Beranda blog Halaman 81

150 KKN Mahasiswa STIKINDO Wirautama Keperawatan SMT 7 A. 2023 Memberikan Manfaat Untuk Warga Desa Cikoneng

0

Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa, 1 September 2026. WARTA. IN.

Selasa, 1 September 2026, 150 Mahasiswa STIKINDO Wirautama Ciparay, Kabupaten Bandung, SMT 7 A. 2023  Prodi Keperawatan KKN di Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dari Total 303 Peserta KKN. ( 153 KKN di Desa Babakan ).

9 Kelompok KKN, tersebar di 18 RW Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, 1 – 19 September 2026.

Puskesmas Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, di beri kesempatan KKN Keperawatan STIKINDO Wirautama, Ciparay, di mana sayan termasuk Dosen Prodi Kebidanan STIKINDO Wirautama Papar  idan Komon N. Amd. Keb. M. Ter. Keb. Kepala Puskesmas Pakutandang.

Team Puskesmas, Bidan Desa, Perawat, akan mendampingi 150  KKN Mahasiswa Keperawatan STIKINDO Wirautama, 1 – 19 September 2026, Bimbingan terkait kesehatan, Lanjut,  Bidan Kokon.

Dari 2 desa Cikoneng, Babakan dari segi wilayah, termasuk ada Licus Stunting, dengan KKN ke depannya, tidak ada penambahan Stunting, Lanjut Bidan Kokon.

18 RW CIKONENG CKG, Cek Kesehatan Gratis, di Kabupaten Bandung, capaian CKG, di Kecamatan Ciparay, masih Rendah, Lanjut Bidan Kokon.

BIAS, Bulan Imunisasi Anak Sekolah,  Pungkas Bidan Kokon.

IPM, Kecamatan Ciparay meningkat dengan adanya STIKINDO Wirautama, di Ciparay, Prodi Unggulan Kepercayaan dan Kebidanan, Papar H. Asep Ikhsan, SE. S. Pd. MM. Ketua Yayasan STIKINDO Wirautama, yang juga Ketua F. Partai Democrat DPRD Kabupaten Bandung.

Profesionalisme, tidak di ajarkan di Kampus, KKN di terjunkan ke Daerah pelosok, memberikan manfaat yang nyata di daerah. Gali apa yang di dapat di Kampus, terapkan di Lapangan selama KKN, Lanjut Pak Haji Sapaan Akrab H. Asep Ikhsan.

Attitude, ramah tamah,  kami tidak sempurna, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tolong di kawal, di bantu selama KKN, agar Lulusan keperawatan kami di terima masyarakat,  mahasiswa kami di bekali bahasa Inggris, Jepang, Korea dan China, Lanjut Pak Haji.

Bicara kesehatan, Kabupaten Bandung ke depan Cageur, waras, olah fikir, rasa, hati, bener, Pinter, singer. Salah satu bentuk rasa syukur, 500 juta, biaya Kuliah Program Keperawatan dan Kebidanan, Pungkas Pak Haji.

WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH. CSS ALC SIP CIJ CPW

 

Gubernur NTB Perkuat Posyandu, Kader Jadi Ujung Tombak

0

Warta.in
Lombok Barat,NTB — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan penguatan Posyandu harus dimulai dari dua hal yang paling menentukan kualitas pelayanan: kader yang kompeten dan dukungan sarana yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat kapasitas kader sekaligus memastikan kebutuhan dasar pelayanan Posyandu tersedia secara lebih merata.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat mengunjungi Posyandu Wana Tirta di Dusun Sesaot Timuk, Desa Sesaot, Lombok Barat, Selasa (1/9/2026), usai meninjau SMA Negeri 1 Lingsar. Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal.

Di hadapan para kader, Gubernur menyampaikan apresiasi atas pengabdian mereka yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari pelayanan masyarakat di tingkat paling dekat dengan keluarga.

