“KADIS PUPR MUKOMUKO TEGASKAN: AMBRUKNYA JEMBATAN LUBUK SELANDAK MURNI DISEBABKAN BENCANA ALAM, BUKAN KELALAIAN PEMBANGUNAN”.
MUKOMUKO, 27 AGUSTUS 2026 — Sebuah rekaman video yang merekam peristiwa ambruknya kerangka Jembatan Lubuk Selandak di wilayah Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, menyebar luas dan menjadi sorotan publik di berbagai platform media sosial pada Rabu malam, 26 Agustus 2026. Kejadian yang menimpa struktur jembatan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut segera menarik perhatian masyarakat luas, sehingga pihak berwenang merasa perlu untuk segera memberikan penjelasan resmi dan terperinci guna meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, memberikan keterangan pers yang tegas, lugas, dan berwibawa pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan dengan sangat jelas bahwa peristiwa ambruknya kerangka jembatan tersebut murni disebabkan oleh bencana alam semata, dan sama sekali bukan akibat kelalaian dalam proses pembangunan maupun kesalahan teknis pada desain dan pelaksanaan konstruksi yang telah direncanakan.
Menurut penjelasan mendalam yang disampaikan oleh Kadis PUPR Mukomuko, pada hari terjadinya peristiwa, wilayah tersebut diguyuri hujan dengan intensitas yang sangat tinggi dan berlangsung terus-menerus dalam kurun waktu satu hari penuh. Curah hujan yang tergolong ekstrem tersebut menyebabkan debit air sungai di lokasi pembangunan jembatan meningkat secara drastis dan tiba-tiba, jauh melampaui kapasitas aliran air pada kondisi normal. Arus air yang sangat deras tersebut turut membawa berbagai material hanyut, termasuk batang kayu, batu-batu besar, serta puing-puing alam lainnya yang terbawa arus dengan kekuatan yang cukup besar. Material-material inilah yang kemudian menghantam kerangka jembatan yang sedang dalam proses pemasangan, sehingga menimbulkan tekanan yang tidak terduga pada struktur bangunan yang belum selesai dibangun secara utuh. Tekanan kuat dari arus air yang tinggi serta benturan material yang terbawa arus secara bersamaan akhirnya menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban yang diterimanya dan ambruk seketika.
“Kerusakan ini sepenuhnya berada di luar kendali kita. Ini adalah bencana alam yang terjadi akibat hujan ekstrem yang turun dengan intensitas tinggi, sehingga debit air sungai naik secara tiba-tiba dan membawa berbagai material yang menghantam rangka jembatan yang sedang dipasang. Semua itu terjadi di luar perhitungan teknis yang telah kita susun dan rencanakan,” ujar Ir. Apriansyah, ST, MT, dengan nada yang tegas dan penuh tanggung jawab.
Hingga saat ini, jajaran Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko masih melakukan pendataan yang menyeluruh dan cermat untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan yang terjadi serta menghitung besaran kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Tim teknis yang berkompeten terus melakukan pemantauan kondisi di lokasi kejadian guna menilai sejauh mana dampak yang dialami oleh struktur jembatan yang tersisa, sekaligus mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menyusun rencana perbaikan dan pembangunan kembali yang tepat sasaran.
Pihak Dinas PUPR juga menyampaikan bahwa proses perbaikan dan pembangunan kembali jembatan akan segera direncanakan dan dilaksanakan setelah kondisi cuaca membaik dan debit air sungai kembali ke tingkat normal. Langkah ini diambil secara hati-hati untuk menjamin keselamatan seluruh tenaga kerja yang akan terlibat dalam proses pembangunan, sekaligus memastikan bahwa pembangunan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sesuai dengan rencana serta standar teknis yang berlaku.
Kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang berdomisili di sekitar lokasi kejadian, pihak Dinas PUPR Mukomuko menghimbau agar tetap waspada dan menjauhi area jembatan yang ambruk demi keselamatan bersama. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat potensi kenaikan air sungai susulan yang masih dapat terjadi mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil dan kondusif. Masyarakat juga diharapkan senantiasa mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang guna mendapatkan keterangan yang akurat, terpercaya, dan terhindar dari berita yang belum tentu kebenarannya.
(Tim Redaksi)
Sumber video: https://youtu.be/ZmSEb-7hwzY





























