28.3 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026
Beranda blog Halaman 412

Ekspor Banten Tembus US$9,7 Miliar, Migas Catat Lonjakan Spektakuler 125%

0

Wartain Banten | Artikel | Exim | 03 November 2025  — Nilai ekspor Provinsi Banten pada Januari–September 2025 mencapai US$9.700,57 juta, meningkat 9,10 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 berdasarkan data BPS Provinsi Banten, Senin, 3 November 2025

Sektor nonmigas mendominasi dengan nilai US$9.600,32 juta (naik 8,51%), sedangkan ekspor migas melonjak signifikan hingga 125,51 persen menjadi US$100,25 juta. Lonjakan pendapatan di sektor migas bagi pemerintah daerah terutama disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah global dan peningkatan volume produksi di wilayah daerah penghasil.

Dari sepuluh komoditas utama ekspor nonmigas Banten, kakao/cokelat (HS 18) mencatat kenaikan tertinggi dengan nilai US$490,78 juta atau tumbuh 178,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, alas kaki (HS 64) mengalami penurunan terbesar, turun sebesar US$510,14 juta atau 40,23 persen.

Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran daya saing ekspor Banten, dari industri padat karya seperti alas kaki ke komoditas berbasis agroindustri seperti kakao.

Menurut Suyanto & Salim (2020, Journal of Economic Policy), salah satu tantangan utama bagi pemerintah daerah adalah bahwa kegiatan ekspor sering kali didominasi oleh perusahaan besar yang terintegrasi secara nasional atau global, sementara pelaku usaha lokal dan UMKM tidak banyak terlibat dalam rantai nilai ekspor.

Para ahli menyoroti agar ekspor berdampak langsung pada kesejahteraan, daerah harus fokus pada hilirisasi dan pengolahan produk lokal. Ekspor bahan mentah saja kurang memberi manfaat ekonomi signifikan karena nilai tambah sering keluar dari daerah. Pengolahan lokal meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan menyebarkan manfaat ke masyarakat sekitar.(WartainBanten)

Pentingnya Sosialisasi Kebijakan, Proses Kredensial Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis di Rembang

0

Warta.in || Jateng Rembang || Kegiatan Kredensial tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga medis lainnya (DKK) di Indonesia berfokus pada implementasi regulasi baru, khususnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan aturan turunannya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.

Sosialisasi Kebijakan dan Proses Proses Kredensial tenaga kesehatan dan tenaga medis di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang yang diikuti seluruh Nakes 17 Puskesmas Se-Kabupaten Rembang, yang bertempat di Hotel Aston Inn, Jl. Jenderal Sudirman Rembang, pada Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang saat Soesi Haryanti, Sekertaris DKK Rembang dr. Darmono dan 17 Kepala Puskesmas Kabupaten Rembang, 17 ADMK, 17 Bidan Puskesmas, 4 Organisasi Profesi,10 Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Administrator Kesehatan Ahli Madya Provinsi Jawa Tengah Wafika Rahmawati.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii melalui Sekertaris DKK Kabupaten Rembang Darmono, membacakan dua pantun yang disambut para peserta Kredensial tenaga kesehatan Rembang. Ia mengatakan perlindungan kesehatan dalam pelayanan, waktu tunggu pasien untuk meningkatkan pelayanan.

Dengan adanya sosialisasi kredensial untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan secara keseluruhan, melindungi keselamatan pasien, melindungi resiko pelayanan malpraktik kita harus meningkatkan kompetensi keahlian. Salah satunya adalah standart pelayanan. Ia, berharap bisa memacu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Kabupaten Rembang.

Perlu diketahui untuk pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP) untuk tenaga medis dan nakes wajib memenuhi kecukupan SKP sebagai syarat perpanjangan SIP. Standar SKP ditetapkan oleh kolegium dan pemenuhannya divalidasi oleh Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) melalui platform SKP Kemenkes.

Tujuan sosialisasi Kredensial dan tenaga kesehatan Kabupaten Rembang, Kredensial dan rekredensial tetap menjadi mekanisme penting di fasilitas kesehatan (Fasyankes) seperti puskesmas dan rumah sakit untuk mengevaluasi kompetensi, pengalaman, dan profesionalisme tenaga kesehatan. Serta menilai kelaikan untuk mendapatkan kewenangan klinis bagi tenaga medis dan kesehatan di Puskesmas.

Untuk memastikan mutu pelayanan, melindungi keselamatan pasien, dan memberikan kewenangan klinis (Clinical privilege) yang sesuai.

