Warta.in//PALI, 21 Mei 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, tampil agresif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas (migas) utama, PHR memamerkan lompatan inovasi teknologi dan strategi bisnis mutakhir guna mendongkrak produksi berkelanjutan sekaligus memperkuat swasembada energi nasional.

Langkah taktis ini menjadi krusial di tengah tantangan pengelolaan lapangan migas konvensional yang kian menua (mature fields). PHR Regional 1 Sumatra menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan struktur organisasi Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4, yang kini sukses menyumbang lebih dari 30% total produksi minyak bumi nasional.
“Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis kami dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode agresif, termasuk Migas Non-Konvensional (MNK), PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin.

Strategi Hebat di Lapangan Raksasa Dalam sesi diskusi khusus bertema “Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security”, General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, memaparkan rahasia dapur pengelolaan Zona Rokan. Sebagai operasi onshore terbesar di Indonesia yang mencakup 115 lapangan dan 12.600 sumur, Zona Rokan sukses menjaga stabilitas produksi di angka 151 ribu barel minyak per hari dan 33 MMSCFD gas.
Keberhasilan ini dicapai lewat disiplin manajemen reservoir (reservoir management) dan kombinasi metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan akan terus dieksplorasi secara masif melalui:
Survei seismik 3D untuk memetakan potensi baru. Reaktivasi sumur idle secara berkala. Inovasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).
Sinergi Gas dan Panen Rekor Produksi Antar-Zona Momentum IPA Convex 2026 juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PHR. Kerja sama strategis ini memastikan pasokan gas guna mendukung penuh operasional produksi migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Inovasi nyata anak bangsa juga tersebar di berbagai zona operasi Sumatra sepanjang tahun 2025 hingga kini:
Zona Rokan: Sukses melaksanakan Put On Injection (POI) pertama proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada awal 2025. Implementasi teknologi EOR berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti mendongkrak perolehan minyak dan menyabet penghargaan dari SKK Migas.
Zona 1: Mempercepat proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran di WK Jambi Merang, hingga meraih penghargaan Onstream R2P Optimized. Proyeksi puncak produksi ditargetkan menembus 379 BOPD pada tahun 2026 ini. Zona 1 juga meluncurkan digital monitoring system sebagai inovasi digital terbaik internal Pertamina.
Zona 4: Menerapkan metode batch drilling di Lapangan Benuang (Adera Field). Teknologi ini menciptakan efisiensi biaya tinggi dan mendongkrak produksi hingga 3.388 BOPD—hampir tiga kali lipat dari target awal—serta meraih Safety Performance Award tingkat nasional.
Tak hanya unjuk gigi lewat operasional, kontribusi akademis PHR Regional 1 Sumatra juga diakui secara global melalui 13 keterlibatan teknis dalam Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop selama pameran berlangsung.
Energi Berkelanjutan yang Memanusiakan Sejalan dengan target produksi, PHR membuktikan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis potensi lokal. Di Zona 1, PHR mengembangkan Edu Ekowisata Mangrove di Langkat dan memboyong UMKM difabel “Inklusi Coffee” binaan Pertamina EP Rantau Field ke booth SKK Migas.
Sementara di Zona Rokan, PHR memberdayakan perempuan lewat industri kreatif Batik Mandau. Di Zona 4, program Rumah Kreatif Boek Khaman di Muara Enim sukses mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan untuk pengolahan limbah bambu dan batik.
Melalui sinergi teknologi dan pemberdayaan ini, PHR Regional 1 Sumatra optimistis terus menjadi tulang punggung energi masa depan Indonesia.






























