Warta.in//PALI – 04 November 2026, Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Pemerintah Desa Raja Barat tidak lantas menghentikan langkah pembangunan dan pemeliharaan lingkungan desa. Di bawah komando Kepala Desa Hendi Kodar, warga Desa Raja Barat, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), justru membuktikan bahwa keterbatasan dana dapat disiasati dengan kekuatan kebersamaan dan kemanunggalan masyarakat.

Hal ini dibuktikan melalui realisasi nyata program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Dana Desa yang difokuskan pada aksi Pembersihan Drainase. Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang terlibat, tetapi juga sebagai pemicu untuk menghidupkan kembali roh kebudayaan luhur bangsa.
Jaga Warisan Gotong Royong hingga Anak Cucu, Dalam kesempatannya memimpin langsung jalannya kegiatan di lapangan, Kades Hendi Kodar menyerukan pesan emosional sekaligus membakar semangat kepada seluruh lapisan masyarakat yang hadir. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi komunal ini di tengah gempuran zaman modern yang serba individualis.

“Budaya gotong royong ini adalah warisan nenek moyang kita yang paling berharga. Meski saat ini kita dihadapkan pada tantangan efisiensi, semangat kebersamaan ini tidak boleh ikut luntur. Gotong royong harus tetap kita jaga dan berjalan terus sampai kapan pun, lintas generasi,” seru Hendi Kodar di sela-sela memantau warga yang bergotong-royong.
Rawat Infrastruktur sebagai Wujud Rasa Memiliki, Selain memupuk kembali nilai sosial, aksi bersih-bersih ini berfokus langsung pada pemeliharaan infrastruktur vital desa. Saluran parit dan drainase yang tersebar di sepanjang wilayah pemukiman dikeruk dari endapan lumpur, tumpukan sampah, dan sumbatan rumput liar.
Hendi Kodar mengingatkan warga bahwa pembangunan infrastruktur yang sukses tidak hanya dinilai dari selesainya proyek fisik, melainkan dari bagaimana cara masyarakat setempat merawatnya setelah fasilitas tersebut berdiri.
“Pemerintah desa sudah berupaya membangun saluran drainase ini demi kenyamanan kita bersama. Sekarang tugas kita semua sebagai warga untuk selalu menjaga dan merawat drainase yang sudah dibangun ini. Jangan membuang sampah sembarangan dan pastikan alirannya lancar agar lingkungan kita bebas banjir serta terhindar dari berbagai penyakit,” tambahnya.
Langkah taktis yang diambil Pemerintah Desa Raja Barat ini menuai respons positif dari masyarakat setempat. Melalui skema PKTD dan penguatan aksi gotong royong, Desa Raja Barat membuktikan diri mampu mandiri menjaga keasrian, kebersihan, serta tata ruang desa yang rapi secara berkelanjutan.





























