Beranda blog Halaman 86

*Dari Kasus Lisa vs Danny Septriadi: Fakta Medis RSCM Ungkap Trauma Berat Anak Korban Penculikan*

0

*Dari Kasus Lisa vs Danny Septriadi: Fakta Medis RSCM Ungkap Trauma Berat Anak Korban Penculikan*

Jakarta – Sengketa pengasuhan anak antara Oey Lie Hua (Lisa) dan Danny Septriadi Djayaprawira kini memasuki babak krusial di tingkat Peninjauan Kembali (PK) dengan nomor perkara 313 K/Pdt/2026. Perjalanan panjang dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang mengabulkan hak asuh kepada Lisa, lalu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hingga dikuatkan di tingkat Kasasi, mencerminkan kompleksitas hukum perdata yang sering kali menguji batasan keadilan substantif.

Namun, di balik lembaran berkas perkara ini, ada fakta kemanusiaan yang membutuhkan perhatian mendalam. Perangkat hukum yang ada semestinya tidak abai terhadap kondisi dan kepentingan terbaik bagi masa depan seorang anak bernama Gabriel Immanuela Djayaprawira.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, memberikan pernyataan tegas namun penuh empati terkait penanganan permohonan PK yang sedang bergulir di Mahkamah Agung. Petisioner HAM PBB 2025 ini menyampaikan himbauan dengan sangat agar Majelis Hakim Agung yang memeriksa perkara PK yang dimohonkan ibu kandung Gabriel tidak sekadar melihat sengketa ini dari kacamata formalitas hukum semata, melainkan memeriksa argumen permohonan secara cermat dan mendalam.

Gabriel, kata Wilson Lalengke, adalah korban nyata dari dinamika “broken home” yang dialami orang tuanya. Publik melihat kontras yang sangat tajam antara ‘masa 15 tahun diasuh oleh ibunya sejak lahir’ dengan ‘masa 3 tahun diasuh oleh ayahnya sejak 2 Juli 2023’.

“Ketika berada dalam pengasuhan ibu kandungnya, Lisa, Gabriel tumbuh sebagai anak yang aktif, berprestasi, dan terawat dengan baik, dibuktikan dari belasan medali kejuaraan yang berhasil diraihnya. Sebaliknya, setelah dibawa secara sepihak alias diculik oleh ayahnya, kondisi fisik dan mentalnya justru sangat memprihatinkan. Rekam medis dari tim psikologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengonfirmasi trauma berat, indikasi obesitas, penurunan semangat belajar, hingga hilangnya dinamika tumbuh kembang yang sehat,” terang alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, Minggu, 30 Agustus 2026.

Aktivis HAM internasional itu juga menambahkan bahwa sebaiknya Majelsi Hakim Agung yang memeriksa permohonan PK dari Lisa mengundang dan memeriksa para pihak terkait, seperti pemohon dan termohon PK, serta instansi dan lembaga yang relevan dengan kasus ini. “Saya kira penting bagi kita semua, bahwa demi keadilan, Majelis Hakim Agung sepatutnya memeriksa langsung para pihak – Lisa, Danny, dan khususnya Gabriel, serta lembaga-lembaga yang tersangkut pada kasus ini, seperti imigrasi yang menerbitkan passport ganda, RSCM yang memeriksa dan memberikan terapi psikologis terhadap Gabriel, dan KPAI, untuk melihat fakta objektif di lapangan,” tegas Wilson Lalengke.

Keterangan tokoh pers nasional tersebut merupakan inti dari permohonan PK yang diajukan oleh Lisa pada 23 Juli 2026 lalu. Dalam ranah hukum keluarga, prinsip utama yang harus melandasi setiap putusan adalah _the best interests of the child_ (kepentingan terbaik bagi anak).

Fakta bahwa Gabriel mengalami perubahan kondisi fisik dan psikologis yang signifikan sejak dipisahkan dari ibunya menjadi bukti material yang amat krusial. Rekam medis dan catatan terapi psikologis dari rumah sakit pemerintah seperti RSCM merupakan novum (bukti baru) yang memiliki bobot pembuktian kuat untuk mengevaluasi kembali apakah lingkungan pengasuhan saat ini benar-benar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, pertimbangan hukum pada tingkat pertama mengenai keberadaan Akta Notaris No. 37/2019, di mana Danny Septriadi secara sukarela menyerahkan pengasuhan anak kepada Lisa, seharusnya tidak dikesampingkan begitu saja. Sebagai akta autentik, dokumen tersebut memiliki kekuatan pembuktian sempurna sesuai Pasal 1870 KUHPerdata, sepanjang belum pernah dibatalkan secara sah melalui prosedur hukum yang berlaku.

