29.4 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026
Beranda blog Halaman 415

GANNAS Datangi Polres Ĵakarta Barat terkait Klarifikasi Kasus Narkoba Onadio Leonardo dan Istri

0

Warta.in, Jakarta | – Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS) menegaskan bahwa kasus yang menjerat artis Onadio Leonardo dan istrinya tidak termasuk dalam kategori pengedaran narkoba, melainkan penyalahgunaan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum GANNAS, I Nyoman, kepada awak media di Mapolres Metro Jakarta Barat, siang ini.

Menurut I Nyoman, penerapan pasal terhadap Onadio seharusnya Pasal 112 Undang-Undang Narkotika, yang mengarah pada penyalahgunaan, bukan pengedaran. Ia juga menekankan bahwa langkah assessment perlu dilakukan untuk menentukan apakah Onadio layak menjalani rehabilitasi.

“Kasus Onadio dan istrinya bukanlah pengedaran narkoba sebagaimana diberitakan selama ini. Mereka pengguna, bukan pengedar. Oleh karena itu, seharusnya dilakukan assessment agar bisa menjalani rehabilitasi,” ujar I Nyoman.

Selain itu, I Nyoman juga menyoroti kasus Ammar, yang sebelumnya diberitakan kembali terjerat narkoba karena ditemukan sabu di dalam sel tahanannya.

Berdasarkan konfirmasi pihak Lapas, barang bukti tersebut bukan milik Ammar, sehingga menurut GANNAS, keputusan untuk memindahkannya ke Lapas Nusakambangan dinilai tidak tepat.

“Kami sudah menerima klarifikasi dari pihak Lapas, bahwa sabu yang ditemukan di sel Ammar bukan miliknya. Maka tidak adil jika ia harus dipindahkan ke Nusakambangan,”tambah I Nyoman.

GANNAS berharap agar penegakan hukum kasus narkotika dilakukan secara objektif dan proporsional, mengedepankan asas keadilan serta aspek kemanusiaan.

Menurut lembaga ini, perbedaan antara pengguna dan pengedar harus menjadi perhatian utama aparat penegak hukum agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba.(**)

Gubernur Raih Kepala Daerah Responsif, Wagub Pemimpin Daerah Inspiratif di Kabar Banten Award 2025

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menerima penghargaan Kabar Banten Award 2025 sebagai Kepala Daerah Responsif dalam acara Malam Anugerah Kabar Banten Award 2025 yang digelar di Hotel Aston Serang, Kota Serang, pada Jumat (31/10/2025).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah Andra Soni dalam menanggapi isu-isu publik secara cepat dan terbuka, serta peran aktifnya dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan media massa.

Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi strategis dan mendorong pembangunan di Provinsi Banten.

“Terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah membantu pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi strategis kepada masyarakat dan stakeholder, khususnya informasi mengenai potensi daerah,” ungkap Andra Soni

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan media sangat penting dalam menciptakan transparansi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, selama ini kolaborasi Pemprov Banten dengan media sangat penting. Media memegang peranan penting dalam membangun opini dan menyebarluaskan informasi pembangunan,” katanya.

Lebih jauh, Andra Soni menyebut bahwa menulis menjadi cara ampuh untuk menyalurkan ide dan pemikiran. Ia berharap pegawai Pemprov Banten bisa bekerja sama dengan media untuk mengungkapkan gagasan lewat tulisan dan membagikannya kepada publik.

“Menulis itu salah satu cara menyampaikan ide dan gagasan. Saya berharap kepada pegawai Pemprov Banten untuk dapat menulis ide dan gagasannya di dalam satu rubrik yang disediakan oleh media,” jelasnya.

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (Kabar Banten), Rachmat Ginandjar, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus menyajikan berita yang kredibel dan bermakna di tengah derasnya arus informasi. Ia menekankan bahwa Kabar Banten tidak hanya memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga membantu masyarakat memahami makna dan pentingnya setiap peristiwa.

“Kabar Banten hadir dengan tipe yang bermakna, bukan sekadar sensasi dan tidak hanya menjawab apa yang terjadi. Tapi juga membantu masyarakat memahami mengapa itu penting,” ujarnya

Rachmat menyebut, Kabar Banten Award 2025 menjadi ajang apresiasi bagi tokoh dan lembaga yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Menurutnya, media memiliki peran tidak hanya mengawasi dan mengoreksi kebijakan publik, tetapi juga mengapresiasi pihak yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Kami percaya media bukan hanya penyampai kabar, tetapi juga penghubung dan penguat kolaborasi. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pembaca Kabar Banten yang telah menjadi bagian perjalanan ini. Dirgahayu Kabar Banten ke-25,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh menerima penghargaan, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni sebagai Kepala Daerah Responsif, Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah sebagai Pemimpin Daerah Inspiratif dan Peduli Sosial, serta Ketua DPRD Fahmi Hakim, Kapolda Banten Irjen Hengki, dan Anggota DPR Furtasan Ali Yusuf untuk kategori lainnya.