“Mereka ini rata-rata sudah lama sekali. Tadi saya bertemu dengan kader yang sudah 43 tahun mengabdi. Dulu bahkan tidak digaji. Ini adalah simbol kerelawanan masyarakat kita,” ujar Iqbal.

Menurutnya, keberadaan kader Posyandu tidak dapat dipandang sekadar sebagai pelaksana kegiatan rutin. Mereka merupakan kekuatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu fondasi pelayanan dasar, terutama dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak.

Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Kader Posyandu Wana Tirta Eni Usmawati menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama keterbatasan dan kerusakan alat pengukuran. Peralatan untuk mengukur berat badan, panjang dan tinggi badan menjadi kebutuhan penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pemantauan pertumbuhan anak.

“Fasilitas kesehatan banyak yang rusak, khususnya alat pengukuran panjang, tinggi badan dan berat badan. Ini sangat berkaitan dengan akurasi data,” kata Eni.

Mendengar aspirasi tersebut, Gubernur Miq Iqbal memberikan respons langsung dengan menjanjikan dukungan berupa Posyandu kit. Sebanyak tiga set alat kesehatan akan diberikan terlebih dahulu kepada Posyandu yang membutuhkan, sementara pemenuhan kebutuhan lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Selain sarana, penguatan kapasitas kader juga menjadi perhatian. Gubernur mengarahkan agar peningkatan pengetahuan kader terus dilakukan, termasuk melalui pelatihan yang berkaitan dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kalau kita ingin pelayanan Posyandu semakin baik, kadernya harus diperkuat. Bukan hanya alatnya yang kita lengkapi, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan kader,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, penguatan kader juga perlu ditempatkan dalam kerangka kebijakan yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah yang disiapkan Pemprov NTB adalah mengintegrasikan dukungan bagi kader Posyandu ke dalam Program Desa Berdaya Transformatif mulai 2027.

Melalui skema tersebut, pemerintah akan mendorong dukungan pendanaan bagi minimal satu kader Posyandu di setiap desa untuk menopang kebutuhan operasional sekaligus memperkuat keberlanjutan pengabdian mereka.

Menurut Miq Iqbal, langkah tersebut penting di tengah keterbatasan fiskal desa dan semakin besarnya porsi anggaran yang telah diarahkan untuk kebutuhan tertentu. Karena itu, diperlukan strategi lintas program agar pelayanan dasar di tingkat masyarakat tetap dapat berjalan dan berkembang.

Di sisi lain, Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia M. Iqbal bersama jajaran Bunda Posyandu NTB juga menyiapkan penguatan sistem pendataan berbasis digital. Aplikasi tersebut akan digunakan untuk memetakan kondisi sarana Posyandu, termasuk alat yang rusak atau belum tersedia, sehingga kebutuhan dapat diketahui secara lebih akurat dan penanganannya lebih tepat sasaran.

Kunjungan ke Posyandu Wana Tirta memperlihatkan bahwa penguatan pelayanan dasar tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Ia dapat dimulai dari hal yang sangat konkret: memastikan kader dihargai, pengetahuan mereka diperkuat, dan alat yang mereka gunakan tersedia serta layak. Dengan cara itu, Posyandu tidak hanya hadir sebagai tempat pelayanan, tetapi tumbuh sebagai kekuatan masyarakat yang mampu menjaga kualitas kesehatan keluarga NTB.(sr/dkisntb)

Disperkim tak tindak tegas ,perihal project kecamatan cisaat 2 Miliar ?

0

Dinas perkimsih kabupaten sukabumi Yang kini sedang membangun kecamatan perihal ini Yang tak berani menindak lanjuti perihal Proyek kecamatan cisaat Yang Di Rasa bahwa Proyek tersebut ITU milik pimpinan Salah satu organisasi.

