWI Bekasi Raya sebagai rumah bersama para wartawan di Bekasi. Ia berharap momentum doa bersama dalam peringatan Isra Mi’raj ini menjadi penguat spiritual bagi insan pers.

“Ini rumah wartawan. Semoga dengan doa bersama ini, kita semua diberikan kelancaran, kemudahan, dan kekuatan dalam menyampaikan informasi publik secara profesional dan berintegritas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Muksin juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh tamu undangan dari unsur pemerintahan serta berbagai elemen masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan dukungan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Rangkaian acara diikuti wartawan dari berbagai media dan berlangsung khidmat. Kegiatan diisi dengan doa bersama, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta tausiyah yang menambah kekhusyukan peringatan Isra Mi’raj tersebut.

(Alpin A.S)

Program Oplah Kembali Fungsikan Lahan Pertanian, Siap Dukung Swasembada Pangan

0
Ket Foto : Petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) bersama Ketua Poktan dan petani setempat.

Warta.in, Jember – 30/01/2026 Optimalisasi Lahan (Oplah) yang diprakarsai oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang kurang optimal (lahan tidur, marjinal) melalui perbaikan infrastruktur irigasi, tata air, dan tanah kembali berikan manfaat bagi kelompok tani (Poktan).

Wargo Mulyo IV adalah salah satu kelompok tani yang ada di dusun Kalimalang desa Mojomulya kecamatan Puger kabupaten Jember, turut merasakan manfaat setelah dilaksanakannya program Oplah berupa DPT (Dinding Penahan Tanah) atau plengsengan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat / Kementrian.

Awalnya lahan pertanian/sawah seluas 77,64 Ha milik para petani tidak dapat sepenuhnya dialiri oleh aliran air, dikarenakan adanya kebocoran salah satu ruas sisi dinding aliran air, karena memiliki perbedaan ketinggian tanah air masuk ke sisi sebelah sehingga menyebabkan aliran air tidak bisa mengaliri lahan yang ada di hilir.

“Satu sisi disebelah utara itu tinggi dan sisi lain (selatan) itu bocor, kalo bocor kita berusaha membendung tapi setelah itu yang disana bocor juga jadi tidak bisa dibendung mas, jadi air itu tidak bisa sampe kesana (hilir),” Kata Sutikno selaku Ketua Poktan.

Hal ini menyebabkan para petani harus berfikir agar tetap bisa memanfaatkan sawah atau ladangnya sehingga yang seharusnya sudah masuk untuk musim tanam padi para petani memutuskan untuk menanam jagung, karena menurut petani tidak banyak memerlukan air bahkan genangan air.

“Hampir 50 persen lahan itu tidak bisa diairi mas, harusnya MT 1 (Musim Tanam) itu tanamnya padi karena permasalahn ini ga bisa mas, jadi para petani mengalihkan tanamnya kejagung,” Lanjut Sutikno.

Kurangnya anggaran untuk memperbaiki dinding atau kebocoran itu membuat para petani hanya bisa pasrah, Namun permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani margo mulyo VI kini sudah dapat teratasi berkat bantuan yang diberikan oleh Kementrian kepada Pemerintah daerah berupa Progaram Oplah, adanya program atau bantuan ini juga sekaligus mengurangi beban biaya yang dikeluarkan para petani.

Ket Foto : Kondisi sebelum dan sesudah terlaksananya program Oplah (DPT) atau Plengsengan.

“Proyek ini saya manfaatkan satu sisi saja mas biar panjang, Sekarang sudah 95 persen kita tanam padi mas, juga kita bisa menghemat biaya biasanya kan kita pake pompa untuk mengairi sekarang sudah tidak lagi, sudah langsung,” pungkas Sutikno.

Para petani yang berada dibawah naungan kelompok tani Wargo Mulyo IV berkomitment akan terus mendukung program pemerintah baim pusat atau pun daerah khususnya program yang menjadi salah satu prioritas dari presiden RI Prabowo Subianto yaitu Swasembada Pangan atau Lumbung Pangan bagi bangsa Indonesia.

Para petani juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya program ini, serta berharap pemerintah terus memperhatikan serta menanggapi terkait keluhan yang mungkin ada dalam setiap kelompok tani (Poktan).