Penghargaan juga diberikan kepada beberapa kepala perangkat daerah Pemprov Banten dan sejumlah kepala daerah kabupaten/kota, lembaga, serta tokoh masyarakat yang dinilai berperan aktif dalam pembangunan Provinsi Banten.(WartainBanten)

Sinergitas TNI-Polri Tingkatkan Keamanan di Bantar Gebang dan Mustikajaya

0

Warta.in Jabar ◊ Sabtu, 01 November 2025.

Kota Bekasi – Polsek Bantar Gebang bersama TNI meningkatkan sinergitas melalui patroli bersama di Kecamatan Bantar Gebang dan Mustikajaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) serta kejahatan jalanan, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga. Jum’at malam (31/10/25).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Padurenan, Aipda Mugiyono, bersama Babinsa melaksanakan patroli dan monitoring kewilayahan di Jalan Bantargebang dan wilayah Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya. Patroli ini merupakan bagian dari upaya skala sedang Polsek Bantar Gebang dalam menjaga keamanan di dua kecamatan tersebut.

Kapolsek Bantar Gebang Kompol Sukadi, SH, MM menyatakan, “Sinergitas TNI-Polri ini adalah wujud komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif bagi masyarakat Bantar Gebang dan Mustikajaya.”

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan aman dalam beraktivitas sehari-hari.

(Jefry. Smk).

Hj.Desi Kurniati Malik dan toko masyarakat desa Sukamulya lakukan giat poging DBD di Jumat berkah

0

Bekasi – Khawatir Wabah penyakit Demam Berdarah (DBD). Desa Sukamulya menggerakkan sejumlah tokoh masyarakat setempat bersama Tim Salam Perubahan Jilid 2, mencegah penyebaran dengan melakukan Poging, Jumat (31/10/2025).²

Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala DBD meliputi, Demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, bercak kemerahan pada kulit, Perdarahan pada hidung, hingga kematian.

Hj. Desi Kurniati Malik, SH, Warga Desa Sukamulya, melakukan giat Poging antisipasi penyebaran wabah DBD di wilayah Desa Sukamulya bersama sejumlah tokoh masyarakat.

“Kami lakukan aktivitas ini berharap agar masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan senyuman sehat tanpa rasa khawatir,” Ujar Hj. Desi Kurniati Malik, SH, tuturnya.

“Kami Bersama Tim Salam Perubahan Jilid 2 selalu menampung aspirasi masyarakat Desa Sukamulya, dan akan segera merealisasikan bersama tim, “Jelasnya.

Sementara itu, Ibu Amsiah warga Desa Sukamulya, dirinya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Desi Kurniati Malik, SH.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Desi Kurniati Malik atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Sukamulya, dengan adanya giat poging ini saya berharap dilakukan secara rutin,” Pungkasnya.

Giat Poging ini tidak hanya membantu mengurangi populasi nyamuk DBD, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan langkah-langkah pencegahan bisa terhindar dari penyakit DBD.. Semoga upaya ini dapat membantu mengurangi kasus DBD di Desa Sukamulya dan sekitarnya.

Polsek Ngimbang Giat Commanderwish Pagi Antisipasi Kemacetan Dan Pengaturan Arus Lalu Lintas

0

Polsek Ngimbang Giat Commanderwish Pagi Antisipasi Kemacetan Dan Pengaturan Arus Lalu Lintas

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Sabtu (01/11/2025) pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkat bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Bayu melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (Roy)

Anggota Jaga Polsek Ngimbang Giat Patroli Blue Light Antisipasi Kejahatan 4c Di Malam Hari

0

Anggota Jaga Polsek Ngimbang Giat Patroli Blue Light Antisipasi Kejahatan 4c Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang bersama nggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan.

Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light di daerah – daerah Rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada, Jum’at (31/10/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai

Di Laksanakan Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Briptu Deny dan Brigadir Bayu dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, Warkop Ngimbang dan SPBU Ngimbang yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Peringatan dari Kadis PUPR Kab. Mukomuko: Akun Palsu Mengatasnamakan Ir. Apriansyah, ST, MT

0

Warta.in-Mukomuko,Bengkulu

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun palsu yang mengatasnamakan dirinya. Telah terjadi beberapa kali untuk melakukan penipuan dengan menggunakan nama dan identitas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko.

Ir. Apriansyah meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap tipu daya dalam bentuk apapun yang mengatasnamakan namanya, terutama jika menggunakan nomor yang tidak dikenal. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan memastikan keaslian informasi sebelum melakukan tindakan.