Permasalahan ini mengajak kita untuk merenungkan kembali hakikat keadilan dan ikatan kekeluargaan melalui kacamata filosofis. Filsuf Yunani Kuno, Aristoteles (384-322 SM), menekankan bahwa keadilan bukan sekadar menerapkan aturan tertulis secara kaku (_legal justice_), melainkan menghadirkan kesetaraan dan kebaikan nyata. Dalam kasus pengasuhan anak, keadilan substantif hanya dapat dicapai jika hukum mampu melindungi pihak yang paling rentan, dalam hal ini, sang anak.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, filsuf Etika Kepedulian (_Ethics of Care_) seperti Carol Gilligan (89) menyatakan bahwa moralitas dan keadilan tidak boleh dilepaskan dari hubungan ketertautan emosional, kepedulian, dan tanggung jawab memelihara kehidupan. Pengasuhan seorang ibu bukanlah sekadar fungsi formal, melainkan fondasi emosional yang membentuk ketahanan mental seorang anak.

Dalam konteks keindonesiaan, prinsip-prinsip ini berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut agar proses peradilan memperlakukan setiap individu, khususnya anak di bawah umur, dengan penghormatan atas martabat kemanusiaannya. Pemisahan anak dari ibu kandung yang terbukti memberikan pengasuhan positif dan berprestasi merintangi perwujudan kemanusiaan yang beradab. Sementara itu, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan pentingnya perlindungan hukum yang merata tanpa mengabaikan aspek kebenaran materil demi kesejahteraan sosial anak sebagai generasi penerus bangsa.

Mahkamah Agung sebagai benteng terakhir keadilan memiliki tanggung jawab moral dan yuridis untuk meneliti kembali seluruh fakta secara komprehensif. Pemeriksaan langsung terhadap para pihak, terutama mendengar suara dan memeriksa kondisi objektif Gabriel, akan menjadi langkah progresif dalam memastikan bahwa putusan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan murni.

Kasus Oey Lie Hua versus Danny Septriadi Djayaprawira adalah tragedi hukum dan kemanusiaan. Anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban. Permohonan PK ini adalah kesempatan terakhir bagi Mahkamah Agung untuk memperbaiki keadaan.

Seperti ditegaskan Wilson Lalengke, hakim harus memeriksa langsung pihak-pihak terkait dan melihat penderitaan anak dengan mata kepala sendiri. Penegakan hukum yang tegas bukan hanya demi kepastian hukum, tetapi juga demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila.

Hukum tidak boleh menjadi instrumen yang merenggut masa depan dan kesehatan seorang anak. Melalui pemeriksaan PK No. 313 K/Pdt/2026 ini, publik berharap Majelis Hakim Agung dapat memberikan putusan yang tidak hanya adil secara teknis hukum, tetapi juga meneduhkan secara kemanusiaan, mengembalikan kehangatan pengasuhan dan masa depan yang cerah bagi Gabriel. (TIM/Red)

Musorprov KONI NTB, Satukan Kekuatan Menuju PON 2028

0

Musorprov KONI NTB, Satukan Kekuatan Menuju PON 2028

Warta.in

Mataram,NTB — Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI NTB Tahun 2026 menjadi momentum untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan olahraga NTB menjelang PON 2028. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengingatkan, perbedaan pilihan dalam proses demokrasi organisasi harus berakhir dengan persatuan untuk satu tujuan: membawa olahraga NTB semakin berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan Wagub saat membuka Musorprov XIII KONI NTB di Hotel Lombok Raya, Minggu (30/8). Musorprov menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan arah kepemimpinan KONI NTB periode berikutnya, di tengah persiapan NTB bersama Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah PON 2028.

“Pilihan boleh berbeda, tetapi tujuan kita tetap sama. Setelah proses musyawarah selesai, kita semua harus kembali bersatu,” tegas Indah Dhamayanti Putri.

Menurut Wagub, tantangan olahraga NTB menuju PON 2028 tidak ringan. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kepemimpinan yang kuat, tetapi juga kekompakan seluruh cabang olahraga, atlet, pelatih, pengurus, pemerintah daerah, dan seluruh insan olahraga.

Ia mengapresiasi pengabdian pengurus KONI NTB periode 2022–2026 yang telah menjalankan berbagai program pembinaan olahraga. Berbagai capaian yang telah dibangun harus menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.

“Yang kita perlukan ke depan adalah kerja sama, kekompakan, dan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan olahraga NTB,” ujarnya.

Indah menegaskan PON 2028 tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda pertandingan olahraga. Sebagai tuan rumah bersama, NTB memiliki kesempatan memperkenalkan daerah melalui olahraga, pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, sekaligus mendorong berkembangnya sport tourism.

Karena itu, terdapat dua tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan secara bersamaan: menjadi tuan rumah yang profesional, ramah dan berkelas, serta melahirkan prestasi atlet yang membanggakan.

“Kita ingin menunjukkan kepada Indonesia bahwa NTB bukan hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi olahraga yang membanggakan,” katanya.

Wagub juga mengingatkan bahwa olahraga memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemenangan dan perolehan medali. Disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian, kebersamaan dan semangat pantang menyerah merupakan nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberi ruang yang lebih besar bagi atlet muda untuk tumbuh dan menjadi penerus prestasi NTB.