Pentingnya sosialisasi Kredensial tenaga kesehatan untuk Fasyankes Kredensial juga penting bagi fasilitas kesehatan, termasuk dalam proses asesmen oleh BPJS Kesehatan untuk memastikan Fasyankes memenuhi standar sebagai mitra.

Menekankan perubahan regulasi yang menyederhanakan birokrasi perizinan dan standarisasi proses kredensial secara nasional melalui sistem digital Kemenkes, dengan tujuan utama menjamin kompetensi dan kualitas pelayanan kesehatan.

Dwi. s

Komunitas Sayang Bumi Gelar Lomba Video dan Foto Serentak, Peringati World Clean Up Day

0

Lubuk Sikaping,Warta.in- Dalam rangka memperingati World Clean Up Day sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-80 tahun 2025, Komunitas Sayang Bumi menggelar lomba video dan foto gotong royong serentak antar instansi, sekolah, dan nagari se-Kabupaten Pasaman. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 September lalu dengan tujuan menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada apel gabungan di halaman kantor Bupati Pasaman, Senin 3 November 2025 . Bupati Pasaman Welly Suhery secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, didampingi Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe , Ketua Komunitas Sayang Bumi Afnita, kadis pendidikan, Kadis PRKP2LH

Dalam sambutannya, Bupati Welly Suhery mengapresiasi inisiatif Komunitas Sayang Bumi yang terus mendorong gerakan peduli lingkungan melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari budaya gotong royong masyarakat Pasaman.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sayang Bumi, Afnita, yang juga Kabag pemerintahan pada sekretariat daerah kabupaten Pasaman menyampaikan bahwa lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Kami juga ingin melestarikan nilai-nilai budaya gotong royong sekaligus memotivasi masyarakat untuk berkreasi secara positif,” ujar Afnita.

Kegiatan lomba ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan. Beragam video dan foto yang dikirim peserta menampilkan semangat gotong royong masyarakat dalam membersihkan lingkungan, mulai dari area sekolah, perkantoran, hingga permukiman nagari.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Sayang Bumi berharap semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Pasaman menuju daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dimana

– juara satu lomba video kelompok instansi / nagari adalah Dinas Kominfo,

-kategori sekolah juara pertama diraih SDN 14 tanjung beringin

Lomba foto terunik juara satu diraih oleh SDN 10 pauh , foto termeriah juara satu SMPN 1 rao Selatan, dan foto terbaik juara satu diraih oleh RA IT Al yaman.

Andra Soni Lantik 23 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama: Profesional, Transparan, dan Responsif

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 03 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni melantik 23 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pelantikan yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, pada Senin (3/11/2025), menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi di tubuh pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa pelantikan ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, melalui mekanisme talent pool di bawah pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Proses seleksi tersebut diharapkan mampu menempatkan pejabat yang memiliki integritas tinggi dan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

“Saya meminta kepada saudara-saudari sekalian untuk bekerja sebaik-baiknya. Utamakan pelayanan dan responsif terhadap setiap permasalahan,” ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya pelaksanaan visi dan misi Pemprov Banten, yakni “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi.” Ia menekankan bahwa integritas dan akuntabilitas merupakan syarat mutlak bagi seluruh pejabat yang baru dilantik.

 “Visi ini bukan hanya milik saya dan pak wakil gubernur, tetapi milik kita semua. Karena itu, setiap pejabat wajib menjaganya dan menghindari segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.

Pejabat diminta menjaga amanah dan menghindari segala bentuk penyimpangan. Ia juga menyoroti perlunya aparatur pemerintah untuk adaptif terhadap perubahan zaman agar setiap kebijakan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tugas kita adalah memastikan perubahan itu mengarah ke hal yang lebih baik,” ungkapnya.

Pelantikan kali ini disebut sebagai tahap pertama, yang akan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya untuk mengisi jabatan kosong atau yang masih dipegang Pelaksana Tugas (Plt). Gubernur bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah akan melakukan evaluasi dan rotasi bagi pejabat yang telah menjabat lebih dari lima tahun.

“Kami akan melakukan monitoring bersama untuk memastikan para pejabat menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Andra Soni.

Menurut Andra Soni, mutasi dan rotasi dilakukan untuk menjaga efektivitas birokrasi dan memastikan kinerja pemerintahan tetap sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, jajaran Forkopimda Banten, Sekda Deden Apriandhi, Ketua TP PKK Tinawati Andra Soni, dan Ketua BKOW Irna Narulita.