Dalam hal ini Kami menunggu terkait ketegasan dari pihak Dinas Dalam hal ini Belum Ada tindak lanjuti dari Dinas terkait Dan bagaimana hasil lab serta specifickasi Proyek ini seperti Yang Ibu Euis lisnawati Dalam menindak
Lanjuti perihal Proyek ini

Baik, sedikit sy bahas jka penyedia jasa ny teriak soal biaya MC dan non teknis yg jd permasalahan jika berkurang nya kualitas.

1. Anggaran pembangunan menetapkan dlm aturan pengadaan barang dan jasa bahwa penyedia jasa menetapkan 10% sampai 15% untuk keuntungan diluar biaya teknis dan pajak .

2. Jika kita bongkar RAB, contoh kecil sj harga material pasir .. Dengan spek tanpa mengurangi kualitas nya, ada selisih cukup besar dari harga pembelian sebenarnya. Kalikan selisih nya berapa m3 itu. Coba suruh buka RAB nya. Blm material yg lain.

3. Byk penyedia jasa tidak menerapkan Keselamatan kerja, padahal dalam penawaran penyedia jasa dan kontrak mereka dengan pengguna jasa ada biaya yg masuk dalam anggaran tersebut.

4. Jawaban penyedia jasa seperti itu terlalu tidak masuk akal menurut sy, karena penyedia jasa tidak dipaksa untuk mengikuti kegiatan, artinya ketika dia menawar saat tender atau kompetisi dan tahu apa sj yg hrs dikerjakan dan kualitas nya, seandainya sebelum penawaran ada tawaran jika menang hrs byr kompensasi misal nih. Harusnya tahu apakah masuk dalam hitungan atau tidak. Kan sudah tahu penawaran nya dia brp, trs permintaan brp. Klo gak masuk akal, pasti ditolak bukan mengurangi spek dan kualitas. Kalo diterima berarti sudah siap dengan resiko nya. Bisnis itu Gak ada paksaan. Jangan selalu menyalahkan orang lain ketika kesalahan ada d depan mata. Hrs gentleman, salah ya salah…

5. Soal MC, itu kan tanggungjawab penyedia jasa melakukan dokumentasi dan pelaporan baik harian dan minggu.. Bukan tugas orang lain, kalo ketidak mampuan penyedia jasa untuk membuat laporan, itu perlu membayar orang untuk membuatnya. Walaupun seharusnya penyedia jasa yg kredible biasanya sudah memiliki tenaga ahli untuk melakukan nya, dan pastinya harus d gajih,Gak gratis. Kurasa konsultan gak maksa, tapi MC itu hrs ada sbg bagian dari arsip dan progres pembangunan dan itu kewajiban penyedia jasa.

Kesimpulan nya :
Kurasa alasan pembayaran MC dan non teknis 10% itu dengan mengurangi spek adalah ALASAN MENGADA- NGADA. Dari awal kalo tidak sanggup, mundur saja pendapat sy mah. Ngapain memaksakan diri kalo gak mampu , lalu ujung nya menyalahkan keputusan yg dibuat sendiri?

Ini saya melihat dari sisi pengusaha jadi kita lagi bicara hitungan bisnis seperti yg disampaikan penyedia jasa yg memiliki statemen demikian,yaitu untung dan rugi) .,ucap Euis lisnawati

Oknum wartawan Di ciduk polisi gegara intimidasi sekolah Di sukabumi

0

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi mengeluarkan pernyataan sikap tegas menyikapi dugaan tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum mengatasnamakan wartawan terhadap salah satu kepala sekolah di Kecamatan Sukaraja.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi alias Bah Anom, menyatakan pihaknya mengutuk keras segala bentuk intimidasi, pemerasan, maupun penyalahgunaan profesi jurnalistik yang mencederai martabat wartawan.

“Tindakan tersebut secara nyata melanggar Pasal 6 Kode Etik Jurnalistik yang menegaskan bahwa wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. Ruh jurnalisme adalah integritas, bukan alat untuk menakut-nakuti masyarakat atau pejabat publik,” ujar Bah Anom, menegaskan sikap organisasi, Senin (31/8/2026).

