warta.in Bekasi ◊ Kamis, 01 Oktober 2026
BEKASI — Punguan Parna Nusantara (PPN) mulai mengonsolidasikan kekuatan organisasi untuk memperkuat struktur kepengurusan di berbagai daerah. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan pelantikan Badan Pengurus Provinsi Punguan Parna Nusantara.

Konsolidasi tersebut berlangsung dalam kegiatan Rakornas PPN di Lapo Tondongta, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah pimpinan dan jajaran pengurus PPN hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Ketua Umum Dr. Parlin Rumahorbo, SE., M.Si., Sekretaris Jenderal Heber Simbolon, SE., ST., MSc.,Ketua Bidang OKK PPN Manatar Simbolon.Serta Dewan Pembina Laksma (Purn.) Marhuale Simbolon, S.Pi.

Jajaran pengurus dan bidang-bidang PPN juga turut hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.
Pertemuan ini tidak hanya membahas persiapan pelantikan. PPN juga memetakan sejumlah agenda organisasi untuk memperkuat keberadaan PPN di daerah serta membangun jaringan antarpengurus dan anggota.
BUKAN SEKADAR PUNGUAN, PPN BAWA AGENDA PERSATUAN
PPN menyatakan bahwa organisasi tersebut lahir dari semangat gotong royong, kebersamaan, persatuan dan persaudaraan.
PPN berdiri pada 5 September 2026. Dalam penegasan pengurus, PPN bukan merupakan pecahan dari Parna Indonesia, melainkan organisasi yang dibangun dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan di antara keturunan Raja Naiambaton.
Visi PPN diarahkan pada terwujudnya warga Punguan Parna Nusantara yang menjunjung tinggi nilai budaya bangsa Indonesia, khususnya nilai-nilai budaya masyarakat Batak, serta memegang teguh Tona ni Ompu Raja Naiambaton.
PPN juga membawa misi memperkuat persatuan dan persaudaraan seluruh keturunan Raja Naiambaton, baik di Indonesia maupun di perantauan.
Tidak berhenti pada urusan internal punguan, PPN menyatakan ingin mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
TARGET JANGKA PENDEK: PELANTIKAN PENGURUS DAERAH
Agenda terdekat PPN adalah mempercepat pelantikan pengurus yang telah terbentuk di daerah.
Konsolidasi struktur dinilai menjadi fondasi penting agar program organisasi dapat berjalan secara terukur dan tidak berhenti pada tataran administratif.
Selain itu, PPN juga mempersiapkan program pembentukan Bantuan Hukum.
Program tersebut diarahkan untuk memberikan ruang bagi anggota memperoleh informasi, edukasi dan pendampingan hukum sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara program jangka panjang akan diarahkan pada penguatan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, pelestarian budaya Batak, kegiatan sosial, peningkatan kesejahteraan anggota serta pembangunan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak.

MOMENTUM PENTING:PARSADAAN SIMBOLON SIPITU SOHE NYATAKAN DUKUNGAN
Yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah hadirnya jajaran Parsadaan Simbolon SiPitu Sohe.
Ketua Parsadaan Simbolon SiPitu Sohe, Lasman Simbolon, S.T., hadir bersama Penasehat Hatly Fuerto Simbolon serta jajaran pengurus dan bidang lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Parsadaan Simbolon SiPitu Sohe menyatakan siap mendukung Punguan Parna Nusantara (PPN) se-Jabodetabek.
Pernyataan dukungan itu menjadi bagian penting dalam dinamika konsolidasi PPN di wilayah Jabodetabek.
Dukungan tersebut sekaligus membuka ruang sinergi antara PPN dan Parsadaan Simbolon SiPitu Sohe dalam berbagai kegiatan sosial, kebudayaan, kemasyarakatan dan agenda organisasi di wilayah Jabodetabek.
SATUKAN LANGKAH, PERKUAT PERSAUDARAAN
Di tengah proses penguatan organisasi, PPN menegaskan komitmennya menjalankan prinsip:
“Manat Mardongan Tubu, Elek Marboru, Somba Marhula-hula.”
Prinsip tersebut menjadi salah satu pijakan PPN dalam membangun hubungan persaudaraan dan menjaga nilai-nilai adat serta budaya Batak.
Rakornas di Bekasi ini menjadi salah satu momentum awal bagi PPN untuk menyatukan langkah menuju agenda organisasi berikutnya.
Dengan konsolidasi pengurus, persiapan pelantikan badan pengurus provinsi, rencana pembentukan bantuan hukum serta dukungan dari Parsadaan Simbolon SiPitu Sohe untuk wilayah Jabodetabek, PPN mulai memperlihatkan arah pengembangan organisasi yang lebih terstruktur.
Dari Bekasi, konsolidasi PPN bergerak. Dukungan antarpunguan menguat. Agenda berikutnya: memastikan struktur organisasi berdiri dan bekerja di daerah.
(Alpin A.S)