Sebanyak 23 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik oleh Gubernur Banten Andra Soni sesuai Keputusan Gubernur Banten Nomor 580 Tahun 2025. Pelantikan ini mencakup pejabat dari berbagai perangkat daerah strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Beberapa posisi penting yang mengalami pergantian antara lain:

  • Budi Santoso sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah,
  • Dr. Jamaludin sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,
  • Beni Ismail sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian,
  • Dr. Lukman sebagai Kepala Dinas Sosial, serta
  • AI Dewi Susana sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten.

Selain itu, pelantikan juga melibatkan beberapa staf ahli gubernur, kepala biro di Sekretariat Daerah, dan pimpinan dinas teknis lainnya seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pendapatan Daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja organisasi, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mendukung pencapaian visi “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi.”.(WartainBanten)

Sukses Digelar Gerakan Pangan Murah Polda Metro Jaya Kerjasama Dengan Bulog Dan Ormas Bang Japar

0
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Polda Metro Jaya Bersama dengan Bulog dan Ormas Bang Japar sukses menggelar Gerakan Pangan Murah di wilayah Rusun Pesakih, Jakarta Barat pada Jum’at, 17 Oktober 2025.

Agenda yang dihadiri oleh Fahira Idris selaku Ketua Umum Ormas Bang Japar, Bapak AKP Jajang Selaku Kasubdit Binmas Polda Metro Jaya dan juga Ibu Tiora selaku Subdit Binmas Polda Metro Jaya dan juga oleh Perwakilan Rt 014 di Rusun Pesakih, Jakarta Barat.

Agenda yang terlaksana ini menyalurkan gerakan pangan murah sebanyak 5 ton khusus wilayah Jakarta Barat yang terpusat di Rusun Pesakih, Jakarta Barat.

“Agenda Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh Ormas Bang Japar ini terlaksana berkat Gerakan Pangan Murah Polda Metro Jaya dan kami salurkan sebesar 5 ton di Jakarta Barat, dan ini adalah roadshow kami yang ke 5,” jelas Fahira Idris selaku Ketum Ormas Bang Japar.

“Kami melaksanakan agenda Gerakan Pangan murah ini karena kami dari Polda Metro Jaya menyalurkan melalui Ormas Bang Japar, dan kami mengaeal keamanan dan kondusivitas agenda kali ini,” ungkap Tiora pada awak media.

Agenda ini selesai dilaksanakan sekira pukul 16:30 WIB.

Pipanisasi Kegiatan Oplah Kelompok Tani “Kumbang” Tanjung Beringin Sangat Membantu Para Petani.

0

Warta.in-Rejang Lebong,Bengkulu.

Untuk menunjang swasembada pangan yang merupakan program pusat, kelompok tani Kumbang Desa Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong yang diketuai oleh Aryo Panda merasa terbantu atas bantuan program Optimalisasi lahan sawah non rawa pipanisasi.Walaupun tidak seperti kelompok lain,Kelompok tani Kumbang optimis menggunakan pipa,karena satu tujuannya untuk mengaliri air daerah persawahan yang kekurangan air.

Dikonfirmasi awak media ini dikediaman ketua kelompok tani Kumbang,Jum’at ( 31/10/2025),Aryo Panda mengungkapkan,” kami berterima kasih atas bantuan pusat melalui program Oplah ini,karena dengan peogram Oplah ,kami bisa membantu para petani yang kekurangan air persawahan. Walaupun dengan anggaran yang bisa dikatakan minim.Karena tahun ini bantuan pusat untuk sektor pertanian khususnya daerah persawahan itu sesuai dengan luas lahan sawah perhektarnya.Jadi, untuk anggaran Kelompok Tani kumbang sebagai Pengelola kegiatan totalnya sebesar Rp,30.207.000,- . Maka dari itu, waktu perencanaan kami sepakat menggunakan pipa PVC AW dia 6″ in ketebalan 5 mm. Alasan Kami menggunakan Pipa adalah Untuk mencukupi anggaran yang ada supaya bisa langsung mengaliri air ke sawah para petani,” ungkapnya.

Selanjutnya Panda menjelaskan,” pekerjaan dilokasi sekarang sekitar 70% tinggal pengerjaan 30% lagi, kalau tidak ada hambatan bulan ini pekerjaan sudah 100% .Dan juga kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah sudah memilih kelompok tani kumbang sebagai salah satu penerima Program Oplah tahun ini,semoga tahun depan kelompok tani kumbang masih mendapatkan bantuan seperti ini,karena tujuan Kelompok Tani Kumbang untuk mensejahterakan para petani di desa,” tutupnya.(A)

“Lupa”, “Tidak Sempat”, “Ketinggalan”: Tiga Pilar Penyangga Budaya Menunda Siswa

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (0.79305553, 0.49609375);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

“Lupa”, “Tidak Sempat”, “Ketinggalan”: Tiga Pilar Penyangga Budaya Menunda Siswa

Oleh: Sarah Sihombing, S.Pd.

