Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Mahasiswa PBL FKM UNSRI Edukasi CTPS Lewat Program “Pahlawan Tangan Bersih” Ciptakan Generasi Sehat

Warta.In | Ogan Ilir – Upaya menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya diwujudkan oleh Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 28 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang menggelar program “Pahlawan Tangan Bersih” di SD Muhammadiyah 29 Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir.

Program yang menyasar siswa-siswi kelas II sekolah dasar ini bertujuan membentuk kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Berdasarkan wawancara eksklusif dengan Elisa Vidi, mahasiswi semester VII Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang tengah menjalani Praktik Belajar Lapangan (PBL), program “Pahlawan Tangan Bersih” lahir dari kepedulian terhadap pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih sejak usia sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan akan lebih efektif apabila disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak sehingga pesan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung konsep belajar sambil bermain, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, manfaat CTPS dalam mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit, serta waktu-waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah memegang benda yang kotor.

Suasana pembelajaran dibuat semakin menarik melalui lagu cuci tangan yang dipadukan dengan gerakan enam langkah mencuci tangan yang benar. Metode tersebut mendapat respons positif dari para siswa yang tampak antusias mengikuti setiap gerakan sekaligus mempraktikkannya secara langsung.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif yang menguji pengetahuan siswa mengenai materi yang telah disampaikan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menjawab pertanyaan, mengikuti tantangan, hingga berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. Mahasiswa juga memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan dengan baik.

Puncak kegiatan ditandai dengan praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Mahasiswa mendampingi setiap siswa agar seluruh tahapan CTPS dilakukan secara benar, mulai dari membasahi tangan, menggosok seluruh permukaan tangan menggunakan sabun, membilas, hingga mengeringkan tangan sesuai prosedur.

Menurut Elisa Vidi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tingginya antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan, tetapi juga dari terbentuknya kebiasaan mencuci tangan yang terus diterapkan di rumah maupun di sekolah. Ia berharap anak-anak yang telah mendapatkan edukasi dapat menjadi agen perubahan kecil yang menularkan perilaku hidup bersih kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya.

Melalui program “Pahlawan Tangan Bersih”, Mahasiswa PBL Kelompok 28 FKM UNSRI menunjukkan bahwa promosi kesehatan dapat dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan. Diharapkan, kebiasaan sederhana mencuci tangan menggunakan sabun mampu menjadi fondasi terbentuknya generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Berita Terkait