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo juga tidak lupa Gus Bupati Muhammad Fawait dan semua yang terkait atas bantuan ini, semoga kita terus diperhatikan, karena inikan masih sisi sebelah sisi yang lain juga kita berharap juga diberi bantuan lagi sama pemerintah,” tandas Sutikno menyampaikan dengan senyum lebar dan sumringah.

PPWI Rembang Tanam Cemara dan Gelar Baksos di Pantai Dasun pada HPN 2026

0

Warta.in  || Jateng Rembang ||‎ Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Rembang melanjutkan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada hari kedua dengan menggelar penanaman pohon cemara dan bakti sosial di Pantai Dasun, Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jumat (30/1/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Ndasun, Jarwo, perangkat desa, serta anggota PPWI Kabupaten Rembang. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian insan pers terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

‎Kepala Desa Ndasun, Jarwo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PPWI Rembang atas kegiatan yang dilaksanakan di wilayahnya.

‎”Saya ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan bisa mempererat silaturahmi, sehingga kita dapat saling memberi dan saling berbuat untuk masyarakat,” ujar Jarwo.

‎Menurut Jarwo, kegiatan sosial yang dilakukan PPWI Rembang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Ndasun.

‎”Bakti sosial dari rekan-rekan PPWI Kabupaten Rembang di Desa Ndasun ini, bersama dengan penanaman pohon cemara, mudah-mudahan bermanfaat untuk pantainya dan masyarakatnya, terutama bagi warga yang menerima bantuan beras,” lanjutnya.

‎Jarwo juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

‎”Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus bersambung. Apapun bentuknya, selama itu bakti sosial, pasti akan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

‎Masih menurut Jarwo, momentum Hari Pers Nasional menjadi pengingat pentingnya peran wartawan di tengah masyarakat.

‎‎”Karena ini bertepatan dengan Hari Pers Nasional, kami berharap teman-teman wartawan ikut serta membangun kepedulian sosial. Apalagi akhir-akhir ini masih ada kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya bisa diatur dan dikelola oleh desa, khususnya terkait bantuan sosial,” pungkasnya.

‎Melalui kegiatan ini, PPWI Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional 2026.

PPWI Rembang Tanam Cemara dan Gelar Baksos di Pantai Dasun pada HPN 2026

Warta.in || Jateng Rembang ||‎ Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Rembang melanjutkan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada hari kedua dengan menggelar penanaman pohon cemara dan bakti sosial di Pantai Dasun, Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jumat (30/1/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Ndasun, Jarwo, perangkat desa, serta anggota PPWI Kabupaten Rembang. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian insan pers terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

‎Kepala Desa Ndasun, Jarwo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PPWI Rembang atas kegiatan yang dilaksanakan di wilayahnya.

‎”Saya ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan bisa mempererat silaturahmi, sehingga kita dapat saling memberi dan saling berbuat untuk masyarakat,” ujar Jarwo.

‎Menurut Jarwo, kegiatan sosial yang dilakukan PPWI Rembang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Ndasun.

‎”Bakti sosial dari rekan-rekan PPWI Kabupaten Rembang di Desa Ndasun ini, bersama dengan penanaman pohon cemara, mudah-mudahan bermanfaat untuk pantainya dan masyarakatnya, terutama bagi warga yang menerima bantuan beras,” lanjutnya.

‎Jarwo juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

‎”Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus bersambung. Apapun bentuknya, selama itu bakti sosial, pasti akan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

‎Masih menurut Jarwo, momentum Hari Pers Nasional menjadi pengingat pentingnya peran wartawan di tengah masyarakat.

‎”Karena ini bertepatan dengan Hari Pers Nasional, kami berharap teman-teman wartawan ikut serta membangun kepedulian sosial. Apalagi akhir-akhir ini masih ada kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya bisa diatur dan dikelola oleh desa, khususnya terkait bantuan sosial,” pungkasnya.

‎Melalui kegiatan ini, PPWI Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional 2026.