Pendidik di SMP Muhammadiyah 7 Medan

Warta.In ( Medan ) –  Ada sebuah pola yang berulang dan meresahkan di lingkungan sekolah, sebuah fenomena yang saya sebut sebagai Tiga Pilar Alasan. Pola ini muncul setiap kali tugas mencapai tenggat waktu, ditandai dengan pengakuan siswa: Tidak sempat, Lupa, atau Ketinggalan.

Pola ini bukan sekadar insiden tunggal; ia adalah gambaran nyata bahwa mayoritas siswa kita sedang berjuang melawan satu musuh utama dalam pendidikan: ketidakmampuan mengelola waktu secara mandiri.

Ketika ketiga alasan ini diucapkan secara rutin, itu bukan hanya masalah administrasi tugas, melainkan masalah disiplin diri dan kompetensi hidup yang gagal terbentuk.

Tiga Pilar yang Merapuhkan Disiplin
Alasan-alasan ini secara kolektif merapuhkan fondasi disiplin akademik dan mental siswa:

“Tidak Sempat” sebagai Devaluasi Prioritas: Di dunia yang didominasi oleh gawai dan media sosial, alasan “tidak sempat” sebetulnya berarti “Saya tidak memprioritaskan tugas ini.” Siswa gagal menghargai waktu belajar mereka, menganggapnya bisa diselipkan di sela-sela kegiatan non-akademik. Ini mengarah pada kebiasaan fatal: prokrastinasi atau menunda-nunda hingga stres menyerang di menit terakhir.

“Lupa” sebagai Gagalnya Sistem Organisasi: Memori manusia memiliki keterbatasan. Alasan “lupa” muncul karena siswa menolak membangun sistem organisasi yang sederhana. Mereka enggan membuat to-do list, menggunakan kalender digital, atau sekadar mencatat di buku agenda. Lupa dalam konteks ini adalah hasil dari kemalasan mental untuk merencanakan dan mendokumentasikan kewajiban.

“Ketinggalan” sebagai Abainya Tanggung Jawab Diri: Jika buku tugas tertinggal, itu mengindikasikan ketiadaan ritual persiapan. Siswa tidak mengambil tanggung jawab penuh atas barang-barang penting mereka sendiri. Mereka belum terbiasa dengan kebiasaan sederhana namun vital: menyiapkan segala sesuatu di malam hari. Pilar ini mengajarkan bahwa kegagalan selalu bisa dilimpahkan pada faktor eksternal (“tertukar”, “tertinggal”), bukan pada diri sendiri.

Dari Mengeluh Menjadi Mengelola
Dampak buruk dari budaya menunda yang disokong oleh tiga pilar ini sangat nyata: kualitas pekerjaan yang buruk, jam tidur yang terganggu, dan tingkat stres yang tinggi.

Lalu, apa peran kita?

Pendidik harus menjadi Pelatih Waktu: Kurikulum harus memasukkan pelatihan keterampilan manajemen waktu, bukan sekadar imbauan. Guru dapat mengajari teknik memecah tugas besar menjadi bagian kecil (chunking) dan pengenalan Matriks Prioritas sejak dini.

Orang Tua harus menjadi Teladan Konsistensi: Orang tua perlu berhenti menerima tiga alasan ini sebagai pembenaran. Sebaliknya, mereka harus menyediakan lingkungan yang mendukung (misalnya, menetapkan “Waktu Bebas Gawai” untuk belajar) dan memantau bukan hasil, melainkan proses perencanaan harian anak.

Siswa harus Didorong untuk Self-Reflection: Kita perlu menantang siswa untuk berefleksi: “Apa yang Anda lakukan kemarin sehingga waktu 24 jam tidak cukup?” Pertanyaan ini menggeser fokus dari mencari alasan menjadi mencari solusi dan akuntabilitas diri.

