Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Musyawarah Diutamakan untuk Cari Solusi Penambangan Emas Tradisional di Lebong Tambang

Warta.in – Lebong, Bengkulu.

Aktivitas penambangan emas tradisional di kawasan persawahan Lobang Kacamata, Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, menjadi perhatian berbagai pihak. Persoalan ini berkaitan dengan mata pencaharian penambang, hak penggarapan lahan, keselamatan kerja, hingga potensi dampak terhadap lingkungan.

Perbedaan pendapat terkait rencana penutupan lubang tambang turut mewarnai persoalan tersebut. Sejumlah penambang menyatakan keberatan terhadap rencana itu. Karena itu, dialog dan musyawarah dinilai menjadi langkah penting untuk mencari jalan keluar yang dapat diterima oleh semua pihak.

Pada Senin (19/10/2026), Deni Supendi selaku pemilik hak garap lahan menyampaikan imbauan mengenai aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Lebong Tambang, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Koperasi Opic, serta unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Sebelumnya, pemerintah desa bersama warga juga telah menggelar musyawarah pada Kamis (15/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membahas persoalan penambangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain menyangkut kepentingan ekonomi warga, aktivitas penambangan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai risiko. Di antaranya kerusakan lahan persawahan, longsor atau runtuhnya lubang galian, serta pencemaran tanah dan sumber air akibat pengelolaan limbah yang tidak tepat.

Oleh sebab itu, penyelesaian persoalan ini perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi di lapangan, keselamatan para penambang, kepastian hukum, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Untuk mendapatkan solusi yang menyeluruh, koordinasi diharapkan melibatkan pemerintah desa,Pemerintah Kabupaten Lebong, DPRD Kabupaten Lebong, pemilik hak garap lahan, pihak koperasi, para penambang, serta instansi teknis yang membidangi pertambangan dan lingkungan hidup. Dengan keterlibatan seluruh pihak, keputusan yang diambil diharapkan memiliki dasar kajian yang jelas dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, menekankan pentingnya komunikasi dan musyawarah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi. Persoalan ini perlu dibahas secara menyeluruh dengan melibatkan pihak-pihak terkait, ter masukmemperhatikan aspek keselamatan dan dampak lingkungan yang mungkin timbul dari aktivitas penambangan. Kami berharap dapat ditemukan solusi yang dapat diterima bersama dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kapolres juga berharap seluruh pihak tetap menjaga hubungan baik dan menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur damai.

Melalui musyawarah dan koordinasi lintas pihak, persoalan penambangan emas tradisional di kawasan Lobang Kacamata diharapkan dapat diselesaikan secara adil dan bertanggung jawab. Kepentingan ekonomi masyarakat perlu menjadi perhatian, tanpa mengesampingkan keselamatan kerja, kepatuhan terhadap hukum, dan kelestarian lingkungan demi kepentingan bersama di masa mendatang.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait