Warta.in, Purwakarta – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58, Turnamen Piala Bupati Purwakarta “Ngadu Langlayangan Freestyle” sukses digelar di Lapang Kawasan Industri JISC MOS, Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (18/7).
Ajang bergengsi yang mengusung tema “Satukan Talinya, Tinggikan Prestasinya, Jadikan Purwakarta Lebih Istimewa” tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari para pehobi layang-layang freestyle dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia, Mulyana Galih, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelangi Provinsi Jawa Barat, mengatakan bahwa turnamen tahun ini diikuti oleh 256 peserta.
Tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, peserta juga datang dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Tangerang Selatan, sehingga menjadikan kompetisi ini sebagai salah satu turnamen layang-layang freestyle terbesar yang pernah digelar di Purwakarta.
“Antusiasme peserta benar-benar di luar perkiraan kami. Begitu pendaftaran dibuka, hanya dalam waktu sekitar empat jam kuota peserta langsung terpenuhi. Bahkan peserta yang masuk daftar tunggu mencapai 119 orang. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga dan seni ngadu langlayangan freestyle sangat tinggi,” ujar Mulyana.
Pada turnamen kali ini, panitia mempertandingkan kelas 3258 Freestyle dengan ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan untuk menjamin sportivitas serta kualitas pertandingan.
Selain memperebutkan Piala Bupati Purwakarta, panitia juga menyediakan uang pembinaan dengan total puluhan juta rupiah bagi para juara sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi para peserta sekaligus untuk memotivasi komunitas layang-layang agar terus berkembang.
Menurut Mulyana, penyelenggaraan turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar-komunitas layang-layang dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan Purwakarta sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai event berskala nasional.
Lebih jauh ia menilai, dampak positif dari kegiatan ini juga dirasakan oleh masyarakat. Kehadiran ratusan peserta beserta keluarga dan pendamping mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, terutama sektor UMKM, kuliner, ritel, hingga perhotelan di Kabupaten Purwakarta.
“Event seperti ini memberikan multiplier effect yang nyata. Banyak pelaku usaha lokal mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan peserta dan wisatawan selama turnamen berlangsung,” ungkapnya.
Melihat tingginya animo peserta serta suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Mulyana berharap Turnamen Piala Bupati Purwakarta “Ngadu Langlayangan Freestyle” dapat menjadi agenda rutin tahunan yang masuk dalam kalender event resmi Kabupaten Purwakarta.
“Kami akan melaporkan hasil pelaksanaan turnamen ini kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta, khususnya kepada Bupati Purwakarta, Om Zein. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus mendapat dukungan sehingga setiap tahun bisa kembali diselenggarakan dengan skala yang lebih besar,” tegas Mulyana.
“Selain melestarikan budaya permainan layang-layang, kegiatan ini juga mampu mendongkrak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan memperkuat citra Purwakarta sebagai daerah yang semakin istimewa,” pungkasnya.
Keberhasilan penyelenggaraan Turnamen Piala Bupati Purwakarta tahun ini menjadi bukti bahwa olahraga rekreasi dan budaya tradisional tetap memiliki daya tarik yang kuat di tengah masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pihak, ajang ini diharapkan terus berkembang menjadi ikon wisata olahraga dan budaya yang mampu mengangkat nama Purwakarta di tingkat regional maupun nasional.