Pihaknya juga memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil demi memberikan efek jera serta membersihkan marwah dunia pers dari oknum-oknum perusak citra jurnalis sejati.

Selain itu, PWI Kabupaten Sukabumi mengimbau seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan seperti kepala sekolah dan guru, serta masyarakat luas agar tidak takut menolak segala bentuk intimidasi.sumber journal sukabumi.

(Alfi yonimar)

 

Lapas Muara Enim Dukung Ketahanan Pangan melalui Penanaman Pepaya California

0

Warta In

“Muara Enim – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penanaman bibit pepaya California oleh jajaran pegawai Lapas Muara Enim. Selasa (01/09).

Kegiatan penanaman dilaksanakan sebagai bentuk nyata kepedulian jajaran Lapas Muara Enim dalam mengembangkan potensi pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Pepaya California dipilih karena memiliki nilai ekonomis, relatif mudah dibudidayakan, serta memiliki potensi hasil yang baik apabila dirawat secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, para pegawai turut terlibat langsung mulai dari mempersiapkan lahan, menanam bibit, hingga melakukan perawatan tanaman. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lahan produktif yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan Lapas Muara Enim.

“Penanaman pepaya California ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata jajaran Lapas Muara Enim terhadap program ketahanan pangan. Kami berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan nantinya memberikan hasil yang bermanfaat,” ungkapnya.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta budaya produktif di kalangan jajaran pegawai.

Lapas Muara Enim akan terus mendorong pengembangan berbagai kegiatan pertanian dan perkebunan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Dari lahan Lapas, tumbuh harapan. Dari langkah kecil hari ini, menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

(Zulkifli/Tim)

Sinergi Pemerintah Kabupaten PALI, Pendidikan, dan Legislatif Warnai Malam Puncak HUT RI ke-81 di Desa Purun

0

PALI, Warta.in – Kemeriahan dan semangat nasionalisme menyelimuti Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Ratusan warga menumpah-ruah menghadiri acara Pesta Rakyat Malam Puncak Pembagian Hadiah berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara yang berlangsung pada Senin malam (31/8/2026) tersebut berjalan dengan sangat meriah, aman, dan penuh dengan rasa kekeluargaan yang erat.

Acara malam puncak ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan dan perlombaan yang telah dilaksanakan sejak awal bulan Agustus. Kehadiran para pejabat desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh adat, unsur dunia pendidikan, hingga perwakilan legislatif membuat suasana malam penutupan ini terasa sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Desa Purun.

Kepala Desa Ajak Warga Jaga Semangat Gotong Royong Dalam sambutannya yang disambut hangat oleh warga, Kepala Desa Purun, Bapak Nur Efendi—atau yang akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Aben—menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan perayaan ini.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme warga malam ini. Perayaan HUT RI ke-81 ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan belaka. Lebih dari itu, ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat persatuan, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi fondasi dan ciri khas utama masyarakat Desa Purun,” ujar Aben di atas panggung utama.

Beliau juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan buah dari tetesan keringat dan darah para pejuang bangsa. “Tugas kita sekarang bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras, menjaga kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian antar sesama demi memajukan Desa Purun tercinta agar lebih sejahtera di masa depan,” tegasnya.

Peran Perempuan dan Fondasi Keluarga yang Kuat Harapan senada juga diutarakan oleh Ibu Adha selaku Ibu Penggerak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Purun. Beliau menekankan pentingnya mempertahankan kebersamaan ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam ruang lingkup keluarga.”Semangat kebersamaan yang terjalin selama perlombaan kemerdekaan ini harus terus kita bawa pulang ke rumah. Khusus untuk ibu-ibu sekalian, mari kita tingkatkan peran aktif kita dalam mendukung pembangunan keluarga yang sehat, cerdas, dan harmonis. Keluarga yang kuat adalah fondasi utama bagi kemajuan desa kita,” tutur Ibu Adha.

