Warta.in//PALI, 3 Juni 2026 – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali turun langsung ke lapangan. Melalui agenda formal Reses ke-II Masa Sidang Tahun Anggaran 2026, para wakil rakyat ini bergerak aktif menyerap langsung keluhan, kebutuhan, serta aspirasi riil dari masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Kegiatan tatap muka ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran anggota dewan, perwakilan pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang antusias menyampaikan dinamika pembangunan di wilayah mereka.
Dalam dialog tersebut, kebutuhan mendesak yang menjadi sorotan utama warga adalah krisis air bersih saat musim kemarau dan akses infrastruktur yang belum memadai.
Merespons hal itu, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh masukan warga agar masuk ke dalam skala prioritas anggaran daerah.”Kami berkomitmen merumuskan hasil reses ini menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan.
Kami segera menyinergikannya dengan Pemda PALI, khususnya untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di titik-titik desa yang rawan kekeringan. Selain itu, akses jalan alternatif menuju kebun pertanian masyarakat, jembatan, dan fasilitas mendesak lainnya akan menjadi perhatian utama,” ujar Firdaus.
Berdasarkan hasil diskusi interaktif sepanjang agenda reses, usulan masyarakat masih didominasi oleh empat sektor krusial:Akses Transportasi: Perbaikan fasilitas dan pengerasan jalan desa menuju lahan pertanian.Krisis Air Bersih: Antisipasi dan penyediaan fasilitas air bersih di titik rawan kekeringan.
Sektor Pendidikan & Kesehatan: Peningkatan sarana sekolah serta optimalisasi layanan kesehatan desa.Fasilitas Umum: Pemerataan bantuan utilitas publik bagi masyarakat bawah.
DPRD PALI memastikan seluruh catatan lapangan ini akan dikawal ketat dalam perencanaan anggaran bersama Pemerintah Daerah Kabupaten PALI. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih transparan, merata, dan tepat sasaran. Acara reses berjalan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi dua arah serta foto bersama antara jajaran legislatif, aparatur desa, dan tokoh masyarakat yang hadir.
(Muhamad Randi)




























