26.8 C
Jakarta
Minggu, April 19, 2026
Beranda blog Halaman 444

Perkuat Integritas Desa, Banten Ajukan 4 Calon Desa Antikorupsi ke KPK

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 09 Oktober 2025  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengusulkan empat desa untuk menjadi percontohan Desa Antikorupsi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas dan transparansi di tingkat desa sebagai bagian dari gerakan nasional pemberantasan korupsi.

Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penilaian Calon Percontohan Desa Antikorupsi yang digelar di Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Rabu (8/10/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Daerah Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina, mengatakan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai lokus pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, penting untuk membangun budaya antikorupsi dari tingkat paling bawah.

“Desa antikorupsi merupakan gerakan masyarakat dalam membangun budaya antikorupsi dari lingkungan terkecil,” kata Nina dalam sambutannya

Nina menegaskan bahwa pembangunan desa adalah ujung tombak pembangunan nasional. Maka dari itu, nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas perlu ditanamkan secara kuat di desa-desa.

“Pembangunan desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan desa menentukan keberhasilan pembangunan nasional,” ujarnya.

Nina menambahkan bahwa ada lima desa percontohan antikorupsi di Provinsi Banten pada tahun 2023: Desa Gunung Batu di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. Pada tahun 2025, empat desa percontohan lagi akan dibuat.

“Pada tahun 2026 mendatang,  ditargetkan minimal terbentuk satu  percontohan desa antikorupsi pada setiap kecamatan di empat kabupaten se-Provinsi Banten,” tutur Nina.

Untuk mencapai tujuan ini, mereka secara aktif menyebarkan sosialisasi budaya anti-korupsi kepada masyarakat desa.

“Sosialisasi juga dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat dan relawan antikorupsi,” ungkapnya.

Menurut Rudy Suhartanto, Inspektur Kabupaten Serang, pembentukan Desa Cikande Permai sebagai desa percontohan antikorupsi telah dilakukan selama lebih dari lima tahun.  Selain memperbaiki administrasi secara teratur, nilai antikorupsi ditanamkan di masyarakat dengan partisipasi semua pihak yang terlibat, termasuk tokoh masyarakat dan ulama.

Rudy mencontohkan bahwa tokoh agama dan masyarakat juga sadar akan pentingnya integritas, termasuk dalam mengelola administrasi kependudukan.

“Ulama menyampaikan kepada masyarakat bahwa membuat KTP itu gratis, tidak perlu memberikan uang,” ujarnya.

Sementara itu, Andika Widiyanto, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, mengatakan bahwa program Desa Antikorupsi telah beroperasi sejak tahun 2021. Program ini diciptakan karena KPK prihatin dengan banyaknya kasus korupsi dana desa.

“Semakin besar dana desa yang digelontorkan, semakin banyak aparat desa yang berurusan dengan penegak hukum,” kata Andika.

Andika juga menyatakan bahwa penilaian dilakukan untuk memilih desa terbaik yang dapat menjadi model bagi desa lainnya.

“Desa yang menjadi percontohan desa antikorupsi diharapkan mampu menularkan nilai-nilai integritas dan akuntabilitas kepada desa lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Pemprov Banten merekomendasikan empat desa untuk ditunjuk sebagai Desa Percontohan Antikorupsi kepada KPK.  Empat desa ini terletak di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang; Desa Bandung, yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang; Desa Legok, yang terletak di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang; dan Desa Sumur Bandung, yang terletak di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

KPK melakukan proses penilaian langsung dengan mengunjungi desa-desa tersebut.  Program ini dimulai di Desa Cikande Permai.  Administrasi, proses pembangunan, dan partisipasi masyarakat dinilai melalui wawancara atau tanya jawab dengan kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat.  Kunjungan lapangan dilakukan oleh tim KPK setelah itu.(WartainBanten)

Tanah dan Tongkonan Ka’pun Tidak Pernah Masuk Objek Berperkara, Putusan Ekseskusi Dipertanyakan

0

TORAJA UTARA – Miris, sebuah produk hukum yang notabene menjadi suatu putusan tetap sengketa perdata terhadap yang berperkara malah diduga salah objek atau titik eksekusi dan patut dipertanyakan, Kamis (9/10/2025).