( wik )

Berani Bawa 4 Klip Sabu, Pria Dasan Agung Diciduk Polisi saat Dini Hari

0

Berani Bawa 4 Klip Sabu, Pria Dasan Agung Diciduk Polisi saat Dini Hari

Warta.in
Mataram, NTB – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram kembali mengungkap kasus tindak pidana Narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial MK (32), warga Kelurahan Dasan Agung, diamankan saat melintas di sebuah gang pada Jumat dini hari (30/01/2026) sekitar pukul 00.15 WITA.

MK ditangkap di Gang Jalan Gunung Batur, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Saat dilakukan penggeledahan badan yang disaksikan aparat lingkungan setempat, petugas menemukan empat klip Narkotika jenis sabu dengan total berat 1,11 gram yang disimpan di saku celananya.

Tak berhenti di lokasi penangkapan, petugas juga melakukan penggeledahan lanjutan di rumah terduga yang berada tidak jauh dari tempat kejadian, guna memastikan tidak ada barang bukti lain yang masih dikuasai MK.

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH.,MH., membenarkan pengungkapan tersebut saat dikonfirmasi media, Jumat pagi.

“Dini hari tadi Tim Opsnal kami berhasil mengungkap kasus Narkoba dan mengamankan seorang pria warga Dasan Agung beserta barang bukti shabu seberat 1,11 gram. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan,” jelasnya.

Menurut Kasat Narkoba, saat ini MK masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mendalami peran dan keterlibatannya, termasuk kemungkinan terkait jaringan peredaran Narkoba di wilayah Kota Mataram.

“Kami masih mendalami sejauh mana keterlibatan terduga, apakah hanya sebagai pengguna atau memiliki peran lain dalam peredaran Narkotika,” tambahnya.

Atas perbuatannya, MK akan dijerat Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP Jo Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasat Narkoba menegaskan, pengungkapan ini merupakan bukti komitmen Polresta Mataram dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran gelap Narkotika.

“Kami akan terus melakukan langkah-langkah tegas dan berkelanjutan untuk memberantas Narkoba di wilayah hukum Polresta Mataram sebagai wujud nyata mendukung program Asta Cita Presiden,” pungkasnya.(sr/hpm)

 

“Tiang Telkom di Bahu Jalan, Warga Betung Khawatir Keselamatan”

0
oplus_1056

Pantauan di lokasi memperlihatkan sejumlah tiang penyangga kabel Telkom telah berdiri di bahu jalan, menimbulkan keresahan warga karena dinilai mengganggu fungsi jalan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Seorang warga Desa Betung yang enggan disebutkan namanya mengatakan pemasangan dilakukan tanpa sosialisasi maupun pemberitahuan resmi.

oplus_1056

“Kami hanya kaget melihat tiang-tiang itu sudah berdiri. Tidak ada yang menjelaskan apakah ini ada izin atau tidak. Yang kami tahu, tiang berdiri di bahu jalan, sangat membahayakan pengguna jalan terutama saat malam hari karena minim penerangan dan penglihatan,” ucap warga tersebut.

 

Warga Desa Betung Selatan juga menyampaikan keluhan yang sama. Bahu jalan yang mestinya menjadi ruang darurat kini dipenuhi tiang pancang. Di lapangan, terdapat lima batang tiang kabel Telkom menjulang tepat di bahu Jalan Betung Abab. Penyempitan jalan terjadi karena tiang kabel Telkom memakan bahu jalan.

oplus_1056

Warga berharap agar pihak Telkom segera mengambil tindakan untuk memindahkan tiang-tiang tersebut dan melakukan sosialisasi yang lebih baik di masa depan. Bagaimana menurut Anda, apakah warga perlu menghubungi pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini?

DPRD NTB Dukung Penuh Polri di Bawah Presiden

0

DPRD NTB Dukung Penuh Polri di Bawah Presiden

Warta.in
Mataram,NTB — DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan sikap tegas, mendukung keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Dukungan ini disampaikan langsung Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, mewakili pimpinan dan seluruh anggota dewan.

Isvie menilai posisi Polri di bawah Presiden menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan nasional, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Pola ini dinilai mampu menjaga garis komando tetap jelas, serta selaras dengan sistem ketatanegaraan.

Menurut perempuan pertama yang menduduki Ketua DPRD NTB itu, peran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, namun juga menjaga ketertiban sosial, melindungi masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan nasional hingga daerah. Karena itu, dukungan politik dan kelembagaan perlu terus diperkuat.