Tiga pilar alasan klasik ini harus kita robohkan bersama. Hanya dengan menanamkan kesadaran bahwa waktu adalah aset tak ternilai dan harus dikelola dengan disiplin, kita dapat menghasilkan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kompeten, teratur, dan siap menghadapi tuntutan dunia nyata.(su16)

Polsek Ngimbang Patroli Blue Light Guna Siskamtibmas Dan Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

0

Polsek Ngimbang Patroli Blue Light Guna Siskamtibmas Dan Cegah Kriminalitas Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi Pemuda di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light pada, Minggu (02/11/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 23.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Hadi Gunarso, Aiptu Suhadi
dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, SPBU dan Pasar Ngimbang yanh ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di untuk menciptakan Siskantibmas di wilayah Ngimbang, hal ini di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Guna Ciptakan Situasi Kondusif Polsek Ngimbang Giat Patroli Dialogis Di Wil. Ngimbang

0

Guna Ciptakan Situasi Kondusif Anggota jaga Polsek Ngimbang Giat Patroli Dialogis Di Wil. Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang bersama nggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme, kenakalan remaja dan kejahatan.

Anggota jaga Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli dialogis di daerah – daerah Rawan gangguan keamanan dan ketertiban serta kenakalan remaja pada, Minggu (02/11/2025)

Patroli dialogis yang humanis ini dilaksanakan mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai

Di Laksanakan Anggota jaga Polsek Ngimbang Bripka Afis dan Brigadir Elbiyun dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, Warkop Desa Sendangrejo, ATM BNI dan SPBU Ngimbang yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Dialogis ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Dialogis tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli dialogis ini harus di sampaikan secara Humanis yang di laksanakan oleh Anggota jaga polsek Ngimbang di Malam hari ini secara rutin di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Dialogis dengan mengutamakan pendekatan secara humanis dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Proyek CV Sinar Dua Putra Mandiri Disorot, Ceker Ayam Dicor Tanpa Perbaikan

0

Proyek CV Sinar Dua Putra Mandiri Disorot, Ceker Ayam Dicor Tanpa Perbaikan

Karawang | Warta In Jabar — Senin, 3 November 2025. –  Proyek pembangunan Gedung Serbaguna Dusun Talunasman RT 01 RW 02, Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah indikasi kejanggalan teknis di lapangan. Pelaksanaan pekerjaan disebut tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan.

Proyek senilai Rp196.520.000, yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025, dilaksanakan oleh CV. Sinar Dua Putra Mandiri di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karawang.

Hasil pantauan lapangan menunjukkan, pondasi ceker ayam untuk kolom struktur utama tidak dibentuk sesuai desain gambar kerja. Tulangan kolom berdiameter 13 mm ulir yang seharusnya memiliki hak tekuk minimal 20 cm, tampak tidak dikerjakan sebagaimana mestinya. Kondisi ini menjadikan bentuk pondasi menyerupai sloof biasa, bukan pondasi ceker ayam sebagaimana desain awal.

Padahal, gambar teknis proyek telah dipegang oleh mandor bernama Ali, namun hingga pengecoran dilakukan, tidak tampak adanya perbaikan terhadap bentuk dan ukuran pondasi yang menyimpang tersebut.

Selain itu, dalam proses pengecoran diindikasi tidak adanya lantai kerja berupa lapisan pasir dan adukan setebal 10 cm yang berfungsi sebagai dasar tumpuan pondasi. Seharusnya, persiapan pengecoran lantai dasar berupa lapisan pasir juga wajib disertakan dalam pekerjaan pengecoran sloof, agar struktur memiliki tumpuan yang stabil dan sesuai standar pelaksanaan bangunan.

Temuan lain di lapangan menunjukkan bahwa sambungan antarbesi pada sloof tidak menggunakan hak tekuk sebagaimana mestinya, sehingga tidak memenuhi syarat ikatan struktur yang kuat antara satu batang besi dengan lainnya.

Bahkan, informasi di lapangan menyebutkan bahwa pengecoran pondasi ceker ayam disegerakan dan langsung ditutup sebatas bentangan sloof, sehingga bagian bawah pondasi tidak lagi terlihat setelah pekerjaan dilanjutkan.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa tahapan pondasi ceker ayam sengaja disamarkan agar tidak terpantau media maupun pengawas teknis.

Jika hal tersebut benar terjadi, risiko teknis terhadap kekuatan bangunan sangat tinggi. Pondasi tanpa lantai kerja dan sambungan besi yang tidak sesuai dapat menyebabkan penurunan tanah, retak struktur, hingga ketidakseimbangan bangunan di masa mendatang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perkim Karawang maupun CV. Sinar Dua Putra Mandiri belum memberikan tanggapan resmi atas temuan tersebut.

Tim Warta In Jabar masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk memastikan kejelasan pelaksanaan proyek di lapangan.