Putusan tersebut sangat jelas dialami oleh rumpun keluarga Tongkonan Ka’pun yang beralamat di Lingkungan Ka’pun , Kelurahan/Desa Rante Kurra Kecamatan Kurra , Kabupaten Tana Toraja.

Hal ini diungkapkan oleh Asarias Tulak selaku kuasa hukum rumpun keluarga Tongkonan Ka’pun yang melakukan proses perlawanan hukum pada Perkara Perlawan Eksekusi Nomor 222, saat ditemui pada hari Rabu (8/10) di Kantornya yang beralamat di Pasele Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.

Asarias Tulak dalam penjelasannya mengatakan jika perkara terkait Tanah Tongkonan yang ada di Kurra itu sudah berlangsung mulai dari tahun 1988 sampai tahun 2019 namun dari semua gugatan hingga putusan tidak pernah disebutkan didalamnya terhadap objek Tanah Tongkonan Ka’pun.

“Dapat kami sampaikan selaku Kuasa Hukum saat ini bahwa perkara terkait Tanah Tongkonan yang ada di Kurra itu sudah berlangsung mulai dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2019 dengan Register Perkara pada tahun 1988 Nomor 37 dan tahun 2019 Nomor 184,” jelas Asarias Tulak.

Dari semua gugatan ataupun putusan hukum juga kata Asarias Tulak bahwa semuanya tetap atau tidak pernah berubah yang justru merujuk pada objek lain.

Dari sekian banyak Gugatan / Putusan Hukum Objek dalam Perkara A Quo adalah Tetap yakni, Tanah Tongkonan Tanete yang diatasnya ada 1 buah rumah kayu model Toraja (istilah dalam gugatan a Quo), 2 buah Lumbung Padi dan 5 Petak Sawah yang notabene berbatasan langsung dengan Tanah Tongkonan Ka’pun tempat didirikannya Tongkonan Ka’pun yang diperkirakan telah berusia kurang lebih 300 tahun,” beber Asarias Tulak.

Tongkonan Ka’pun di Kurra Diperkirakan ada Sekira 300 Tahun

Selain itu, Asarias Tulak juga membeberkan bahwa sesuai fakta di lapangan dimana tanah tempat didirikan Tongkonan Ka’pun itu tidak pernah berperkara atau tidak pernah masuk dalam gugatan maupun putusan hukum manapun.

“Perlu dijelaskan bahwa sesuai fakta sebagaimana kenyataan di lokasi terhadap gugatan atau keputusan yang ada, dimana tanah tempat didirikannya atau berdirinya Tongkonan Ka’pun yang berada di Lingkungan Ka’pun , Kelurahan Rante Kurra, Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja, itu tidak pernah disebut dalam gugatan atau tidak pernah digugat,” jelas Asarias Tulak.

Jadi lokasi tanah Tongkonan Ka’pun, tidak masuk dalam Objek Sengketa atau Objek Perkara A Quo hingga saat ini, tegasnya.

Kuasa hukum Asarias Tulak pun menerangkan jika berdasarkan kajian faktanya tersebut melalui rumpun keluarga Tongkonan Ka’pun melakukan perlawanan hukum Parteit Verzet.

“Jadi hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa diajukan Parteit Verzet atas Eksekusi yang notabene dalam surat pelaksanaan eksekusi justru mendudukkan Tanah Tongkonan Ka’pun dan Tongkonan Ka’pun jadi Objek eksekusi sementara tidak pernah disebutkan dalam surat tersebut nama atau inisial ataupun sebutan Ka’pun,” pungkas Asarias Tulak.

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Dengan Mobiling Guna Cegah 4C Di Jalur Rawan Kriminalitas

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Briptu Andika Gelar Patroli Blue Light Dengan Mobiling serta Dialogis dengan masyarakat Ngombang 

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi Pemuda di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light pada, Rabu (08/10/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji, R.
dan Briptu Andika dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang, Terminal Ngimbang dan Masyarakat Ngimbang yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Polsek Gunungsari Pastikan Penyaluran BLT Dana Desa di Dopang Aman dan Lancar

0

 