Terkait proses pemilihan Ketua KONI NTB, Wagub meminta seluruh peserta Musorprov menjaga suasana tetap kondusif dan menghormati mekanisme organisasi. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus diterima sebagai pemimpin seluruh keluarga besar olahraga NTB.

“Ketua yang terpilih harus kita dukung bersama, kita doakan bersama, dan bersama-sama membawa nama NTB menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan Musorprov XIII menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi. Ia berharap seluruh peserta tetap mengedepankan demokrasi dan menjaga persatuan demi kemajuan olahraga NTB.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi kita harus tetap bersatu. Tujuan kita satu, yaitu kemajuan olahraga NTB,” katanya.

Mori juga menyampaikan bahwa berbagai program pembinaan selama periode 2022–2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah olahraga NTB ke depan, termasuk persiapan menghadapi PON 2028.

Musorprov XIII KONI NTB menjadi titik penting untuk menyatukan kembali energi olahraga NTB. Kontestasi kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi, tetapi PON 2028 adalah kepentingan yang jauh lebih besar. Setelah musyawarah menghasilkan keputusan, seluruh perbedaan harus ditinggalkan dan seluruh kekuatan kembali bergerak dalam satu barisan untuk prestasi atlet dan kehormatan NTB.(sr/dkisntb)

Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028

0

Pelantikan Perbasasi NTB, Baseball-Softball Bersiap Menuju PON 2028

Warta.in
Mataram,NTB — Pelantikan kepengurusan baru Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) NTB menjadi momentum untuk membangkitkan kembali dua cabang olahraga tersebut sekaligus memperkuat pembinaan atlet menuju PON 2028.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mendorong pengurus baru segera melakukan evaluasi, memperkuat pembinaan, dan membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, baseball dan softball memiliki potensi untuk kembali menjadi kekuatan olahraga NTB.

Pesan tersebut disampaikan Wagub saat menghadiri pelantikan Pengurus Perbasasi NTB oleh Pengurus Besar Perbasasi di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Minggu (30/8/2026).

“Baseball dan softball NTB salah satu yang sangat potensial dalam peta prestasi olahraga. Pengurus harus mulai melakukan evaluasi, pembinaan, dan koordinasi dengan kabupaten/kota, terutama menyongsong PON 2028,” ujar Indah.

Ia juga meminta kepengurusan baru yang mayoritas diisi generasi muda tetap belajar dari pengalaman pengurus sebelumnya. Menurutnya, kesinambungan pengalaman dan energi baru penting untuk membangun pembinaan yang lebih kuat.

“Belajar dari pengurus lama penting agar pengurus baru dapat membuktikan diri sebagai generasi muda yang mampu membawa olahraga NTB semakin baik dan membanggakan,” katanya.

Ketua Umum PB Perbasasi Andika Monoarfa mengatakan NTB memiliki sejarah cukup kuat dalam perkembangan baseball dan softball. Sejumlah pemain berbakat dari NTB, kata dia, pernah mewarnai kedua cabang olahraga tersebut sejak era 1990-an.

Menurut Andika, meskipun baseball dan softball masih berstatus ekshibisi pada PON 2028, peluang untuk membangun prestasi tetap terbuka. Prestasi Indonesia di tingkat internasional, termasuk SEA Games, menunjukkan kedua cabang tersebut memiliki prospek untuk terus dikembangkan.

“Masih ada waktu untuk mengejar prestasi. Karena itu, pembinaan harus mulai dilakukan dari sekarang,” ujarnya.

Andika mendorong pembinaan dimulai dari usia dini melalui sekolah dan kompetisi berjenjang. Ia mencontohkan perkembangan di DKI Jakarta yang telah menggelar kompetisi hingga kelompok usia U-8.

Menurutnya, pengembangan baseball dan softball di sekolah tidak hanya bertujuan menemukan bibit atlet, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas. Ia juga mendorong kedua cabang olahraga tersebut lebih diperkenalkan dalam pendidikan olahraga di sekolah.

Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian lain yang dinilai penting. PB Perbasasi mendorong pengurus daerah memperbanyak pelatihan dan sertifikasi pelatih, wasit, dan juri agar kompetisi dapat diselenggarakan secara profesional dan berkelanjutan.

Ketua Perbasasi NTB Muhammad Putera Ferryandi mengatakan pelantikan pengurus baru menjadi titik awal untuk membangkitkan kembali baseball dan softball di NTB. Ia menekankan pentingnya keterlibatan guru olahraga dalam memperkenalkan kedua cabang olahraga tersebut di sekolah, termasuk nomor baseball yang akan menjadi cabang ekshibisi pada PON 2028.

“Kepentingan olahraga harus kita tempatkan di atas kepentingan lainnya. Kalau itu kita lakukan bersama, saya percaya baseball dan softball akan berkembang dan kembali menjadi kekuatan olahraga NTB,” ujarnya.