Dukungan Penuh dari Sektor Pendidikan dan Legislatif, Kemeriahan acara ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan dunia pendidikan. Sejumlah instansi pendidikan di wilayah Kecamatan Penukal turut hadir memberikan dukungan penuh, di antaranya:SD Negeri 14 Penukal, yang diwakili oleh Bapak Markiso, SD Negeri 9 Penukal, yang dihadiri oleh jajaran staf dan dewan guru, MTs Al Husna dan MTs Majma Al Bahrain, yang dihadiri langsung oleh masing-masing kepala sekolah serta perwakilan guru.SMA Negeri 4 Penukal, yang diwakili oleh jajaran staf sekolah.

Tak hanya dari sektor pendidikan, acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten PALI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sigit Kamseno, ST. Kehadiran tokoh legislatif ini menambah bobot dukungan moral bagi masyarakat desa setempat.Dalam orasinya, Sigit Kamseno memberikan acungan jempol dan apresiasi tinggi atas kekompakan yang ditunjukkan oleh warga Desa Purun. Menurutnya, kegiatan positif di tingkat desa seperti ini memiliki dampak sosial yang sangat besar.

“Perlombaan dan perayaan kemerdekaan di tingkat desa seperti ini sangat efektif untuk menjaga kerukunan antar warga, menghidupkan kembali dinamika bermasyarakat, serta menyalurkan kreativitas dan memupuk jiwa sportivitas generasi muda kita,” kata Sigit.

Politisi PAN tersebut juga menegaskan komitmen politiknya di hadapan warga untuk terus mengawal aspirasi masyarakat. “Saya berkomitmen penuh untuk terus memperjuangkan, mendukung, dan mengawal program-program pembangunan di Desa Purun, baik di sektor infrastruktur, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan momen yang paling dinantikan, yaitu pembagian piala, piagam, dan hadiah hiburan bagi para pemenang lomba yang diikuti oleh sorak-sorai riuh dari seluruh warga desa hingga larut malam.

 

(Randi)

Pria 29 Tahun ini Nekat, Tipu Pengusaha dan UMKM di Lombok Catut Nama Pejabat Polda NTB

0

Catut Nama Pejabat Polda NTB, Pria 29 Tahun Tipu Pengusaha dan UMKM di Pulau Lombok

Warta.in

Mataram, NTB – Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kepolisian kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat. Seorang pria berinisial BDSP (29), warga Kabupaten Lombok Utara yang tinggal di Kota Mataram, diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB setelah diduga menipu sejumlah pengusaha dan pelaku UMKM dengan mengatasnamakan pejabat Polda NTB.

Terduga yang diketahui tidak bekerja tersebut diamankan di wilayah Karang Taliwang, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Kamis malam (27/08/2026). Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan terhadap laporan masyarakat yang resah akibat aksi penipuan tersebut.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol. Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers di depan Gedung Ditreskrimum Polda NTB, Senin (31/08/2026).

Hubungi Pengusaha, Mengaku Pejabat Polisi

Kombes Pol. Arisandi menjelaskan, modus yang digunakan BDSP adalah menghubungi sejumlah pengusaha dan pelaku UMKM melalui telepon maupun WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, pelaku mengaku sebagai salah satu pejabat kepolisian di lingkungan Polda NTB dan kemudian meminta sejumlah uang.

“Terduga menghubungi sejumlah pengusaha atau UMKM dengan mengatasnamakan salah satu pejabat Polda NTB untuk meminta sejumlah uang. Beberapa orang yang dihubungi kemudian merespons dengan mengirimkan uang ke rekening bank yang setelah ditelusuri ternyata milik ibu terduga,” jelas Arisandi.

Menariknya, ibu BDSP disebut tidak mengetahui perbuatan anaknya. Ia juga tidak mengetahui bahwa rekening atas namanya digunakan untuk menerima transfer uang dari para korban.

