26.8 C
Jakarta
Minggu, Maret 1, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

LELUHUR MARTUA (ex Wabup Samosir) DARI HUTA SIREGAR SIBAJANGGUT MUARA, MENUMPANG DI LUMBAN SILO PANGURURAN

Samosir. Ayah dan kakek JAYMAN SITANGGANG (kakek dari MARTUA SITANGGANG – ex Wabup Samosir) menetap hingga akhir hayatnya di Huta Siregar Sibajanggut Muara Taput. Setelah Jayman Sitanggang dan anaknya Wismar Sitanggang tinggal di Samosir dan diijinkan oleh kakek saya membangun rumah papan di Huta Lumban Silo di awal tahun 1930 an, lalu sekitar tahun 1980 an, mereka pun mengambil tanah dari tepian Binanga Siparbue Desa Unte Munggur Lumban Sada Muara sebagai tanda tulang belulang leluhurnya untuk dimasukkan ke tambak yang mereka bangun di Huta Lumban Silo

Kami tidak tahu kapan mereka membangun tambak itu, karena kami tidak ada yang tinggal di Huta Lumban Silo. Wismar Sitanggang dan Martua Sitanggang tidak berhak membangun tambak tugu bagi leluhurnya di Huta Lumban Silo. Opung kami Opung Tongam Sitanggang lah pemilik huta dan sebagaimana tradisi adat Batak Samosir, hanya pemilik tanah dan keturunannyalah yang berhak dikubur di tanah miliknya. Wismar Sitanggang dan Martua Sitanggang bukan keturunan Opung Tongam Sitanggang. Namun karena melihat peluang dimana kami keturunan Opung Tongam Sitanggang tidak ada yang tinggal di Huta Lumban Silo, lalu membuat rekayasa yang sangat licik yaitu membangun tambak di Huta Lumban Silo agar seolah olah mereka lah keturunan pemilik Huta Lumban Silo

Hari ini  Sabtu 28/2/2026, saya, paman saya Sudung Sitanggang dan Jonny Sitanggang melakukan napak tilas mencari tahu dimana lokasi tempat tinggal leluhur Martua Sitanggang yang ada di Muara. Dan memang terbukti dari kesaksian keluarga Sitanggang ysng ada di Muara, disampaikan memang benar leluhur Martua Sitanggang menetap hingga akhir hayatnya di Muara. Istri kakek dari Jayman Sitanggang adalah boru Siregar yang tinggal di Huta Siregar Sibajanggut Muara. Sedang istri dari ayah Jayman Sitanggang adalah boru Sianturi yang tinggal di Lumban Sada Desa Unte Munggur Muara

Baik Wisman Sitanggang maupun Martua Sitanggang tidak melaksanakan adat Batak secara penuh ketika memasukkan tanah sebagai tanda tulang belulang leluhurnya ke tambak yang dibangunnya di Huta Lumban Silo. Acara adat mangokal holi panakok saring saring merupakan upacara adat tertinggi di suku Batak Samosir sebagai wujud penghormatan bagi orang tua. Tidak ada acara adat penuh ketika memasukkan tanah leluhurnya itu menunjukkan keganjilan. Namun kami menyimpulkan bahwa Wisman Sitanggang dan Martua Sitanggang memang menyadari bahwa Huta Lumban Silo bukan milik leluhurnya namun ingin menguasai secara licik. Membangun tambak di Huta Lumban Silo agar seolah olah mereka adalah keturunan pemilik Huta. Sudah puluhan tahun, keluarga Martua Sitanggang mengakui seakan akan Huta Lumban Silo sebagai milik leluhurnya, namun dari hasil pencarian kami ke Muara, terbukti leluhur Martua Sitanggang itu berasal dari Muara. Jayman Sitanggang diijinkan menumpang di Huta Lumban Silo oleh kakek saya Opung Sindak Sitanggang, papar Darwin Sitanggang, pahompu panggoaran dari Opung Tongam Sitanggang Sipukka Huta Lumban Silo, yang tinggal di Kabanjahe (red)

 

 

Berita Terkait