Bagi NTB, momentum PON 2028 bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet secara berkelanjutan. Karena itu, pembinaan sejak usia dini, kompetisi yang konsisten, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta sinergi antarpemangku kepentingan menjadi pekerjaan yang harus dimulai sejak sekarang.

Pelantikan Perbasasi NTB menjadi awal dari pekerjaan yang lebih besar: mengubah potensi menjadi prestasi. Dengan pembinaan yang serius dan kerja bersama, baseball dan softball diharapkan kembali tumbuh sebagai kekuatan olahraga NTB menuju PON 2028.(sr/dlisntb)

Diduga Ibu rumah tangga jadi korban pemerasan Tim paparazi ,k

0

K

 

Kabupaten sukabumi – Salah satu warga Yang terkena paparazzi kena korban pemerasan akibat hal tersebut Ada orang Yang terus Minta uang kepada korban Yang menjadi sasaran nya terkait paparazi ini.

 

Yang mengakui sebagai bang Ari Yang pada saat ITU beliau from Di temuan Tim Investigasi Di hotel raflesia cibadak Dan terus Di mintain uang Oleh oknum Yang mengaku wartawan

 

Dalam hal ini Kami Tim meminta agar orang orang Yang beroprasi Di hotel hotel ini agar segera Di ringkus terkait hal tersebut kepada Ari Yang Di akui sodara bahwa Di akui Tim Alfi .

Percakapan dengan Gemini

Kabupaten sukabumi – Salah satu warga Yang terkena paparazzi kena korban pemerasan akibat hal tersebut Ada orang Yang terus Minta uang kepada korban Yang menjadi sasaran nya terkait paparazi ini.

 

 

 

Yang mengakui sebagai bang Ari Yang pada saat ITU beliau from Di temuan Tim Investigasi Di hotel raflesia cibadak Dan terus Di mintain uang Oleh oknum Yang mengaku wartawan

 

 

 

Dalam hal ini Kami Tim meminta agar orang orang Yang beroprasi Di hotel hotel ini agar segera Di ringkus terkait hal tersebut kepada Ari Yang Di akui sodara bahwa Di akui Tim Alfi . Pembuatan berita cover both side

 

Kasus pemerasan dengan modus mengambil foto/video secara diam-diam (paparazzi) yang kemudian dijadikan alat mengintimidasi korban untuk meminta sejumlah uang secara terus-menerus—terlebih dengan mencatut nama wartawan atau media—merupakan tindak pidana murni

  1. .

(Alfi yonimar)

Sholat Istisqa di Pesantren Nurul Qur’an PALI: Ratusan Jamaah berdo,a Mengetuk Pintu Langit Memohon Hujan

0

Warta.in//PALI — Musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kian membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Kondisi pedesaan terpantau gersang, debu berterbangan memicu polusi udara, sumber air sumur warga mulai mengering, serta ancaman kabut asap akibat kebakaran lahan kian mengintai kesehatan anak-anak.

Menyikapi kondisi kritis tersebut, aksi spiritual digelar di Masjid Pondok Pesantren Nurul Qur’an, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Bumi Serepat Serasan. Ratusan jamaah yang terdiri dari tokoh agama, masyarakat, wali santri, hingga para santri bersimpuh bersama menggelar Salat Istisqa, dzikir, dan doa bersama untuk memohon diturunkannya hujan yang berkah.

Suasana Khusyuk Mengetuk Pintu Langit ibadah yang berpusat di masjid bentukan Pondok Pesantren Nurul Qur’an ini Sabtu (29/8/2026) berlangsung dengan sangat khidmat. Ruang utama masjid dipadati oleh shaf-shaf jamaah yang teratur. Di bagian depan, saf diisi oleh jamaah pria dan para santri, sementara bagian belakang dipenuhi oleh barisan jamaah perempuan berseragam mukena putih dan motif, menciptakan pemandangan penuh kepasrahan.

“Sholat Istisqo’, Dzikir dan Doa Bersama” membentang di dinding depan menjadi penanda satu visi spiritual masyarakat yang hadir hari itu. Acara dimulai dengan kumandang dzikir dan gema istighfar, disusul dengan Salat Istisqa dua rakaat berjamaah, serta penyampaian khotbah khusus dari atas mimbar.

Pesan Mendalam dari KH. Aman Rohman: Muhasabah dan Berdamai dengan Alam, KH. Aman Rohman, S.Q., S.Ag., selaku Ketua sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qur’an, menyampaikan pesan yang sangat mendalam terkait musibah kekeringan ini. Menurutnya, keringnya tanah dan hilangnya air bukan sekadar fenomena alam atau perubahan iklim belaka, melainkan sebuah teguran sekaligus momentum bagi manusia untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) secara kolektif.