Polsek Gunungsari Pastikan Penyaluran BLT Dana Desa di Dopang Aman dan Lancar

warta.in
Gunungsari Lobar,NTB –  Memastikan penyaluran bantuan pemerintah berjalan aman dan tepat sasaran, Rabu (8/10/2025), personel Polsek Gunungsari yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Dopang, Bripka Dedy Irawan, melaksanakan pengamanan dan pemantauan kegiatan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap ke-10 tahun 2025.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, dan dihadiri Kepala Desa Dopang, perwakilan pihak Kecamatan, Babinsa, serta warga penerima manfaat. Sebanyak 20 warga menerima BLT DD dengan besaran Rp300.000 per bulan.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra yang intens memonitor menjelaskan, pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami memastikan penyaluran bantuan pemerintah berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran. Selain menjaga situasi kamtibmas, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok keluarga,” ujar Kapolsek.

Kapolsek Gunungsari menambahkan, kegiatan seperti itu tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat desa binaan.

“Kami ingin terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, agar tercipta rasa aman dan hubungan yang harmonis antara Polri dan warga,” ungkapnya.

Untuk diketahui, selain melakukan pengamanan, Bripka Dedy Irawan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim cuaca ekstrem.

“Kami imbau agar para orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Jangan biarkan mereka bermain hujan-hujanan di dekat sungai atau saluran air, karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” ucapnya.

Kegiatan penyaluran BLT DD di Desa Dopang berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Masyarakat terlihat antusias dan mengapresiasi kehadiran aparat keamanan yang turut mendampingi jalannya kegiatan.(sr/hpm)

Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, Siap Kawal Program Swasembada Pangan 2025

0

 

Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, Siap Kawal Program Swasembada Pangan 2025

Warta.in
Mataram,NTB — Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., Rabu (8/10/2025), menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV yang digelar di Dusun Luwuk Daye, Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan itu sebagai bagian dari program nasional, dalam rangka mendukung Swasembada Pangan Tahun 2025, yang melibatkan jajaran Forkopimda NTB serta berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, Ketua Pengadilan Tinggi NTB, serta unsur TNI–Polri dan kepala dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Bulog Wilayah NTB, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan jika sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Jagung menjadi simbol kemandirian pangan NTB. Melalui gerakan tanam serentak ini, kita menunjukkan semangat gotong royong untuk menjadikan NTB sebagai lumbung pangan yang tangguh dan mandiri,” ujar Gubernur NTB.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan menyampaikan jika Polri berkomitmen mendukung penuh program pemerintah, dalam menjaga dan memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan kemandirian pangan nasional.

“Polri melalui Polda NTB siap bersinergi dan ikut berperan aktif, dalam mendukung Swasembada Pangan 2025. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kepedulian kami terhadap ketahanan pangan masyarakat,” tegas Irjen Pol. Hadi Gunawan.

Kapolda NTB menambahkan, sektor pertanian memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial dan keamanan masyarakat, sehingga dukungan terhadap petani dan program pangan menjadi bagian dari strategi Polri, dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan produktif.

“Melalui program Polri Peduli Ketahanan Pangan, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya aman, tetapi juga sejahtera. Ketahanan pangan adalah fondasi dari ketahanan bangsa,” pungkasnya.

Gerakan tanam jagung serentak di Lombok Barat tersebut, menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama lintas sektor dan menggerakkan semangat kolektif, menuju NTB sebagai lumbung pangan berdaya saing di tingkat nasional.(sr/hpntb)

 

 

 

 

 

Wilson Lalengke Guncang New York: Suara Kemanusiaan Indonesia Siap Menggema di PBB

0

Warta.in-New York City.

Langit Manhattan sore itu seolah menyambut langkah seorang putra bangsa yang datang membawa pesan nurani dunia. Setelah menempuh perjalanan udara selama 23 jam dengan Etihad Airways, Wilson Lalengke, tokoh pers dan aktivis kemanusiaan Indonesia, akhirnya mendarat di New York City pukul 16.00 waktu setempat, Senin, 6 Oktober 2025.

Kedatangannya bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan misi moral — sebuah panggilan hati untuk mengguncang kebisuan dunia di hadapan Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), forum yang membahas isu-isu global: dekolonisasi, hak asasi manusia, dan perdamaian dunia.

Dari ruang megah di Markas Besar PBB, Wilson akan berbicara — bukan atas nama kekuasaan, tapi atas nama kemanusiaan. Ia membawa jerit sunyi korban ketidakadilan, membawa air mata bangsa-bangsa tertindas yang selama ini dibungkam oleh kepentingan politik global.