“Saya berharap masyarakat dapat membedakan antara akun resmi dan palsu. Jangan mudah percaya terhadap tipu daya yang mengatasnamakan nama saya. Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT, amin,” tutup Ir. Apriansyah.

Pewarta: (Hidayat)

Pemkot Bekasi Gelar Workshop “Menuju Kota Bekasi Informatif 2025

0

Warta.in Jabar ◊ Jum’at, 31 Oktober 2025.

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) menggelar Workshop bertajuk “Menuju Kota Bekasi Informatif 2025 melalui Penguatan Keterbukaan Informasi Publik”, yang berlangsung pada Jumat, (31/10) di Aula Nonon Sontanie Pemerintah Kota Bekasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Mewakili Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Kadiskominfostandi Kota Bekasi Nadih Arifin membuka workshop tersebut, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai salah satu pilar tata kelola pemerintahan yang baik.

“Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi cermin transparansi dan akuntabilitas pemerintah terhadap masyarakat,” ujar Kadiskominfostandi Kota Bekasi.

Usai membuka acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Fitrianti Ningsih S.AB,. M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas PPID di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi agar mampu memberikan pelayanan informasi publik yang cepat, tepat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, antara lain:

• Egia Riska Fazrin, S.Si., C.Med, Koordinator Asisten Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola (HKTK) Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, yang memaparkan materi tentang Peningkatan Kapasitas PPID dalam Pelayanan Informasi Publik
• ⁠Rega Tadeak Hakim, ST., M.M, Koordinator Bidang Fasilitasi Pengaduan dan Pengelolaan Informasi pada Sekretariat Jenderal Kemendagri RI, dengan materi Penguatan Peran PPID untuk Kemudahan Akses Informasi Publik;
• ⁠Husni Farhani Mubarok, S.H., M.Si., C.Me, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, yang membahas tema Transparansi untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap seluruh PPID dapat memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta mengoptimalkan keterbukaan informasi publik demi terwujudnya Kota Bekasi yang Informatif dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat.

(Jefry. Smk)

Gubernur Banten Serap Aspirasi Nelayan Sukarame Pulihkan Ekosistem

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 31 Oktober 2025  — Upaya pemulihan ekosistem laut di pesisir Banten kembali menjadi sorotan. Gubernur Banten Andra Soni turun langsung menyerap aspirasi masyarakat pesisir dari Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/10/2025).

Aspirasi datang dari berbagai kelompok, mulai dari nelayan tradisional, komunitas bank sampah Gen Z, pengawas sumber daya laut, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menuntut dukungan nyata pemerintah dalam menjaga laut sekaligus menggerakkan ekonomi pesisir.

Nelayan meminta bantuan perahu berukuran 12 meter lengkap dengan mesin, kelompok pengawas laut memohon alat selam, komunitas bank sampah Gen Z mengusulkan kendaraan cator untuk angkut sampah, dan Pokdarwis meminta bibit mangrove.

“Nanti didata aja ada berapa kelompok nelayan di Kecamatan Carita ini,” kata Andra Soni.

Menanggapi hal itu, Andra Soni menginstruksikan DKP Banten mengalokasikan anggaran pengadaan perahu dan meminta DLHK Banten menindaklanjuti usulan kendaraan cator serta bibit mangrove. Ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap pemulihan ekosistem laut dan pemberdayaan ekonomi pesisir secara berkelanjutan.

“Pak Kadis DLHK ada kan? Nanti tolong dibantu. Termasuk juga untuk bantuan bibit mangrove, itu ada di DLHK, silakan ajukan saja proposalnya,” tegasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menyatakan bahwa bantuan alat selam bagi kelompok pengawas sumber daya laut akan diberikan dengan sistem pinjam pakai untuk memudahkan perawatan peralatan.

“Nanti kita akan pinjamkan, karena itu membutuhkan perawatan yang baik,” katanya.

Para nelayan dan masyarakat pesisir menyambut baik berbagai solusi yang ditawarkan pemerintah, termasuk instruksi langsung Gubernur Andra Soni terhadap sejumlah aspirasi.

Setelah memastikan tidak ada usulan lain, Andra Soni menutup pertemuan dengan masyarakat yang merasa puas atas tanggapan dan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan ekonomi serta pelestarian laut.(WartainBanten)

PWI Bekasi Raya Tegakkan Profesionalisme Lewat Pembekalan UU Pers, KIP, dan ITE

0

warta.in Bekasi ◊ Jum’at, 31 Oktober 2025

*KOTA BEKASI* -Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan algoritma media sosial, wartawan dituntut tak hanya cepat menulis, tetapi juga cerdas berpikir, cermat bertindak, dan beretika dalam setiap langkahnya.