“Kemarau panjang ini adalah cermin bagi kita semua. Ketika air di sumur-sumur kita mulai mengering, itu adalah tanda agar kita memeriksa kembali apakah hati kita juga telah kering dari rasa syukur, kering dari istighfar, dan gersang dari kepedulian sosial,” tutur KH. Aman Rohman dengan penuh takzim.Beliau menekankan bahwa cobaan berupa gersangnya alam harus dihadapi dengan dua jalur ikhtiar: ikhtiar langit dan ikhtiar bumi. Ikhtiar Langit: Mengakui kelemahan manusia di hadapan Sang Pencipta dengan cara bersujud, memperbanyak tobat, dan memohon ampunan melalui Salat Istisqa.

Ikhtiar Bumi: Menjaga kelestarian lingkungan, menghentikan pembakaran lahan secara sembarangan, serta saling membantu sesama warga yang saat ini sedang mengalami krisis air bersih. KH. Aman Rohman mengingatkan bahwa alam akan bersahabat jika manusia memperlakukannya dengan rahmat. Melalui ritual ibadah ini, ia mengajak masyarakat memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan agar keberkahan kembali diturunkan.

Doa dan Harapan Kesuburan Bumi PALI Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati jamaah. Tangan-tangan tertengadah ke atas mengaminkan untaian doa memohon agar Allah SWT segera mencurahkan air hujan yang membawa manfaat, menyuburkan kembali tanaman yang layu, serta membersihkan udara dari kepungan debu dan asap. Melalui aksi religius yang digerakkan oleh Pondok Pesantren Nurul Qur’an PALI ini, warga berharap rahmat hujan segera datang membawa kesejukan bagi bumi dan ketenangan bagi jiwa seluruh masyarakat.

 

(Randi)

Minggu Kasih Polres Meranti Sasar 8 Gereja, Sampaikan Pesan Kamtibmas, Karhutla dan Pilkades

0

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti bersama Polsek jajaran memperkuat pendekatan langsung kepada masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih, Minggu (30/8/2026). Dipimpin Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., kegiatan tersebut menyasar sedikitnya delapan gereja di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti.

Dari gereja yang melaporkan jumlah kehadiran, sedikitnya 357 jemaat menerima secara langsung pesan dan imbauan kepolisian terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta ajakan menyukseskan Pilkades Serentak 2026. Sementara tiga gereja di wilayah Rangsang juga menjadi sasaran kegiatan, namun jumlah jemaatnya tidak tercantum dalam laporan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Kepulauan Meranti di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K. untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk melalui rumah-rumah ibadah.

Salah satu kegiatan dipimpin langsung Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga di Gereja HKBP Selatpanjang Ressort Pekanbaru, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi. Sebanyak 100 jemaat mengikuti kegiatan tersebut.

Di hadapan jemaat, Wakapolres mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan setiap gangguan keamanan maupun kejadian yang membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan Call Center 110.

“Apabila menemukan adanya peristiwa tindak pidana maupun membutuhkan bantuan atau pertolongan, dapat menghubungi layanan Polisi 110 dan pasti direspons dengan cepat,” ujar Kompol Detis.

Pesan mengenai Karhutla juga menjadi perhatian utama. Jemaat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Membakar hutan dan lahan bukan solusi, tetapi bencana bagi kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, Karhutla dapat berdampak luas, mulai dari mengganggu kesehatan akibat asap, merusak ekosistem, menghambat aktivitas masyarakat dan transportasi hingga menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Wakapolres juga mengajak jemaat ikut menjaga suasana tetap damai menjelang Pilkades Serentak 2026. Masyarakat diminta menghormati perbedaan pilihan dan tidak menjadikannya sebagai alasan untuk memicu konflik maupun isu SARA.

“Kita sama-sama menyukseskan Pilkades serentak. Beda pilihan jangan sampai menimbulkan konflik pribadi maupun SARA,” pesannya.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kegiatan Minggu Kasih juga digelar di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, Stasi Selatpanjang–Paroki Duma, Jalan Yos Sudarso Nomor 6, dengan jumlah 75 jemaat. Kegiatan dilaksanakan Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda Dominikus Turnip, S.E., bersama Kasi Keuangan Polres Kepulauan Meranti Ipda Rudi Siboro, S.H. dan personel lainnya.

Kemudian di Gereja GPDI Selatpanjang, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tebing Tinggi, sebanyak 100 jemaat menerima pesan Kamtibmas, pencegahan Karhutla dan Pilkades yang disampaikan Kasi Propam Polres Kepulauan Meranti AKP Daniel Bakara bersama Plt. Kasat Tahti Ipda Dedi Santos Manullang, S.H.

Sementara itu, GPIB Pos Pelkes Solafide Selatpanjang, Jalan Teratai, Selatpanjang Barat, diikuti sekitar 12 jemaat. Kegiatan dipimpin KBO Satreskrim Polres Kepulauan Meranti Ipda Rijen Gurning, S.H., M.H., bersama Ipda Dedy Aritonang dan personel Polres lainnya.