“DPRD Provinsi NTB mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden demi menjaga stabilitas keamanan, netralitas institusi, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Ia menambahkan, sinergi Polri bersama pemerintah daerah selama ini berjalan baik, termasuk dalam menjaga kondusivitas wilayah NTB, pengamanan agenda strategis, hingga pengawalan program sosial dan ekonomi.

DPRD NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kepercayaan terhadap Polri, sebagai institusi negara yang bekerja profesional dan berorientasi pada kepentingan rakyat.(sr/hpntb)

Agus Sutomo: HPN Bukan Milik Satu Organisasi, Tapi Milik Seluruh Insan Pers

0

Warta.in || Jateng Rembang ||‎ Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2026 di Kabupaten Rembang, ada seorang tokoh Pers, senior yang juga Penasehat DPC ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional) Rembang Agus Sutomo, menegaskan point penting di Hari Pers Nasional adalah wartawan harus mempunyai wawasan yang luas.

Saya menghimbau, media harus terus belajar dan belajar, karena di era Media Sosial, banyak teman teman yang mengantongi kartu Pers, akan tetapi mereka belum paham fungsi kartu pers itu sendiri, fungsi wartawan, kode etik jurnalistik, Undang Undang Pokok Pers wajib dibaca,” jelas Agus Sutomo. Jumat (30/1/2026)

Dengan meningkatkan kemampuannya dalam hal menulis, baik di media cetak, media elektronik, itu ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat fungsi pers sebagai edukasi, informasi, kontrol sosial.

Menurut Agus kontrol sosial harus semua sektor, khususnya kepada pemerintah Kabupaten Rembang agar bisa menjalankan pemerintahan dengan baik, dan itu perlu kontol dari teman teman media, jangan sampai media diperalat untuk politik, oleh birokrasi untuk tujuan tertentu,” terangnya

Ia menambahkan media harus punya karakter, mempunyai jiwa membangun, sebagai mana diamanatkan pendiri pers pada waktu itu, sebagai media perjuangan.

Hari pers Nasional (HPN) milik teman teman pers, milik semua media dan jurnalis yang berkecimpung sebagai pekerja pers, dimanapun, dia berorganisasi. “Di Rembang ada namanya PWI (Persatuan Wartawan Indonesi), PPWI( Persatuan Pewarta Warga Indonesia), ASWIN ( Asosiasi Wartawan Internasional) juga pecahan dari PWI namanya AJI ( Asosiasi Jurnalis Independen),” bilang wartawan senior Rembang ini.

Kita tidak usah terpaku kepada masing masing organisasi, tetapi bagaimana kita meningkatkan kualitas diri dalam hal jurnalis, dalam hal pers secara umum, supaya kita bisa menjadi pers yang handal, bermartabat, pers yang dihargai sebagai mitra kerja di semua sektor.

Agus berpesan, wartawan itu harus tahu semua, namun bukan sok tahu, salah satunya Undang Undang Pokok Pers, tugas Kepolisian, Kejaksaan, Peradilan, ya banyak sektor dan bersinergi dengan setikholder,” tuturnya

Dengan kegiatan ini pemerintah daerah harus respek, memberikan apresiasi. Kemudian koreksi diri agar kedepan, hubungannya lebih baik lagi antar pemerintah daerah dan insan jurnalis, ini yang tidak diresapi, makna, tujuan, kualitas insan pers harus ditingkatkan

Jujur saya sedih diluar sana banyak orang orang mengantongi kartu pers dengan media ini, media ini tapi praktiknya, nuwun sewu (maaf) seperti LSM, Ormas. Media mempunyai Undang Undangnya Pokok Pers, naiknya ke menteri Kominfo, sedangkan LSM atau ormas Undangan Undangnya keormasan naiknya ke menteri dalam negeri aplikasinya sudah beda. Ini yang harus dipahami, harus diselaraskan dengan kondisi sekarang ini,” bilangnya.

HPN 2026 ini menjadi momentum penting dalam mempererat solidaritas antar wartawan di Kabupaten Rembang serta menyadarkan semua pihak akan pentingnya menjaga integritas dan independensi pers.

Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mengupayakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

( wik )