Refleksi ini mengemuka dalam Pembekalan dan Sosialisasi Penerapan Undang-Undang Pers, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Jumat (31/10/2025) di Sekretariat PWI Bekasi Raya, Kota Bekasi.

Forum ini menghadirkan narasumber nasional dan aparat penegak hukum lintas sektor-mulai dari Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat Aat Surya Safaat, pakar hukum Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum, hingga perwakilan Bidang Hukum Polres Metro Bekasi Kota AKP Sentot.

Turut hadir Kadis Kominfostandi Kota Bekasi, Drs. Nadih Arifin, M.Si, serta para jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik anggota PWI Bekasi Raya.

*Wartawan Harus Berniat Baik dan Cerdik di Lapangan*

Mengawali sesi, Aat Surya Safaat- wartawan senior yang malang melintang di dunia redaksi nasional-Internasional menyentil hal sederhana namun fundamental: niat.

“Wartawan keluar rumah untuk bertugas harus berniat baik agar rezekinya lancar,” ujarnya penuh makna.

Ia mengingatkan, di tengah padatnya agenda narasumber, wartawan harus cerdik, bukan agresif.

“Konfrontir berita itu penting, tapi harus tahu tempat dan waktu. Doorstop bukan berarti menyerbu, melainkan membaca momentum,” katanya.

Menurutnya, kecerdikan di lapangan adalah bagian dari etika profesional, bukan sekadar trik jurnalistik. Di atas segalanya, wartawan harus berpegang pada prinsip “cover both sides”, berimbang, dan tunduk pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

*Ketika Niat Baik Tak Cukup Tanpa Pengetahuan Hukum*

Nada bijak Aat disambung oleh Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum, akademisi hukum yang membedah dimensi yuridis profesi pers.

Ia mengingatkan bahwa banyak kasus wartawan terjerat hukum bukan karena isi berita, melainkan “mens rea” — unsur kesengajaan atau niat dalam perbuatan hukum.

“Kadang bukan tulisannya yang salah, tapi cara menulis yang menggiring opini hingga dianggap merugikan pihak lain,” jelas Sulvia.

Menurutnya, tulisan yang tampak biasa saja bisa menjadi delik hukum jika melewati batas fakta. “Wartawan sekarang bukan hanya harus pandai menulis, tapi juga paham hukum. Literasi hukum adalah bagian dari literasi media,” tegasnya.

Sulvia menambahkan, “Satu kalimat bisa menjadi bukti hukum, satu unggahan bisa menjadi delik.” Karena itu, kesadaran etik dan kehati-hatian adalah benteng utama profesi.

*Kritik Boleh, Fitnah Tidak*

Dari perspektif penegakan hukum, AKP Sentot menegaskan pentingnya keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab hukum.

“Hukum tidak melarang kritik, tapi melarang fitnah,” ujarnya tegas.

Menurutnya, kepolisian memandang media sebagai mitra strategis, bukan lawan. “Wartawan tidak boleh tendensius. Tulis fakta dengan berimbang, maka hukum akan melindungi Anda,” ucapnya.

Ia menegaskan, UU Pers, UU KIP, dan UU ITE bukanlah pembatas kebebasan, melainkan pagar etika agar demokrasi komunikasi tetap beradab.

*Ketua PWI Bekasi Raya: Pers yang Tunduk Hukum Akan Dihormati Sejarah*

Menutup acara, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menyampaikan refleksi mendalam yang menyatukan seluruh pesan narasumber.

“Forum ini bukan sekadar pembekalan, tapi cermin bahwa profesi wartawan harus berjalan di atas dua kaki: kebebasan dan tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini digagas untuk memperkuat pemahaman anggota PWI terhadap hukum pers agar wartawan tidak sekadar berani menulis, tapi juga paham batasnya. “Wartawan yang memahami hukum tidak akan takut, tapi juga tidak akan ceroboh,” ujarnya.

Ade juga menyampaikan keprihatinan atas ketidakhadiran pihak Pengadilan Negeri Kota Bekasi, khususnya Ketua PN, dalam forum tersebut.

“Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran pihak pengadilan. Padahal, kehadiran mereka penting untuk melengkapi perspektif hukum-legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Pers yang kuat membutuhkan sistem hukum yang lengkap dan hadir,” katanya.

*Namun, ia menutup dengan nada optimistis:*

“Pers yang beretika akan dihormati hukum. Pers yang jujur akan dihormati sejarah. Mari kita jaga marwah profesi ini, agar pena kita tetap tajam, tapi tidak menusuk, hanya menerangi.”

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan foto bersama seluruh peserta. Para jurnalis muda tampak antusias, mencatat setiap pesan dan menyerap semangat baru: menulis lebih cerdas, bukan hanya lebih cepat.

(Alpin A.S)