Di wilayah Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas Aipda Suharmoko melaksanakan Minggu Keliling di tiga gereja, yakni Gereja Lahai Roi Desa Bungur, Gereja GPDI Desa Tanjung Kedabu, dan Gereja Pantekosta di Indonesia Dusun Banau, Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir. Jemaat di tiga lokasi tersebut mendapat imbauan untuk menjaga Kamtibmas, mencegah Karhutla serta menciptakan Pilkades yang aman dan damai.

Sementara Polsek Merbau melalui Bhabinkamtibmas Desa Mengkirau Aipda R.C. Sitompul bersama perwakilan Kemenag Binmas Kristen Kepulauan Meranti Susan melaksanakan kegiatan di Pos PI Zending HKBP Suak Nipah, Jalan Panipahan Baru, RT 002/RW 003, Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, yang diikuti sekitar 70 jemaat.

Dengan demikian, dari lokasi yang mencantumkan data kehadiran, 357 jemaat telah menerima langsung pesan-pesan kepolisian dalam rangkaian Minggu Kasih tersebut. Selain penyampaian imbauan, personel juga membagikan makanan dan minuman serta menyerahkan sarana kontak berupa kipas angin dan tali asih kepada sejumlah gereja.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K. melalui Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga mengatakan, kehadiran polisi di rumah ibadah diharapkan tidak hanya memperkuat Kamtibmas, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan. Kami ingin hadir lebih awal, mendengar masyarakat dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.

( Rilis humas polres Meranti ).

Firdaus Hasbullah., SH., MH.Jangan Tunggu Asap Penuhi Sekolah Baru Kita Semua Sibuk Bergerak!

0

PALEMBANG — Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih terus melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. PGK Sumsel menilai penanganan Karhutla tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama yang hanya berfokus pada pemadaman saat api sudah membesar. Sektor swasta dan perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan dituntut untuk mengambil peran aktif secara nyata.

Ketua PGK Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah, SH, MH, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak Karhutla yang kian meluas. Menurutnya, bencana asap bukan sekadar isu lingkungan semata, melainkan ancaman nyata yang melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat.”Karhutla ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Dampaknya langsung merusak kesehatan masyarakat, mengancam keselamatan warga, melumpuhkan aktivitas ekonomi, mengganggu pendidikan anak-anak kita, hingga menurunkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Selatan secara keseluruhan,” tegas Firdaus Hasbullah dalam keterangan resminya di Palembang, Minggu (30/8/2026).

Melihat eskalasi dampak yang masif, PGK Sumsel memandang bahwa beban penanganan Karhutla tidak boleh hanya bertumpu pada pundak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum semata. Diperlukan sebuah gerakan masif dan kolaborasi permanen yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama dunia usaha yang memiliki konsesi lahan di Sumatera Selatan.

Secara khusus, PGK Sumsel menyerukan empat poin desakan utama kepada pihak perusahaan, terutama yang beroperasi di wilayah rawan kebakaran:Pertama, Memperkuat Sistem Pencegahan Internal. Perusahaan diwajibkan memastikan seluruh wilayah kerja dan area tanggung jawab mereka memiliki sistem pencegahan Karhutla yang memadai. Hal ini mencakup kesiapsiagaan personel, penyediaan sarana pemantauan dini, kelengkapan peralatan pemadaman, serta sistem respons cepat (quick response) saat titik api pertama kali ditemukan.

Kedua, Sosialisasi Masif dan Edukasi Berkelanjutan. PGK mendorong perusahaan untuk aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, serta organisasi masyarakat dan pemuda. Sinergi ini bertujuan untuk mengedukasi warga mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan, khususnya di zona-zona merah rawan kebakaran.

Ketiga, Aksi Tanggap Darurat Tanpa Berpangku Tangan. Ketika kebakaran terjadi di sekitar wilayah operasionalnya, perusahaan dilarang keras bersikap pasif. Korporasi harus segera mengerahkan sumber daya yang dimiliki—baik personel, peralatan, kendaraan pemadam, hingga akses sumber air—untuk membantu pemerintah dan masyarakat melakukan pemadaman.

Keempat, Membangun Sistem Kolaborasi Permanen. PGK Sumsel mendorong pemerintah daerah dan sektor swasta untuk segera merumuskan pola kerja sama yang terstruktur dan legal-formal. Dengan adanya sistem permanen, langkah antisipasi dan mitigasi dapat berjalan sepanjang tahun, bukan sekadar menjadi pemadam kebakaran saat asap sudah mengepung kota.