Aksi tersebut diketahui menyasar sejumlah pengusaha dan pelaku UMKM di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah. Nominal yang diminta bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Meski nilai masing-masing transaksi relatif kecil, jumlah korban yang cukup banyak membuat total uang yang berhasil dikumpulkan terduga diperkirakan mencapai Rp10 juta.

“Kami masih mendata jumlah keseluruhan hasil tindak pidana penipuan ini, namun sementara dipastikan mencapai sekitar Rp10 juta,” ungkapnya.

Catut Banyak Nama Pejabat Polisi

Dalam menjalankan aksinya, BDSP diduga tidak hanya menggunakan satu identitas. Polisi menemukan sejumlah nama pejabat dan anggota kepolisian yang dicatut untuk meyakinkan calon korban.

Di antaranya, pelaku mengaku sebagai Direktur Reskrimum Polda NTB, Kasat Lantas Polresta Mataram, Kapolsek Mandalika, Kapolsek Sambalia, Kanit Polairud Pos Bangsal, KSPKT Polsek Tanjung, Wakapolres Lombok Utara, serta sejumlah perwira lainnya di jajaran Polda NTB.

Untuk menghindari pelacakan, pelaku juga menggunakan nomor telepon yang berbeda-beda. Pola tersebut sempat menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi keberadaannya.

Namun, kerja keras Tim URC Puma Jatanras akhirnya membuahkan hasil. Setelah keberadaan BDSP berhasil dilacak, petugas bergerak dan mengamankannya di Karang Taliwang.

Motif Ekonomi, Polisi Dalami Kemungkinan Jaringan

Kombes Pol. Arisandi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan sementara motif pelaku adalah persoalan ekonomi. Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah aksi tersebut dilakukan seorang diri atau melibatkan jaringan tertentu.

“Untuk sementara motifnya persoalan ekonomi. Namun penyidik akan melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan apakah tindak pidana ini merupakan bagian dari sebuah jaringan,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan kasus tersebut bukan semata-mata dilihat dari besar kecilnya kerugian yang dialami korban. Penggunaan identitas pejabat kepolisian dalam aksi penipuan dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekaligus berpotensi mencoreng nama institusi Polri.

“Pengungkapan ini bukan hanya karena besar kecilnya nilai kerugian korban, tetapi juga karena tindakan terduga telah membuat masyarakat resah,” imbuh Arisandi.

Terancam Empat Tahun Penjara

Atas dugaan perbuatannya, BDSP dijerat Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Polda NTB mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap telepon maupun pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat atau anggota kepolisian dan kemudian meminta sejumlah uang.

Masyarakat diminta melakukan konfirmasi melalui jalur resmi sebelum memenuhi permintaan apa pun, terlebih jika berkaitan dengan transfer uang.

“Jangan mudah percaya terhadap telepon ataupun WhatsApp yang meminta sesuatu atau sejumlah uang dari orang yang identitasnya tidak diketahui secara jelas,” tegas Direktur Reskrimum Polda NTB. (sr/hpntb)

Skandal Penjarahan Aset Negara Di SMPN 2 Botomuzoi: Kepsek Diduga Terlibat Dan Tutup Mata