> “Dunia boleh diam, tapi kita tidak. Keadilan tidak boleh ditukar dengan diplomasi,”
— Wilson Lalengke.

Selama berada di New York, Wilson menginap di Millennium Hilton New York One UN Plaza, hotel elit yang biasa menjadi markas para diplomat tinggi dunia — hanya beberapa langkah dari jantung keputusan global. Dari tempat itu, langkahnya akan menuju podium PBB, membawa petisi solidaritas internasional agar aturan hukum dunia ditegakkan dan krisis kemanusiaan dihentikan.

Isu yang akan ia angkat bukan hal sepele. Dunia kini tengah diselimuti kegelapan:
pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, penahanan tanpa dasar, hingga pembiaran pembantaian massal. Semua terjadi di depan mata — sementara dunia memilih diam.

Dan di tengah keheningan itulah, Wilson Lalengke berdiri tegak.
Ia menolak tunduk pada kebisuan. Ia datang bukan sebagai pejabat, tapi sebagai wakil nurani rakyat Indonesia — bangsa yang pernah dijajah, tapi tak pernah kehilangan rasa kemanusiaannya.

Sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan lulusan Global Ethics, Birmingham University – Inggris, Wilson membawa satu pesan tajam ke jantung dunia:
bahwa rakyat kecil pun berhak bersuara, dan suara kebenaran tak boleh dikubur oleh politik kepentingan.

Pidatonya diyakini akan menjadi gema moral dari Timur, menembus dinding dingin PBB yang kerap bisu di hadapan kezaliman global.

Indonesia patut berbangga — karena dari tanah air yang jauh, ada satu anak bangsa yang berani menantang diamnya dunia.

> “Ketika manusia berhenti peduli pada penderitaan sesamanya, maka dunia kehilangan jiwanya.”
— Wilson Lalengke. Red tim

HUT ke-2 ICN Banten, Gubernur Andra Soni Soroti Peran Penting Influencer di Era Digital

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 08 Oktober 2025  — Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya peran influencer dan konten kreator dalam memperkuat komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di era digital yang semakin dinamis dan terbuka.

Hal tersebut disampaikan Andra saat menjadi pembicara dalam talkshow peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Influencer and Content Creator Network (ICN) Banten, yang berlangsung di Horison Resort Pondok Layung, Anyer, Kabupaten Serang, Rabu (8/10/2025).

Mengusung tema “Mohon Arahan Abangku”, acara ini turut menghadirkan narasumber penting seperti Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Siswanto dan Kepala BNN Provinsi Banten Rohmad Nursahid. Gubernur hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap perkembangan ekosistem digital kreatif di Banten.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa komunikasi pemerintah tidak bisa lagi hanya bersifat satu arah. Peran para influencer dan kreator konten justru semakin strategis untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan secara lebih luas, ringan, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Para influencer dan konten kreator sering mengomentari dan mengkritik pejabat publik. Dalam dunia digital, kita harus siap menjadi perhatian dan siap dinilai publik. Itu bagian dari konsekuensi jabatan,” ujar Andra Soni.

Ia mengakui bahwa kritik masyarakat sering membuat pejabat takut.  Namun, dengan waktu, ia belajar bahwa kritik adalah sumber perhatian publik yang bisa digunakan pemerintah untuk dievaluasi.

Andra Soni juga memuji ICN karena kekompakan dan konsistensinya dalam berkarya.  Dia mengatakan bahwa sejak berdirinya ICN dan sekarang berusia dua tahun, dia melihat proses belajar bersama di ICN Banten untuk membangun lingkungan komunikasi yang positif bagi masyarakat umum.

“Saya yakin perjalanan dua tahun ICN tidak mudah. Tapi teman-teman bisa membuktikan bahwa kreativitas dan kerja sama mampu melewati berbagai tantangan. Kreativitas tidak boleh dilarang, tapi harus memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Selama sesi tanya jawab, Gubernur Andra juga berbicara tentang bagaimana influencer dapat membantu pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, gaya komunikasi kreatif yang santai, ringan, dan langsung ke inti pesan sering kali lebih efektif daripada cara penyampaian yang formal dan administratif dari pejabat publik.