Firdaus menambahkan, sudah saatnya ada pergeseran paradigma total dalam penanganan Karhutla di Sumatera Selatan. Pendekatan responsif pasca-kejadian harus diubah menjadi pendekatan preventif yang ketat sejak awal.”Jangan sampai pemerintah dan masyarakat baru sibuk bergerak setelah asap pekat memenuhi permukiman, melumpuhkan sekolah, dan membahayakan pengguna jalan raya. Kita harus memutus siklus tahunan ini. Perusahaan tidak boleh hanya mengambil keuntungan ekonomi saja, mereka memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang mutlak atas wilayah tempat mereka berusaha,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Firdaus menegaskan bahwa kemajuan Sumatera Selatan tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari sejauh mana lingkungan hidupnya terjaga dan keselamatan masyarakatnya terlindungi. PGK Sumatera Selatan menyatakan siap bertindak sebagai motor penggerak dan menjadi bagian dari gerakan kolaboratif bersama pemda, TNI/Polri, pelaku usaha, dan elemen kepemudaan dalam gerakan “Sumsel Bersama Melawan Karhutla.”

 

(Randi)

Betulkah bupati sukabumi bungkam dapat setoran revitalisasi pendidikan 164 Miliar ?

0

Kabupaten Sukabumi – Tim warta.in terus mencari informasi terkait Dana revitalisasi Yang diduga Di tutup tutupi Oleh semua dari mulai sekda,kadisdik serta kabid Yang mendapatkan Dana revitalisasi Di kabupaten sukabumi.

Seperti Perbaikan Fasilitas: Menangani ruang kelas rusak (sedang hingga berat), membangun fasilitas sanitasi (WC), serta melengkapi sarana pendukung pembelajaran.Prioritas Wilayah: Difokuskan pada sekolah dengan tingkat kerusakan terparah, wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta daerah pascabencana.Dasar Hukum: Berdasarkan Instruksi

Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan & Revitalisasi Sekolah.Mekanisme Penyaluran dan PelaksanaanDana Langsung: Anggaran dikirim langsung ke rekening satuan pendidikan (cash transfer) agar proses lebih cepat.Pola Swakelola: Pembangunan dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah dengan melibatkan warga sekitar atau gotong royong.Pengawasan: Dilakukan secara berlapis oleh aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan lembaga terkait.

Namun Dalam hal ini semua bungkam Dan semua Yang menjadi dugaan perihal anggaran revitalisasi ini semakin kecurigaan Kami Ada Yang Di sembunyikan kepada awak media terkait anggaran 154 Miliar rupiah ini .

Bupatipun tak bisa Di hubungi perihal Dana revitalisasi ini apakah mungkin
Beliau terlibat jugaDapat setoran terkait Dana revitalisi Yang akhirnya semua bungkam perihal anggaran
154 Miliar tenang Dana revitalisasi.(Alfi yonimar)

Ajak Warga PALI Hidup Sehat, Firdaus Hasbullah: Jalan Kaki Bikin Keluarga Bahagia!

0

PALI, Warta.in – Kegiatan jalan sehat yang marak digelar selama bulan Agustus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Wakil Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, SH., MH., mengajak masyarakat untuk melangkah lebih jauh dengan menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang konsisten.

Hal tersebut disampaikan Firdaus saat menghadiri langsung kegiatan jalan sehat bersama warga RT 12 Kelurahan Handayani Mulia di Lapangan Griya Taza pada Minggu (30/8/2026). Menurutnya, antusiasme tinggi masyarakat dalam menyambut kemerdekaan lewat olahraga harus terus dirawat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.“Jalan sehat itu penting. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas ini juga bisa bikin bahagia, apalagi jika dilakukan bersama keluarga, terutama pasangan tercinta,” ujar Firdaus di sela-sela kegiatan.

Ia menekankan bahwa berjalan kaki secara rutin merupakan salah satu olahraga paling murah dan mudah yang bisa diakses oleh siapa saja. Di samping manfaat fisik, momen ini juga menjadi ruang berkualitas (quality time) untuk mempererat komunikasi dan keharmonisan di dalam institusi keluarga.

Komitmen ini bukan sekadar imbauan. Firdaus yang hadir didampingi oleh sang istri, Leny Marlina, S.Keb., mengaku selalu meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk berjalan santai bersama keluarga setiap akhir pekan.“Hampir setiap Minggu pagi saya menyempatkan diri berjalan santai bersama keluarga, khususnya bersama istri tercinta. Ini adalah investasi kesehatan sekaligus kebahagiaan yang sangat sederhana namun berdampak besar,” tambahnya.

Melalui momentum ini, Firdaus berharap masyarakat PALI tidak hanya bersemangat mengejar hadiah atau door prize tahunan, tetapi mulai menyadari pentingnya membangun habitus baru demi mewujudkan masyarakat PALI yang lebih sehat, produktif, dan bahagia.

(Randi)

PASAR RAKYAT UMKM HJKS KE-156: ANTHUSIASME PEMKAB DAN CATATAN KRITIS PEDAGANG DI LAPANGAN

0

 

 

 

  • PASAR RAKYAT UMKM HJKS KE-156: ANTHUSIASME PEMKAB DAN CATATAN KRITIS PEDAGANG DI LAPANGAN

 

PALABUHANRATU — Gelaran Pasar Rakyat UMKM dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 resmi dibuka oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Sabtu (29/8/2026) malam. Acara yang dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026 ini memadukan potensi ekonomi lokal dengan pesta hiburan rakyat.

