26.8 C
Jakarta
Minggu, April 19, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Seruan “Tutup Imasco” Menggema, Warga 12 Desa Bersatu, MAKI Jatim Siap Bongkar Dugaan Masalah Perizinan

Warta.in, Jember, 18 April 2026 – Gelombang penolakan terhadap operasional pabrik semen PT Imasco Asiatic kian membesar. Seruan “tutup pabrik” menggema dari warga 12 desa yang mengaku terdampak, seiring konsolidasi yang digalang Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bersama Laskar Jahanam Jember.

Konsolidasi yang dimulai sejak Jumat (17/4/2026) itu berlanjut dengan pertemuan langsung bersama warga pada Sabtu (18/4/2026). Dalam forum terbuka tersebut, suara masyarakat mengalir deras—menggambarkan akumulasi kekecewaan yang disebut telah berlangsung lama.

Keluhan yang disampaikan mencakup kebisingan yang dirasakan hampir tanpa jeda, penurunan kualitas hasil panen tembakau, hingga gangguan kesehatan yang dikaitkan warga dengan aktivitas industri. Tak hanya itu, minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal turut menjadi sorotan tajam.

Tekanan juga terasa pada sektor ekonomi tradisional. Usaha produksi gamping di Desa Grenden, yang sebelumnya menjadi penopang ekonomi warga, dilaporkan merosot seiring perubahan pola penggunaan material bangunan.

Di tengah menguatnya desakan, MAKI Jatim menyatakan tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), khususnya terkait dokumen perizinan operasional perusahaan. Sejumlah aspek seperti analisis dampak lingkungan (AMDAL) hingga kajian teknis lainnya disebut akan ditelaah lebih lanjut.

Langkah ini bahkan direncanakan menembus level nasional. MAKI Jatim menyatakan akan mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR RI serta menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, sebagai upaya membawa persoalan ini ke perhatian yang lebih luas.

Hasil konsolidasi juga mengerucut pada rencana aksi dalam skala besar yang melibatkan masyarakat lintas desa. Aksi tersebut diproyeksikan menjadi puncak tekanan publik atas berbagai persoalan yang disuarakan warga.

“Ini sudah menjadi suara kolektif masyarakat. Kami akan kawal hingga ada kejelasan dan langkah konkret,” tegas Heru, Ketua MAKI Jatim.

Berita Terkait