0
Nias,Warta.in — Dugaan aksi penjarahan aset negara di lingkungan sekolah publik kembali mencuat dan memicu polemik di tengah masyarakat.
Jagat media sosial Facebook dihebohkan oleh unggahan warga yang memergoki aktivitas mencurigakan di lingkungan SMP Negeri 2 Botomuzoi, Kabupaten Nias pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sekitar pukul 20.21 WIB.
Aset sekolah berupa seng bekas, kaca khusus jendela, dan material lainnya diduga kuat diangkut secara diam-diam pada malam hari menggunakan mobil bermuatan.
Aksi tersebut diduga melibatkan salah seorang oknum guru, sejumlah warga, serta terindikasi kuat atas keterlibatan Kepala Sekolah SMPN 2 Botomuzoi. Saat tepergok oleh warga di lokasi, oknum guru tersebut berdalih bahwa material seng tersebut hendak dibawa dan dikembalikan langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nias malam itu juga.
Kepsek Diduga Terlibat Dan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Demi menjamin keberimbangan informasi, awak media melayangkan konfirmasi resmi kepada Kepsek SMPN 2 Botomuzoi selaku penanggung jawab penuh aset sekolah. Wartawan mengajukan 4 poin pertanyaan krusial:
1.Surat Tugas Resmi Apakah pengangkutan seng disertai Surat Perintah Tugas (SPT) resmi?
2. Berita Acara: Ada Berita Acara Serah Terima (BAST) antara sekolah dan Dinas Pendidikan?
3. Alasan Dinas: Apa urgensi resmi Dinas menarik aset pada malam hari?
4. Aparatur Penerima: Siapa pejabat Dinas yang menerima penyerahan aset?
Sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 2 Botomuzoi diduga terlibat, memilih bungkam dan tidak merespons konfirmasi. Sikap ini memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam pengelolaan aset negara.
Dinas Pendidikan Bergerak Cepat
Merespons polemik ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias menegaskan:
“Iya, selamat sore Pak, terima kasih informasinya. Kami baru dapatkan info tentang ini, dan akan segera ditindak. Kami akan panggil Kepala SMPN 2 Botomuzoi untuk menyampaikan klarifikasi. Terima kasih,”
Senin, 31 Agustus 2026 pukul 17.43 WIB
*Ancaman Hukum Berlapis
Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam:
1.Pidana Umum: Pasal 363 KUHP atau *Pasal 374 KUHP. Ancaman di atas 5 tahun.
2. Pidana Korupsi: UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001.
3. Disiplin ASN: PP Nomor 94 Tahun 2021. Sanksi terberat: PTDH.
LSM setempat menyatakan akan mengawal kasus ini ke jalur hukum agar semua oknum mendapat sanksi setimpal.
Ini Aset Negara! Ini Fasilitas Anak Didik!
Usut Tuntas Sampai Akarnya!
SkandalSMPN2Botomuzoi PenjarahanAset KepsekTerlibat DinasPendidikanNias UsutTuntas
Editor: Redaksi
Catatan Redaksi: Warta.in membuka ruang seluas-luasnya bagi Kepala Sekolah SMPN 2 Botomuzoi dan pihak terkait untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi.

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light 4C Di Daerah Rawan

0

Pastikan Wilayah Ngimbang tetap Aman Personil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Harkamtibmas Light 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Senin (31/08 /2026) pukul 21.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di pimpin oleh Wakapalsek Ipda Istiono, S.H,bersama Aipda Zaeni, Aipda Erwan dan Brigadir Deni dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BRI, Basar Lapangan Dlegi dan Pensi Girik Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngambang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K,melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Secara Rutin Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

0

Secara Rutin Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN// Warta. In Dalam rangka kelancaran tugas dan menjaga kebersihan, Anggota Polsek Ngimbang melaksanakan pengecekan Inventaris dan pembersihan Mapolsek Ngimbang, Pada Hari Selasa (01/09/2026) pukul 08.00 wib

Kegiatan ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang
Aiptu Suhadi, Aipda Novan, Aipda Afis dan Briptu Andika

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K.S.I.K, melalui Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, “Bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengecek perlengkapan
Mapolsek Ngimbang antara lain ruang penjagaan, ruang pelayanan, kendaraan dinas dan cek senpi Polsek Ngimbang, ”

Sasaran untuk kesiap – siagaan tugas penjagaan, bersih – bersih mako, kendaran dan cek senpi ungkapnya.

Kami berharap dengan kesiap siagaan tugas penjagaan Polsek Ngimbang dapat dapat memperlancar pelayanan kepada Masyaralat dan wilayah Ngimbang tetap Aman dan Kondusif ( roy)