“Penyampaian para konten kreator itu lebih efektif karena bahasanya mudah dipahami. Saya pun menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi, tapi tentu jangkauannya terbatas. Di sinilah peran kreator menjadi penting untuk memperluas dampak informasi pembangunan,” ungkapnya.

Salah satu inisiatif yang dibuat oleh Pemprov Banten untuk meningkatkan infrastruktur desa adalah Bang Andra, atau Bangun Jalan Desa Sejahtera.  Menurutnya, publikasi pengaruh sangat membantu masyarakat memahami bahwa setiap pembangunan memiliki mekanisme dan kewenangan yang berbeda-beda.

“Kalau tidak dibantu kreator, bisa muncul anggapan bahwa gubernur tidak bekerja, padahal ada prosedur dan batas kewenangan. Karena itu, kolaborasi dengan influencer membantu meluruskan informasi dan membangun kepercayaan publik,” tegasnya.

Selain itu, Andra Soni mengatakan bahwa memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami bagi masyarakat sangat penting di Banten, yang memiliki banyak wilayah dan ketimpangan pembangunan.  Ia berharap para influencer dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menyebarkan berita baik tentang kemajuan daerah.

“Pemerintah perlu kreatif. Bahasa administratif kadang sulit diterima publik. Maka kolaborasi dengan influencer menjadi solusi agar pesan pembangunan bisa tersampaikan dengan cara yang menarik dan membangun kepercayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Siswanto menyatakan bahwa kehadiran influencer menguntungkan masyarakat dan pejabat publik.

“Kita tidak bisa mundur dari teknologi. Kritik dari kreator adalah bentuk koreksi yang justru bermanfaat bagi kami. Kalau ada yang kurang pas, kita perbaiki. Itu bagian dari tanggung jawab publik,” katanya.

Ia bahkan menyatakan bahwa para kreator menyebarkan banyak informasi positif, seperti promosi wisata dan usaha kecil dan menengah (UMKM), yang membantu masyarakat lebih memahami potensi daerahnya.

“Dari konten kreator, saya jadi tahu banyak tempat wisata di Banten yang sebelumnya tidak terekspos. Kalau dikemas dengan baik, konten bisa membawa banyak manfaat,” tambahnya.

Menurut Andi Suhud, Dewan Pengarah ICN Banten, ICN merupakan wadah resmi pertama di provinsi yang membantu para kreator digital.

“ICN lahir dari semangat kebersamaan para kreator Banten. Dengan moto Bagimu Negeri, Kreativitas Kami, kami ingin terus berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ucapnya.

Anda menyatakan bahwa acara puncak HUT ke-2 ICN Banten tahun ini diwarnai oleh penampilan anggota yang berbeda, seperti seni debus, musik, qori, dan acara kreatif lainnya.

“Semua ditampilkan di HUT ke-2 ICN Banten ini oleh anggota ICN sendiri sebagai bentuk kolaborasi dan ekspresi kreatif anak muda Banten untuk negeri,” tutup Andi.

HUT ke-2 ICN Banten menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan generasi muda kreatif sebagai penggerak perubahan di era digital.(WartainBanten)

Tinawati Andra Soni Hadiri Lomba Senam Kreasi Nasional, Dukung Tim Banten Tangerang

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 08 Oktober 2025 — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, hadir memberikan dukungan langsung kepada Tim Banten Tangerang Semakin Gemilang dalam ajang Lomba Nasional Senam Kreasi Tahun 2025, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi).

Kegiatan ini berlangsung meriah di Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Jalan Rasuna Said No. 10B, Kuningan, Jakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025, dan diikuti oleh 32 peserta dari 27 provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam keterangannya, Tinawati mengungkapkan rasa bangga dan semangatnya menyaksikan antusiasme para peserta, khususnya tim dari Banten.

“Hari ini kita menghadiri Lomba Senam Kreasi Perwosi Tahun 2025 yang diikuti oleh 32 peserta dari 27 provinsi,” ungkap Tinawati.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun sportivitas, kebersamaan, dan mendorong budaya hidup sehat di kalangan perempuan dan keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, serta membudayakan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup perempuan dan keluarga,” tambahnya.

Tinawati juga mengatakan, selain kekompakan, kostum tim menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian.

