Warta.in//PALI, 12 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan dan kebersamaan begitu terasa di Desa Betung Barat. Sebelum partai puncak Final Sepak Bola Kades Cup digelar, sebuah pertandingan persahabatan (eksibisi) yang mempertemukan Pemerintah Desa (Pemdes) Betung Barat dan Pemdes Betung Selatan sukses menarik perhatian ratusan warga yang memadati area lapangan GELORA (PUTARAN KELING).

Laga yang berlangsung sengit namun penuh keakraban ini dipimpin langsung oleh kedua kepala desa masing-masing. Kepala Desa Betung Barat, Bapak Rozali, A.Md, memimpin langsung skuad perangkat desanya. Sementara itu, Kepala Desa Betung Selatan, Bapak H. Darlani, yang akrab disapa Pak Empong, juga turun langsung mengomandoi timnya di lapangan hijau.

Momentum Perekat Hubungan Antar-Desa Pertandingan eksibisi ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi wadah penting untuk memperkuat tali silaturahmi. Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, kedua pemerintah desa ingin memberikan contoh nyata tentang pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-wilayah tetangga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kompetisi Kades Cup ini adalah pesta rakyat yang harus membawa kebahagiaan. Lewat laga persahabatan ini, kami berharap hubungan baik, koordinasi, dan kekompakan antara perangkat desa Betung Barat dan Betung Selatan semakin solid ke depannya,” ujar Bapak Rozali, A.Md di sela-sela kegiatan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bapak H. Darlani (Empong). Beliau menegaskan bahwa kehadiran para kepala desa dan perangkatnya di lapangan adalah bentuk totalitas dalam memeriahkan hari kemerdekaan. “Kalah atau menang itu nomor dua. Yang paling utama adalah kompak, sehat, dan bersama-sama menghibur masyarakat dalam merayakan HUT RI ke-81 ini,” pungkasnya.

Kemeriahan laga ini juga semakin lengkap dengan kehadiran Camat Abab, Bapak Mohamad Reza Pahlevi. Kehadiran orang nomor satu di Kecamatan Abab ini menjadi bukti dukungan moral yang kuat terhadap inisiatif positif yang ditunjukkan oleh Pemdes Betung Barat dan Pemdes Betung Selatan.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Canda Tawa Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan yang atraktif. Sorak-sorai penonton pecah ketika kedua kepala desa saling berhadapan berebut si kulit bundar. Meskipun faktor fisik menjadi tantangan bagi para perangkat desa yang terbiasa di meja kerja, semangat juang mereka tidak kalah dengan pemain profesional.
Aksi saling serang dan beberapa momen jenaka di lapangan menjadi hiburan segar bagi warga yang menonton. Pertandingan ini sukses mencairkan suasana dan menjadi pembuka yang sangat meriah sebelum tensi ketat partai Final Sepak Bola Kades Cup dimulai. Hingga laga usai, seluruh pemain dari kedua desa saling bersalaman, berpelukan, dan melakukan sesi foto bersama sebagai simbol abadi persaudaraan masyarakat Betung Raya.
(Muhamad Randi)






