 

Meski disambut antusias oleh ribuan pengunjung, pemberitaan terkait gelaran ini perlu ditinjau dari dua sudut pandang : antara optimisme Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan realita tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro di lapangan.

 

 

 

SISI A: PERSEPEKTIF PEMKAB SUKABUMI

 

Momentum Strategis Genjot Ekonomi dan Branding Produk Lokal

 

Dari kacamata Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pasar Rakyat UMKM dinilai sebagai etalase strategis untuk menggalakkan perputaran ekonomi daerah serta memperkuat daya saing produk lokal.

 

Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menekankan pentingnya sinergi antara konsumen dan produsen lokal. Mengusung tema *”Sukabumi Mubarokah, Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata,”* event ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

Poin Utama Perspektif Pemerintah:

Ruang Promosi Terbuka: Memberikan ruang interaksi langsung antara produsen lokal dengan ribuan calon konsumen selama 16 hari pelaksanaan.

 

Penguatan Sektor Unggulan: Mendorong komoditas agroindustri dan pariwisata daerah agar mampu naik kelas dan menembus pasar nasional.

 

Sinergi Forkopimda: Pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda (Wakil Bupati H. Andreas, Dandim 0622, Kapolres Sukabumi, Kajari, dan Ketua PN), yang mengindikasikan dukungan penuh lintas instansi terhadap kebangkitan UMKM.

 

SISI B: PERSEPEKTIF PELAKU USAHA & KONDISI LAPANGAN

 

Aspek Retribusi, Trafik Pengunjung, dan Keberlanjutan Pasca-Event

 

Di balik optimisme dan kemeriahan seremoni pembukaan, sejumlah pedagang dan pengamat ekonomi daerah menyoroti beberapa tantangan krusial yang menentukan keberhasilan nyata dari gelaran pesta rakyat ini.

 

Poin Catatan dan Aspirasi Pelaku Usaha :

Biaya Sewa Lapak & Retribusi:** Pelaku UMKM kategori mikro berharap harga sewa stan dan biaya operasional selama 16 hari berbanding lurus dengan omzet penjualan harian, sehingga tidak memberatkan usaha perintis.

> * **Pemerataan Peserta Usaha Lokal:** Masuknya pelaku usaha dari luar daerah (seperti Bandung, Jakarta, dan Garut) diharapkan tidak mendominasi lokasi-lokasi strategis, sehingga produk asli UMKM Kabupaten Sukabumi tetap menjadi perhatian utama pengunjung.

Konsistensi Pengunjung hingga Hari Terakhir.

 

Pengalaman event serupa menunjukkan tren pengunjung melandai di hari kerja (weekday). Pelaku usaha mengharapkan Pemkab konsisten menggelar acara pendukung agar angka kunjungan tidak merosot setelah malam pembukaan.

 

Keberlanjutan Pasca-Event: Para pedagang menegaskan bahwa pameran berkala hanyalah solusi jangka pendek. Yang paling dibutuhkan UMKM adalah kemudahan akses permodalan, pengurusan izin (Halal/BPOM), serta bantuan digitalisasi pemasaran pasca-acara selesai.

 

Aspek Evaluasi Harapan & Visi Pemkab (Sisi A) Realita & Aspirasi UMKM (Sisi B)

Akses Pasar Membuka etalase produk unggulan bagi publik luas. | Diperlukan fasilitasi pendataan/katalog digital agar transaksi berlanjut online.

Beban Operasional Menarik keterlibatan ratusan stan dan pelaku usaha.

Perlunya keterbukaan penetapan tarif retribusi stan dan proteksi bagi pedagang kecil.

Infrastruktur EventMemusatkan keramaian di Lapangan Cangehgar. Pengaturan lalu lintas, kenyamanan kantong parkir, dan penanganan sampah harian harus diperketat.

 

Dampak Jangka Panjang Menumbuhkan kebanggaan pada produk lokal. | Membutuhkan pendampingan legalitas dan permodalan berlanjut setelah pesta rakyat berakhir.

 

 

KESIMPULAN REDAKSI

 

Pasar Rakyat UMKM HJKS ke-156 di Lapangan Cangehgar merupakan langkah positif Pemkab Sukabumi di bawah kepemimpinan Bupati H. Asep Japar untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat.

 

Namun, tolok ukur keberhasilan pesta rakyat ini tidak berhenti pada megahnya pembukaan atau ramainya pengunjung di akhir pekan. Keberhasilan sejati terletak pada seberapa besar keuntungan bersih yang dibawa pulang oleh pedagang kecil serta kepastian adanya program pembinaan susulan agar UMKM Sukabumi benar-benar mandiri dan berday saing secara berkelanjutan.

Berita ini bersumber dari Facebook pemkab sukabumi (Alfi yonimar)