“Kostum tim Provinsi Banten saya lihat cukup baik dan menarik,” ujarnya.

Ia berharap tim Provinsi Banten mampu meraih hasil terbaik.”Kita doakan bersama-sama agar tim Banten menjadi yang terbaik tahun ini,” pungkasnya.

Menurut Aan Muawanah, Ketua Perwosi Provinsi Banten, acara Senam Kreasi adalah bagian dari peringatan HUT ke-58 Perwosi.

“Kemarin kegiatan diawali dengan Musyawarah Nasional (Munas), dilanjutkan dengan puncak acara Lomba Senam Kreasi yang diikuti oleh 27 provinsi dengan 32 peserta,” jelasnya.

“Provinsi Banten mengirimkan Tim Banten Tangerang Semakin Gemilang,” tambah Aan.

Ia menyatakan bahwa tim tersebut membuat koreografi senam yang menggabungkan elemen budaya pencak silat Banten dengan teknik senam kontemporer.

“Kostum yang digunakan juga memanfaatkan karya kreasi lokal, mulai dari batik hingga pernik khas Tangerang,” ujarnya.

Dalam rangka memperingati HUT ke-58 Perwosi, Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian membuka Lomba Nasional Senam Kreasi Tahun 2025.  Tema lomba adalah “Wanita Sehat, Keluarga Kuat, Wujudkan Asta Cita untuk Indonesia Emas.”

Para istri dari menteri yang tergabung dalam Seruni Kabinet Merah Putih juga hadir.  Dengan sorakan para pendukung, suasana GOR Soemantri Brodjonegoro tampak meriah.  Untuk meningkatkan persaingan antar peserta, berbagai kostum senam yang dibuat dengan menggabungkan gaya kriya lokal masing-masing dibuat.

Lomba Senam Kreasi ini merupakan bagian dari upaya Perwosi dalam memperluas jangkauan olahraga di kalangan perempuan serta mempererat tali silaturahmi antar daerah melalui kegiatan positif dan bermanfaat.(WartainBanten)

Tring! By Pegadaian, Inovasi Layanan Digital yang Satukan Gadai, Investasi, dan Pembiayaan

0

Warta In | Palembang. -PT Pegadaian menandai babak baru transformasi digitalnya dengan meluncurkan super apps terbaru, Tring! By Pegadaian. Aplikasi inovatif ini hadir sebagai ekosistem keuangan digital terintegrasi yang menyatukan seluruh layanan gadai, investasi emas, dan pembiayaan dalam satu platform yang mudah diakses. Peluncuran Tring! berlangsung di Ballroom The Gade Tower, pada Rabu (08/10).

Lahirnya Tring! sebagai sahabat baru transaksi digital bagi masyarakat, diresmikan oleh Direktur Utama PT Pegadaian, CEO Group BRI, Komisaris PT Pegadaian, serta Wakil Direktur Utama PT Pegadaian. Seremonial ini semakin lengkap dengan hadirnya brand ambassador Tring!, Isyana Sarasvati yang juga berbagi mengenai investasi yang kini menjadi lifestyle generasi muda kepada seluruh audience.

Tring! dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan solusi keuangan yang Cepat, Aman, dan Mudah—sebuah komitmen yang direfleksikan dalam tagline #MulaiDariTring!.

Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang nyaman, di mana seluruh kendali finansial kini berada di tangan nasabah. Keunggulan Tring! terletak pada integrasi penuh layanan berbasis emas dan keuangan Pegadaian, diantaranya:
Ekosistem Emas Lengkap: Tring! menyediakan seluruh layanan emas Pegadaian, mulai dari Tabungan Emas untuk memulai investasi dari nominal kecil, Cicil Emas Batangan dan Cicil Tabungan Emas untuk kepemilikan yang terencana, hingga Gadai Tabungan Emas dan Jual/Beli Emas yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Maksimalkan Aset: Nasabah dapat memanfaatkan layanan Deposito Emas melalui aplikasi untuk mengoptimalkan potensi imbal hasil dari aset emas yang dimiliki.

