o
Warta in MUSI BANYUASIN – Hasil pantauan media di lapangan menemukan adanya keluhan dari sejumlah masyarakat yang berada di sekitar kawasan PT Muba Global Lestari, Kampung Sekate, Kelurahan Suak Baru, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Keluhan masyarakat tersebut berkaitan dengan dugaan gangguan bau yang disebut berasal dari aktivitas dan limbah perusahaan. Sejumlah warga mengaku merasa terganggu dengan aroma yang dinilai menyengat dan tidak sedap, serta keberadaan lalat yang cukup banyak di sekitar permukiman.
Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi mengatakan, kondisi tersebut mulai dirasakan sejak adanya aktivitas PT Muba Global Lestari di kawasan Kampung Sekate, Kelurahan Suak Baru.
Menurut keterangan warga, bau yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan tersebut cukup mengganggu kenyamanan masyarakat, termasuk ketika sedang beristirahat.
“Bau yang ditimbulkan cukup mengganggu. Selain bau, lalat juga banyak. Kami berharap ada perhatian dan solusi dari pihak perusahaan,” ujar salah seorang warga kepada media.
Selain persoalan dugaan gangguan lingkungan, masyarakat juga mempertanyakan sejumlah aspek terkait keberadaan dan operasional perusahaan, termasuk mengenai perizinan perusahaan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan lingkungan hidup.
Media juga berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak PT Muba Global Lestari untuk memperoleh penjelasan mengenai berbagai keluhan dan informasi yang disampaikan masyarakat.
Dalam upaya konfirmasi tersebut, media mendatangi langsung lokasi perusahaan. Namun, berdasarkan hasil komunikasi di lapangan, media belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan pihak manajemen perusahaan.
Media kemudian berupaya menemui Kepala Tata Usaha PT Muba Global Lestari, Friska Tobing, untuk meminta keterangan terkait persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Namun, hingga berita ini disusun, konfirmasi langsung dengan yang bersangkutan belum dapat dilakukan.
Selain persoalan lingkungan, masyarakat juga menyoroti komposisi tenaga kerja yang berada di perusahaan tersebut.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, pihak PT Muba Global Lestari pernah menyampaikan komitmen mengenai penyerapan tenaga kerja lokal dalam pertemuan di Kantor Lurah Suak Baru. Dalam komitmen tersebut disebutkan bahwa sekitar 70 persen tenaga kerja akan berasal dari masyarakat lokal, sedangkan 30 persen merupakan tenaga ahli dari luar Kabupaten Musi Banyuasin.
Namun, sejumlah masyarakat menilai kondisi di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan komitmen tersebut. Mereka mempertanyakan masih banyaknya tenaga kerja yang disebut berasal dari luar daerah Muba.
Masyarakat berharap keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi kesempatan kerja maupun peningkatan perekonomian masyarakat setempat, tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kenyamanan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, media belum memperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen PT Muba Global Lestari terkait dugaan gangguan bau dan limbah, keberadaan lalat, perizinan perusahaan, maupun persoalan penyerapan tenaga kerja lokal.
Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Muba Global Lestari maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara resmi terhadap informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil pantauan media di lapangan dan keterangan sejumlah masyarakat. Media tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan untuk menyampaikan fakta serta klarifikasinya.(Albert)
o



