Fitur Keuangan Terpadu: Selain emas, Tring! juga dilengkapi fitur Pembiayaan lainnya, layanan Transfer Tabungan Emas, hingga berbagai fitur bayar-bayar dan transaksi digital yang praktis.
Pengalaman Seamless: Dengan konsep “1 User ID, Semua Kebutuhan”, proses registrasi dan verifikasi data kini dapat dilakukan dalam satu langkah, menghemat waktu dan menyederhanakan akses ke puluhan layanan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Novryandi menyampaikan bahwa ini merupakan upaya Pegadaian untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi melalui aplikasi Tring!, “Pegadaian menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Aplikasi Tring! memastikan keamanan data nasabah terjamin dan aset emas yang dimiliki nasabah dijamin fisiknya serta tersimpan dengan standar keamanan terbaik,”
Novryandi juga menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir karena Pegadaian menerapkan sistem 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Cicil Emas maupun Tabungan Emas oleh nasabah, maka Pegadaian telah menyiapkan persediaan emas secara fisik sejumlah gram yang ditransaksikan.

CEO Group BRI, Hery Gunardi juga menjelaskan bagaimana ketiga entitas yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro saling mendukung ekonomi kerakyatan, khususnya dengan memperluas ekosistem emas Pegadaian melalui Tring!.
“Holding Ultra Mikro saling mendukung dan membantu. Apps Tring! by Pegadaian ini ter-connect dengan BRI. User aktif BRImo hingga saat ini 42 juta, harapannya di akhir tahun user Tring! akan mencapai 4 juta. Bayangkan kedepannya akan ada 40 juta-an user yang bisa mengakses produk emas Pegadaian”, ujar Hery.

Melalui Tring!, Pegadaian tidak hanya memperkuat perannya sebagai The leader in gold ecosystem, tetapi juga memenuhi misi sebagai akselerator inklusi keuangan di Indonesia. Aplikasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan finansial.

Tentang Pegadaian
PT Pegadaian didirikan di kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian juga memiliki ragam produk dan layanan seperti investasi berbasis emas yang dapat dimiliki oleh masyarakat dengan cara yang mudah, diantaranya Tabungan Emas, Cicil Emas dan Arisan Emas. Sementara untuk produk pembiayaan, Pegadaian menyediakan produk pembiayaan Haji dan Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan hingga KUR Syariah. Tergabung dalam Holding Ultra Mikro pada 2021, Pegadaian bersama BRI dan PNM berkomitmen dalam mendukung UMKM untuk naik kelas.
Pegadaian juga merupakan lembaga pembiayaan sosial yang berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan inklusif. Dengan berbagai inovasi layanan dan program sosial, Pegadaian terus berupaya menciptakan dampak positif bagi komunitas dan masyarakat secara luas.

Pada Desember 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor usaha Bulion dengan mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Layanan Bank Emas Pegadaian yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.
Produk dan layanan Pegadaian dapat diakses baik secara konvensional maupun digital melalui aplikasi Pegadaian Digital yang dapat di unduh melalui AppStore maupun PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id

Pemerintah Pekon Pura Mekar Gelar Rapat Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026

0

warta.in,,Lampung barat-Pemerintah Pekon Pura Mekar, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, menggelar rapat penetapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun anggaran 2026. Rapat ini dilaksanakan di Balai Pekon Pura Mekar pada hari Rabu, 8 Oktober 2025.

Peratin Pura Mekar, Anderi, memberikan sambutan terkait penetapan RKP tahun anggaran 2026. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan terkait pembangunan yang sudah dicapai pada tahun anggaran 2025 dan apa yang akan dilakukan pada tahun 2026

Tujuan penetapan RKP adalah untuk menyusun rencana kerja yang sistematis dan terarah dalam mencapai tujuan pembangunan Pekon Pura Mekar. RKP ini akan menjadi acuan bagi pemerintah pekon dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

RKP adalah dokumen perencanaan yang memuat prioritas program dan kegiatan pemerintah pekon dalam satu tahun anggaran. RKP disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dan prioritas pembangunan nasional.

Dengan adanya RKP, pemerintah pekon dapat melaksanakan kegiatan pembangunan yang lebih terarah dan efektif. RKP juga dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah pekon dalam mengelola anggaran dan kegiatan pembangunan.

Pemerintah Pekon Pura Mekar telah melaksanakan rapat penetapan RKP tahun anggaran 2026. Dengan adanya RKP, diharapkan pemerintah pekon dapat melaksanakan kegiatan pembangunan yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Asih)